Pages

Subscribe:

Saturday, April 17, 2010

[HOTD] QAILULAH, Tidur Siang Sejenak

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. .

bismillahhiRRahmaniRRahim
Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tiduR untuk istiRahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun beRusaha.
[Al FuRqaan (25) ayat 47]
dicOntOhkan Oleh Rasulullah
Dalam kitab Fiqhus Sunnah teRdapat keteRangan sebagai beRikut:
فعن ابن عمر قال: كنا في زمن رسول الله صلى الله عليه وسلم ننام في المسجد نقيل فيه ونحن شباب.
“TeRdapat sebuah hadis daRi Ibnu UmaR, beliau beRkata, "Kami (paRa sahabat) pada zaman Rasulullah Saw. suka tiduR di masjid, kami tiduR qailulah (tiduR tengah haRi) di dalamnya, dan kami pada waktu itu masih muda-muda." (Kitab Fiqhus Sunnah, Juz I, hal. 252)
Di dalam kitab Misykatul Masabih disebutkan,
"TiduR sekejap di waktu tengah haRi atau qailulah bukanlah satu peRbuatan yang keji keRana Rasulullah peRnah melakukannya. "
membantu Shalat Tahajjud
Imam Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin beRkata,
"Hendaklah seseORang tidak meninggalkan tiduR yang sekejap pada siang haRi keRana ia membantu ibadah pada malam haRi. sebaik-baiknya hendaklah seseORang itu bangun daRipada tiduRnya sebelum gelinciR matahaRi untuk menunaikan sOlat zuhuR."
setelah shalat Jum’at
Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata:
كُنَّا نُبَكِّرُ بِالْجُمُعَةِ وَنَقِيْلُ بَعْدَ الْجُمُعَةِ
“Kami takbiR (beRsegeRa datang ke masjid) untuk menanti pelaksanaan shalat Jum’at dan kami qailulah setelah shalat Jum’at.” (HR. Al-BukhaRi nO. 905)
Links:
  • AlbeRt Einstein, NapOleOn BOnapaRte, ThOmas EdisOn, WinstOn ChuRchill adalah nama-nama ORang-ORang yang sangat antusias melakukan shORt afteRnOOn nap.
    Penelitian di NASA menunjukkan peRfORmance dan kOnsentRasi pilOt yang melakukan tiduR siang 24 menit lebih tinggi daRipada yang tidak.
  • DR Maas, seORang ahli fisiOlOgi mengatakan bahwa tiduR siang 20 menit secaRa signifikan meningkatkan kemampuan untuk beRkOnsentRasi pada hal-hal yang detail dan juga kemampuan untuk membuat keputusan-keputusan kRitis.
  • QOilulah dalam bahasa aRab teRambil daRi akaR kata qOf-lam-lam yang juga meRupakan haRfu al-tsulatsi daRi kata qOliil yang aRtinya “sedikit” (jika dinisbatkan pada kuantitas) atau “sebentaR/sejenak” (jika dinisbatkan pada waktu). Sehingga secaRa istilah, qOilulah adalah tiduR siang sejenak/sebentaR yang waktunya bisa sebelum DzuhuR atau setelah menunaikan shalat DzuhuR.
  • Rasulullah SAW, paRa sahabat, seRta ORang-ORang yang shOleh melakukan qOilulah ini agaR pada malam haRinya meReka dapat bangun malam dan beRlama-lama melakukan qiyamu al-lail (shalat tahajud, dan aktifitas mengingat Allah yang lainnya).
  • Dalam sebuah Riwayat yang saya baca di kitab Ihya ‘Ulumu ad-Diin kaRya Al-Ghazali, Imam Abu Hanifah selama 40 tahun tidak peRnah tiduR malam keRena malamnya dipenuhi dengan shalat malam. Beliau tiduR hanya sebentaR pada waktu siang haRi (qOilulah). QOilulah dilakukan bebeRapa menit saja yaitu antaRa 20 hingga 30 menit. Jika memang tujuannya untuk dapat bangun malam untuk shalat tahajud, tentu ini adalah sunnah Rasulullah. Kalau tiduR siang ini hanya untuk beRmalas-malasan, dan malam haRinya tidak shalat tahajud, TaRawih dan aktifitas-aktifitas mengingat Allah yang lainnya, maka saya pikiR tidak ada nilai sunnah daRi melakukan qOilulah.
  • Di kitab Al-Ghazali teRsebut juga diRiwayatkan bahwa peRnah suatu haRi Khalifah UmaR bin Khatab Ra. melakukan peRjalanan Resmi ke IskandaRiah. Ketika itu Muawiyah bin Khudaij menjadi guRbeRnuR di kOta itu. UmaR sampai ke kOta itu pada waktu siang ketika ORang-ORang sedang melakukan qailulah. UmaR menemui Muawiyah yang saat itu tidak tiduR (melakukan qOilulah), lalu beRkata: “Saya lihat kamu tidak tiduR pada siang ini, kalau kamu tiduR siang haRi, maka akan melalaikan hak Rakyat, kalau kamu tiduR malam, kamu melalaikan hak Allah, jadi bagaimana kamu mengatuR tiduR antaRa dua hak ini wahai Muawiyah.”
  • Bagaimana melakukan shORt afteRnOOn nap yang benaR?
  1. Lakukan shORt afteRnOOn-nap pada tengah haRi (sekitaR jam 12 siang), sebelum DzuhuR atau bebeRapa saat setelah DzuhuR. Paling baik dilakukan setelah DzuhuR selepas menunaikan shalat DzuhuR.
  2. Lakukan tiduR sebentaR saja, sekitaR 20 – 30 menit. TiduR siang yang teRlalu lama (diatas 30 menit) akan membuat kita masuk ke dalam zOna tiduR mendalam (deep sleep) yang menyebabkan susah untuk bangun atau peRasaan malas untuk bangun.
  3. Imbangi dengan menguRangi waktu tiduR di malam haRi. Biasakan dengan bangun di sepeRtiga malam yang teRakhiR (sekitaR jam 2 malam). TeRutama bagi Muslim, bulan Ramadhan adalah saat yang tepat untuk melatih membiasakan bangun di malam haRi.
[~QAILULAH VS SAINS~]
http://insannajah. blogspot. com/2009/ 06/qailulah- vs-sains. html
  • BeRpandukan kajian2 saintifik, tiduR pada waktu tengah haRi didapati beRkesan bagi meningkatkan tenaga, tumpuan dan pROduktiviti pekeRja2. Hasil daRipada satu kajian yang dilakukan selama 25 tahun beRhubung kesan tiduR ke atas negaRa2 industRi dan pasca industRi mendapati, "92.5% pekeRja yang beRkesempatan tiduR ada waktu tengah haRi mempunyai daya kReativiti yang lebih tinggi beRbanding meReka yang lain. Daya kemampuan meReka menyelesaikan masalah juga meningkat dan hasilnya ialah peningkatan pROduktiviti secaRa keseluRuhannya. "
  • Waktu tengah haRi adalah masa yang sesuai untuk tiduR seketika keRana sistem badan manusia beRsedia memanfaatkan fasa tiduR pada waktu itu. Fasa ini dikenali sebagai midafteRnOOn quiescent phase atau a secOndaRy sleep gate.
  • Kajian menunjukkan meReka yang secaRa Rutin tiduR selama 30 minit di waktu tengah haRi mempunyai RisikO menghidap penyakit jantung 30% lebih Rendah beRbanding meReka yang lain.
  • DR. James Maas, pakaR tiduR daRi CORnell UniveRsity meRumuskan, tiduR tengah haRi selama 15-20 minit sudah mencukupi bagi mengembalikan tenaga dan menjaga kesihatan. SeORang pengkaji yang lain, DOnald GReely, beRpendapat tiduR tengah haRi adalah beRmanfaat selama mana ia tidak melebihi 1 jam.
[TIDUR QAILULAH]
http://gusbroer. wordpress. com/category/ tidur-qailulah/
  • Dalam tRadisi Islam, tiduR siang meRupakan sunnah, yang sudah diamalkan Oleh Rasul Saw semenjak 14 abad yang lampau. PaRa ulama menyebutnya sebagai tiduR qailulah. Kitab klasik yang menyinggung kebiasaan Nabi Saw ini adalah Misykatul Mashabih. Hanya saja, beRbeda dengan mOtivasi ORang BaRat-mOdeRn yang menjadikan tiduR siang (afteRnOOn nap, siesta) sebagai “penggugah” kesegaRan dan pROduktivitas tubuh (fisik), penunjang kesehatan, dan sejenisnya, dalam wawasan Islam tiduR siang (qaiulah) adalah sebagai “baRteR” atau kOmpensasi atas ibadah yang akan dilakukan pada malam haRinya. Jadi, ketika kita misalnya haRi tiduR siang dengan niat qailulah, tidak ubahnya kita mengambil jatah tiduR kita nanti malam, kaRena pada malam haRi nanti kita hendak beRjaga demi beRibadah kepada Allah.
  • Waktu qailulah adalah sehabis salat zuhuR hingga waktu ashaR, itu pun hanya sekadaRnya saja, sekiRa dua puluh sampai tiga puluh menit.
[TiduR Siang di Bulan Ramadhan]
http://www.pesantre nvirtual. com/index. php/seputar- ramadhan/ 16-tanya- jawab/939- tidur-siang- di-bulan- ramadhan
  • TiduR siang adalah kebiasaan masyaRakat ARab dan bebeRapa ORang shOleh dan ulama teRdahulu. MeReka menyebutnya Qailulah yang aRtinya tiduR sebentaR waktu siang. MeReka melakukannya tidak hanya pada bulan Ramadhan tapi pada haRi-haRi biasa juga, khususnya pada waktu musim panas. PaRa Ulama ShOleh teRdahulu menjadikan tujuan daRi qailulah ini agaR pada malam haRinya bisa bangun untuk mendiRikan shOlat tahajud.
  • Qailulah ini waktunya setelah shOlat dhuhuR hingga AshaR. Jadi tiduR siang atau qailulah ini hanya kebiasaan ORang-ORang teRdahulu. Kalau memang tujuannya agaR bisa bangun malam untuk shOlat tahajjud, tentu ini meRupakan sunnah kaRena Rasulullah s.a.w. juga melakukannya. Tapi kalau tiduR siangnya hanya untuk beRmalas-malasan, apalagi malam haRinya juga tidak shOlat tahajud maka apa nilai sunnah daRi tiduR siang ini?
Untuk mendOwnlOad kumpulan aRtikel [HOTD] QAILULAH, tiduR siang sejenak" ini, silahkan klik di bawah ini:
Download File [HOTD] QAILULAH, tiduR siang sejenak | 141kB
#SAUDARAKU, DO'AKAN KEBAIKAN BUAT SELURUH KAUM MUSLIMIN DAN MUSLIMAT BAIK YANG MASIH HIDUP MAUPUN YANG SUDAH WAFAT. INSYA ALLAH SAUDARA JUGA MEMPEROLEH PAHALA DARI KEBAIKAN INI#
 

0 comments:

Post a Comment