Pages

Subscribe:

Sunday, January 24, 2010

RAHASIA SABAR

Shabar bukan membiarkan diri dalam pihak yg. kalah atau menyerah pada bahaya, tetapi Shabar harus membangkitkan kerja usaha meskipun sambil berjalan lambat tetapi kontinyu.
       Allah SWT berfirman:
“Wa kayyin min nabiyyin qotala ma’ahu ribbiyuna katirun fama wahanu lima asobahum fi sabilillaahi wama dlo’ufu wamas takanu wallahu yuhibbushshobirin“ (AQ Surat Al Imran ayat 146).
Artinya: Betapa banyak para Nabi yg. besama mereka berperang sejumlah besar dari para pengikutnya yg. bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yg. menimpa mereka di jalan Alah, mereka tidak lesu dan tidak pula menyerah (kepada musuh). Allah mencintai oraang-orang yg. Shabar.
       Orang Shabar rajin beramal dibaengi rasa takut dan teliti dalam terus menerus berjalan tidak terkena oleh keruntuhan, usahanya kontinyu jarang kena oleh hama penyakit, sakit pedih tidak terjumpai, karena tekadnya bulat, pikirannya kuat, keinginannya tak pernah terputus. Hatinya terang benderang tak ada gangguan yg membuat suramnya akal kreatif dalam memilih saat-saat tepat guna mencari jalan yg utama. Oleh karenanya, pantaslah orang Shabar itu dicintai oleh Allah SWT.
       Bahagia jika harapan menjadi kenyataan, serta tidak merugi walau keinginannya tidak  tercapai, karena keduanya tetap dalam kekuasaan Allah Yg. Maha kuasa sambil disirami keridloan dari sisi-Nya. Tidak terpetik hasilnya di alam dunia yg. fana ini, pasti akan teraih di alam yg. abadi. Demikianlah janji Allah Yang Maha Suci

ORANG SHABAR SEHAT JIWA DAN RAGANYA.


..Rupanya karena tidak kuat menahan sedih, suami saya stress dan kena serangan jantung, sesampainya di rumah ia ambruk terkapar lemas. Saya panik dan tak ingat apa-apa lagi, anak saya yg. kecil sedang menetek. Lalu saya lepaskan, saya langsung menubruk merangkul suami saya, tetapi...ia sudah tak bernyawa lagi. Sedih semakin bertindih-tindih, pikiran gelap terasa dunia menghimpit, tangis sudah kehabisan air mata, jeritan sudah kehabisan suara, tersadar saya sedang menelungkupkan wajah ke jenazah suami saya. Sejenak saya terperanjat, ingat pada anak saya yg. paling kecil yg. tadi lupa dibiarkan di dapur. Dengan langkah gontai saya berusaha mencapai dapur, khawatir terjadi sesuatu pada anak saya itu. Ya, Allah betapa buruknya nasib saya. Rupanya anak saya yg. masih kecil itu menggapai jerangan air panas, saya lihat ia sudah terkapar tertutup tempat menjerang aair. Tubuh saya semakin lemas tak bisa berbuat apa-apa, nafas semakin kencang, tak mampu bangkit lagi, ketika sadar saya sedang dikerumuni oleh sanak keluarga dan tetangga. Semuanya ikut berbelasungkawa, tak ada yg. kuat menahan air mata mendengar kejadian pahit yg. saya alami waktu itu. Selama seminggu saya tidak bisa kemana-mana, tubuh terasa lemas lebih daripada orang yg. ditimpa penyakit. Demikian sudah takdir Illahi, baru saja kesehatan pulih, datang berita bahwa anak saya yg. sudah berumah tangga jatuh dan menemui ajalnya. Kembali saya ambruk lagi. Makan tidak mau, tidur tidak mau, hanya sesekali minum. Hati terpusat pada anak dan suami yg. sudah meninggal.
       Alhamdulillah, ada detak hati yg. menasihati diri sendiri menerangkan pengalaman beberapa hari memikirkan kesedihan, tetapi ternyata tidak ada kegembiraan yg. mau datang malahan semakin hati bertambah tegang dan yg. disedihkan tidak kembali lagi, yg. tinggal hanyalah tubuh yg. semakin kurus, benar-benar rugi waktu dan diri namun hasilnya tidak ada.
       Teringat pada Yang Maha Kuasa, bulu kuduk jadi merinding, karena sikap yg saya  lakukan selama ini seperti tidak menerima pada kadar ketentuan dari Allah..
       Dari situlah, yg. biasanya mengurung diri, sekarang  saya sengaja mencari teman, pembicaraan dibawa kepada masalah keagamaan, menghibur hati dengan kegermbiraan, waktu diisi oleh kegiatan, sehingga tiak ada kesempatan untuk melamun, jika datang lamunan yg. akan menyimpang  pada kesedihan, segera menghadapi pekerjaan atau menemui teman-teman. Oleh karena kesedihan itu tidak dipelihara, tidak dipedulikan, maka pada akhirnya kesedihan itu tidak betah dan pergi sendiri. Maka sekarang ini, makan biasa, tidur nyenyak, serta semakin gembira dan besar hati. Bahagia oleh karunia Allah, dianugrahi tenaga kekuatan iman dan kepercayaan, sehingga berbaik sangka jika bertemu dengan orang lain. Keinginan hanya selalu ingin menolong orang jika sedang punya, senang memberi, maka pekerjaan pun menjadi menyenangkan hati, yg. membuat tubuh menjadi gemuk dan sehat. Memelihara diri dan hati menjadi pekerjaan setiap hari. Ibadah kepada Allah semakin dicermati, mencoba dalam bersujud memanjatkan do’a menjeritkan hati pada Allah Yang Maha Suci sambil segala permohonan diadukan kehadapan-Nya. Oleh karenanya hati semakin lega dan gembira sebab mempunyai pegangan Yang Maha Karya dan Maha Kasih Sayang, segala permohonan pasti diperkenankan, yg. membawa kepada keselamatan.
       Nah demikianlah pengalaman saya jika tuan ingin tahu. Jadi tidak benar dugaan tuan, bahwa saya tidak pernah merasa susah dan bingung hanya demikianlah saya berusaha mengobati diri sendiri dengan didikan keagamaan”.
       Orang yg. tidak bisa memisahkan Shabar dan kelincaahan, sudah barang tentu tidak akan menemui pilihan, tidak akan menjumpai obat yg. akan membawa kepada sehatnya jasad lahir dan sehatnya batin.
       Demikianlah gambaran susah dan sedih dari wanita tsb. yg. merupakan pemeliharaan jiwa dan raga dengan cara yg. tepat


SHABAR JEMBATAN KEMULIAAN

Dalam Al Qur’an ada 70 ayat pujian dari Allah kepada orang-orang yg. shabar serta ditetapkan oleh janji-Nya yaitu bahwa orang-orang yg. shabar akan mendapatkan kebahagiaan dan kemuliaan.
       Bahagia dan mulia adalah harapan setiap manusia. Akan tetapi, tidak ada emas kecuali berasal dari gunung yg. bercampur dengan batu dan tanah. Tidak ada mutiara, kecuali berasal dari dasar lautan. Begitu juga tidak ada kemuliaan, kecuali harus melewati usaha yg. sulit terasanya, serta tidak akan teraih sesuatu yg. diinginkan, diharapkan atau dicita-citakan kecuali oleh orang-orang yg. shabar.
       Riwayat/ kisah para Nabi sudah menjadi bukti, bisanya berkembang dan tersebarnya agama, sehingga terasa mulia dan utama yaitu setelah menerima berbagai cobaan, godaan dan mengalami berbagai ancaman. Akan tetapi, dengan ketabahan jiwa dan dengan kuatnya iman serta dibarengi dengan ketabahan dan tidak mengeluh, maka pada akhirnya bertemu dengan rakhmat karunia dari Allah SWT.
       Nabi Yusuf AS, sampai mendapatkan jabatan, tinggi derajatnya dan dicintai rakyat, bisa bertemu dengan orang tua dan sanak saudara yaitu setelah mengalami berbagai cobaan hidup seperti hidup dalam sumur, mengalami menjadi budak belian, mengalami hidup dalam penjara, sampai pernah dituduh berbuat asusila. Padahal andaikan tidak ada pertolongan dari Allah WT, maka beliau tentulah sudah binasa. Akan tetapi, berkat pertolongan-Nya maka semuanya itu bisa dijalaninya sambil tidak mengakibatkan luka pada kalbu, memar pada hati sehingga pada akhirnya bisa bertemu dengan keberkahan dan bahagia dalam ridlo Allah SWT.
       Demikian juga jika menyimak kisah para Nabi yg. lainnya, maka keinginannya, harapannya atau cita-citanya bisa terlaksana yaitu dengan keshabaran

0 comments:

Post a Comment