Pages

Subscribe:

Saturday, June 5, 2010

BEKERJA DAN BERIBADAH

Bissmillahirrohmaan irrohiim
“Dan katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan- Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan". QS. At-Taubah (9) : 105.
Hidup adalah gerak dan bekerja, hidup tanpa kerja adalah hampa, persoalannya adalah bagaimana agar pekerjaan itu memiliki nilai, dan apa motif yang mendasari pekerjaan kita itu.
Manusia diciptakan Allah SWT untuk beribadah, Islam tidak membatasi makna ibadah hanya ritual keagamaan, seperti shalat, zakat, puasa, dan haji, tapi lebih dari itu, semua pekerjaan keduniawian bisa memiliki arti ibadah, Artinya, bukan hanya materi yang kita dapat, tetapi juga ridha dan pahala dari Allah Subhanahu Wa Ta Ala.
Petani yang bekerja disawah, pegawai yang bekerja di kantor, pedagang, nelayan, pengusaha, semua pekerjaan itu bisa bernilai ibadah manakala memenuhi beberapa syarat,
Pekerjaan itu jelas yang bukan dalam kategori yang diharamkan Allah Subhanahu Wa Ta Ala, seperti bertransaksi dengan cara riba, menjual narkoba atau minuman keras, bekerja di tempat maksiat, dan memperdagangkan wanita, atau memperdagangkan anak, atau bayi, serta bekerja lain lain yang diharamkan Alloh Subhanahu Wa Ta Ala, dan bekerja itu juga harus dibarengi dengan niat kebaikan dan ikhlas.
Bekerja untuk memenuhi kebutuhan pribadi, menafkahi keluarga, memakmurkan bumi sebagaimana yang diperintahkan Allah Subhanahu Wa Ta Ala, bekerja bukan untuk menumpuk harta, atau “riya”, dan bermegah - megahan, atau hanya berharap ingin dihormati orang lain saja.
Berikutnya, rutinitas pekerjaan itu tidak membuatnya lalai dan meninggalkan ibadah ritual, sebagaimana tuntunan dan firman Alloh ''Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta -hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang siapa yang berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.'' QS. Al-Munafiqun (63) : 9.
''Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah, dan (dari) mendirikan sholat, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi guncang”. QS An-Nuur (24) : 37.
Pekerjaan itu tidak dilakukan dengan cara merampas hak orang lain, mengkhianati, berlaku curang, dan menipu, pekerjaan harus dilakukan secara profesional, cermat, dan baik. Artinya, pekerjaan itu harus dilakukan berdasarkan ilmu pengetahuan terkait. ''Sesungguhnya Allah menyukai hambanya yang melakukan pekerjaannya dengan profesional. '' (HR Baihaqi).
Sebagai Muslim, kita harus berusaha menjadikan setiap pekerjaan memiliki nilai ibadah, memberi keuntungan materi dunia, dan pahala untuk kepentingan akhirat, ukuran paling sederhana adalah kesucian niat dan keikhlasan melakukan pekerjaan, bertanggung jawab, dan tidak bertentangan dengan syariat Allah Subhanahu Wa Ta Ala dan Rasul-Nya.
Sedangkan untuk melakukan pekerjaan secara baik dan benar harus didasarkan pada ilmu -ilmu yang terkait dengan bidangnya, Namun, ilmu-ilmu itu pun harus tidak bertentangan dengan Al-Quran dan hadis Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam
Mari kita bekerja dan berjuang menuju selamat dunia sampai akhirat

0 comments:

Post a Comment