Pages

Subscribe:

Sunday, November 22, 2009

Gaya Hidup

***
Memperkaya Batin dengan Menerima Orang Lain

Ayah dan ibu memiliki peran yang berbeda dalam memberikan pengetahuan dan pengajaran kepada anak. Diharapkan orangtua memahami perkembangan anak dan mengimbanginya dengan pengetahuan.
KOMPAS.com Tidak semua orang bersedia membuka pintu rumahnya untuk orang lain ketika ia hidup berumah tangga. Perasaan tidak aman, ruang privasi berkurang, atau takut bertanggung jawab bila terjadi sesuatu pada anak yang hidup menumpang sering menjadi alasan penolakan tersebut.
Bagi Sumarni Pinuji Lestari (54), tinggal bersama orang lain yang bukan anak kandung sendiri justru memperkaya batinnya. ”Saya menjadi lebih sabar dan penyayang,” kata Tari, sapaan akrab Sumarni. Di rumah warisan orangtuanya di Ngadinegaran, Yogyakarta, Tari menampung tiga keponakannya.
Dua di antara keponakannya, Pundra (16) dan Noval (11), ikut dengan Tari setelah ayah mereka meninggal dunia, sementara sang ibu masih tinggal di Lampung. Di Yogya, Pundra meneruskan sekolah di kelas I SMA, sedangkan Noval masuk kelas VI SD.
Tari mencoba berperan sebagai ibu pengganti meskipun sebelumnya dia jarang sekali bertemu dengan dua keponakannya itu. Selesai berjualan jus di Kampus Universitas Gadjah Mada sekitar pukul 16.00, ia menyempatkan diri menemani Pundra dan Noval belajar di rumah.
Tari juga mendidik anak-anak adiknya hidup mandiri. Mereka berbagi tugas membersihkan rumah, mencuci baju sendiri, dan mencuci piring selesai makan. ”Kebetulan di rumah mereka juga sudah diajarkan membereskan urusan rumah oleh ibunya. Jadi, saya tidak perlu terlalu susah mengatur mereka,” kata Tari.
Untuk membiayai ketiga keponakannya, Tari mengandalkan uang hasil berjualan jus dan uang pembayaran indekos. Kebetulan keluarga Tari membuka bisnis rumah indekos bersama-sama.
Kakak Tari yang lain juga ikut membantu membiayai keperluan ketiga keponakannya itu. Untuk biaya sekolah, Tari juga dibantu kakak-kakaknya yang lain.
Menurut Seto sebagai psikolog, ngenger bisa menempa mental orang menjadi lebih kuat dan tidak mudah menyerah, tetapi hal itu bergantung pada pendidikan dasar yang diperoleh dari orangtua.
”Bila sejak dini orangtua selalu mendorong dan memotivasi, anak akan tumbuh dewasa dengan rasa percaya diri tinggi. Apa pun kondisinya,” kata Seto.
Kepada anak-anaknya yang lahir dalam kehidupan yang sudah mapan, Seto mengajar mereka agar tidak hidup dengan mengandalkan harta orangtua. Seto juga melibatkan ketiga anaknya dalam kegiatan yang bersifat amal. ”Untuk mengingatkan anak-anak agar mereka bersyukur dengan apa yang mereka punya,” tutur Seto. (IND)



Editor: jimbon

Sumber : Kompas Cetak




***7 Makanan Penunda Penuaan


Kacang tidak membantu 'melahirkan' jerawat pada wajah, kok.


JAKARTA, KOMPAS.com - Hidup sehat adalah salah satu kunci dari panjang umur. Untuk hidup sehat, kita tentu memerlukan nutrisi yang baik dan sehat pula. Inilah beberapa jenis makanan yang diklaim berkhasiat membuat awet muda dan tetap sehat.

1. Minyak Zaitun
Empat dekade lalu, para peneliti dari Seven Coutries Study menyimpulkan bahwa lemak tak jenuh dengan rantai tunggal (monounsaturated) dalam minyak zaitun secara luas bermanfaat untuk menekan risiko penyakit jantung dan kanker di Kepulauan Crete di Yunani.  Kini masyarakat juga sudah banyak yahu bahwa minyak zaitun mengandung folifenol, antioksidan kuat yang bisa mencegah jenis penyakit akibat penuaan.

2. Yogurt
Pada era 1970an, wilayah Georgia dikabarkan memiliki jumlah penduduk yang berusia rata-rata di atas 100 tahun yang lebih banyak ketimbang negara lain. Laporan pada saat itu mengklaim bahwa rahasia dari umur yang panjang tersebut adalah yogurt. 

Meskipun kekuatan yogurt dalam memperpanjang usia belum pernah terbukti secara langsung, yogurt adalah makanan yang kaya kalsium yang dapat mencegah osteoporosis.  Selain itu, yogurt juga mengandung bakter baik yang mempertahankan kesehatan pencernaan serta mengurangi risiko mengidap penyakit usus yang berkaitan dengan usia

3. Ikan
Tiga puluh tahun lalu,  para ahli mulai meneliti mengapa penduduk asli Alaska (inuit) bisa terbebas dari penyakit jantung. Alasannya, menurut perkiraan para ahli, adalah tingkat konsumsi ikan yang luar biasa. Ikan memang mengandung banyak lemak omega-3, yang bisa membantu menurunkan kolesterol dan penyumbatan dalam pembuluh darah serta mencegah ritme jantung abnormal.

4. Cokelat kokoa
Masyarakat Kuna di Kepulauan San Blas, Panama, tercatat memiliki risiko penyakit jantung lebih rendah hingga sembilan kali lipat di banding penduduk lainnya yang tinggal di Panama. Alasannya? Warga Kuna rajin sekali meminum kokoa yang kaya flavanols, antioksidan yang dapat membantu memperlancar peredaran darah. Menjaga kesehatan pembuluh darah berarti menekan risiko tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, penyakit ginjal dan demensia.

5. Kacang
Riset yang dilakukan kelompok Seventh-Day Adventists (aliran Kristiani yang menerapkan hidup sehat dan diet vegetarian) menunjukkan bahwa seseorang yang makan kacang rata-rata memiliki umur panjang dua setengah tahun. Kacang dikenal kaya akan lemak tidak jenuh, sehingga makanan ini menawarkan manfaat serupa dengan minyak zaitun. Kacang juga mengandung  beragam vitamin, mineral dan zat phytochemical termasuk antioksidan.

6. Anggur
Minum alkohol dalam jumlah moderat diklaim dapat melindungi dari penyakit jantung, diabetes dan kepikunan. Banyak jenis minuman beralkohol yang bisa mendatangkan manfaat tersebut, tetapi banyak penelitian yang memfokuskanya pada anggur merah.  Anggur merah mengandung resveratrol, zat yang diperkirakan mendatangkan berbagai manfaat tersebut.

7. Blueberry
Dalam sebuah riset yang dipublikasikan pada 1999, peneliti dari Jean Mayer Human Nutrition Research Center memberikan ekstrak blueberry pada tikus. Pemberian ekstrak ini diberikan selama periode kehidupan tikus yang setara dengan 10 tahun kehidupan manusia.

Tikus yang diberi ekstrak ini menunjukkan keunggulannya ketimbang tikus biasa saat uji keseimbangan dan koordinasi ketika mereka mencapai usia lanjut. Kandungan dalam blueberry (dan berry lainnya) diduga dapat mengurangi peradangan (inflamasi) dan kerusahan bersifat oksidatif, yang mana ini berhubungan dengan penurunan daya ingat dan kemampuan motorik saat lanjut usia.



Editor: acandra

Sumber : WebMD




***Ini Lho, Makanan Sehat Berkhasiat Obat


Madu mengandung senyawa alami yang membantu otak bersiap untuk istirahat.

KOMPAS.com - Menurut sebuah sebuah situs majalah kesehatan di internet, makanan yang kita nikmati sehari-hari dapat berfungsi sebagai obat untuk mengurangi atau mencegah penyakit. Antara lain:
  • Sakit kepala? Makan ikan. Minyak ikan membantu mencegah sakit kepala. Begitu  pula jahe yang mampu mengurangi peradangan dan rasa sakit.
  • Insomnia (Tidak bisa tidur?) Madu! Gunakan madu sebagai penenang.
  • Asma? Makan bawang bombay. Bawang melegakan gangguan pada saluran tenggorokan.  
  • Encok? Juga makan ikan! Salmon, tuna, mackerel dan sardine  dapat mencegah radang sendi.
  • Gangguan perut? Pisang, jahe! Pisang membuat nyaman perut. Jahe akan mencegah mual di pagi hari.
  • Infeksi kandung kemih? Minum jus cranberry. Asam tinggi pada jus cranberry sanggup mengendalikan bakteri perusak.
  • Keluhan tulang? Makan nanas! Tulang retak dan osteoporosis dapat dicegah oleh mangan yang terdapat pada nanas.
  • Gangguan ingatan? Makan tiram. Tiram membantu memperbaiki fungsi mental dengan memasok banyak zinc sesuai yang dibutuhkan.
  • Demam? Makan bawang putih. Bawang putih sanggup meringankan kepala yang berat akibat demam.
  • Batuk-batuk? Gunakan cabai merah! Sejenis kandungan yang sama sebagaimana terdapat pada sirup obat batuk juga ditemukan pada cabai merah. Gunakan cabai merah dengan hati-hati karena bisa membuat perut sakit.
  • Kanker payudara? Gandum, bekatul, dan kobis membantu memelihara estrogen hingga tingkat yang cukup untuk sehat.
  • Kanker paru?  Makan sayur-mayur berwarna hijau tua dan oranye serta kacang merah. Beta-karoten yang banyak ditemui pada sayur-mayur berwana hijau tua dan oranye merupakan penangkal kanker yang ampuh.
  • Diare? Makan apel. Parut  sebuah apel beserta kulitnya, biarkan warnanya berubah menjadi cokelat, dan makanlah untuk menyembuhkan diare.
  • Tekanan darah tinggi? Makan seledri dan minyal zaitun. Minyak zaitun sudah terbukti mampu menurunkan tekanan darah. Seledri mengandung zat yang juga menurukan tekanan darah itu.
  • Ketidakseimbangan gula darah? Makan brikoli dan kacang. Chromium dalam brokoli dan kacang membantu mengatur insulin dan gula darah. @jjw


***Makanan Hangat Tak Selalu Sehat

KOMPAS.com - Gaya hidup sehat makin diminati banyak orang. Sayur organik, beras organik, gula rendah kalori, mentega rendah lemak, susu kedelai, dan yogurt, adalah beberapa produk makanan sehat yang kini tak asing lagi di telinga. Namun ternyata tidak semua produk makanan yang kita pikir sehat itu benar-benar sehat. Manakah yang patut kita beli, dan manakah yang sebaiknya kita hindari? Supaya tidak keliru, baca dulu panduan dari Dr Johanes C. Chandrawinata, MND, SpGK, dokter spesialis gizi klinik, sebelum belanja ke swalayan atau pergi makan ke restoran.
Jangan sangka sajian hangat pasti sehat
Hidangan yang disajikan hangat karena baru diolah dari dapur setelah pesanan kita diterima ternyata belum tentu sehat. Contohnya, mashed potato. Makanan yang diolah dengan mentega, susu murni, garam, telur, dan krim ini memang terhitung segar, tapi berkadar lemak jenuh dan kolesterol tinggi. Belum lagi, menurut Dr Johanes, kadar sodiumnya juga tinggi sehingga bisa meningkatkan risiko penyakit darah tinggi.
Pilihan yang lebih baik: semangkuk salad sehat dari salad bar yang ada di restoran. Santaplah berbagai sayur dan kacang-kacangan rendah kalori. Caesar salad, misalnya, hanya mengandung 180 kalori dengan kandungan garam kurang dari 0,1% per sajian. Asian Salad mengandung kurang lebih 150 kalori. Lupakan saus krim. Kalau ingin makan kentang, pilih yang diolah bersama kulitnya. "Kentang yang dimasak berikut kulitnya kaya akan kalium, vitamin C, dan serat yang baik untuk mencegah sembelit," kata Dr Johanes. Lapisan kulit kentang paling luar tak mengandung nutrisi apa pun, jadi bisa dihilangkan dengan cara menggosoknya perlahan-lahan. Tetapi jangan kupas lapisan berikutnya karena kaya nutrisi.
Jangan mengganti sayuran dengan suplemen
Menu sehat adalah menu yang kaya akan serat dan nutrisi dari sayur-sayuran. Jadi, jangan ganti sayuran dengan suplemen makanan. Mengapa? Karena suplemen makanan sebenarnya tidak dapat mengganti kekayaan nutrisi sayur-sayuran. "Jangan mengeluarkan dana besar untuk membeli suplemen. Lebih baik gunakan untuk membeli sayuran segar," demikian saran Dawn Jackson Blatner, RD, juru bicara American Diabetic Association.
Dianjurkan mencoba olahan daging buatan
Daging buatan atau makanan menyerupai daging yang berbahan dasar kacang kedelai sudah mulai dikenal orang. Awalnya makanan ini dibuat khusus bagi vegetarian, dengan komposisi protein yang tinggi, kaya serat, serta bebas kolesterol dan lemak jenuh. Belakangan, tersedia juga daging buatan siap saji dalam beraneka ragam bentuk, seperti sosis. Asupan tinggi protein dalam menu makanan yang berkandungan lemak jenuh rendah ini bisa membantu kita menurunkan risiko penyakit jantung.
Untuk selera lokal, kini tersedia juga daging buatan yang nikmat, seperti empal dan perkedel. Semua menu tadi bisa dinikmati di restoran organik, seperti Padmani, Hang Chow, dan Harmoni (Jakarta), atau restoran Aromas (Bali), Karuna (Semarang), dan Soma Yoga (Yogyakarta).
(David Grotto, RD/Lily Turangan/Prevention Indonesia)



***Ketuklah dengan Senyuman

KOMPAS.com - Senyum dan tawa tidak selalu sama. Bila tertawa lebih didasari pada reaksi spontan, maka senyum bisa dijadikan suatu perilaku yang bisa diajarkan. Tapi perlu kejujuran sebelum terlanjur mengumbar senyum yang memuakkan.

Di depan pintu ruang praktek seorang dokter ada pengumuman. “Pasien dengan gangguan ingatan harap bayar di muka”. Dokter ini jelas mau melucu. Tetapi lelucon yang dipilihnya bisa menyakitkan hati.

Dokter itu mungkin lupa bahwa kebanyakan lelucon menggunakan bahasa lisan sebagai medianya. Dan kenyataan menunjukkan, bahwa bahasa bisa mengundang penafsiran ganda. Karena itu, meski lelucon memang bisa membuat orang tertawa, lelecon juga bisa membuat meringis.

Dalam hal inilah lelucon berbeda dari senyuman. Senyuman tidak memerlukan bahasa lisan, dan tidak pernah menyakitkan hati. Lebih jauh, perbedaan dalam menafsirkan maksud bahasa, bisa dilakukan bahkan oleh orang yang sama. Lelucon yang hari ini bisa membuat saya tertawa, besok atau kemarin bisa membuat saya sakit hati.

Lebih Aman
Ketika membaca sebuah lelucon tentang dokter yang memasang pengumuman seperti di atas, saya mungkin tertawa. Pada waktu itu saya benar-benar punya jarak dengan peristiwa yang diceriterakan. Tapi ketika saya kebetulan datang ke tempat praktek dokter karena sedang stress sehingga banyak melupakan janji, lelucon di atas bisa menyinggung perasaan saya.

Saya jadi menganggap dokter itu mata duitan, tidak punya empati terhadap penderitaan pasien. Saya bisa menganggap bahwa lelucon itu sama sekali tidak lucu. Itu sebabnya jauh lebih aman melemparkan senyum dari pada menyapa seseorang dengan kata-kata yang niatnya mungkin melucu tapi hasilnya bisa menyakitkan.

Selain berbeda dari lelucon, senyum juga berbeda dengan tertawa. Orang terutama tertawa sebagai reaksi terhadap kondisi emosional. Tertawa dipicu oleh proses bawah sadar. Dorongan bawah sadar ini bisa muncul tanpa diundang dan juga bisa tetap muncul pada saat dilarang. Mungkin Anda pernah bersusah payah menahan diri untuk tidak tertawa. Anda mengumpulkan semua kekuatan otot wajah agar  tidak terlihat tertawa. Tapi bisa jadi hati Anda tetap tergelitik dan akhirnya tawa Anda toh meledak juga.

Di lain pihak senyum, walaupun kadang-kadang kita menampilkan senyum sebagai reaksi, senyum bisa saja diniatkan. Senyum bisa jadi tingkahlaku bertujuan yang sengaja dilontarkan. Saya pernah melihat seorang bayi berkebangsaan Norwegia yang digendong pengasuhnya. Ketika padanya saya tersenyum, ia membalas. Hatinya bahagia, dan saya juga. Hal ini dimungkinkan karena senyum merupakan bahasa universal. Saya tak perlu paham bahasa Norwegia dan sang bayi tak perlu mengerti budaya Jawa. Hanya dengan senyum,  kita sama-sama bahagia

Latihan Jujur
Perbedaan hakiki antara senyum dan tawa ini mengandung perngertian bahwa senyum bisa dilatih. Orang bisa membiasakan diri untuk tersenyum kepada orang lain. Mereka yang secara sengaja mencoba untuk tersenyum akan mengerti bahwa untuk dapat tersenyum, hati harus merasa senang. Cobalah tersenyum waktu kaki Anda diinjak sepatu lars. Senyum Anda pasti senyum yang palsu. Sama palsunya dengan senyum seorang pramugari yang melayani tanpa tulus hati.

Mungkin juga sama dengan senyum seorang korban perampokan yang dipaksa senyum di bawah todongan senjata. “Ayo senyum, kalau tidak saya tembak kamu”. Senyum-senyum yang terpaksa ini tidak mendatangkan kehangatan kepada penerima senyum dan tidak mendatangkan kegembiraan pada pemberi senyum. Lain halnya kalau kita kalau kita tersenyum dengan hati yang senang, seperti ketika saya bertukar senyum dengan bayi Norwegia itu.

Kenyataan bahwa untuk tersenyum ramah hati harus benar-benar terbuka, membawa banyak akibat positif kepada orang-orang yang mau bersusah payah berlatih tersenyum jujur kepada orang lain. Tanpa dapat dicegah, orang yang sering tersenyum akan memiliki wajah yang lebih ceria, lebih segar tanpa harus memakai krim perawatan kulit. Bukankah lebih asyik memandang wajah bayi yang tersenyum tanpa make-up dari pada menyaksikan juru rawat yang berdandan menor (untuk menutupi jerawat) tetapi melayani Anda dengan wajah masam? Bukankah ketika Anda melempar senyum kepada seseorang Anda tengah menyiapkan suatu jalinan komunikasi yang menyenangkan?

Sekarang, cobalah Anda tersenyum dulu sebelum melanjutkan membaca tulisan ini. … Bayangkanlah peristiwa yang menyenangkan. Bayangkan kesenangan yang Anda terima ketika seseorang melemparkan senyuman. Bayangkan bayi montok Norwegia yang berwajah ceria tersenyum balik kepada Anda. Lalu yakinkanlah diri Anda bahwa senyum itu baik, … juga untuk diri sendiri. Mari kita tersenyum.@jjw



Editor: acandra

Sumber : www.gayahidupsehatonline.com



0 comments:

Post a Comment