<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908011865593489009</id><updated>2012-01-13T05:04:20.225-08:00</updated><title type='text'>ikitasya</title><subtitle type='html'>Hiduplah menjadi orang yang berguna bagi Keluarga,Agama dan Negara.Janganlah lupa yang lima waktu dan berdoa karena berdoa adalah senjata segala sesuatu.Cintailah Panutan Kita Beliau adalah Habbibana Wanabiyana Muhammad SAW,semoga Rahmat dan Salam dilimpahkan kepada Beliau dan keluargaNya dan Semoga kita mendapatkan Syafaátnya nanti di Yaumil Akhir,Amin3x</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ikitasya.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Ikitasya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18179110198409448761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-2VotTfOh3_w/TcavH0IISBI/AAAAAAAAAQw/9u9pFYubge4/s220/Photo0104.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>163</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908011865593489009.post-8740691498661962991</id><published>2012-01-07T22:52:00.000-08:00</published><updated>2012-01-07T22:52:07.300-08:00</updated><title type='text'>Berapa Lama Di Kubur???</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;Berapa Kita Disiksa atau Berapa lama Kita Menikmati Dialam Barzah&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://hantu-facebook.blogspot.com/2010/08/kisah-perjalanan-nabi-muhammad-saw-ke_2206.html"&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;Awan sedikit mendung&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/a&gt;, ketika kaki kaki kecil Yani berlari-lari gembira di atas jalanan menyeberangi kawasan lampu merah Karet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baju merahnya yg Kebesaran melambai Lambai di tiup angin. Tangan  kanannya memegang Es krim sambil sesekali mengangkatnya ke mulutnya  untuk dicicipi, sementara tangan kirinya mencengkram Ikatan sabuk celana  ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yani dan Ayahnya memasuki wilayah pemakaman umum Karet, berputar sejenak  ke kanan &amp;amp; kemud ian duduk Di atas seonggok nisan "Hj Rajawali  binti Muhammad 19-10-1915 : 20- 01-1965 "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nak, ini kubur nenekmu mari Kita berdo'a untuk nenekmu" Yani melihat  wajah ayahnya, lalu menirukan tangan ayahnya yg mengangkat ke atas dan  ikut memejamkan mata seperti ayahnya. Ia mendengarkan ayahnya berdo'a  untuk Neneknya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ayah, nenek waktu meninggal umur 50 tahun ya Yah." Ayahnya mengangguk sembari tersenyum, sembari memandang pusara Ibu-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hmm, berarti nenek sudah meninggal 42 tahun ya Yah...." Kata Yani  berlagak sambil matanya menerawang dan jarinya berhitung. "Ya, nenekmu  sudah di dalam kubur 42 tahun ... "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yani memutar kepalanya, memandang sekeliling, banyak kuburan di sana ..  Di samping kuburan neneknya ada kuburan tua berlumut "Muhammad Zaini:  19-02-1882 : 30-01-1910"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hmm.. Kalau yang itu sudah meninggal 106 tahun yang lalu ya Yah",  jarinya menunjuk nisan disamping kubur neneknya. Sekali lagi ayahnya  mengangguk. Tangannya terangkat mengelus kepala anak satu-satunya.  "Memangnya kenapa ndhuk ?" kata sang ayah menatap teduh mata anaknya.  "Hmmm, ayah khan semalam bilang, bahwa kalau kita mati, lalu di kubur  dan kita banyak dosanya, kita akan disiksa dineraka" kata Yani sambil  meminta persetujuan ayahnya. "Iya kan yah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayahnya tersenyum, "Lalu?"&lt;br /&gt;"Iya ... Kalau nenek banyak dosanya, berarti nenek sudah disiksa 42  tahun dong yah di kubur? Kalau nenek banyak pahalanya, berarti sudah 42  tahun nenek senang dikubur .... Ya nggak yah?" mata Yani berbinar karena  bisa menjelaskan kepada Ayahnya pendapatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayahnya tersenyum, namun sekilas tampak keningnya berkerut, tampaknya cemas ..... "Iya nak, kamu pintar," kata ayahnya pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulang dari pemakaman, ayah Yani tampak gelisah Di atas sajadahnya,  memikirkan apa yang dikatakan anaknya... 42 tahun hingga sekarang...  kalau kiamat datang 100 tahun lagi...142 tahun disiksa .. atau bahagia  dikubur .... Lalu Ia menunduk ... Meneteskan air mata...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Ia meninggal .. Lalu banyak dosanya ...lalu kiamat masih 1000 tahun lagi berarti Ia akan disiksa 1000 tahun?&lt;br /&gt;Innalillaahi WA inna ilaihi rooji'un .... Air matanya semakin banyak  menetes, sanggupkah ia selama itu disiksa? Iya kalau kiamat 1000 tahun  ke depan, kalau 2000 tahun lagi? Kalau 3000 tahun lagi? Selama itu ia  akan disiksa di kubur. Lalu setelah dikubur? Bukankah Akan lebih parah  lagi?&lt;br /&gt;Tahankah? padahal melihat adegan preman dipukuli massa ditelevisi kemarin ia sudah tak tahan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah... Ia semakin menunduk, tangannya terangkat, keatas bahunya  naik turun tak teratur.... air matanya semakin membanjiri jenggotnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahumma as aluka khusnul khootimah.. berulang Kali di bacanya DOA itu  hingga suaranya serak ... Dan ia berhenti sejenak ketika terdengar batuk  Yani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dihampirinya Yani yang tertidur di atas dipan Bambu.. Di betulkannya  selimutnya. Yani terus tertidur.... tanpa tahu, betapa sang bapak sangat  berterima kasih padanya karena telah menyadarkannya arti sebuah  kehidupan... Dan apa yang akan datang di depannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yaa Allah, letakkanlah dunia ditanganku, jangan Kau letakkan dihatiku..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari.Dunia Islam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908011865593489009-8740691498661962991?l=ikitasya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikitasya.blogspot.com/feeds/8740691498661962991/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2012/01/berapa-lama-di-kubur.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/8740691498661962991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/8740691498661962991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2012/01/berapa-lama-di-kubur.html' title='Berapa Lama Di Kubur???'/><author><name>Ikitasya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18179110198409448761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-2VotTfOh3_w/TcavH0IISBI/AAAAAAAAAQw/9u9pFYubge4/s220/Photo0104.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908011865593489009.post-1995417045570477227</id><published>2011-12-10T06:59:00.000-08:00</published><updated>2011-12-10T06:59:14.518-08:00</updated><title type='text'>Untuk Kita Camkan dan Tafakuri</title><content type='html'>&lt;div id="box-main-container"&gt; &lt;div id="box1" style="float: left; margin: 0; text-align: left; width: 70%;"&gt; &lt;div class="box-column section" id="col1"&gt;&lt;div class="widget HTML" id="HTML8"&gt; &lt;div class="widget-content"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;span class="widget-item-control"&gt;  &lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="box2" style="float: right; margin: 0; text-align: left; width: 25%;"&gt; &lt;div class="box-column section" id="col2"&gt;&lt;div class="widget HTML" id="HTML2"&gt; &lt;div class="widget-content"&gt; &lt;div align="center" class="style1"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table border="0" style="height: 10px; width: 149px;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="71"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="widget-item-control"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="widget HTML" id="HTML15"&gt; &lt;div class="widget-content"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;span class="widget-item-control"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="PostHead"&gt; &lt;a href="" name="9036546537054377349"&gt;&lt;/a&gt; &lt;h2 class="post-title entry-title"&gt; &lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;a href="http://asaborneo.blogspot.com/2011/07/kisah-bocah-misterius-menyambut-bulan.html"&gt;KISAH BOCAH MISTERIUS MENYAMBUT BULAN RAMADHAN&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 class="post-title entry-title"&gt; &lt;/h2&gt;&lt;small id="fecha"&gt; &lt;strong class="fecha_dia"&gt;31&lt;/strong&gt;&lt;strong class="fecha_mes"&gt;Jul&lt;/strong&gt;&lt;strong class="fecha_anio"&gt;2011&lt;/strong&gt; &lt;/small&gt; &lt;small class="post-author vcard"&gt; Diposkan oleh &lt;span class="fn"&gt;Asaborneo&lt;/span&gt; &lt;/small&gt; &lt;small class="post-labels"&gt; Label: &lt;a href="http://asaborneo.blogspot.com/search/label/BERITA" rel="tag"&gt;BERITA&lt;/a&gt;,  &lt;a href="http://asaborneo.blogspot.com/search/label/INSPIRASI" rel="tag"&gt;INSPIRASI&lt;/a&gt;&lt;div class="retweet"&gt;&lt;div style="float: right;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/small&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;   &lt;/center&gt; &lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-qcLuggUVNbw/TjVFGGnDFgI/AAAAAAAAE0g/gG2l91DjQLg/s1600/kisah+bocah.jpg" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-qcLuggUVNbw/TjVFGGnDFgI/AAAAAAAAE0g/gG2l91DjQLg/s320/kisah+bocah.jpg" width="282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Kisah Bocah Misterius (ilustrasi)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa tahun silam  saya menemukan di sebuah milis posting menarik dan menggugah bertajuk  “Bocah Misterius”. Setiap kali saya publish, respon an comment yang  datang sangat banyak. Karena itu saya merasa perlu mempublishnya lagi  menjelang Ramadhan yang sangat kita tunggu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bocah itu menjadi pembicaraan  dikampung Ketapang. Sudah tiga hari ini ia mondar-mandir keliling  kampung. Ia menggoda anak-anak sebayanya, menggoda anak-anak remaja  diatasnya, dan bahkan orang-orang tua. Hal ini bagi orang kampung  sungguh menyebalkan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yah, bagaimana tidak  menyebalkan, anak itu menggoda dengan berjalan kesana kemari sambil  tangan kanannya memegang roti isi daging yang tampak coklat menyala.  Sementara tangan kirinya memegang es kelapa, lengkap dengan tetesan air  dan butiran-butiran es yang melekat diplastik es tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemandangan tersebut menjadi hal  biasa bila orang-orang kampung melihatnya bukan pada bulan puasa! Tapi  ini justru terjadi ditengah hari pada bulan puasa! Bulan ketika banyak  orang sedang menahan lapar dan haus. Es kelapa dan roti isi daging tentu  saja menggoda orang yang melihatnya. Pemandangan itu semakin bertambah  tidak biasa, karena kebetulan selama tiga hari semenjak bocah itu ada,  matahari dikampung itu lebih terik dari biasanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Luqman mendapat laporan dari  orang-orang kampong mengenai bocah itu. Mereka tidak berani melarang  bocah kecil itu menyodor-nyodorkan dan memperagakan bagaimana dengan  nikmatnya ia mencicipi es kelapa dan roti isi daging tersebut. Pernah  ada yang melarangnya, tapi orang itu kemudian dibuat mundur ketakutan  sekaligus keheranan. Setiap dilarang, bocah itu akan mendengus dan  matanya akan memberikan kilatan yang menyeramkan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Membuat mundur semua orang yang  akan melarangnya. Luqman memutuskan akan menunggu kehadiran bocah itu.  Kata orang kampung, belakangan ini, setiap bakda zuhur, anak itu akan  muncul secara misterius. Bocah itu akan muncul dengan pakaian lusuh yang  sama dengan hari-hari kemarin dan akan muncul pula dengan es kelapa dan  roti isi daging yang sama juga! Tidak lama Luqman menunggu, bocah itu  datang lagi. Benar, ia menari-nari dengan menyeruput es kelapa itu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tingkah bocah itu jelas membuat  orang lain menelan ludah, tanda ingin meminum es itu juga. Luqman pun  lalu menegurnya.. Cuma,ya itu tadi,bukannya takut, bocah itu malah  mendelik hebat dan melotot, seakan-akan matanya akan keluar.  “Bismillah.. .” ucap Luqman dengan kembali mencengkeram lengan bocah  itu. Ia kuatkan mentalnya. Ia berpikir,kalau memang bocah itu bocah  jadi-jadian, ia akan korek keterangan apa maksud semua ini.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau memang bocah itu “bocah  beneran” pun, ia juga akan cari keterangan, siapa dan dari mana  sesungguhnya bocah itu. Mendengar ucapan bismillah itu, bocah tadi  mendadak menuruti tarikan tangan Luqman. Luqman pun menyentak  tanggannya, menyeret dengan halus bocah itu, dan membawanya ke rumah.  Gerakan Luqman diikuti dengan tatapan penuh tanda tanya dari orang-orang  yang melihatnya. “Ada apa Tuan melarang saya meminum es kelapa dan  menyantap roti isi daging ini? Bukankah ini kepunyaan saya?” tanya bocah  itu sesampainya di rumah Luqman, seakan-akan tahu bahwa Luqman akan  bertanya tentang kelakuannya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Matanya masih lekat menatap  tajam pada Luqman. “Maaf ya, itu karena kamu melakukannya dibulan  puasa,” jawab Luqman dengan halus,”apalagi kamu tahu, bukankah  seharusnya kamu juga berpuasa? Kamu bukannya ikut menahan lapar dan  haus, tapi malah menggoda orang dengan tingkahmu itu..” Sebenarnya  Luqman masih akan mengeluarkan uneg-unegnya, mengomeli anak itu. Tapi  mendadak bocah itu berdiri sebelum Luqman selesai. Ia menatap Luqman  lebih tajam lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; “Itu kan yang kalian lakukan  juga kepada kami semua! Bukankah kalian yang lebih sering melakukan hal  ini ketimbang saya..?! Kalian selalu mempertontonkan kemewahan ketika  kami hidup dibawah garis kemiskinan pada sebelas bulan diluar bulan  puasa? Bukankah kalian yang lebih sering melupakan kami yang kelaparan,  dengan menimbun harta sebanyak-banyaknya dan melupakan kami? Bukankah  kalian juga yang selalu tertawa dan melupakan kami yang sedang menangis?  Bukankah kalian yang selalu berobat mahal bila sedikit saja sakit  menyerang, sementara kalian mendiamkan kami yang mengeluh kesakitan  hingga kematian menjemput ajal..?! Bukankah juga di bulan puasa ini  hanya pergeseran waktu saja bagi kalian untuk menahan lapar dan haus?  Ketika bedug maghrib bertalu, ketika azan maghrib terdengar, kalian  kembali pada kerakusan kalian…!?” Bocah itu terus saja berbicara tanpa  memberi kesempatan pada Luqman untuk menyela.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tiba-tiba suara bocah itu  berubah. Kalau tadinya ia berkata begitu tegas dan terdengar “sangat”  menusuk, kini ia bersuara lirih, mengiba. “Ketahuilah Tuan.., kami ini  berpuasa tanpa ujung, kami senantiasa berpuasa meski bukan waktunya  bulan puasa, lantaran memang tak ada makanan yang bisa kami makan.  Sementara Tuan hanya berpuasa sepanjang siang saja.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan ketahuilah juga, justru Tuan  dan orang-orang di sekeliling Tuan lah yang menyakiti perasaan kami  dengan berpakaian yang luar biasa mewahnya, lalu kalian sebut itu  menyambut Ramadhan dan ‘Idul Fithri? Bukankah kalian juga yang selalu  berlebihan dalam mempersiapkan makanan yang luar biasa bervariasi  banyaknya, segala rupa ada, lantas kalian menyebutnya dengan istilah  menyambut Ramadhan dan ‘Idul Fithri? Tuan.., sebelas bulan kalian semua  tertawa di saat kami menangis, bahkan pada bulan Ramadhan pun hanya ada  kepedulian yang seadanya pula. Tuan.., kalianlah yang melupakan kami,  kalianlah yang menggoda kami, dua belas bulan tanpa terkecuali termasuk  di bulan ramadhan ini. Apa yang telah saya lakukan adalah yang kalian  lakukan juga terhadap orang-orang kecil seperti kami…! Tuan.., sadarkah  Tuan akan ketidak abadian harta?&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu kenapakah kalian masih saja  mendekap harta secara berlebih? Tuan.., sadarkah apa yang terjadi bila  Tuan dan orang-orang sekeliling Tuan tertawa sepanjang masa dan  melupakan kami yang semestinya diingat? Bahkan, berlebihannya Tuan dan  orang-orang di sekeliling Tuan bukan hanya pada penggunaan harta, tapi  juga pada dosa dan maksiat.. Tahukah Tuan akan adanya azab Tuhan yang  akan menimpa? Tuan.., jangan merasa aman lantaran kaki masih menginjak  bumi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tuan…, jangan merasa perut kan  tetap kenyang lantaran masih tersimpan pangan ‘tuk setahun, jangan  pernah merasa matahari tidak akan pernah menyatu dengan bumi kelak….”  Wuahh…, entahlah apa yang ada di kepala dan hati Luqman. Kalimat demi  kalimat meluncur deras dari mulut bocah kecil itu tanpa bisa dihentikan.  Dan hebatnya, semua yang disampaikan bocah tersebut adalah benar  adanya! Hal ini menambah keyakinan Luqman, bahwa bocah ini bukanlah  bocah sembarangan. Setelah berkata pedas dan tajam seperti itu, bocah  itu pergi begitu saja meninggalkan Luqman yang dibuatnya  terbengong-bengong.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di kejauhan, Luqman melihat  bocah itu menghilang bak ditelan bumi. Begitu sadar, Luqman berlari  mengejar ke luar rumah hingga ke tepian jalan raya kampung Ketapang. Ia  edarkan pandangan ke seluruh sudut yang bisa dilihatnya, tapi ia tidak  menemukan bocah itu. Di tengah deru nafasnya yang memburu, ia tanya  semua orang di ujung jalan, tapi semuanya menggeleng bingung. Bahkan,  orang-orang yang menunggu penasaran didepan rumahnya pun mengaku tidak  melihat bocah itu keluar dari rumah Luqman! Bocah itu benar-benar  misterius! Dan sekarang ia malah menghilang! Luqman tidak mau main-main.  Segera ia putar langkah, balik ke rumah. Ia ambil sajadah, sujud dan  bersyukur.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Meski peristiwa tadi irrasional,  tidak masuk akal, tapi ia mau meyakini bagian yang masuk akal saja.  Bahwa memang betul adanya apa yang dikatakan bocah misterius tadi. Bocah  tadi memberikan pelajaran yang berharga, betapa kita sering melupakan  orang yang seharusnya kita ingat..&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yaitu mereka yang tidak  berpakaian, mereka yang kelaparan, dan mereka yang tidak memiliki  penghidupan yang layak. Bocah tadi juga memberikan Luqman pelajaran  bahwa seharusnya mereka yang sedang berada diatas, yang sedang  mendapatkan karunia Allah, jangan sekali-kali menggoda orang kecil,  orang bawah, dengan berjalan membusungkan dada dan mempertontonkan  kemewahan yang berlebihan. Marilah berpikir tentang dampak sosial yang  akan terjadi bila kita terus menjejali tontonan kemewahan, sementara  yang melihatnya sedang membungkuk menahan lapar.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Luqman berterima kasih kepada  Allah yang telah memberikannya hikmah yang luar biasa. Luqman tidak mau  menjadi bagian yang Allah sebut mati mata hatinya. Sekarang yang ada  dipikirannya sekarang , entah mau dipercaya orang atau tidak, ia akan  mengabarkan kejadian yang dialaminya bersama bocah itu sekaligus  menjelaskan hikmah kehadiran bocah tadi kepada semua orang yang  dikenalnya, kepada sebanyak-banyaknya orang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Kejadian bersama bocah tadi  begitu berharga bagi siapa saja yang menghendaki bercahayanya hati.  Pertemuan itu menjadi pertemuan yang terakhir. Sejak itu Luqman tidak  pernah lagi melihatnya, selama-lamanya. Luqman rindu kalimat-kalimat  pedas dan tudingan-tudingan yang memang betul adanya. Luqman rindu akan  kehadiran anak itu agar ada seseorang yang berani menunjuk hidungnya  ketika ia salah.[kaskus]&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908011865593489009-1995417045570477227?l=ikitasya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikitasya.blogspot.com/feeds/1995417045570477227/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/12/untuk-kita-camkan-dan-tafakuri.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/1995417045570477227'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/1995417045570477227'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/12/untuk-kita-camkan-dan-tafakuri.html' title='Untuk Kita Camkan dan Tafakuri'/><author><name>Ikitasya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18179110198409448761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-2VotTfOh3_w/TcavH0IISBI/AAAAAAAAAQw/9u9pFYubge4/s220/Photo0104.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-qcLuggUVNbw/TjVFGGnDFgI/AAAAAAAAE0g/gG2l91DjQLg/s72-c/kisah+bocah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908011865593489009.post-3311513881999597137</id><published>2011-12-10T04:22:00.000-08:00</published><updated>2011-12-10T04:22:44.820-08:00</updated><title type='text'>Wajib Di Baca Oleh Para Suami</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;(Ini Cerita membuat bathinku menjerit teringat atas dosa dosa pada Istriku tercinta dan kedua Anakku Rizki Nugraha Ramadhani dan Si cantik putriku Tasya Fitriya Ramadhani,yang selalu aku tinggalkan untuk bekerja diluar negeri dan hanya Istriku yg membesarkan dan memelihara kedua anakku sampai sdh besar,aku kadang ingat,aku hanya usaha buat mereka tapi Istriku sangat berat tugasnya,ïstriku mudah2han kamu selalu diberi kesehatan lahir dan bathin dan semoga semua permasalahan yang lagi kita hadapi segera selesai)salam dan kasih sayang Istriku tercinta dand kedua anakku sayang)&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;makasih Mba Ita-Mas Agus dan Mas AsaBorneo atas ceritanya,mudah2han cerita ini membuat aku lebih mencintai Istriku dan Kedua Anakku tercinta.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Silahkan membacanya kepada para Suami.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;by.&lt;i&gt;Aram Sagita,Apit n Ikitasya&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Yang Tak Tergantikan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Empat tahun yang lalu, kecelakaan  telah merenggut orang yang kukasihi, sering aku bertanya-tanya,  bagaimana keadaan istri saya sekarang di alam surgawi, baik-baik  sajakah?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia pasti sangat sedih karena  sudah meninggalkan seorang suami yang tidak mampu mengurus rumah dan  seorang anak yang masih begitu kecil. Begitulah yang kurasakan, karena  selama ini saya merasa bahwa saya telah gagal, tidak bias memenuhi  kebutuhan jasmani dan rohani anak saya, dan gagal untuk menjadi ayah dan  ibu untuk anak saya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada suatu hari, ada urusan  penting di tempat kerja, aku harus segera berangkat ke kantor, anak saya  masih tertidur. Ohhh... aku harus menyediakan makan untuknya. Karena  masih ada sisa nasi, jadi aku menggoreng telur untuk dia makan. Setelah  memberitahu anak saya yang masih  mengantuk, kemudian aku bergegas  berangkat ke tempat kerja. Peran ganda yang kujalani, membuat energiku  benar-benar terkuras. ketika aku pulang kerja aku merasa sangat lelah,  setelah bekerja sepanjang hari. Hanya sekilas aku memeluk dan mencium  anakku, saya langsung masuk ke kamar tidur,  dan melewatkan makan malam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun, ketika aku merebahkan  badan ke tempat tidur dengan maksud untuk tidur sejenak menghilangkan  kepenatan, tiba-tiba saya merasa ada sesuatu yang pecah dan tumpah  seperti cairan hangat! Aku membuka selimut dan..... disanalah sumber  'masalah'nya ... sebuah mangkuk yang pecah dengan mie instan yang  berantakan diseprai dan selimut! Oh...Tuhan! Aku begitu marah, aku  mengambil gantungan pakaian, dan langsung menghujani anak saya yang  sedang gembira bermain dengan mainannya, dengan pukulan-pukulan!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia hanya menangis, sedikitpun  tidak meminta belas kasihan, dia hanya member penjelasan singkat :"Dad,  tadi aku merasa lapar dan tidak ada lagi sisa nasi. Tapi ayah belum  pulang, jadi aku ingin memasak mie instan. Aku ingat, ayah pernah  mengatakan untuk tidak menyentuh atau menggunakan kompor gas tanpa ada  orang dewasa di sekitar, maka aku menyalakan mesin air minum ini dan  menggunakan air panas untuk memasak mie. Satu untuk ayah dan yang satu  lagi untuk saya ..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena aku takut mie'nya akan  menjadi dingin, jadi aku menyimpannya di bawah selimut supaya tetap  hangat sampai ayah pulang. Tapi aku lupa untuk mengingatkan ayah karena  aku sedang bermain dengan mainan saya ...Saya minta maaf Dad ...  "Seketika, air mata mulai mengalir di pipiku ... tetapi, saya tidak  ingin anak saya melihat ayahnya menangis maka aku berlari ke kamar mandi  dan menangis dengan menyalakan shower di kamar mandi untuk menutupi  suara tangis saya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah beberapa lama, aku  hampiri anak saya, memeluknya dengan erat dan memberikan obat kepadanya  atas lecet bekas pukulan dipantatnya, lalu aku membujuknya untuk  tidur.Kemudian aku membersihkan kotoran tumpahan mie di tempat  tidur.Ketika semuanya sudah selesai dan lewat tengah malam, aku melewati  kamar anakku, dan melihat anakku masih menangis, bukan karena rasa  sakit di pantatnya, tapi karena dia sedang melihat foto mommy yang  dikasihinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Satu tahun berlalu sejak  kejadian itu, saya mencoba, dalam periode ini, untuk memusatkan  perhatian dengan memberinya kasih sayang seorang ayah dan juga kasih  sayang seorang ibu, serta memperhatikan semua kebutuhannya. Tanpa  terasa, anakku sudah berumur tujuh tahun, dan akan lulus dari Taman  Kanak-kanak. Untungnya, insiden yang terjadi tidak meninggalkan kenangan  buruk di masa kecilnya dan dia sudah tumbuh dewasa dengan  bahagia.Namun... belum lama, aku sudah memukul anakku lagi, saya  benar-benar menyesal....Guru Taman Kanak-kanaknya memanggilku dan  memberitahukan bahwa anak saya absen dari sekolah. Aku pulang kerumah  lebih awal dari kantor, aku berharap dia bisa menjelaskan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi ia tidak ada dirumah, aku  pergi mencari di sekitar rumah kami, memangil-manggil namanya dan  akhirnya menemukan dirinya di sebuah toko alat tulis, sedang bermain  komputer game dengan gembira. Aku marah, membawanya pulang dan  menghujaninya dengan pukulan-pukulan.Dia diam saja lalu mengatakan, "Aku  minta maaf, Dad".Selang beberapa lama aku selidiki, ternyata ia absen  dari acara "pertunjukan bakat" yang diadakan oleh sekolah, karena yang  diundang adalah siswa dengan ibunya..Dan itulah alasan ketidak  hadirannya karena ia tidak punya ibu.....&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa hari setelah  penghukuman dengan pukulan rotan, anakku pulang ke rumah memberitahu  saya, bahwa disekolahnya mulai diajarkan cara membaca dan menulis.Sejak  saat itu, anakku lebih banyak mengurung diri dikamarnya untuk berlatih  menulis, yang saya yakin, jika istri saya masih ada dan melihatnya ia  akan merasa bangga,tentu saja dia membuat saya bangga juga!Waktu berlalu  dengan begitu cepat, satu tahun telah lewat. Saat ini musim dingin, dan  Tahun Baru telah tiba.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semangat Tahun Baru ada  dimana-mana juga di hati setiap orang yg lalu lalang...Suara terompet  dan bunyi kembang api yg menyala di angkasa terdengar diseluruh pelosok  jalan .... tapi astaga, anakku membuat masalah lagi..Ketika aku sedang  menyelesaikan pekerjaan di hari-hari terakhir kerja, tiba-tiba kantor  pos menelpon. Karena pengiriman surat sedang mengalami puncaknya, tukang  pos juga sedang sibuk-sibuknya, suasana hati mereka pun jadi kurang  bagus..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mereka menelpon saya dengan marah-marah, untuk memberitahu bahwa anak saya telah mengirim beberapa surat tanpa alamat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Walaupun saya sudah berjanji  untuk tidak pernah memukul anak saya lagi, tetapi saya tidak bisa  menahan diri untuk tidak memukulnya lagi, karena saya merasa bahwa anak  ini sudah benar-benar keterlaluan.Tapi sekali lagi, seperti sebelumnya,  dia meminta maaf : "Maaf, Dad". Tidak ada tambahan satu kata pun untuk  menjelaskan alasannya melakukan itu.Setelah itu saya pergi ke kantor pos  untuk mengambil surat-surat tanpa alamat tersebut lalu pulang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sesampai di rumah, dengan marah  saya mendorong anak saya ke sudut mempertanyakan kepadanya, perbuatan  konyol apalagi ini?Apa yang ada dikepalanya?Jawabannya, di tengah  isak-tangisnya, adalah: "Surat-surat itu untuk mommy.....".Tiba-tiba  mataku berkaca-kaca. .... tapi aku mencoba mengendalikan emosi dan terus  bertanya kepadanya:"Tapi kenapa kamu memposkan begitu banyak  surat-surat, pada waktu yg sama?"Jawaban anakku itu : "Aku telah menulis  surat buat mommy untuk waktu yang lama, tapi setiap kali aku mau  menjangkau kotak pos itu, terlalu tinggi bagiku, sehingga aku tidak  dapat memposkan surat-suratku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi baru-baru ini, ketika aku  kembali ke kotak pos, aku bisa mencapai kotak itu dan aku mengirimkannya  sekaligus".Setelah mendengar penjelasannya ini, aku kehilangan  kata-kata, aku bingung, tidak tahu apa yang harus aku lakukan, dan apa  yang harus aku katakan ....&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku bilang pada anakku, "Nak,  mommy sudah berada di surga, jadi untuk selanjutnya, jika kamu hendak  menuliskan sesuatu untuk mommy, cukup dengan membakar surat tersebut  maka surat akan sampai kepada mommy.Setelah mendengar hal ini, anakku  jadi lebih tenang, dan segera setelah itu, ia bisa tidur dengan nyenyak.  Saya berjanji akan membakar surat-surat atas namanya, jadi saya membawa  surat-surat tersebut ke luar, tapi.... saya jadi penasaran untuk tidak  membuka surat tersebut sebelum mereka berubah menjadi abu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan salah satu dari isi  surat-suratnya membuat hati saya hancur......'Mommy sayang',Saya sangat  merindukanmu! Hari ini, ada sebuah acara 'Pertunjukan Bakat' di sekolah,  dan mengundang semua ibu untuk hadir di pertunjukan tersebut.Tapi kamu  tidak ada, jadi saya tidak ingin menghadirinya juga.Aku tidak  memberitahu ayah tentang hal ini karena aku takut ayah akan mulai  menangis dan merindukanmu lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat itu untuk menyembunyikan  kesedihan, aku duduk di depan komputer dan mulai bermain game di salah  satu toko. Ayah keliling-keliling mencari saya, setelah menemukanku ayah  marah, dan aku hanya bisa diam, ayah memukul aku, tetapi aku tidak  menceritakan alasan yang sebenarnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mommy, setiap hari saya melihat  ayah merindukanmu, setiap kali dia teringat padamu, ia begitu sedih dan  sering bersembunyi dan menangis di kamarnya. Saya pikir kita berdua amat  sangat merindukanmu. Terlalu berat untuk kita berdua,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;saya  rasa. Tapi mom, aku mulai melupakan wajahmu. Bisakah mommy muncul dalam  mimpiku sehingga saya dapat melihat wajahmu dan ingat anda? Temanku  bilang jika kau tertidur dengan foto orang yang kamu rindukan, maka kamu  akan melihat orang tersebut dalam mimpimu. Tapi mommy, mengapa engkau  tak pernah muncul?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah membaca surat itu,  tangisku tidak bisa berhenti karena saya tidak pernah bisa menggantikan  kesenjangan yang tak dapat digantikan semenjak ditinggalkan oleh istri  saya ....&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk para suami, yang telah  dianugerahi seorang istri yang baik, yang penuh kasih terhadap  anak-anakmu selalu berterima-kasihlah setiap hari padanya.Dia telah rela  menghabiskan sisa umurnya untuk menemani hidupmu, membantumu,  mendukungmu, memanjakanmu dan selalu setia menunggumu, menjaga dan  menyayangi dirimu dan anak-anakmu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hargailah keberadaannya,  kasihilah dan cintailah dia sepanjang hidupmu dengan segala kekurangan  dan kelebihannya, karena apabila engkau telah kehilangan dia, tidak ada  emas permata, intan berlian yg bisa menggantikan posisinya....&lt;br /&gt;[Sumber : ita-agusdiary.blogspot.com]&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908011865593489009-3311513881999597137?l=ikitasya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikitasya.blogspot.com/feeds/3311513881999597137/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/12/wajib-di-baca-oleh-para-suami.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/3311513881999597137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/3311513881999597137'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/12/wajib-di-baca-oleh-para-suami.html' title='Wajib Di Baca Oleh Para Suami'/><author><name>Ikitasya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18179110198409448761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-2VotTfOh3_w/TcavH0IISBI/AAAAAAAAAQw/9u9pFYubge4/s220/Photo0104.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908011865593489009.post-553008761982945031</id><published>2011-10-08T22:15:00.000-07:00</published><updated>2011-10-08T22:15:28.244-07:00</updated><title type='text'>Nasehat Al-Imam Ja’far Ash-Shodiq kepada Anaknya</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial,helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Al-Imam Ja’far Ash-Shodiq dilahirkan di kota&lt;br /&gt;Madinah pada hari Senin, malam ke 13 dari Rabi’ul Awal, tahun 80 H (ada yang&lt;br /&gt;menyebutkan tahun 83 H). Banyak para imam besar (semoga Allah meridhoi mereka)&lt;br /&gt;yang mengambil ilmu dari beliau, diantaranya Yahya bin Sa’id, Ibnu Juraid, Imam&lt;br /&gt;Malik, Sufyan Ats-Tsauri, Sufyan bin ‘Uyainah, Abu Hanifah, Su’bah dan Ayyub.&lt;br /&gt;Banyak ilmu dan pengetahuan yang diturunkan dari beliau, sehingga nama beliau&lt;br /&gt;tersohor luas seantero negeri. Umar bin Miqdam berkata, “Jika aku melihat&lt;br /&gt;kepada Ja’far bin Muhammad, aku yakin bahwa beliau adalah keturunan nabi.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial,helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Sebagian dari mutiara kalam beliau (Al-Imam&lt;br /&gt;Ja’far Ash-Shodiq) adalah :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: arial,helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;“Tiada bekal yang lebih utama daripada takwa.&lt;br /&gt;Tiada sesuatu yang lebih baik daripada diam. Tiada musuh yang lebih berbahaya&lt;br /&gt;daripada kebodohan. Tiada penyakit yang lebih parah daripada berbohong.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: arial,helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;“Jika engkau mendengar suatu kalimat dari&lt;br /&gt;seorang muslim, maka bawalah kalimat itu pada sebaik-baiknya tempat yang engkau&lt;br /&gt;temui. Jika engkau tak mampu untuk mendapatkan wadah tempat kalimat tersebut,&lt;br /&gt;maka celalah dirimu sendiri.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: arial,helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;“Jika engkau berbuat dosa, maka memohon&lt;br /&gt;ampunlah, karena sesungguhnya dosa-dosa itu telah dibebankan di leher-leher&lt;br /&gt;manusia sebelum ia diciptakan. Dan sesungguhnya kebinasaan yang dahsyat itu&lt;br /&gt;adalah terletak pada melakukan dosa secara terus-menerus.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: arial,helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;“Barangsiapa yang rizkinya lambat, maka&lt;br /&gt;perbanyaklah istighfar. Barangsiapa yang dibuat kagum oleh sesuatu dan&lt;br /&gt;menginginkannya demikian terus, maka perbanyaklah ucapan maa syaa-allah laa&lt;br /&gt;quwwata illa billah.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: arial,helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;“Allah telah memerintahkan kepada dunia,&lt;br /&gt;‘Berkhidmatlah kepada orang yang berkhidmat kepadaku, dan buatlah payah orang&lt;br /&gt;yang berkhidmat kepadamu.’ “&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: arial,helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;“Fugaha itu orang yang memegang amanah para&lt;br /&gt;rasul, selama tidak masuk ke dalam pintu-pintu penguasa.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: arial,helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;“Jika engkau menjumpai sesuatu yang tidak&lt;br /&gt;engkau sukai dari perbuatan saudaramu, maka carilah satu, atau bahkan sampai&lt;br /&gt;tujuh puluh alasan, untuk membenarkan perbuatan saudaramu itu. Jika engkau masih&lt;br /&gt;belum mendapatkannya, maka katakanlah, ‘Semoga ia mempunyai alasan tertentu&lt;br /&gt;(kenapa berbuat demikian) yang aku tidak mengetahuinya.’ “&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: arial,helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;“Empat hal yang tidak seharusnya bagi&lt;br /&gt;seorang yang mulia untuk memandang rendah : bangunnya dia dari tempat duduknya&lt;br /&gt;untuk menemui ayahnya, berkhidmatnya dia kepada tamunya, bangunnya dia dari atas&lt;br /&gt;binatang tunggangannya, dan berkhidmatnya dia kepada seorang yang menuntut ilmu&lt;br /&gt;kepadanya.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: arial,helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;“Tidaklah kebaikan itu sempurna kecuali&lt;br /&gt;dengan tiga hal : menganggapnya rendah (tidak berarti apa-apa), menutupinya dan&lt;br /&gt;mempercepatnya. Sesungguhnya jika engkau merendahkannya, ia akan menjadi agung.&lt;br /&gt;Jika engkau menutupinya, engkau telah menyempurnakannya. Jika engkau&lt;br /&gt;mempercepatnya, engkau akan dibahagiakannya.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: arial,helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Dari sebagian wasiat-wasiat beliau kepada&lt;br /&gt;putranya, Musa :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: arial,helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;“Wahai putraku, barangsiapa yang menerima&lt;br /&gt;dengan ikhlas apa-apa yang telah dibagikan oleh Allah daripada rizki, maka ia&lt;br /&gt;akan merasa berkecukupan. Barangsiapa yang membentangkan matanya untuk melihat&lt;br /&gt;apa-apa yang ada di tangannya selainnya, maka ia akan mati miskin. Barangsiapa&lt;br /&gt;yang tidak rela dengan apa-apa yang telah dibagikan oleh Allah daripada rizki,&lt;br /&gt;maka berarti ia telah menuduh Allah di dalam qadha’-Nya.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: arial,helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;“Barangsiapa yang memandang rendah&lt;br /&gt;kesalahannya sendiri, maka ia akan membesar-besarkan kesalahan orang lain.&lt;br /&gt;Barangsiapa yang memandang kecil kesalahan orang lain, maka ia akan memandang&lt;br /&gt;besar kesalahannya sendiri.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: arial,helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;“Wahai anakku, barangsiapa yang membuka&lt;br /&gt;kesalahan orang lain, maka akan dibukakanlah kesalahan-kesalahan keturunannya.&lt;br /&gt;Barangsiapa yang menghunuskan pedang kezaliman, maka ia akan terbunuh dengannya.&lt;br /&gt;Barangsiapa yang menggali sumur agar saudaranya masuk ke dalamnya, maka ia&lt;br /&gt;sendirilah yang nanti akan jatuh ke dalamnya.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: arial,helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;“Barangsiapa yang masuk ke dalam&lt;br /&gt;tempat-tempat orang-orang bodoh, maka ia akan dipandang rendah. Barangsiapa yang&lt;br /&gt;bergaul dengan ulama, ia akan dipandang mulia. Barangsiapa yang masuk ke dalam&lt;br /&gt;tempat-tempat kejelekan, maka ia akan dituduh melakukan kejelekan itu.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: arial,helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;“Wahai putraku, janganlah engkau masuk di&lt;br /&gt;dalam sesuatu yang tidak membawa manfaat apa-apa kepadamu, supaya engkau tidak&lt;br /&gt;menjadi hina.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: arial,helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;“Wahai putraku, katakanlah yang benar,&lt;br /&gt;walaupun berdampak baik kepadamu ataupun berdampak buruk.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: arial,helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;“Wahai putraku, jadikan dirimu memerintahkan&lt;br /&gt;kebaikan, melarang kemungkaran, menyambung tali silaturrahmi kepada seorang yang&lt;br /&gt;memutuskan hubungan denganmu, menyapa kepada seorang yang bersikap diam&lt;br /&gt;kepadamu, dan memberi kepada seorang yang meminta darimu. Jauhilah daripada&lt;br /&gt;perbuatan mengadu domba, karena hal itu akan menanamkan kedengkian di hati&lt;br /&gt;manusia. Jauhilah daripada perbuatan membuka aib-aib manusia.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: arial,helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;“Wahai putraku, jika engkau berkunjung, maka&lt;br /&gt;kunjungilah orang-orang yang baik, dan janganlah mengunjungi orang-orang&lt;br /&gt;pendusta.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908011865593489009-553008761982945031?l=ikitasya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikitasya.blogspot.com/feeds/553008761982945031/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/10/nasehat-al-imam-jafar-ash-shodiq-kepada.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/553008761982945031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/553008761982945031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/10/nasehat-al-imam-jafar-ash-shodiq-kepada.html' title='Nasehat Al-Imam Ja’far Ash-Shodiq kepada Anaknya'/><author><name>Ikitasya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18179110198409448761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-2VotTfOh3_w/TcavH0IISBI/AAAAAAAAAQw/9u9pFYubge4/s220/Photo0104.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908011865593489009.post-9033407272809890471</id><published>2011-07-30T01:05:00.000-07:00</published><updated>2011-07-30T01:05:07.835-07:00</updated><title type='text'>Syaum Ramadhan</title><content type='html'>SHAUM RAMADHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi Shaum&lt;br /&gt;Shaum (puasa) secara etimologi bermakna  al-imsak (menahan). Sedangkan menurut terminologi syariat bermakna: “Usaha  penahanan diri yang dilakukan mukallaf (seorang yang telah dikenai kewajiban  syariat) dari pembatal-pembatal Shaum dengan disertai niat,sejak terbitnya fajar  shodiq(pertanda masuknya waktu shubuh) hingga terbenamnya  matahari”.&lt;br /&gt;Keutamaan Shaum&lt;br /&gt;Shaum yang disyariatkan oleh Allah atas  hamba-hamba-Nya ini mempunyai keutamaan yang besar dan faedah-faedah yang tak  terhingga, diantaranya:&lt;br /&gt;1- Bahwasanya dia merupakan ibadah yang dapat  mendekatkan diri seorang hamba kepada Allah.&lt;br /&gt;2- Shaum dapat mengantarkan  seseorang menuju ketaqwaan. Allah ? berfirman:&lt;br /&gt;يَاأَيُّها الَّذِيْن ءامَنُوا  كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ  لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman telah diwajibkan kepada  kalian bershaum, sebagaimana telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian  agar kalian bertaqwa.”(Al-Baqarah 183)&lt;br /&gt;3- Shaum dapat mengekang dorongan  syahwat dan hawa nafsu. Rasulullah ? bersabda:&lt;br /&gt;يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ  اسْتَطَاعَ مِنْكَمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَ  أَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَ مَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فإِنَّهُ  وِجَاءٌ&lt;br /&gt;“Wahai para pemuda siapa saja diantara kalian mampu untuk menikah  maka hendaklah menikah, karena yang demikian lebih menundukkan pandangan dan  lebih menjaga kehormatan. Dan barang siapa belum mampu hendaklah berShaum karena  Shaum merupakan wija’ (pengekang syahwat) baginya”. (Muttafaqun Alaihi)&lt;br /&gt;4-  Shaum merupakan benteng dari An naar (neraka) dan perisai yang mengahalangi  seorang hamba darinya. Rasulullah ? bersabda: الصِّيَامُ جُنَّةُ يَسْتَجِنُّ  بِهَا العَبْدُ مِنَ النَّارِ&lt;br /&gt;“Ash-Shiyam adalah perisai, seorang hamba  berperisai dengannya dari api An Naar ”. (H.R. Ahmad)&lt;br /&gt;4- Shaum dapat  mendekatkan seseorang ke jannah, sebagaimana dijelaskan dalam hadits Abu Umamah  ? dia berkata: “Ya Rasulallah tunjukkan kepadaku suatu amalan yang bisa  memasukkanku ke jannah, beliau menjawab: ”Hendaklah kamu bershaum, tidak ada  (amalan) yang menyamainya”. (HR. An-Nasai, Ibnu Hibban dan  Al-Hakim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajibnya Shaum Ramadhan&lt;br /&gt;Pembicaraan seputar Shaum tentu  tidak lepas dari yang satu ini, Allah ? berfirman:&lt;br /&gt;يَاأَيُّها الَّذِيْن  ءامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَىالَّذِيْنَ مِنْ  قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ&lt;br /&gt;“Wahai orang-orang yang beriman telah  diwajibkan atas kalian ash-Shaum sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang  sebelum kalian agar kalian bertaqwa. (Al-Baqarah 183)&lt;br /&gt;Pada ayat berikutnya  Allah berfirman:&lt;br /&gt;شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْ أُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْآنُ هُدًى  لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَ الْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ  الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ&lt;br /&gt;“Syahru (bulan) Ramadhan yang telah diturunkan  didalamnya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan  mengenai petunjuk serta pembeda(antara dan yang batil), oleh karena itu barang  siapa yang menyaksikan asy-syahr (hilal Ramadhan) maka bershaumlah.” (Al-Baqarah  185).&lt;br /&gt;Ia tidak hanya sebagai syariat yang diwajibkan bahkan ia termasuk  ssalah satu dari lima rukun, Rasulullah ? bersabda:&lt;br /&gt;بُنِيَ الإِسْلاَمُ عَلَى  خَمْسٍ : شَهَادَةِ أنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ  اللهِ وَ إِقَامِ الصَّلاَةِ وَ إِيْتَاءِ الزَّكَاةِ وَ حَجِّ البَيْتِ وَ صَوْمِ  رَمَضَانَ&lt;br /&gt;“Islam dibangun di atas lima perkara: Syahadat Laailaahaillallah  dan Muhammad rasulullah, menegakkan sholat, menunai- kan zakat dan berhaji ke  Baitulllah serta Shaum Ramadhan.” (Muttafaqun’alaihi).&lt;br /&gt;Para ulamapun telah  berijma’ (sepakat) atas wajibnya Shaum Ramadhan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TARGHIB SHAUM  RAMADHAN&lt;br /&gt;Syariat ini banyak memberikan targhib (spirit) pada setiap amalan  yang di perintahkan oleh Allah ? atau Rasul-Nya ?, diantaranya adalah  dalil-dalil yang menjelaskan agungnya perkara Shaum Ramadhan sehingga kaum  muslimin dapat menjalankannya dengan penuh harapan balasan dari Allah ?. Al-Imam  Al-Bukhori meriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah ? Rasulullah ?  berkata:&lt;br /&gt;مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيماْنًا وَ احْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا  تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهَ&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang bershaum di bulan Ramadhan dengan  penuh keimanan dan harapan (balasan dari Allah) maka akan diampuni dosa-dosanya  yang telah lalu”. (Muttafaqun Alaihi)&lt;br /&gt;Ancaman Bagi Yang Mening-Galkan Shaum  Ramadhan&lt;br /&gt;Setelah Rasulallah ? disamping memberikan targib untuk melakukannya,  maka disisi lain beliau juga memberikan wa’id (ancaman) bagi yang  meninggal-kannya. Sebagaimana hadits dari Abu Umamah ?, Rasulullah ?  berkata:&lt;br /&gt;“Ketika aku tidur, datanglah dua orang pria sambil memegang kedua  lenganku dan membawaku naik gunung yang terjal. Keduanya berkata: “Naiklah !  Saya jawab: “Aku tidak mampu”. Lalu keduanya berkata: “Kami akan membantumu”.  Akupun naik hingga sampai kepuncaknya. Saat itulah aku mendengar suara yang  dahsyat. Maka aku bertanya: “suara apa ini ?”. mereka berkata ini adalah jeritan  penghuni An-naar. Setelah itu keduanya membawaku pergi lagi kesuatu tempat yang  lain, pada saat itulah aku melihat ada orang-orang yang digantung yang  terjungkir kepalanya, mulutnya hancur dan mengalir darah darinya. Aku bertanya:  “siapa mereka itu ?”. Mereka menjawab: “Mereka adalah orang-orang yang berbuka  sebelum tiba waktunya.” (HR. Annasai, Ibnu Hibbab dan Al hakim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ADAB-ADAB  SHAUM&lt;br /&gt;Di antara adab-adab shaum adalah :&lt;br /&gt;- Selalu mengupayakan untuk  bertaqwa kepada Allah ? yaitu dengan mengerjakan perintah-perintah-Nya dan  menjauhi larangan-Nya, dikarenakan Allah ? berfirman :&lt;br /&gt;“Wahai orang-orang  yang beriman, telah diwajibkan atas kalian Ash-Shaum sebagimana telah diwajibkan  kepada orang-orang sebelum kalian agar kalian bertaqwa.” (Al Baqarah :  183).&lt;br /&gt;Dan sabda Nabi ? :&lt;br /&gt;مَنْ لَمْ يَدَعِ قَوْلَ الزُّوْرِ وَ الْعَمَلَ  بِهِ فَلَيْسَ للهِ حَاجَةً في أَنْ يّدَعَ طَعَامَهُ وَ شَرَابَهُ&lt;br /&gt;“Barang  siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan beramal dengannya dan sifat  kedunguan, maka Allah tidak butuh peninggalannya terhadap makanan dan minumannya  (Shaumnya).” (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;- Memperbanyak shadaqah, kebajikan dan berlaku  baik terhadap manusia dan lebih-lebih pada bulan Ramadhan, maka sungguh  Rasulullah ? adalah orang yang paling dermawan.&lt;br /&gt;- Berusaha untuk menjauhi  kedustaan, caci maki, penipuan, khianat, melihat yang haram, mendengarkan  perkara-perkara yang haram, dan perkara-perkara lainnya yang diharamkan bagi  yang orang bershaum.&lt;br /&gt;- Bersahur disunnahkan untuk meng-khirkannya, karena  Rasulullah ? bersabda:&lt;br /&gt;تَسَحَّرُوا فَإِنَّ في السَّحُوْرِ  بَرَكَةً&lt;br /&gt;“Bersahurlah karena di dalam sahur terdapat barakah.” (Muttafaqun  Alaihi).&lt;br /&gt;- Di antara adab Shaum berbuka dengan ruthab (kurma muda) kalau  tidak ada dengan tamr (kurma tua) dan kalau tidak ada maka dengan air. Dan  hendaklah orang yang berShaum menyegerakan berbuka, yaitu ketika sudah jelas  baginya bahwa matahari telah terbenam. Nabi ? bersabda:&lt;br /&gt;لاَ يَزَالُ النَّاسُ  بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الإفْطَارَ&lt;br /&gt;“Manusia ini akan selalu berada pada  kebaikan selama mereka menyegera-kan berbuka.” (Muttafaqun Alaihi).&lt;br /&gt;(Dinukil  secara ringkas dari Fatawa Arkanil Islam, hal 485-486).&lt;br /&gt;UNTAIAN  NASEHAT&lt;br /&gt;Wahai saudaraku, semoga Allah merahmatimu selalu…&lt;br /&gt;Ketahuilah,  bahwasanya setiap ibadah yang kita lakukan harus terpenuhi padanya dua syarat;  Ikhlas karena Allah dan mengikuti (mencontoh) ?tuntunan Rasulullah.&lt;br /&gt;Oleh  karena itu ibadah Shaum Ramadhan yang merupakan bahasan kita kali ini pun harus  demikian keadaannya, karena bila tidak demikian maka ia seperti yang disabdakan  Rasulullah ?:&lt;br /&gt;رُبَّ صَائِمٍ حَظَّهُ مِنْ صِيَامِهِ الجَوْعَ وَ  العَطْشَ&lt;br /&gt;“Terkadang seseorang yang berShaum hanya mendapatkan rasa lapar dan  dahaga dari Shaumnya.” (H.R. Ibnu Majah, Ad Darimi, Ahmad, Al Baihaqi).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908011865593489009-9033407272809890471?l=ikitasya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikitasya.blogspot.com/feeds/9033407272809890471/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/07/syaum-ramadhan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/9033407272809890471'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/9033407272809890471'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/07/syaum-ramadhan.html' title='Syaum Ramadhan'/><author><name>Ikitasya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18179110198409448761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-2VotTfOh3_w/TcavH0IISBI/AAAAAAAAAQw/9u9pFYubge4/s220/Photo0104.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908011865593489009.post-7804544668962126807</id><published>2011-07-30T01:03:00.000-07:00</published><updated>2011-07-30T01:03:23.941-07:00</updated><title type='text'>TARGHIB PUASA RAMADHAN</title><content type='html'>&lt;div id="yiv1775819575ygrp-text"&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td style="font: inherit;" valign="top"&gt;TARGHIB PUASA RAMADHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1].  Pengampunan Dosa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah dan Rasul-Nya memberikan targhib (spirit) untuk  melakukan puasa Ramadhan dengan menjelaskan keutamaan serta tingginya kedudukan  puasa, dan kalau seandainya orang yang puasa mempunyai dosa seperti buih di  lautan niscaya akan diampuni dengan sebab ibadah yang baik dan diberkahi  ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu dari Nabi Shallallahu 'alaihi  wa sallam, (bahwasanya) beliau bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Barangsiapa yang  berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh iman dan ihtisab maka akan diampuni  dosa-dosanya yang telah lalu" [1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu  juga, -Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya  : Shalat yang lima waktu, Jum'at ke Jum'at. Ramadhan ke Ramadhan adalah  penghapus dosa yang terjadi di antara senggang waktu tersebut jika menjauhi dosa  besar" [Hadits Riwayat Muslim 233]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu  juga, (bahwasanya) Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah naik mimbar  kemudian berkata : Amin, Amin, Amin" Ditanyakan kepadanya : "Ya Rasulullah,  engkau naik mimbar kemudian mengucapkan Amin, Amin, Amin?" Beliau  bersabda.&lt;br /&gt;"Artinya : Sesungguhnya Jibril 'Alaihis salam datang kepadaku, dia  berkata : "Barangsiapa yang mendapati bulan Ramadhan tapi tidak diampuni dosanya  maka akan masuk neraka dan akan Allah jauhkan dia, katakan "Amin", maka akupun  mengucapkan Amin...." [2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2]. Dikabulkannya Do'a dan Pembebasan Api  Neraka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasullullah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda  :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Sesungguhnya Allah memiliki hamba-hamba yang dibebaskan dari  neraka setiap siang dan malam dalam bulan Ramadhan, dan semua orang muslim yang  berdo'a akan dikabulkan do'anya" [3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3]. Orang yang Puasa Termasuk  Shidiqin dan Syuhada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari 'Amr bin Murrah Al-Juhani[4] Radhiyallahu  'anhu, ia berkata : Datang seorang pria kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa  sallam kemudian berkata : "Ya Rasulullah, apa pendapatmu jika aku bersaksi bahwa  tidak ada sesembahan yang hak kecuali Allah, engkau adalah Rasulullah, aku  shalat lima waktu, aku tunaikan zakat, aku lakukan puasa Ramadhan dan shalat  tarawih di malam harinya, termasuk orang yang manakah aku ?" Beliau  menjawab.&lt;br /&gt;"Artinya : Termasuk dari shidiqin dan syuhada" [Hadits Riwayat Ibnu  Hibban (no.11 zawaidnya) sanadnya Shahih]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foote Note.&lt;br /&gt;[1]  Hadits Riwayat Bukhari 4/99, Muslim 759. Makna "Penuh iman dan Ihtisab' yakni  membenarkan wajibnya puasa, mengharap pahalanya, hatinya senang dalam  mengamalkan, tidak membencinya, tidak merasa berat dalam mengamalkannya&lt;br /&gt;[2]  Hadits Riwayat Ibnu Khuzaimah 3/192 dan Ahmad 2/246 dan 254 dan Al-Baihaqi 4/204  dari jalan Abu Hurairah. Hadits ini shahih, asalnya terdapat dalam Shahih Muslim  4/1978. Dalam bab ini banyak hadits dari beberapa orang sahabat, lihatlah dalam  Fadhailu Syahri Ramadhan hal.25-34 karya Ibnu Syahin&lt;br /&gt;[3] Hadits Riwayat  Bazzar 3142, Ahmad 2/254 dari jalan A'mas, dari Abu Shalih dari Jabir,  diriwayatkan oleh Ibnu Majah 1643 darinya secara ringkas dari jalan yang lain,  haditsnya Shahih. Do'a yang dikabulkan itu ketika berbuka, sebagaimana akan  datang penjelasannya, lihat Misbahuh Azzujajah no. 60 karya Al-Bushri&lt;br /&gt;[4]  Lihat Al-Ansab 3/394 karya As-Sam'ani, Al-Lubap 1/317 karya Ibnul Atsir  &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white; height: 0px;"&gt;__._,_.___&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908011865593489009-7804544668962126807?l=ikitasya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikitasya.blogspot.com/feeds/7804544668962126807/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/07/targhib-puasa-ramadhan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/7804544668962126807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/7804544668962126807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/07/targhib-puasa-ramadhan.html' title='TARGHIB PUASA RAMADHAN'/><author><name>Ikitasya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18179110198409448761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-2VotTfOh3_w/TcavH0IISBI/AAAAAAAAAQw/9u9pFYubge4/s220/Photo0104.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908011865593489009.post-658941889624564512</id><published>2011-07-26T06:45:00.000-07:00</published><updated>2011-07-26T06:45:05.045-07:00</updated><title type='text'>Perjalanan ke Akherat part 6</title><content type='html'>&lt;object style="height: 390px; width: 640px;"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/riFkK38F_14?version=3"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowScriptAccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/riFkK38F_14?version=3" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" allowScriptAccess="always" width="640" height="390"&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908011865593489009-658941889624564512?l=ikitasya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikitasya.blogspot.com/feeds/658941889624564512/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/07/perjalanan-ke-akherat-part-6.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/658941889624564512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/658941889624564512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/07/perjalanan-ke-akherat-part-6.html' title='Perjalanan ke Akherat part 6'/><author><name>Ikitasya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18179110198409448761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-2VotTfOh3_w/TcavH0IISBI/AAAAAAAAAQw/9u9pFYubge4/s220/Photo0104.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908011865593489009.post-7072025732309080046</id><published>2011-07-26T06:44:00.000-07:00</published><updated>2011-07-26T06:44:04.130-07:00</updated><title type='text'>Perjalanan ke Akherat part 5</title><content type='html'>&lt;object style="height: 390px; width: 640px;"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/Gol5V5E5N4U?version=3"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowScriptAccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/Gol5V5E5N4U?version=3" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" allowScriptAccess="always" width="640" height="390"&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908011865593489009-7072025732309080046?l=ikitasya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikitasya.blogspot.com/feeds/7072025732309080046/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/07/perjalanan-ke-akherat-part-5.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/7072025732309080046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/7072025732309080046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/07/perjalanan-ke-akherat-part-5.html' title='Perjalanan ke Akherat part 5'/><author><name>Ikitasya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18179110198409448761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-2VotTfOh3_w/TcavH0IISBI/AAAAAAAAAQw/9u9pFYubge4/s220/Photo0104.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908011865593489009.post-172848450410357087</id><published>2011-07-26T06:29:00.001-07:00</published><updated>2011-07-26T06:29:50.907-07:00</updated><title type='text'>Perjalanan ke Akherat part 4</title><content type='html'>&lt;object style="height: 390px; width: 640px;"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/cQ6qlMKKvRU?version=3"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowScriptAccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/cQ6qlMKKvRU?version=3" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" allowScriptAccess="always" width="640" height="390"&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908011865593489009-172848450410357087?l=ikitasya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikitasya.blogspot.com/feeds/172848450410357087/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/07/perjalanan-ke-akherat-part-4_26.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/172848450410357087'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/172848450410357087'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/07/perjalanan-ke-akherat-part-4_26.html' title='Perjalanan ke Akherat part 4'/><author><name>Ikitasya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18179110198409448761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-2VotTfOh3_w/TcavH0IISBI/AAAAAAAAAQw/9u9pFYubge4/s220/Photo0104.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908011865593489009.post-8092857421701616007</id><published>2011-07-26T06:23:00.003-07:00</published><updated>2011-07-26T06:23:28.420-07:00</updated><title type='text'>Perjalanan ke Akherat part 4</title><content type='html'>&lt;object style="height: 390px; width: 640px;"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/cQ6qlMKKvRU?version=3"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowScriptAccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/cQ6qlMKKvRU?version=3" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" allowScriptAccess="always" width="640" height="390"&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908011865593489009-8092857421701616007?l=ikitasya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikitasya.blogspot.com/feeds/8092857421701616007/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/07/perjalanan-ke-akherat-part-4.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/8092857421701616007'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/8092857421701616007'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/07/perjalanan-ke-akherat-part-4.html' title='Perjalanan ke Akherat part 4'/><author><name>Ikitasya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18179110198409448761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-2VotTfOh3_w/TcavH0IISBI/AAAAAAAAAQw/9u9pFYubge4/s220/Photo0104.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908011865593489009.post-4241250292202525702</id><published>2011-07-26T06:22:00.000-07:00</published><updated>2011-07-26T06:22:10.408-07:00</updated><title type='text'>Perjalanan ke Akherat part 3</title><content type='html'>&lt;object style="height: 390px; width: 640px;"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/VvVokKy7RqM?version=3"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowScriptAccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/VvVokKy7RqM?version=3" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" allowScriptAccess="always" width="640" height="390"&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908011865593489009-4241250292202525702?l=ikitasya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikitasya.blogspot.com/feeds/4241250292202525702/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/07/perjalanan-ke-akherat-part-3.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/4241250292202525702'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/4241250292202525702'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/07/perjalanan-ke-akherat-part-3.html' title='Perjalanan ke Akherat part 3'/><author><name>Ikitasya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18179110198409448761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-2VotTfOh3_w/TcavH0IISBI/AAAAAAAAAQw/9u9pFYubge4/s220/Photo0104.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908011865593489009.post-6532529543000031511</id><published>2011-07-26T06:20:00.001-07:00</published><updated>2011-07-26T06:20:54.960-07:00</updated><title type='text'>Perjalanan ke Akherat part 2</title><content type='html'>&lt;object style="height: 390px; width: 640px;"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/SfYXYLG_uik?version=3"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowScriptAccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/SfYXYLG_uik?version=3" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" allowScriptAccess="always" width="640" height="390"&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908011865593489009-6532529543000031511?l=ikitasya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikitasya.blogspot.com/feeds/6532529543000031511/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/07/perjalanan-ke-akherat-part-2.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/6532529543000031511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/6532529543000031511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/07/perjalanan-ke-akherat-part-2.html' title='Perjalanan ke Akherat part 2'/><author><name>Ikitasya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18179110198409448761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-2VotTfOh3_w/TcavH0IISBI/AAAAAAAAAQw/9u9pFYubge4/s220/Photo0104.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908011865593489009.post-5675637057906693406</id><published>2011-07-26T06:18:00.000-07:00</published><updated>2011-07-26T06:19:45.006-07:00</updated><title type='text'>Perjalanan ke Akherat part 1</title><content type='html'>jA&lt;object style="height: 390px; width: 640px;"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/8LYgAC3mkAk?version=3"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowScriptAccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/8LYgAC3mkAk?version=3" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" allowScriptAccess="always" width="640" height="390"&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908011865593489009-5675637057906693406?l=ikitasya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikitasya.blogspot.com/feeds/5675637057906693406/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/07/blog-post_26.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/5675637057906693406'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/5675637057906693406'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/07/blog-post_26.html' title='Perjalanan ke Akherat part 1'/><author><name>Ikitasya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18179110198409448761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-2VotTfOh3_w/TcavH0IISBI/AAAAAAAAAQw/9u9pFYubge4/s220/Photo0104.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908011865593489009.post-8775264612194516053</id><published>2011-07-17T06:58:00.000-07:00</published><updated>2011-07-17T06:58:06.019-07:00</updated><title type='text'>kebiasaan Bermaaf-Maafan Sebelum Ramadhan</title><content type='html'>&lt;div id="yiv94323625ygrp-text"&gt; Bermaafan Sebelum Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini akan kita bahas mengenai sebuah  tradisi yang banyak dilestarikan oleh masyarakat, terutama di kalangan aktifis  da’wah yang beramal tanpa didasari ilmu, tradisi tersebut adalah tradisi  bermaaf-maafan sebelum Ramadhan. Ya, saya katakan demikian karena tradisi ini  pun pertama kali saya kenal dari para aktifis da’wah kampus dahulu, dan ketika  itu saya amati banyak masyarakat awam malah tidak tahu tradisi ini. Dengan kata  lain, bisa jadi tradisi ini disebarluaskan oleh mereka para aktifis da’wah yang  kurang mengilmu apa yang mereka da’wahkan bukan disebarluaskan oleh masyarakat  awam. Dan perlu diketahui, bahwa tradisi ini tidak pernah diajarkan oleh  Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang melestarikan tradisi ini beralasan dengan hadits yang  terjemahannya sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Rasullullah sedang berkhutbah pada  Shalat Jum’at (dalam bulan Sya’ban), beliau mengatakan Amin sampai tiga kali,  dan para sahabat begitu mendengar Rasullullah mengatakan Amin, terkejut dan  spontan mereka ikut mengatakan Amin. Tapi para sahabat bingung, kenapa  Rasullullah berkata Amin sampai tiga kali. Ketika selesai shalat Jum’at, para  sahabat bertanya kepada Rasullullah, kemudian beliau menjelaskan: “ketika aku  sedang berkhutbah, datanglah Malaikat Jibril dan berbisik, hai Rasullullah  Amin-kan do’a ku ini,” jawab Rasullullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do’a Malaikat Jibril itu  adalah:&lt;br /&gt;“Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum  memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1)  Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih  ada);&lt;br /&gt;2) Tidak bermaafan terlebih dahulu antara suami istri;&lt;br /&gt;3) Tidak  bermaafan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun anehnya,  hampir semua orang yang menuliskan hadits ini tidak ada yang menyebutkan  periwayat hadits. Setelah dicari, hadits ini pun tidak ada di kitab-kitab  hadits. Setelah berusaha mencari-cari lagi, saya menemukan ada orang yang  menuliskan hadits ini kemudian menyebutkan bahwa hadits ini diriwayatkan oleh  Ibnu Khuzaimah (3/192) dan Ahmad (2/246, 254). Ternyata pada kitab Shahih Ibnu  Khuzaimah (3/192) juga pada kitab Musnad Imam Ahmad (2/246, 254) ditemukan  hadits berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عن أبي هريرة&amp;nbsp; أن رسول الله صلى الله عليه و سلم رقي المنبر  فقال : آمين آمين آمين فقيل له : يارسول الله ما كنت تصنع هذا ؟ ! فقال : قال لي  جبريل : أرغم الله أنف عبد أو بعد دخل رمضان فلم يغفر له فقلت : آمين ثم قال : رغم  أنف عبد أو بعد أدرك و الديه أو أحدهما لم يدخله الجنة فقلت : آمين ثم قال : رغم  أنف عبد أو بعد ذكرت عنده فلم يصل عليك فقلت : آمين&amp;nbsp; قال الأعظمي : إسناده  جيد&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dari Abu Hurairah: Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam naik  mimbar lalu bersabda: ‘Amin, Amin, Amin’. Para sahabat bertanya : “Kenapa engkau  berkata demikian, wahai Rasulullah?” Kemudian beliau bersabda, “Baru saja Jibril  berkata kepadaku: ‘Allah melaknat seorang hamba yang melewati Ramadhan tanpa  mendapatkan ampunan’, maka kukatakan, ‘Amin’, kemudian Jibril berkata lagi,  ‘Allah melaknat seorang hamba yang mengetahui kedua orang tuanya masih hidup,  namun tidak membuatnya masuk Jannah (karena tidak berbakti kepada mereka  berdua)’, maka aku berkata: ‘Amin’. Kemudian Jibril berkata lagi. ‘Allah  melaknat seorang hambar yang tidak bershalawat ketika disebut namamu’, maka  kukatakan, ‘Amin”.” Al A’zhami berkata: “Sanad hadits ini jayyid”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits  ini dishahihkan oleh Al Mundziri di At Targhib Wat Tarhib (2/114, 406, 407,  3/295), juga oleh Adz Dzahabi dalam Al Madzhab (4/1682), dihasankan oleh Al  Haitsami dalam Majma’ Az Zawaid (8/142), juga oleh Ibnu Hajar Al Asqalani dalam  Al Qaulul Badi‘ (212), juga oleh Al Albani di Shahih At Targhib  (1679).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini jelaslah bahwa kedua hadits tersebut di atas adalah dua  hadits yang berbeda. Entah siapa orang iseng yang membuat hadits pertama. Atau  mungkin bisa jadi pembuat hadits tersebut mendengar hadits kedua, lalu  menyebarkannya kepada orang banyak dengan ingatannya yang rusak, sehingga  berubahlah makna hadits. Atau bisa jadi juga, pembuat hadits ini berinovasi  membuat tradisi bermaaf-maafan sebelum Ramadhan, lalu sengaja menyelewengkan  hadits kedua ini untuk mengesahkan tradisi tersebut. Yang jelas, hadits yang  tidak ada asal-usulnya, kita pun tidak tahu siapa yang mengatakan hal itu,  sebenarnya itu bukan hadits dan tidak perlu kita hiraukan, apalagi  diamalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meminta maaf itu disyariatkan dalam Islam. Rasulullah  Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;من كانت له مظلمة لأخيه من عرضه أو  شيء فليتحلله منه اليوم قبل أن لا يكون دينار ولا درهم إن كان له عمل صالح أخذ منه  بقدر مظلمته وإن لم تكن له حسنات أخذ من سيئات صاحبه فحمل عليه&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang yang  pernah menzhalimi saudaranya dalam hal apapun, maka hari ini ia wajib meminta  perbuatannya tersebut dihalalkan oleh saudaranya, sebelum datang hari dimana  tidak ada ada dinar dan dirham. Karena jika orang tersebut memiliki amal shalih,  amalnya tersebut akan dikurangi untuk melunasi kezhalimannya. Namun jika ia  tidak memiliki amal shalih, maka ditambahkan kepadanya dosa-dosa dari orang yang  ia zhalimi” (HR. Bukhari no.2449)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hadits ini jelas bahwa Islam  mengajarkan untuk meminta maaf, jika berbuat kesalahan kepada orang lain. Adapun  meminta maaf tanpa sebab dan dilakukan kepada semua orang yang ditemui, tidak  pernah diajarkan oleh Islam. Jika ada yang berkata: “Manusia khan tempat salah  dan dosa, mungkin saja kita berbuat salah kepada semua orang tanpa disadari”.  Yang dikatakan itu memang benar, namun apakah serta merta kita meminta maaf  kepada semua orang yang kita temui? Mengapa Rasulullah Shallallahu’alaihi  Wasallam dan para sahabat tidak pernah berbuat demikian? Padahal mereka  orang-orang yang paling khawatir akan dosa. Selain itu, kesalahan yang tidak  sengaja atau tidak disadari tidak dihitung sebagai dosa di sisi Allah Ta’ala.  Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إن الله تجاوز  لي عن أمتي الخطأ والنسيان وما استكرهوا عليه&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah telah  memaafkan ummatku yang berbuat salah karena tidak sengaja, atau karena lupa,  atau karena dipaksa” (HR Ibnu Majah, 1675, Al Baihaqi, 7/356, Ibnu Hazm dalam Al  Muhalla, 4/4, di shahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga,  perbuatan meminta maaf kepada semua orang tanpa sebab bisa terjerumus pada  ghuluw (berlebihan) dalam beragama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kata اليوم (hari ini) menunjukkan  bahwa meminta maaf itu dapat dilakukan kapan saja dan yang paling baik adalah  meminta maaf dengan segera, karena kita tidak tahu kapan ajal menjemput.  Sehingga mengkhususkan suatu waktu untuk meminta maaf dan dikerjakan secara  rutin setiap tahun tidak dibenarkan dalam Islam dan bukan ajaran  Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bagi seseorang yang memang memiliki kesalahan kepada  saudaranya dan belum menemukan momen yang tepat untuk meminta maaf, dan  menganggap momen datangnya Ramadhan adalah momen yang tepat, tidak ada larangan  memanfaatkan momen ini untuk meminta maaf kepada orang yang pernah dizhaliminya  tersebut. Asalkan tidak dijadikan kebiasaan sehingga menjadi ritual rutin yang  dilakukan setiap tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu’alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Yulian Purnama  &lt;br /&gt;سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ،لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ  وَأَتُوبُ إِلَيْكَ&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white; height: 0px;"&gt;__._,_.___&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908011865593489009-8775264612194516053?l=ikitasya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikitasya.blogspot.com/feeds/8775264612194516053/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/07/kebiasaan-bermaaf-maafan-sebelum.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/8775264612194516053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/8775264612194516053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/07/kebiasaan-bermaaf-maafan-sebelum.html' title='kebiasaan Bermaaf-Maafan Sebelum Ramadhan'/><author><name>Ikitasya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18179110198409448761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-2VotTfOh3_w/TcavH0IISBI/AAAAAAAAAQw/9u9pFYubge4/s220/Photo0104.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908011865593489009.post-6405887663081391202</id><published>2011-07-17T06:54:00.001-07:00</published><updated>2011-07-17T06:54:52.410-07:00</updated><title type='text'>Keutamaan Shalat Rawatib</title><content type='html'>&lt;div id="yiv1138239802ygrp-text"&gt; Tuntunan Shalat Sunnah Rawatib&lt;br /&gt;Sesungguhnya diantara hikmah dan rahmat  Allah atas hambanya adalah disyariatkannya At-tathowwu’ (ibadah tambahan). Dan  dijadikan pada ibadah wajib diiringi dengan adanya at-tathowwu’ dari jenis  ibadah yang serupa. Hal itu dikarenakan untuk melengkapi kekurangan yang  terdapat pada ibadah wajib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sesungguhnya at-tathowwu’ di dalam ibadah  sholat yang paling utama adalah sunnah rawatib. Nabi shallallahu ‘alaihi  wasallam senantiasa mengerjakannya dan tidak pernah sekalipun meninggalkannya  dalam keadaan mukim (tidak bepergian jauh).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat pentingnya ibadah  ini, serta dikerjakannya secara berulang-ulang sebagaimana sholat fardhu,  sehingga saya (penulis) ingin menjelaskan sebagian dari hukum-hukum sholat  rawatib secara ringkas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Keutamaan Sholat Rawatib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummu Habibah  radiyallahu ‘anha telah meriwayatkan sebuah hadits tentang keutamaan sholat  sunnah rawatib, dia berkata: saya mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa  sallam bersabda, “Barangsiapa yang sholat dua belas rakaat pada siang dan malam,  maka akan dibangunkan baginya rumah di surga”. Ummu Habibah berkata: saya tidak  pernah meninggalkan sholat sunnah rawatib semenjak mendengar hadits tersebut.  ‘Anbasah berkata: Maka saya tidak pernah meninggalkannya setelah mendengar  hadits tersebut dari Ummu Habibah. ‘Amru bin Aus berkata: Saya tidak pernah  meninggalkannya setelah mendengar hadits tersebut dari ‘Ansabah. An-Nu’am bin  Salim berkata: Saya tidak pernah meninggalkannya setelah mendengar hadits  tersebut dari ‘Amru bin Aus. (HR. Muslim no. 728)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Aisyah radhiyallahu  ‘anha telah meriwayatkan sebuah hadits tentang sholat sunnah rawatib sebelum  (qobliyah) shubuh, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda, “Dua  rakaat sebelum shubuh lebih baik dari dunia dan seisinya”. Dalam riwayat yang  lain, “Dua raka’at sebelum shubuh lebih aku cintai daripada dunia seisinya” (HR.  Muslim no. 725)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun sholat sunnah sebelum shubuh ini merupakan yang  paling utama di antara sholat sunnah rawatib dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi  wa sallam tidak pernah meninggalkannya baik ketika mukim (tidak berpegian)  maupun dalam keadaan safar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummu Habibah radhiyallahu ‘anha telah  meriwayatkan tentang keutamaan rawatib dzuhur, dia berkata: saya mendengar  rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang menjaga  (sholat) empat rakaat sebelum dzuhur dan empat rakaat sesudahnya, Allah haramkan  baginya api neraka”. (HR. Ahmad 6/325, Abu Dawud no. 1269, At-Tarmidzi no. 428,  An-Nasa’i no. 1814, Ibnu Majah no. 1160)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Jumlah Sholat Sunnah  Rawatib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits Ummu Habibah di atas menjelaskan bahwa jumlah sholat  rawatib ada 12 rakaat dan penjelasan hadits 12 rakaat ini diriwayatkan oleh  At-Tarmidzi dan An-Nasa’i, dari ‘Aisyah radiyallahu ‘anha, ia berkata:  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang tidak  meninggalkan dua belas (12) rakaat pada sholat sunnah rawatib, maka Allah akan  bangunkan baginya rumah di surga, (yaitu): empat rakaat sebelum dzuhur, dan dua  rakaat sesudahnya, dan dua rakaat sesudah maghrib, dan dua rakaat sesudah ‘isya,  dan dua rakaat sebelum subuh”. (HR. At-Tarmidzi no. 414, An-Nasa’i no.  1794)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Surat yang Dibaca pada Sholat Rawatib Qobliyah Subuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari  Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu, “Bahwasanya rasulullah shallallahu ‘alaihi  wasallam pada sholat sunnah sebelum subuh membaca surat Al Kaafirun (قل يا أيها  الكافرون) dan surat Al Ikhlas (قل هو الله أحد).” &amp;nbsp;(HR. Muslim no.  726)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dari Sa’id bin Yasar, bahwasannya Ibnu Abbas mengkhabarkan  kepadanya: “Sesungguhnya rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pada sholat  sunnah sebelum subuh dirakaat pertamanya membaca: (قولوا آمنا بالله وما أنزل  إلينا) (QS. Al-Baqarah: 136), dan dirakaat keduanya membaca: (آمنا بالله واشهد  بأنا مسلمون) (QS. Ali Imron: 52). (HR. Muslim no. 727)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Surat yang  Dibaca pada Sholat Rawatib Ba’diyah Maghrib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Mas’ud radiyallahu  ‘anha, dia berkata: Saya sering mendengar Rasulullah shallalllahu ‘alaihi wa  sallam ketika beliau membaca surat pada sholat sunnah sesudah maghrib:” surat Al  Kafirun (قل يا أيها الكافرون) dan surat Al Ikhlas (قل هو الله أحد). (HR.  At-Tarmidzi no. 431, berkata Al-Albani: derajat hadits ini hasan shohih, Ibnu  Majah no. 1166) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Apakah Sholat Rawatib 4 Rakaat Qobiyah Dzuhur  Dikerjakan dengan Sekali Salam atau Dua Kali Salam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As-Syaikh Muhammad  bin Utsaimin rahimahullah berkata: “Sunnah Rawatib terdapat di dalamnya salam,  seseorang yang sholat rawatib empat rakaat maka dengan dua salam bukan satu  salam, karena sesungguhnya nabi bersabda: “Sholat (sunnah) di waktu malam dan  siang dikerjakan dua rakaat salam dua rakaat salam”. (Majmu’ Fatawa As-Syaikh  Al-Utsaimin 14/288)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Apakah Pada Sholat Ashar Terdapat  Rawatib?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As-Syaikh Muammad bin Utsaimin rahimahullah berkata, “Tidak ada  sunnah rawatib sebelum dan sesudah sholat ashar, namun disunnahkan sholat mutlak  sebelum sholat ashar”. (Majmu’ Fatawa As-Syaikh Al-Utsaimin 14/343)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.  Sholat Rawatib Qobliyah Jum’at&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As-Syaikh Abdul ‘Azis bin Baz rahimahullah  berkata: “Tidak ada sunnah rawatib sebelum sholat jum’at berdasarkan pendapat  yang terkuat di antara dua pendapat ulama’. Akan tetapi disyari’atkan bagi kaum  muslimin yang masuk masjid agar mengerjakan sholat beberapa rakaat semampunya”  (Majmu’ Fatawa As-Syaikh Bin Baz 12/386&amp;amp;387)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Sholat Rawatib  Ba’diyah Jum’at&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila seseorang di antara kalian  mengerjakan sholat jum’at, maka sholatlah sesudahnya empat rakaat”. (HR. Muslim  no. 881)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As-Syaikh Bin Baz rahimahullah berkata, “Adapun sesudah sholat  jum’at, maka terdapat sunnah rawatib sekurang-kurangnya dua rakaat dan maksimum  empat rakaat” (Majmu’ Fatawa As-Syaikh Bin Baz 13/387)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Sholat Rawatib  Dalam Keadaan Safar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Qayyim rahimahullah berkata, “Rasulullah  shallallahu a’laihi wa sallam didalam safar senantiasa mengerjakan sholat sunnah  rawatib sebelum shubuh dan sholat sunnah witir dikarenakan dua sholat sunnah ini  merupakan yang paling utama di antara sholat sunnah, dan tidak ada riwayat  bahwasannya rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan sholat sunnah  selain keduanya”. (Zaadul Ma’ad 1/315)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As-Syaikh Bin Baz rahimahullah  berkata: “Disyariatkan ketika safar meninggalkan sholat rawatib kecuali sholat  witir dan rawatib sebelum subuh”. (Majmu’ fatawa 11/390)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Tempat  Mengerjakan Sholat Rawatib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Umar radiyallahu ‘anhuma berkata:  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Lakukanlah di rumah-rumah  kalian dari sholat-sholat dan jangan jadikan rumah kalian bagai kuburan”. (HR.  Bukhori no. 1187, Muslim no. 777)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As-Syaikh Muhammad bin Utsaimin  rahimahullah berkata: “Sudah seyogyanya bagi seseorang untuk mengerjakan sholat  rawatib di rumahnya…. meskipun di Mekkah dan Madinah sekalipun maka lebih utama  dikerjakan dirumah dari pada di masjid Al-Haram maupun masjid An-Nabawi; karena  saat nabi shallallahu a’alihi wasallam bersabda sementara beliau berada di  Madinah….. Ironisnya manusia sekarang lebih mengutamakan melakukan sholat sunnah  rawatib di masjidil haram, dan ini termasuk bagian dari kebodohan”. (Syarh  Riyadhus Sholihin 3/295)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Waktu Mengerjakan Sholat Rawatib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu  Qudamah berkata: “Setiap sunnah rawatib qobliyah maka waktunya dimulai dari  masuknya waktu sholat fardhu hingga sholat fardhu dikerjakan, dan sholat rawatib  ba’diyah maka waktunya dimulai dari selesainya sholat fardhu hingga berakhirnya  waktu sholat fardhu tersebut “. (Al-Mughni 2/544)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ  وَبِحَمْدِكَ،لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ  إِلَيْكَ&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white; height: 0px;"&gt;__._,_.___&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908011865593489009-6405887663081391202?l=ikitasya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikitasya.blogspot.com/feeds/6405887663081391202/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/07/keutamaan-shalat-rawatib.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/6405887663081391202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/6405887663081391202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/07/keutamaan-shalat-rawatib.html' title='Keutamaan Shalat Rawatib'/><author><name>Ikitasya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18179110198409448761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-2VotTfOh3_w/TcavH0IISBI/AAAAAAAAAQw/9u9pFYubge4/s220/Photo0104.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908011865593489009.post-369120727676176084</id><published>2011-07-10T06:49:00.000-07:00</published><updated>2011-07-10T06:49:08.246-07:00</updated><title type='text'>Maher zein,Awaken</title><content type='html'>&lt;embed allowfullscreen="true" allowscriptaccess="always" height="250" src="http://www.4shared.com/embed/613236898/a4b4255d" width="420"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908011865593489009-369120727676176084?l=ikitasya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikitasya.blogspot.com/feeds/369120727676176084/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/07/maher-zeinawaken.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/369120727676176084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/369120727676176084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/07/maher-zeinawaken.html' title='Maher zein,Awaken'/><author><name>Ikitasya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18179110198409448761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-2VotTfOh3_w/TcavH0IISBI/AAAAAAAAAQw/9u9pFYubge4/s220/Photo0104.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908011865593489009.post-8074092170251777319</id><published>2011-07-10T06:46:00.000-07:00</published><updated>2011-07-10T06:46:40.512-07:00</updated><title type='text'>Maher Zein,Always Be There</title><content type='html'>&lt;embed allowfullscreen="true" allowscriptaccess="always" height="250" src="http://www.4shared.com/embed/613177247/479a705c" type="application/x-shockwave-flash" width="420"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908011865593489009-8074092170251777319?l=ikitasya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikitasya.blogspot.com/feeds/8074092170251777319/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/07/maher-zeinalways-be-there.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/8074092170251777319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/8074092170251777319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/07/maher-zeinalways-be-there.html' title='Maher Zein,Always Be There'/><author><name>Ikitasya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18179110198409448761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-2VotTfOh3_w/TcavH0IISBI/AAAAAAAAAQw/9u9pFYubge4/s220/Photo0104.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908011865593489009.post-95522674555124502</id><published>2011-07-10T06:43:00.001-07:00</published><updated>2011-07-10T06:43:49.877-07:00</updated><title type='text'>Maher Zein,Thank You Allah</title><content type='html'>&lt;embed allowfullscreen="true" allowscriptaccess="always" height="250" src="http://www.4shared.com/embed/612947384/7e60f7d4" width="420"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908011865593489009-95522674555124502?l=ikitasya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikitasya.blogspot.com/feeds/95522674555124502/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/07/maher-zeinthank-you-allah.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/95522674555124502'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/95522674555124502'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/07/maher-zeinthank-you-allah.html' title='Maher Zein,Thank You Allah'/><author><name>Ikitasya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18179110198409448761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-2VotTfOh3_w/TcavH0IISBI/AAAAAAAAAQw/9u9pFYubge4/s220/Photo0104.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908011865593489009.post-3210829989992255973</id><published>2011-07-10T06:41:00.001-07:00</published><updated>2011-07-10T06:41:23.008-07:00</updated><title type='text'>Maher Zein,Allah Allah Kiya Karo</title><content type='html'>&lt;embed allowfullscreen="true" allowscriptaccess="always" height="250" src="http://www.4shared.com/embed/603671000/4ad29b6f" width="420"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908011865593489009-3210829989992255973?l=ikitasya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikitasya.blogspot.com/feeds/3210829989992255973/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/07/maher-zeinallah-allah-kiya-karo.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/3210829989992255973'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/3210829989992255973'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/07/maher-zeinallah-allah-kiya-karo.html' title='Maher Zein,Allah Allah Kiya Karo'/><author><name>Ikitasya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18179110198409448761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-2VotTfOh3_w/TcavH0IISBI/AAAAAAAAAQw/9u9pFYubge4/s220/Photo0104.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908011865593489009.post-9097118947537518575</id><published>2011-07-10T06:30:00.001-07:00</published><updated>2011-07-10T06:30:17.477-07:00</updated><title type='text'>Maher Zein,Subhanallah</title><content type='html'>&lt;embed allowfullscreen="true" allowscriptaccess="always" height="250" src="http://www.4shared.com/embed/603694930/e6c0bd70" width="420"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908011865593489009-9097118947537518575?l=ikitasya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikitasya.blogspot.com/feeds/9097118947537518575/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/07/maher-zeinsubhanallah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/9097118947537518575'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/9097118947537518575'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/07/maher-zeinsubhanallah.html' title='Maher Zein,Subhanallah'/><author><name>Ikitasya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18179110198409448761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-2VotTfOh3_w/TcavH0IISBI/AAAAAAAAAQw/9u9pFYubge4/s220/Photo0104.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908011865593489009.post-888175803581858111</id><published>2011-07-10T06:28:00.001-07:00</published><updated>2011-07-10T06:28:43.769-07:00</updated><title type='text'>Maher Zein,Freedom</title><content type='html'>&lt;embed allowfullscreen="true" allowscriptaccess="always" height="250" src="http://www.4shared.com/embed/603569417/b4e4e4a0" width="420"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908011865593489009-888175803581858111?l=ikitasya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikitasya.blogspot.com/feeds/888175803581858111/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/07/maher-zeinfreedom.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/888175803581858111'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/888175803581858111'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/07/maher-zeinfreedom.html' title='Maher Zein,Freedom'/><author><name>Ikitasya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18179110198409448761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-2VotTfOh3_w/TcavH0IISBI/AAAAAAAAAQw/9u9pFYubge4/s220/Photo0104.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908011865593489009.post-7160557607165950395</id><published>2011-07-10T06:25:00.001-07:00</published><updated>2011-07-10T06:25:30.341-07:00</updated><title type='text'>Maher Zein,Hold My Hand</title><content type='html'>&lt;embed allowfullscreen="true" allowscriptaccess="always" height="250" src="http://www.4shared.com/embed/597607005/7f7eefd1" width="420"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908011865593489009-7160557607165950395?l=ikitasya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikitasya.blogspot.com/feeds/7160557607165950395/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/07/maher-zeinhold-my-hand.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/7160557607165950395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/7160557607165950395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/07/maher-zeinhold-my-hand.html' title='Maher Zein,Hold My Hand'/><author><name>Ikitasya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18179110198409448761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-2VotTfOh3_w/TcavH0IISBI/AAAAAAAAAQw/9u9pFYubge4/s220/Photo0104.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908011865593489009.post-2336855245052621672</id><published>2011-07-10T06:22:00.001-07:00</published><updated>2011-07-10T06:22:45.704-07:00</updated><title type='text'>Downlod Lagu Nasyid Maher Zein</title><content type='html'>&lt;embed allowfullscreen="true" allowscriptaccess="always" height="250" src="http://www.4shared.com/embed/288237330/a4cdd3bc" width="420"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908011865593489009-2336855245052621672?l=ikitasya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikitasya.blogspot.com/feeds/2336855245052621672/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/07/downlod-lagu-nasyid-maher-zein.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/2336855245052621672'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/2336855245052621672'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/07/downlod-lagu-nasyid-maher-zein.html' title='Downlod Lagu Nasyid Maher Zein'/><author><name>Ikitasya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18179110198409448761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-2VotTfOh3_w/TcavH0IISBI/AAAAAAAAAQw/9u9pFYubge4/s220/Photo0104.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908011865593489009.post-3347091066261171273</id><published>2011-07-08T00:27:00.000-07:00</published><updated>2011-07-08T00:27:03.140-07:00</updated><title type='text'>Indahnya Mensyukuri Hidup Ini</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves/&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;    &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val="--"/&gt;    &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;    &lt;m:dispDef/&gt;    &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;    &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;    &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;    &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"  LatentStyleCount="267"&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin:0in; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="color: #660000;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Indahnya &lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Hidup Bila Hati yang Bicara&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #660000;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Indahnya Hidup&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Bila Kebaikan yang Bicara&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #660000;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Indahnya Hidup Bila Kedamaian yang Bicara&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #660000;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Indahnya Hidup Bila Berbaik Sangka yang Bicara&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #660000;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Indahnya Hidup Bila Kerendahan Hati yang Bicara&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #660000;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Indahnya Hidup Bila Kita Memangfaatkan Hidup ini untuk melakukan segala kebaikan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #660000;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Indahnya Hidup Bila Kita Mensyukuri Segala Nikmatnya&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908011865593489009-3347091066261171273?l=ikitasya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikitasya.blogspot.com/feeds/3347091066261171273/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/07/indahnya-mensyukuri-hidup-ini.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/3347091066261171273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/3347091066261171273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/07/indahnya-mensyukuri-hidup-ini.html' title='Indahnya Mensyukuri Hidup Ini'/><author><name>Ikitasya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18179110198409448761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-2VotTfOh3_w/TcavH0IISBI/AAAAAAAAAQw/9u9pFYubge4/s220/Photo0104.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908011865593489009.post-8067308011524440920</id><published>2011-07-07T23:32:00.000-07:00</published><updated>2011-07-08T00:29:31.881-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="font11 c_orange_kompas2011 pb_5 pt_5"&gt;KOREA SELATAN&lt;/div&gt;&lt;div class="judul_artikel2011" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Mencari Makna Hidup Dalam Peti Mati&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="left"&gt;&lt;div class="font11 c_abu03_kompas2011 pb_3"&gt;&lt;span class="c_abu01_kompas2011"&gt;Egidius Patnistik&lt;/span&gt;  |                                            &lt;span class="c_abu01_kompas2011"&gt;Jumat, 8 Juli 2011 | 11:49 WIB&lt;/span&gt;           &lt;/div&gt;&lt;div class="left btn_fblike"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="right font12 c_abu03_kompas2011"&gt;&lt;span id="text_659884"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="fontresize"&gt;&lt;div class="right font12 c_abu03_kompas2011 pl_5"&gt;| &lt;/div&gt;&lt;div class="pl_5 right"&gt;&lt;a href="http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2011/06/14/1112544p.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2011/06/14/1112544p.jpg" width="310" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5908011865593489009&amp;amp;postID=8067308011524440920" rel="article_email" title="Email this article"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="pl_5 right"&gt;&lt;a class="tweetlink" href="http://twitter.com/home?status=%5BKOREA+SELATAN%5D+Mencari+Makna+Hidup+Dalam+Peti+Mati+http://internasional.kompas.com/read/2011/07/08/11492763/Mencari.Makna.Hidup.Dalam.Peti.Mati" target="_blank" title="Share to Twitter"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="pl_5 right"&gt;&lt;a href="http://internasional.kompas.com/read/2011/07/08/11492763/Mencari.Makna.Hidup.Dalam.Peti.Mati#" rel="article_share_fb" title="Share on Facebook"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="right w310 pl_10 pb_10 pt_5"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="img310"&gt;&lt;div id="foto1" style="display: block;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="font10 c_abu "&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="c_abu font11 pt_5"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peti mati              &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;ICHA RASTIKA&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;SEOUL, KOMPAS.com - &lt;/b&gt;Sebagai salah satu  negara dengan tingkat bunuh tertinggi di dunia, warga Korea Selatan  menghadapi kematian dalam cara yang tak biasa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekitar 70 orang  warga Korsel mengambil bagian dalam sebuah seminar "mengalami kematian"  dalam rangka untuk lebih menghargai kehidupan mereka. Seminar itu, yang  mencakup aksi berbaring di dalam peti mati, menjanjikan bisa "mengubah  arti kehidupan seseorang dan memberikan kesempatan untuk mengenal diri  sendiri".&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lee Myung-hee, seorang ibu berusia 42 tahun yang punya  dua anak, mengatakan, pengalaman berada dalam peti mati membuatnya  menyadari betapa dia mencintai keluarganya dan hal itu membuatnya tidak  terlalu dini untuk memikirkan kematian. "Itu (kematian) bisa terjadi  pada saya, tanpa memandang usia. Saya pikir itu bisa menimpa siapa pun  di sekitar saya, jadi saya tidak harus berpikir kematian adalah urusan  saya saja. Saya pikir ini kesempatan baik untuk mempersiapkan akhir  hidup dengan cara tenang," katanya sebagaimana dikutip &lt;i&gt;The Telegraph&lt;/i&gt;, Kamis (7/7/2011).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kang Kyung-ah, seorang profesor keperawatan di Universitas Sahmyook  yang menyelenggarakan seminar itu mengatakan, seminar tersebut akan  bermanfaat bagi orang Korea Selatan yang berusia 20-an hingga 40-an,  karena tingkat bunuh diri cenderung tinggi di kelompok usia itu.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908011865593489009-8067308011524440920?l=ikitasya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikitasya.blogspot.com/feeds/8067308011524440920/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/07/korea-selatan-mencari-makna-hidup-dalam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/8067308011524440920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/8067308011524440920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/07/korea-selatan-mencari-makna-hidup-dalam.html' title=''/><author><name>Ikitasya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18179110198409448761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-2VotTfOh3_w/TcavH0IISBI/AAAAAAAAAQw/9u9pFYubge4/s220/Photo0104.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908011865593489009.post-6245811037491196746</id><published>2011-07-01T06:18:00.000-07:00</published><updated>2011-07-01T06:18:12.583-07:00</updated><title type='text'>Ajal menjemput saat sujud dalam sholat (terekam CCTV).mp4</title><content type='html'>&lt;object style="height: 390px; width: 640px;"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/mhXdsVTYfQA?version=3"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowScriptAccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/mhXdsVTYfQA?version=3" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" allowScriptAccess="always" width="640" height="390"&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada impian pun yang sangat indah di dunia ini bagi muslim tuk wafat dalam keadaan sholat.&lt;br /&gt;Ketika Malaikat Maut datang menghampiri untuk menjemput seseorang karena ajalnya telah tiba, maka orang itu tidak akan luput dari padanya, kemanapun ia akan berlari untuk bersembunyi, meskipun ia dirawat dan dikelilingi oleh team dokter yang paling ahli sekalipun, dengan peralatan tekhnologi medis yang paling canggih dan mutakhir sekalipun. Semua itu tidak akan dapat menolong dan menghindar daripada kematiannya. Sebagaimana ditegaskan dalam Quran :&lt;br /&gt;Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan". ( QS. Al-Jumuah : 8 ).&lt;br /&gt;Perhatikan khutbah Rasulullah saw. Berikut ini :&lt;br /&gt;Wahai manusia, bertobatlah kepada Allah sebelum kamu sekalian mati, dan bersegeralah memperbanyak amal salih sebelum kamu sibuk ( tidak punya kesempatan ), jalinlah komunikasi antara kamu dengan Tuhanmu dengan memperbanyak dzikir ( mengingat ) kepadaNya, perbanyaklah sedekah baik secara terang-terangan maupun rahasia, maka kamu akan dianugerahi rezeki, pertolongan dan diberi ganti yang lebih baik.&lt;br /&gt;Tidak ada seorangpun yang tahu, kapan kematian itu akan datang menghampiri dan menjemputnya. Yang pasti apabila saat itu telah tiba, maka tidak dapat dimajukan dan tidak pula dimundurkan walaupun hanya sedetik saja.&lt;br /&gt;" Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukan (nya).&lt;br /&gt;( QS. Yunus : 49 ).&lt;br /&gt;Ketika seseorang berada dalam situasi tekanan kematian(sakaratul maut) dan nyawa sudah sampai pada kerongkongannya, maka diperlihatkanlah tempat yang dihuninya kelak, apakah tempat itu indah dan membahagiakan ataukah sebaliknya tempat itu menyeramkan atau menakutkan.&lt;br /&gt;Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan,padahal kamu ketika itu melihat, (QS.Al-Waqiah : 83-84).&lt;br /&gt;Sebagaimana halnya yang disebutkan dalam sebuah hadist, Rasulullah saw bersabda :&lt;br /&gt;Sesungguhnya ruh orang mumin itu tidaklah keluar( mati ), sehingga ia melihat tempatnya di surga. Dan ruh orang kafir itu tidaklah akan keluar(mati), sehingga ia melihat tempatnya di neraka.&lt;br /&gt;Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu ( QS. Ali Imran : 185 ).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908011865593489009-6245811037491196746?l=ikitasya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikitasya.blogspot.com/feeds/6245811037491196746/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/07/ajal-menjemput-saat-sujud-dalam-sholat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/6245811037491196746'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/6245811037491196746'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/07/ajal-menjemput-saat-sujud-dalam-sholat.html' title='Ajal menjemput saat sujud dalam sholat (terekam CCTV).mp4'/><author><name>Ikitasya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18179110198409448761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-2VotTfOh3_w/TcavH0IISBI/AAAAAAAAAQw/9u9pFYubge4/s220/Photo0104.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908011865593489009.post-4019000254579503275</id><published>2011-07-01T06:08:00.000-07:00</published><updated>2011-07-01T06:08:06.633-07:00</updated><title type='text'>Siapa sangka, Malaikat Izrail datang, ketika bermain Bola (IPH's video).mp4</title><content type='html'>&lt;object style="height: 390px; width: 640px;"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/XJB2uoYG2WY?version=3"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowScriptAccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/XJB2uoYG2WY?version=3" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" allowScriptAccess="always" width="640" height="390"&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamualaikum wr.wb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlampir kejadian di Arab Saudi, kala pemain sepak bola, dicabut nyawanya dan sakratul maut di tengah lapangan Bola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maut adalah pemutus segala kelezatan duniawi, dia adalah pemisah sahabat dan pengeruh kenyamanan hidup orang-orang yang lalai. Ia adalah keniscayaan. Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, begitu firman Allah dalam QS. an-Nisâ 4:78.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908011865593489009-4019000254579503275?l=ikitasya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikitasya.blogspot.com/feeds/4019000254579503275/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/07/siapa-sangka-malaikat-izrail-datang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/4019000254579503275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/4019000254579503275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/07/siapa-sangka-malaikat-izrail-datang.html' title='Siapa sangka, Malaikat Izrail datang, ketika bermain Bola (IPH&apos;s video).mp4'/><author><name>Ikitasya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18179110198409448761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-2VotTfOh3_w/TcavH0IISBI/AAAAAAAAAQw/9u9pFYubge4/s220/Photo0104.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908011865593489009.post-1249046677999591587</id><published>2011-07-01T06:02:00.000-07:00</published><updated>2011-07-01T06:02:51.534-07:00</updated><title type='text'>Meninggal Dunia Saat Sujud Di Mesjid Nabawi,Subhanallah...</title><content type='html'>&lt;object style="height: 390px; width: 640px;"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/b0GgMwdO0Lw?version=3"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowScriptAccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/b0GgMwdO0Lw?version=3" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" allowScriptAccess="always" width="640" height="390"&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908011865593489009-1249046677999591587?l=ikitasya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikitasya.blogspot.com/feeds/1249046677999591587/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/07/meninggal-dunia-saat-sujud-di-mesjid.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/1249046677999591587'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/1249046677999591587'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/07/meninggal-dunia-saat-sujud-di-mesjid.html' title='Meninggal Dunia Saat Sujud Di Mesjid Nabawi,Subhanallah...'/><author><name>Ikitasya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18179110198409448761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-2VotTfOh3_w/TcavH0IISBI/AAAAAAAAAQw/9u9pFYubge4/s220/Photo0104.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908011865593489009.post-3082321929382525862</id><published>2011-07-01T05:49:00.000-07:00</published><updated>2011-07-01T05:49:17.594-07:00</updated><title type='text'>keajaiban aneh,Nur Muhammad SAW di Mesjid Nabawi</title><content type='html'>&lt;object style="height: 390px; width: 640px;"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/X9Iu5U3qknY?version=3"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowScriptAccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/X9Iu5U3qknY?version=3" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" allowScriptAccess="always" width="640" height="390"&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;Tidak di sangka pda saat azan pas muazin mengatakan Asshadu anna Muhammaderrasulullah cahaya Mesjid Nabawi berkilau banyak&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908011865593489009-3082321929382525862?l=ikitasya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikitasya.blogspot.com/feeds/3082321929382525862/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/07/keajaiban-anehnur-muhammad-saw-di.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/3082321929382525862'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/3082321929382525862'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/07/keajaiban-anehnur-muhammad-saw-di.html' title='keajaiban aneh,Nur Muhammad SAW di Mesjid Nabawi'/><author><name>Ikitasya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18179110198409448761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-2VotTfOh3_w/TcavH0IISBI/AAAAAAAAAQw/9u9pFYubge4/s220/Photo0104.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908011865593489009.post-3474665733677717184</id><published>2011-07-01T05:43:00.000-07:00</published><updated>2011-07-01T05:43:32.517-07:00</updated><title type='text'>Keajaiban Adzan</title><content type='html'>&lt;object style="height: 390px; width: 640px;"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/McMNQlupyxo?version=3"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowScriptAccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/McMNQlupyxo?version=3" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" allowScriptAccess="always" width="640" height="390"&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;Azan takkan pernah Berhenti...Masya Allah Kekuasaan Allah,Semua Benua Memuji Mu Ya Allah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908011865593489009-3474665733677717184?l=ikitasya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikitasya.blogspot.com/feeds/3474665733677717184/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/07/keajaiban-adzan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/3474665733677717184'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/3474665733677717184'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/07/keajaiban-adzan.html' title='Keajaiban Adzan'/><author><name>Ikitasya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18179110198409448761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-2VotTfOh3_w/TcavH0IISBI/AAAAAAAAAQw/9u9pFYubge4/s220/Photo0104.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908011865593489009.post-5768082858629676785</id><published>2011-07-01T05:05:00.000-07:00</published><updated>2011-07-01T05:05:44.241-07:00</updated><title type='text'>Gambaran Hari Kiamat..!! jangan lewati vidio ini..!!.mp4</title><content type='html'>&lt;object style="height: 390px; width: 640px;"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/10TLCUt4jTY?version=3"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowScriptAccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/10TLCUt4jTY?version=3" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" allowScriptAccess="always" width="640" height="390"&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya memang kiamat sudah dekat,semasa peristiwa Israq Mikraj,dimana Rasulullah diangkat ke langit oleh malaikat Jibril,Rasulullah telah diperlihatkan dgn berbagai gambaran di langit,diantaranya gambaran manusia yg telah﻿ tua dan bongkok,lalu Rasulullah bertanya kepada Malaikat Jibril,"siapakah gerangannya itu?lalu Malaikat Jibril menjawab"itulah gambaran dunia pada masa ini ya Rasulullah"Jadi pada zaman Nabi itu sendiri menggambarkan yg dunia ini sudah tua,apakan lagi zaman sekarang in,SUBHANALLAh&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908011865593489009-5768082858629676785?l=ikitasya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikitasya.blogspot.com/feeds/5768082858629676785/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/07/gambaran-hari-kiamat-jangan-lewati.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/5768082858629676785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/5768082858629676785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/07/gambaran-hari-kiamat-jangan-lewati.html' title='Gambaran Hari Kiamat..!! jangan lewati vidio ini..!!.mp4'/><author><name>Ikitasya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18179110198409448761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-2VotTfOh3_w/TcavH0IISBI/AAAAAAAAAQw/9u9pFYubge4/s220/Photo0104.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908011865593489009.post-5093213985938959593</id><published>2011-07-01T04:56:00.000-07:00</published><updated>2011-07-01T05:02:00.293-07:00</updated><title type='text'>Mayat Hidup Lagi.Kebesaran Mu Ya Allah</title><content type='html'>&lt;object style="height: 390px; width: 640px;"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/Gazcy1XGwwY?version=3"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowScriptAccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/Gazcy1XGwwY?version=3" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" allowScriptAccess="always" width="640" height="390"&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;Kajadian Yg menggemparkan sudah dikubur ternyata masih hidup. kejadian ini nyata dan terjadi di Kalimantan Selatan. Allah maha besar tidak satupun manusia yang dapat menentukan mati hidup seseorang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908011865593489009-5093213985938959593?l=ikitasya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikitasya.blogspot.com/feeds/5093213985938959593/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/07/mayat-hiduo-lagikajadian-yg.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/5093213985938959593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/5093213985938959593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/07/mayat-hiduo-lagikajadian-yg.html' title='Mayat Hidup Lagi.Kebesaran Mu Ya Allah'/><author><name>Ikitasya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18179110198409448761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-2VotTfOh3_w/TcavH0IISBI/AAAAAAAAAQw/9u9pFYubge4/s220/Photo0104.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908011865593489009.post-4597801626059599802</id><published>2011-07-01T04:53:00.001-07:00</published><updated>2011-07-01T05:00:35.512-07:00</updated><title type='text'>Bloody Rain in India.</title><content type='html'>&lt;object style="height: 390px; width: 640px;"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/7G0pyw7Jb3U?version=3"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowScriptAccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/7G0pyw7Jb3U?version=3" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" allowScriptAccess="always" width="640" height="390"&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;“Maka Kami kirimkan﻿ kepada mereka topan (thûfân), belalang, kutu, katak dan darah sebagai bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa.” (QS. 7: 133)&lt;br /&gt;sebagai seorang muslim saya percaya bahwa apa yg terjadi﻿ di dunia ini terlebih apa yang alam kasih ke manusia adalah buah dari tingkah manusia itu sendiri. sebagaimana dalam AL-QURAN " barang siapa yg berbuat kebaikan seberat biji zarrah pun akan mendapatkan balasan dan begitu pula sebaliknya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908011865593489009-4597801626059599802?l=ikitasya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikitasya.blogspot.com/feeds/4597801626059599802/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/07/blog-post.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/4597801626059599802'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/4597801626059599802'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/07/blog-post.html' title='Bloody Rain in India.'/><author><name>Ikitasya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18179110198409448761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-2VotTfOh3_w/TcavH0IISBI/AAAAAAAAAQw/9u9pFYubge4/s220/Photo0104.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908011865593489009.post-3807116310675412172</id><published>2011-07-01T04:51:00.000-07:00</published><updated>2011-07-01T04:51:06.044-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?feature=player_detailpage&amp;amp;v=7G0pyw7Jb3U"&gt;http://www.youtube.com/watch?feature=player_detailpage&amp;amp;v=7G0pyw7Jb3U&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908011865593489009-3807116310675412172?l=ikitasya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikitasya.blogspot.com/feeds/3807116310675412172/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/07/httpwww.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/3807116310675412172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/3807116310675412172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/07/httpwww.html' title=''/><author><name>Ikitasya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18179110198409448761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-2VotTfOh3_w/TcavH0IISBI/AAAAAAAAAQw/9u9pFYubge4/s220/Photo0104.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908011865593489009.post-2435045910966604760</id><published>2011-06-21T05:39:00.000-07:00</published><updated>2011-06-21T05:39:14.732-07:00</updated><title type='text'>MENGAPA MANUSIA HARUS SHOLAT ?????</title><content type='html'>MENGAPA MANUSIA HARUS SHOLAT ?&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Oleh: Kodiran Salim,&amp;nbsp; Peneliti Independen Lintas Kitab Suci&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;i&gt; &lt;span style="font-size: large;"&gt;Perumpamaan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; Kalau seorang abdi yang bekerja kepada majikan, maka abdi tersebut &lt;br /&gt;&amp;nbsp; apabila diperintah harus melaksanakan, kalau dilarang abdi tersebut harus &lt;br /&gt;&amp;nbsp; menjauhinya. Sebagai abdi yang baik dalam mengabdi harus mengikuti petunjuk &lt;br /&gt;&amp;nbsp; majikannya. Kalau ada perintah dari majikan kemudian abdi tersebut mengerjakan &lt;br /&gt;&amp;nbsp; maka sebagai abdi yang baik setelah merngerjakan harus melaporkan hasil &lt;br /&gt;&amp;nbsp; pekerjaannya kepada majikan kemudian apabila ada kesalahan segera minta maaf.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Demikian pula manusia yang hidup ini tidak lain hanyalah untuk &lt;br /&gt;&amp;nbsp; mengabdi kepada Allah. Allah sudah memberikan petunjuk dalam mengabdi berupa &lt;br /&gt;&amp;nbsp; perintah dan larangan yang tercantum dalam al-Qur’an dan As Sunah (Qs 2:38; &lt;br /&gt;&amp;nbsp; 6:155; 3:31) maka selesai mengerjakan perintah Allah dalam melakukan kehidupan &lt;br /&gt;&amp;nbsp; sehari-hari berdasarkan petunjuk Allah (ibadah) maka manusia harus melaporkan &lt;br /&gt;&amp;nbsp; hasil kegiatan dan minta ampun dan bertobat kepada Nya. (Qs 75:36) Proses &lt;br /&gt;&amp;nbsp; laporan kegiatan atau ibadah dan mohon ampun itu disebut sholat (Qs 11: 3).&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Permohonan ampun dan bertobat dapat diketahui pada saat duduk &lt;br /&gt;&amp;nbsp; diantara sujud. Yaitu pada waktu itu membaca doa: Rabbighfirlii warhamnii &lt;br /&gt;&amp;nbsp; wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa ‘aafinii wa’fuannii (“Ya Tuhanku &lt;br /&gt;&amp;nbsp; ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku dan cukupkanlah segala kekuranganku, &lt;br /&gt;&amp;nbsp; angkatlah derajat kami, berilah rizki kepadaku dan berilah aku petunjuk dan &lt;br /&gt;&amp;nbsp; berilah kesehatan kepadaku dan berilah ampunan kepadaku”)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;i&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Kronologi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1.Hidup manusia adalah mengabdi kepada Allah swt (Qs 51:56)&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2.Dalam mengabdi kepada Allah harus mengikuti petunjuk Nya (Qs 2:38. 6:155; &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 3:31)&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 3.Dalam mengabdi kepada Allah swt manusia suka melakukan kesalahan/dosa (Qs &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 75:5)&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 4.Semua perbuatan manusia akan di pertanggung jawabkan dihadapan Allah (Qs &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 75:36)&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 5.Apabila manusia menghadap Allah swt dalam keadaan berdosa maka tempatnya di &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; neraka (Qs 20:74)&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 6.Maka apabila ingin masuk surga maka dalam mengadap Allah swt harus bersih dari &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; dosa, maka dosa-dosanya harus dihapus terlebih dahulu (Qs 11:114)&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 7.Manusia harus meminta ampun dan bertobat agar tidak diazab dihari kiamat (Qs &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 11:3)&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 8.Meminta ampun dan bertobat itulah yang dikenal dengan sebutan SHOLAT.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 9.Beruntunglah orang-orang yang beriman (taat) yaitu orang-orang yang khusuk &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; dalam sholatnya (Qs 23:1,2)&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 10. Arti khusukadalah orang-orang yang menyakini bahwa dirinya akan &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; menemui Tuhannya (Qs 2:45, 46) untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya (Qs &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 75:36)&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 11. Sholat yang khusukartinya meminta ampun dan bertobat yang &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; dipertanggung jawabkan dihadapan Allah swt.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 12. Maksudnya setelah sholat (meminta ampun dan bertobat) tidak &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; melakukan perbuatan dosa lagi atau dengan kata lain bersegera berbuat kebaikan &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (Qs 21:90)&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 13. Sholat Subuh artinya mempertanggung jawabkan perbuatan kita dari &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Isya sampai subuh. Setelah sholat Subuh (meminta ampun dan bertobat), maka dari &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Subuh sampai Dhuhur tidak boleh melakukan perbuatan dosa.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 14. Sholat Dhuhur artinya mempertanggung jawabkan perbuatan kita dari &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Subuh sampai Dhuhur. Setelah sholat Dhuhur (meminta ampun dan bertobat), maka &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; dari Dhuhur sampai Ashar tidak boleh melakukan perbuatan dosa.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 15. Sholat Ashar artinya mempertanggung jawabkan perbuatan kita dari &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dhuhur sampai Ashar. Setelah sholat Ashar (meminta ampun dan bertobat), maka &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; dari Ashar sampai Mahrib tidak boleh melakukan perbuatan dosa.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 16. Sholat Mahrib artinya mempertanggung jawabkan perbuatan kita dari &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ashar sampai Mahrib. Setelah sholat Mahrib (meminta ampun dan bertobat), maka &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; dari Mahrib sampai Isya tidak boleh melakukan perbuatan dosa.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 17. Sholat Isya artinya mempertanggung jawabkan perbuatan kita dari &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mahrib sampai Isya. Setelah sholat Isya (meminta ampun dan bertobat), maka dari &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Isya sampai Subuh tidak boleh melakukan perbuatan dosa.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 18. Itulah yang dimaksudkan bahwa sholat (meminta ampun dan bertobat) &lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; itu mencegah perbuatan keji dan mungkar (Qs 29:45)&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 19. Allah swt menilai orang-orang yang sholat adalah perbuatannya &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; setelah sholat.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 20. Keyakinan saya. Apabila semua umat Islam Indonesia mengetahui &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp; FUNGSI SHOLAT DALAM KEHIDUPAN DUNIA DAN AKHERAT dipastikan tidak akan ada &lt;br /&gt;&amp;nbsp; kejahatan apapun.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; TABU BERBUAT DOSA BAGI ORANG-ORANG YANG SHOLAT&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;IKRAR&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1.SAYA TIDAK MAU BODOH&lt;br /&gt;2.SAYA MAU PINTAR&lt;br /&gt;3.SAYA TIDAK MAU MISKIN&lt;br /&gt;4.SAYA MAU KAYA&lt;br /&gt;5.SAYA TIDAK MAU MASUK NERAKA&lt;br /&gt;6.SAYA MAU MASUK SURGA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; MAKA SHOLAT LAH !!!!&lt;br /&gt;&amp;nbsp; MAKA MINTA AMPUN DAN BERTOBATLAH !!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; ADAM SHOLAT&lt;br /&gt;&amp;nbsp; Qs7/23. Keduanya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami &lt;br /&gt;&amp;nbsp; sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, &lt;br /&gt;&amp;nbsp; niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi”.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; YESUS MEMERINTAHKAN SHOLAT&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Matius 4:17 Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: "Bertobatlah, sebab Kerajaan &lt;br /&gt;&amp;nbsp; Sorga sudah dekat!"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908011865593489009-2435045910966604760?l=ikitasya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikitasya.blogspot.com/feeds/2435045910966604760/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/06/mengapa-manusia-harus-sholat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/2435045910966604760'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/2435045910966604760'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/06/mengapa-manusia-harus-sholat.html' title='MENGAPA MANUSIA HARUS SHOLAT ?????'/><author><name>Ikitasya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18179110198409448761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-2VotTfOh3_w/TcavH0IISBI/AAAAAAAAAQw/9u9pFYubge4/s220/Photo0104.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908011865593489009.post-574862125448512396</id><published>2011-06-20T16:25:00.000-07:00</published><updated>2011-06-20T16:25:09.067-07:00</updated><title type='text'>Puasa 3 Hari Setiap Bulan</title><content type='html'>Puasa Tiga Hari Setiap Bulan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam  bersabda, &lt;br /&gt;"Tiga hari dalam setiap bulan (hijriyah), serta dari Ramadhan ke  Ramadhan, semua itu seolah-olah menjadikan pelakunya berpuasa setahun penuh."  (HR. Ahmad dan Muslim) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu mengatakan bahwa  kekasihnya (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) telah mewasiatkan tiga  perkara kepadanya, di antaranya adalah puasa selama tiga hari dalam setiap  bulan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling utama, puasa tiga hari tersebut dilakukan pada  ayyamul bidh (hari-hari putih/terang, yakni malam-malam purnama) pada tanggal  13, 14 dan 15 setiap bulannya. Dasarnya adalah hadits Abu Dzar radhiyallahu  ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, &lt;br /&gt;"Wahai Abu Dzar,  jika engkau berpuasa tiga hari pada setiap bulan, maka berpuasalah pada tanggal  tiga belas, empat belas dan lima belas." (HR. Ahmad dan an-Nasa'i di dalam  as-Sunan) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‎​اِ نْ شَآ ءَ اللّهُ , besuk hari rabu tanggal 15,16,17 tepat  untuk mengawali puasa tengah bulan yaitu 13,14 ∂ɑπ 15 rajab, monggo yg tdk  berhalangan besuk puasa 3 hari..., semoga اَللّهُ سبحانه وتعالى memudahkan ∂ɑπ  meringgankan kita semua utk melaksanakan puasa sunnah tengah bulan. آمِّينَ يَ  رَ بَّلْ عَلَمِيّنْ‎&amp;nbsp; &lt;br /&gt;‎​سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ،لاَ إِلَهَ  إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ(&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908011865593489009-574862125448512396?l=ikitasya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikitasya.blogspot.com/feeds/574862125448512396/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/06/puasa-3-hari-setiap-bulan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/574862125448512396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/574862125448512396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/06/puasa-3-hari-setiap-bulan.html' title='Puasa 3 Hari Setiap Bulan'/><author><name>Ikitasya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18179110198409448761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-2VotTfOh3_w/TcavH0IISBI/AAAAAAAAAQw/9u9pFYubge4/s220/Photo0104.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908011865593489009.post-8478598544954462135</id><published>2011-06-20T16:17:00.000-07:00</published><updated>2011-06-20T16:17:26.058-07:00</updated><title type='text'>Menjaga Pandangan!!!!!!</title><content type='html'>Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan untuk menundukkan pandangan dari  lawan jenis, karena melihat wanita yang haram untuk dilihat, adalah zina.  Sebagaimana diriwayatkan dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dari Nabi  Shallallahu ‘alaihi wa sallam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ اللهَ كَتَبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ حَظَّهُ مِنَ الزِّنَا أَدْرَكَ ذَلِكَ  لاَ مَحَالَة، فَزِنَا الْعَيْنِ النَّظَرُ، وَزِنَا اللِّسَانِ الْمَنْطِقُُ،  وَالنَّفُسُ تَمَنَّى وَتَشْتَهِي، وَالْفَرْجُ يُصَدِّقُ ذَلِكَ أَوْ  يُكَذِّبُهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah menetapkan atas anak Adam bagiannya dari zina[2], dia  akan mendapatkannya, tidak bisa terhindarkan. Maka zinanya mata dengan memandang  (yang haram), dan zinanya lisan dengan berbicara. Sementara jiwa itu  berangan-angan dan berkeinginan, sedangkan kemaluan yang membenarkan semua itu  atau mendustakannya.” (HR. Al-Bukhari no. 6243 dan Muslim no. 2657)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam lafadz lain disebutkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيْبُهُ مِنَ الزِّنَى، مُدْرِكُ ذَلِكَ لاَ  مَحَالَةَ، فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ، وَالْأُذُنَانِ زِنَاهُمَا  الْاِسْتِمَاعُ، وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ، وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ،  وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ  ذَلِكَ الْفَرْجُ أَوْ يُكَذِّبُهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ditetapkan atas anak Adam bagiannya dari zina, akan diperoleh hal itu,  tidak bisa terhindarkan. Kedua mata itu berzina dan zinanya dengan memandang  (yang haram). Kedua telinga itu berzina dan zinanya dengan mendengarkan (yang  haram). Lisan itu berzina dan zinanya dengan berbicara (yang diharamkan). Tangan  itu berzina dan zinanya dengan memegang. Kaki itu berzina dan zinanya dengan  melangkah (kepada apa yang diharamkan). Sementara hati itu berkeinginan dan  berangan-angan, sedangkan kemaluan yang membenarkan semua itu atau  mendustakannya.” (HR. Muslim no. 2657)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908011865593489009-8478598544954462135?l=ikitasya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikitasya.blogspot.com/feeds/8478598544954462135/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/06/menjaga-pandangan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/8478598544954462135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/8478598544954462135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/06/menjaga-pandangan.html' title='Menjaga Pandangan!!!!!!'/><author><name>Ikitasya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18179110198409448761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-2VotTfOh3_w/TcavH0IISBI/AAAAAAAAAQw/9u9pFYubge4/s220/Photo0104.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908011865593489009.post-6253813904187270465</id><published>2011-06-20T16:15:00.000-07:00</published><updated>2011-06-20T16:15:29.634-07:00</updated><title type='text'>Berkhidmat Kepada Suami</title><content type='html'>&lt;span style="color: #274e13;"&gt;BERKHIDMAT KEPADA SUAMI&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #274e13;" /&gt;&lt;br style="color: #274e13;" /&gt;&lt;span style="color: #274e13;"&gt;Pulang dari bekerja, semestinya adalah waktu  untuk beristrirahat bagi suami selaku kepala rumah tangga. Namun banyak kita  jumpai fenomena di mana mereka justru masih disibukkan dengan segala macam  pekerjaan rumah tangga sementara sang istri malah ngerumpi di rumah tetangga.  Bagaimana istri shalihah menyikapi hal ini?&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #274e13;" /&gt;&lt;br style="color: #274e13;" /&gt;&lt;span style="color: #274e13;"&gt;Salah satu sifat  istri shalihah yang menandakan bagusnya interaksi kepada suaminya adalah  berkhidmat kepada sang suami dan membantu pekerjaannya sebatas yang ia mampu. Ia  tidak akan membiarkan sang suami melayani dirinya sendiri sementara ia duduk  berpangku tangan menyaksikan apa yang dilakukan suaminya. Ia merasa enggan bila  suaminya sampai tersibukkan dengan pekerjaan-pekerjaan rumah, memasak, mencuci,  merapikan tempat tidur, dan semisalnya, sementara ia masih mampu untuk  menanganinya. Sehingga tidak mengherankan bila kita mendapati seorang istri  shalihah menyibukkan harinya dengan memberikan pelayanan kepada suaminya, mulai  dari menyiapkan tempat tidurnya, makan dan minumnya, pakaiannya, dan kebutuhan  suami lainnya. Semua dilakukan dengan penuh kerelaan dan kelapangan hati  disertai niat ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dan sungguh ini merupakan  bentuk perbuatan ihsannya kepada suami, yang diharapkan darinya ia akan beroleh  kebaikan.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #274e13;" /&gt;&lt;br style="color: #274e13;" /&gt;&lt;span style="color: #274e13;"&gt;Berkhidmat kepada suami ini telah dilakukan oleh  wanita-wanita utama lagi mulia dari kalangan shahabiyyah, seperti yang dilakukan  Asma’ bintu Abi Bakar Ash-Shiddiq radhiallahu 'anhuma yang berkhidmat kepada  Az-Zubair ibnul Awwam radhiallahu 'anhu, suaminya. Ia mengurusi hewan tunggangan  suaminya, memberi makan dan minum kudanya, menjahit dan menambal embernya, serta  mengadon tepung untuk membuat kue. Ia yang memikul biji-bijian dari tanah milik  suaminya sementara jarak tempat tinggalnya dengan tanah tersebut sekitar 2/3  farsakh (1 farsakh kurang lebih 8 km atau 3,5 mil).” (HR. Bukhari no. 5224 dan  Muslim no. 2182)&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #274e13;" /&gt;&lt;br style="color: #274e13;" /&gt;&lt;span style="color: #274e13;"&gt;Demikian pula khidmatnya Fathimah bintu  Rasulillah Shallallahu 'alaihi wa sallam di rumah suaminya, Ali bin Abi Thalib  radhiallahu 'anhu, sampai-sampai kedua tangannya lecet karena menggiling gandum.  Ketika Fathimah datang ke tempat ayahnya untuk meminta seorang pembantu, sang  ayah yang mulia memberikan bimbingan kepada yang lebih  baik:&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #274e13;" /&gt;&lt;br style="color: #274e13;" /&gt;&lt;span style="color: #274e13;"&gt;“Maukah aku tunjukkan kepada kalian berdua apa yang lebih  baik bagi kalian daripada seorang pembantu? Apabila kalian mendatangi tempat  tidur kalian atau ingin berbaring, bacalah Allahu Akbar 34 kali, Subhanallah 33  kali, dan Alhamdulillah 33 kali. Ini lebih baik bagi kalian daripada seorang  pembantu.” (HR. Al-Bukhari no. 6318 dan Muslim no. 2727)&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #274e13;" /&gt;&lt;br style="color: #274e13;" /&gt;&lt;span style="color: #274e13;"&gt;Shahabat  Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, Jabir bin Abdillah radhiallahu 'anhu,  menikahi seorang janda untuk berkhidmat padanya dengan mengurusi saudara-saudara  perempuannya yang masih kecil. Jabir berkisah: “Ayahku meninggal dan ia  meninggalkan 7 atau 9 anak perempuan. Maka aku pun menikahi seorang janda.  Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya padaku:&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #274e13;" /&gt;&lt;br style="color: #274e13;" /&gt;&lt;span style="color: #274e13;"&gt;“Apakah  engkau sudah menikah, wahai Jabir?” “Sudah,” jawabku. “Dengan gadis atau janda?”  tanya beliau. “Dengan janda,” jawabku. “Mengapa engkau tidak menikah dengan  gadis, sehingga engkau bisa bermain-main dengannya dan ia bermain-main denganmu.  Dan engkau bisa tertawa bersamanya dan ia bisa tertawa bersamamu?” tanya beliau.  “Ayahku, Abdullah, meninggal dan ia meninggalkan anak-anak perempuan dan aku  tidak suka mendatangkan di tengah-tengah mereka wanita yang sama dengan mereka.  Maka aku pun menikahi seorang wanita yang bisa mengurusi dan merawat mereka,”  jawabku. Beliau berkata: “Semoga Allah memberkahimu”, atau beliau berkata:  “Semoga kebaikan bagimu.” (HR. Al-Bukhari no. 5367 dan Muslim no.  1466)&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #274e13;" /&gt;&lt;br style="color: #274e13;" /&gt;&lt;span style="color: #274e13;"&gt;Hushain bin Mihshan berkata: “Bibiku berkisah padaku, ia  berkata: “Aku pernah mendatangi Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam karena  suatu kebutuhan, beliaupun bertanya:&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #274e13;" /&gt;&lt;br style="color: #274e13;" /&gt;&lt;span style="color: #274e13;"&gt;“Wahai wanita, apakah engkau  telah bersuami?” “Iya,” jawabku. “Bagaimana engkau terhadap suamimu?” tanya  beliau. “Aku tidak mengurang-ngurangi dalam mentaatinya dan berkhidmat padanya,  kecuali apa yang aku tidak mampu menunaikannya,” jawabku. “Lihatlah di mana  keberadaanmu terhadap suamimu, karena dia adalah surga dan nerakamu,” sabda  beliau. (HR. Ibnu Abi Syaibah dan selainnya, dishahihkan sanadnya oleh  Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam Adabuz Zifaf, hal.  179)&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #274e13;" /&gt;&lt;br style="color: #274e13;" /&gt;&lt;span style="color: #274e13;"&gt;Namun di sisi lain, suami yang baik tentunya tidak membebani  istrinya dengan pekerjaan yang tidak mampu dipikulnya. Bahkan ia melihat dan  memperhatikan keberadaan istrinya kapan sekiranya ia butuh  bantuan.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #274e13;" /&gt;&lt;br style="color: #274e13;" /&gt;&lt;span style="color: #274e13;"&gt;Adalah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam gambaran  suami yang terbaik. Di tengah kesibukan mengurusi umat dan dakwah di jalan Allah  Subhanahu wa Ta'ala, beliau menyempatkan membantu keluarganya dan mengerjakan  apa yang bisa beliau kerjakan untuk dirinya sendiri tanpa membebankan kepada  istrinya, sebagaimana diberitakan istri beliau, Aisyah radhiallahu 'anha ketika  Al-Aswad bin Yazid bertanya kepadanya:&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #274e13;" /&gt;&lt;br style="color: #274e13;" /&gt;&lt;span style="color: #274e13;"&gt;“Apa yang biasa dilakukan  Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam di dalam rumah?” Aisyah radhiallahu 'anha  menjawab: “Beliau biasa membantu pekerjaan istrinya. Bila tiba waktu shalat,  beliau pun keluar untuk mengerjakan shalat.” (HR. Al-Bukhari no. 676,  5363)&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #274e13;" /&gt;&lt;br style="color: #274e13;" /&gt;&lt;span style="color: #274e13;"&gt;Dalam riwayat lain, Aisyah radhiallahu 'anha menyebutkan  pekerjaan yang Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam lakukan di  rumahnya:&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #274e13;" /&gt;&lt;br style="color: #274e13;" /&gt;&lt;span style="color: #274e13;"&gt;“Beliau mengerjakan apa yang biasa dikerjakan salah  seorang kalian di rumahnya. Beliau menambal sandalnya, menambal bajunya, dan  menjahitnya.” (HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad no. 540, dishahihkan  Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam Shahih Al-Adabil Mufrad no. 419 dan  Al-Misykat no. 5822)&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #274e13;" /&gt;&lt;br style="color: #274e13;" /&gt;&lt;span style="color: #274e13;"&gt;“Beliau manusia biasa. Beliau menambal  pakaiannya dan memeras susu kambingnya”. (HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad  no. 541, dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam Shahih Al-Adabil  Mufrad no. 420 dan Ash-Shahihah 671)&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #274e13;" /&gt;&lt;br style="color: #274e13;" /&gt;&lt;span style="color: #274e13;"&gt;Wallahu ta’ala a’lam  bish-shawab.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #274e13;" /&gt;&lt;span style="color: #274e13;"&gt;Penulis: Al-Ustadzah Ummu Ishaq Zulfa Husein  Al-Atsariyyah&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908011865593489009-6253813904187270465?l=ikitasya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikitasya.blogspot.com/feeds/6253813904187270465/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/06/berkhidmat-kepada-suami.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/6253813904187270465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/6253813904187270465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/06/berkhidmat-kepada-suami.html' title='Berkhidmat Kepada Suami'/><author><name>Ikitasya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18179110198409448761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-2VotTfOh3_w/TcavH0IISBI/AAAAAAAAAQw/9u9pFYubge4/s220/Photo0104.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908011865593489009.post-4385877467493595469</id><published>2011-06-20T16:10:00.000-07:00</published><updated>2011-06-20T16:10:24.715-07:00</updated><title type='text'>Kisah Sedih Si Semut</title><content type='html'>&lt;div id="yiv1994939742ygrp-text"&gt;Setiap hari semut kecil datang ketempat kerja lebih awal dan sesegera mungkin  memulai untuk bekerja.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div id="yiv1994939742ygrp-text"&gt;Hasil kerjan&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_6TzdcgMH6DA/TPv5eAikEVI/AAAAAAAAAG8/ThANvzlYw2A/s1600/semut%2Bhitam.jpg" rel="nofollow" target="_blank"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="142" id="yiv1994939742BLOGGER_PHOTO_ID_5547301659973259602" src="http://2.bp.blogspot.com/_6TzdcgMH6DA/TPv5eAikEVI/AAAAAAAAAG8/ThANvzlYw2A/s200/semut%2Bhitam.jpg" width="153" /&gt;&lt;/a&gt;ya banyak sekali dan dia bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singa sang  pimpinan terpesona/kagum melihat hasil kerja semut yang tanpa di awasi.&lt;br /&gt;Singa  berpikir, jika semut bekerja tanpa di awasi saja menghasilkan produk yg banyak,  tentunya akan menghasilkan produk lebih banyak lagi jika di awasi!.&lt;br /&gt;Lalu  Singa me-“rekrut” Kecoa yg katanya punya banyak pengalaman sebagai pengawas dan  mahir dalam membuat laporan yg sangat bagus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Kecoa memutuskan untuk  mengatur system absensi kehadiran. Dia juga memerlukan sekretaris untuk  membantunya menulis dan mengetik laporannya dan...Kemudian dia me-“rekrut”  Laba-Laba untuk mengatur dokumen arsip-arsip dan untuk mengangkat  telepon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singa senang dengan laporan si-Kecoa dan dia meminta si-Kecoa  untuk membuat grafik analisa-nya dari hasil produksi si semut yang akan di  pergunakannya untuk presentasi pada waktu management meeting.&lt;br /&gt;Lalu si-Kecoa  membeli computer baru lengkap dengan laserjet printernya dan me-“rekrut” Lalat  untuk mengatur urusan IT-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semut yang sudah produktif selama ini tidak  punya waktu lagi untuk bersantai, karena disibukkan dgn pekerjaaan paper work yg  dibencinya dan ditambah dengan meeting2 yang berlebihan yang banyak menyita  waktunya.Singa kemudian mengambil keputusan, untuk mengangkat penanggung jawab  di departemen tempat semut bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka diangkatlah Jangkrik sebagai  Kepala di Departemen Semut tadi.&lt;br /&gt;Keputusan pertama-nya adalah membeli karpet  dan kursi putar untuk kantor barunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Departemen tempat semut bekerja,  akhirnya sekarang menjadi tempat yang menyedihkan dimana tidak ada lagi yang  bisa tertawa dan semua pekerjanya menjadi suka mengeluh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangkrik, juga  membutuhkan computer dan sekretaris untuk membantunya mempersiapkan laporan dan  rencana strategi untuk pegontrolan budget yang optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah saatnya  jangkrik meyakinkan Singa sang pimpinan, dgn sesuatu yang sangat dibutuhkan  sehingga Singa bisa mempelajari kondisi dan situasi yang terjadi dilingkungan  tempat kerja semut tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengkaji ulang kinerja departemen dimana  semut bekerja, raja akhirnya menyimpulkan bahwa produksi semakin menurun  dibandingkan dengan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu raja me-“rekrut” Burung Hantu, yakni  konsultan bergengsi tinggi dan terkenal untuk melakukan audit dan memberikan  saran sebagai solusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Burung Hantu, menghabiskan waktu dalam tiga bulan  di departemen tempat semut bekerja tadi dan mengeluarkan laporan yang sangat  tebal dan hebat, dan kesimpulan yang didapat adalah ...:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Depetement  tersebut kelebihan staff”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang Tebaklah siapa yang pertama kali harus  di pecat oleh Singa sang pimpinan ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ So…Pasti Semut ...lah !“ Dengan  alasan yg paling tepat .Semut Sekarang "Sudah Tidak Produktif Lagi"&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div id="yiv1994939742ygrp-text"&gt;by.Egi Bismo &lt;/div&gt;&lt;div style="color: white; height: 0px;"&gt;__._,_.___&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908011865593489009-4385877467493595469?l=ikitasya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikitasya.blogspot.com/feeds/4385877467493595469/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/06/kisah-sedih-si-semut.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/4385877467493595469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/4385877467493595469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/06/kisah-sedih-si-semut.html' title='Kisah Sedih Si Semut'/><author><name>Ikitasya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18179110198409448761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-2VotTfOh3_w/TcavH0IISBI/AAAAAAAAAQw/9u9pFYubge4/s220/Photo0104.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_6TzdcgMH6DA/TPv5eAikEVI/AAAAAAAAAG8/ThANvzlYw2A/s72-c/semut%2Bhitam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908011865593489009.post-5322603247886373339</id><published>2011-06-20T16:04:00.001-07:00</published><updated>2011-06-20T16:04:39.458-07:00</updated><title type='text'>Pelaku Riba</title><content type='html'>&lt;h1 class="yiv813645055title"&gt;Akibat yang Akan Dirasakan Oleh Pelaku Riba&lt;/h1&gt;&lt;strong&gt;Oleh: &lt;/strong&gt;Redaksi Buletin Al Ilmu&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para pembaca, tidaklah Allah melarang dari  sesuatu kecuali karena adanya dampak buruk dan akibat yang tidak baik bagi  pelaku. Seperti Allah melarang dari praktek riba, karena berakibat buruk bagi  pelakunya, baik di dunia maupun di akhirat kelak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para pembaca, edisi kali ini kami akan mengupas  tentang dampak buruk dari praktek riba yang masih banyak kaum muslimin bergelut  dengan praktek riba tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Riba dengan segala bentuknya adalah haram dan  merupakan dosa besar yang akan membinasakan pelakunya di dunia dan akhirat.  Dengan tegas Allah &lt;em&gt;subhanahu wa ta’ala&lt;/em&gt; menyatakan (artinya):&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;“Orang-orang yang makan (mengambil) riba  tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan  karena (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu disebabkan  mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba,  padahal Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang  telah sampai kepadanya larangan dari Rabbnya, lalu berhenti (dari mengambil  riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan)  dan urusannya (terserah) kepada Allah. Siapa yang mengulangi (mengambil riba),  maka mereka itu adalah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.”  &lt;/em&gt;[&lt;strong&gt;Al-Baqarah: 275&lt;/strong&gt;]&lt;span id="yiv813645055more-845"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika menafsirkan ayat di atas, Asy-Syaikh  ‘Abdurrahman As-Sa’di &lt;em&gt;rahimahullah &lt;/em&gt;menerangkan:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Allah mengabarkan tentang orang-orang yang makan  dari hasil riba, jeleknya akibat yang mereka rasakan, dan kesulitan yang akan  mereka hadapi kelak di kemudian hari. Tidaklah mereka bangkit dari kuburnya pada  hari mereka dibangkitkan melainkan seperti orang yang kemasukan setan karena  tekanan penyakit gila. Mereka bangkit dari kuburnya dalam keadaan bingung,  sempoyongan, dan mengalami kegoncangan, serta khawatir dan cemas akan datangnya  siksaan yang besar dan kesulitan sebagai akibat dari perbuatan mereka itu.”  [&lt;strong&gt;Taisirul Karimir Rahman&lt;/strong&gt;, hal. 117]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan rahmat dan kasih sayang-Nya, Allah  &lt;em&gt;subhanahu wa ta’ala&lt;/em&gt; melarang kita dari perbuatan yang merupakan  kebiasaan orang-orang Yahudi tersebut. Dengan sebab kebiasaan&amp;nbsp; memakan riba  itulah, Allah &lt;em&gt;subhanahu wa ta’ala&lt;/em&gt; sediakan adzab yang pedih bagi  mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;“Dan disebabkan mereka (orang-orang Yahudi)  memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena  mereka memakan harta benda orang dengan jalan yang batil, Kami telah menyediakan  untuk orang-orang yang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih.”&lt;/em&gt;  [&lt;strong&gt;An-Nisa’: 161&lt;/strong&gt;]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah &lt;em&gt;subhanahu wa ta’ala&lt;/em&gt; Maha  Mengetahui, bahwa praktek riba dengan segala bentuk dan warnanya justru akan  berdampak buruk bagi perekonomian setiap pribadi, rumah tangga, masyarakat, dan  bahkan perekonomian suatu negara bisa hancur porak-poranda disebabkan praktek  ribawi yang dilestarikan keberadaannya itu. Riba tidak akan bisa mendatangkan  barakah samasekali. Bahkan sebaliknya, akan menjadi sebab menimpanya berbagai  musibah. Apabila ia berinfak dengan harta hasil riba, maka ia tidak akan  mendapat pahala, bahkan sebaliknya hanya akan menjadi bekal menuju neraka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mungkin ada yang bertanya, &lt;em&gt;mengapa  perekonomian di negara-negara barat sangat maju, rakyatnya makmur, dan segala  kebutuhan hidup tercukupi, padahal praktek riba tumbuh subur di negara-negara  tersebut? &lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keadaan seperti ini janganlah membuat kaum  muslimin tertipu. Allah &lt;em&gt;subhanahu wa ta’ala&lt;/em&gt; Dzat yang tidak akan  mengingkari janji-Nya telah berfirman (artinya):&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;“Allah memusnahkan riba dan  menumbuh-kembangkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap  dalam kekafiran dan selalu berbuat dosa.” &lt;/em&gt;[&lt;strong&gt;Al-Baqarah:  276&lt;/strong&gt;]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Makna dari ayat tersebut adalah bahwa Allah  &lt;em&gt;subhanahu wa ta’ala&lt;/em&gt; akan memusnahkan riba, baik dengan menghilangkan  seluruh harta riba dari tangan pemiliknya, atau dengan menghilangkan barakah  harta tersebut sehingga pemiliknya itu tidak akan bisa mengambil manfaat  darinya. Bahkan, Allah &lt;em&gt;subhanahu wa ta’ala&lt;/em&gt; akan menghukumnya dengan  sebab riba tersebut di dunia maupun di akhirat. [Lihat &lt;strong&gt;Tafsir Ibnu  Katsir&lt;/strong&gt;]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jadi, walaupun harta yang dihasilkan dari praktek  riba ini kelihatannya semakin bertambah dan bertambah, namun pada hakikatnya  kosong dari barakah dan pada akhirnya akan sedikit. Bahkan, bisa habis  samasekali.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari sini, benarlah apa yang disabdakan oleh  Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wasallam&lt;/em&gt;:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;مَا أَحَدٌ أَكْثَرَ مِنَ الرِّبَا إِلاَّ كَانَ  عَاقِبَةُ أَمْرِهِ إِلَى قِلَّةٍ&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;“Tidak ada seorang pun yang banyak melakukan  praktek riba kecuali akhir dari urusannya adalah hartanya menjadi sedikit.”&lt;/em&gt;  [&lt;strong&gt;HR. Ibnu Majah&lt;/strong&gt;, dari shahabat ‘Abdullah bin Mas’ud  &lt;em&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/em&gt;, dishahihkan oleh Al-Imam Al-Albani  &lt;em&gt;rahimahullah&lt;/em&gt; dalam &lt;strong&gt;Shahih Ibnu Majah&lt;/strong&gt;]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Siapa yang akan bisa selamat kalau Allah  &lt;/em&gt;&lt;em&gt;subhanahu wa ta’ala&lt;/em&gt;&lt;em&gt; dan Rasul-Nya &lt;/em&gt;&lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi  wasallam&lt;/em&gt;&lt;em&gt; sudah mengumumkan peperangan kepadanya? &lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Disebutkan oleh sebagian ahli tafsir bahwa  peperangan dari Allah &lt;em&gt;subhanahu wa ta’ala&lt;/em&gt; adalah berupa adzab yang akan  ditimpakan-Nya, sedangkan peperangan dari Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi  wasallam&lt;/em&gt; adalah dengan pedang. [Lihat &lt;strong&gt;Tafsir  Al-Baghawi&lt;/strong&gt;]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang &lt;em&gt;mufassir&lt;/em&gt; (ahli tafsir) yang  lain, yaitu Al-Imam Al-Mawardi &lt;em&gt;rahimahullah&lt;/em&gt; menyatakan bahwa ayat (yang  artinya): &lt;em&gt;“maka ketahuilah bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangi kalian”  &lt;/em&gt;[&lt;strong&gt;Al-Baqarah: 279&lt;/strong&gt;] bisa mengandung dua pengertian:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Pertama&lt;/em&gt;, bahwa jika kalian tidak  menghentikan perbuatan riba, maka Aku (Allah) akan memerintahkan Nabi  &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wasallam&lt;/em&gt; untuk memerangi kalian.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Kedua&lt;/em&gt;, bahwa jika kalian tidak  menghentikan perbuatan riba, maka kalian termasuk orang-orang yang diperangi  oleh Allah dan Rasul-Nya, yakni sebagai musuh bagi keduanya. [Lihat  &lt;strong&gt;An-Nukat wal ‘Uyun&lt;/strong&gt;]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Al-Imam Ibnu Katsir &lt;em&gt;rahimahullah&lt;/em&gt; pada  &lt;em&gt;Tafsir&lt;/em&gt;-nya tentang ayat ke-279 dari surat Al-Baqarah di atas  menyatakan:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ayat ini merupakan ancaman yang sangat keras  bagi siapa saja yang masih melakukan praktek riba setelah datangnya peringatan  (dari perbuatan tersebut).”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa ‘Abdullah  bin ‘Abbas &lt;em&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/em&gt; berkata:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Barangsiapa yang senantiasa melakukan praktek  riba dan dia enggan untuk meninggalkannya, maka seorang imam (pemimpin) kaum  muslimin berhak memerintahkannya untuk bertaubat, jika dia mau meninggalkan  praktek riba (bertaubat darinya), maka itu yang diharapkan, namun jika dia tetap  enggan, maka hukumannya adalah dipenggal lehernya.” [Lihat &lt;strong&gt;Tafsir Ibnu  Katsir&lt;/strong&gt;]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Al-Imam Ibnul Qayyim &lt;em&gt;rahimahullah&lt;/em&gt;  mengatakan:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ancaman seperti ini tidak diberikan kepada  pelaku dosa besar kecuali pelaku riba, orang yang membuat kekacauan di jalan,  dan orang yang membuat kerusakan di muka bumi.” [Lihat &lt;strong&gt;Thariqul  Hijratain&lt;/strong&gt;, hal. 558]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lebih parah lagi kondisinya jika praktek riba itu  sudah menyebar di suatu negeri, dan bahkan masyarakatnya sudah menganggap hal  itu merupakan sesuatu yang lumrah. Maka ketahuilah bahwa keadaan seperti ini  akan mengundang murka dan adzab Allah &lt;em&gt;subhanahu wa ta’ala&lt;/em&gt;. Rasulullah  &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wasallam&lt;/em&gt; bersabda:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;إِذَا ظَهَرَ الزِّنَا وَالرِّبَا فِي قَرْيَةٍ  فَقَدْ أَحَلُّوْا بِأَنْفُسِهِمْ عَذَابَ اللهِ&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;“Jika telah nampak perbuatan zina dan riba di  suatu negeri, maka sungguh mereka telah menghalalkan diri mereka sendiri untuk  merasakan adzab Allah.” &lt;/em&gt;[&lt;strong&gt;HR. Al-Hakim&lt;/strong&gt; dan&lt;strong&gt;  Ath-Thabarani&lt;/strong&gt;, dari shahabat ‘Abdullah bin ‘Abbas c, dishahihkan oleh  Al-Imam Al-Albani &lt;em&gt;rahimahullah&lt;/em&gt; di dalam &lt;strong&gt;Shahihul  Jami’&lt;/strong&gt;]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka dari itulah, Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu  ‘alaihi wasallam&lt;/em&gt; -dengan penuh belas kasih kepada umatnya- benar-benar  telah memperingatkan umatnya dari praktek riba yang bisa menyebabkan kebinasaan,  sebagaimana dalam sabdanya:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوْبِقَاتِ. قُلْنَا:  وَمَا هُنَّ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: الشِّرْكُ بِاللهِ، وَالسِّحْرُ، وَقَتْلُ  النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللهُ إِلاَّ بِالْحَقِّ، وَأَكْلُ الرِّباَ، وَأَكْلُ  مَالِ الْيَتِيْمِ، وَالتَّوَلِّي يَوْمَ الزَّحْفِ، وَقَذْفُ الْمُحْصَنَاتِ  الْغَافِلاَتِ الْمُؤْمِنَاتِ&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;“Jauhilah oleh kalian tujuh hal yang  menyebabkan kebinasaan.” Kami (para shahabat) bertanya: “Apa tujuh hal itu,  wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “…&lt;strong&gt;memakan (mengambil)  riba&lt;/strong&gt;…”&lt;/em&gt; [&lt;strong&gt;HR. Al-Bukhari&lt;/strong&gt; dan  &lt;strong&gt;Muslim&lt;/strong&gt;]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Ancaman bagi yang ikut andil dalam  praktek riba&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain pemakan riba, dalam sebuah hadits juga  disebutkan bahwa Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wasallam&lt;/em&gt; juga mencela  beberapa pihak yang turut terlibat dalam &lt;em&gt;muamalah&lt;/em&gt; yang tidak barakah  tersebut. Shahabat Jabir bin ‘Abdillah &lt;em&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/em&gt;  mengatakan:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;لَعَنَ رَسُوْلُ اللهِ آكِلَ الرِّبَا وَمُؤْكِلَهُ  وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ، وَقَالَ: هُمْ سَوَاءٌ&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;“Rasulullah &lt;/em&gt;&lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi  wasallam&lt;/em&gt;&lt;em&gt; melaknat orang yang memakan riba, memberi makan riba (orang  yang memberi riba kepada pihak yang mengambil riba), juru tulisnya, dan dua  saksinya. Beliau mengatakan: ‘Mereka itu sama’.” &lt;/em&gt;[&lt;strong&gt;HR.  Muslim&lt;/strong&gt;]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mereka semua terkenai ancaman laknat dari Nabi  &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wasallam&lt;/em&gt; karena dengan itu mereka telah  ber&lt;em&gt;ta’awun&lt;/em&gt; (tolong menolong dan saling bekerjasama) dalam menjalankan  dosa dan kemaksiatan kepada Allah &lt;em&gt;subhanahu wa ta’ala&lt;/em&gt;. Allah  &lt;em&gt;subhanahu wa ta’ala&lt;/em&gt; berfirman (artinya):&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;“Dan tolong-menolonglah kamu dalam  (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa  dan pelanggaran.”&lt;/em&gt; [&lt;strong&gt;Al-Maidah: 2&lt;/strong&gt;]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam riwayat lain, Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu  ‘alaihi wasallam&lt;/em&gt; bersabda:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;لَعَنَ اللَّهُ آكِلَ الرِّبَا وَمُوكِلَهُ  وَشَاهِدَيْهِ وَكَاتِبَهُ&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;“Allah melaknat pemakan riba, pemberi makan  riba (orang yang memberi riba kepada pihak yang mengambil riba), dua saksinya,  dan juru tulisnya.” &lt;/em&gt;[&lt;strong&gt;HR. Ahmad&lt;/strong&gt;, dari shahabat ‘Abdullah  bin Mas’ud &lt;em&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/em&gt;, dishahihkan oleh Al-Imam Al-Albani  &lt;em&gt;rahimahullah&lt;/em&gt;, lihat &lt;strong&gt;Shahihul Jami’&lt;/strong&gt;]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dua hadits di atas menunjukkan ancaman bagi semua  pihak yang bekerjasama melakukan praktek ribawi, yaitu akan mendapatkan laknat  dari Allah &lt;em&gt;subhanahu wa ta’ala&lt;/em&gt; dan Rasul-Nya &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi  wasallam&lt;/em&gt;, yang berarti dia mendapatkan celaan dan akan terjauhkan dari  rahmat Allah &lt;em&gt;subhanahu wa ta’ala&lt;/em&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para pembaca, cukuplah hadits berikut sebagai  peringatan bagi kita semua dari bahaya dan akibat yang akan dialami oleh pelaku  riba di akhirat nanti.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Disebutkan dalam &lt;strong&gt;Shahih  Al-Bukhari&lt;/strong&gt;, dari shahabat Samurah bin Jundub t, bahwa Rasulullah  &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wasallam&lt;/em&gt; bersabda:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;رَأَيْتُ اللَّيْلَةَ رَجُلَيْنِ أَتَيَانِي  فَأَخْرَجَانِي إِلَى أَرْضٍ مُقَدَّسَةٍ فَانْطَلَقْنَا حَتَّى أَتَيْنَا عَلَى  نَهَرٍ مِنْ دَمٍ فِيهِ رَجُلٌ قَائِمٌ وَعَلَى وَسَطِ النَّهَرِ رَجُلٌ بَيْنَ  يَدَيْهِ حِجَارَةٌ فَأَقْبَلَ الرَّجُلُ الَّذِي فِي النَّهَرِ فَإِذَا أَرَادَ  الرَّجُلُ أَنْ يَخْرُجَ رَمَى الرَّجُلُ بِحَجَرٍ فِي فِيهِ فَرَدَّهُ حَيْثُ  كَانَ فَجَعَلَ كُلَّمَا جَاءَ لِيَخْرُجَ رَمَى فِي فِيهِ بِحَجَرٍ فَيَرْجِعُ  كَمَا كَانَ فَقُلْتُ مَا هَذَا ؟ فَقَالَ: الَّذِي رَأَيْتَهُ فِي النَّهَرِ آكِلُ  الرِّبَا&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;“Tadi malam aku melihat (bermimpi) ada dua  orang laki-laki mendatangiku. Lalu keduanya mengajakku keluar menuju tanah yang  disucikan. Kemudian kami berangkat hingga tiba di sungai darah. Di dalamnya ada  seorang lelaki yang sedang berdiri, dan di bagian tengah sungai tersebut ada  seorang lelaki yang di tangannya terdapat batu-batuan. Kemudian beranjaklah  lelaki yang berada di dalam sungai tersebut. Setiap kali lelaki itu hendak  keluar dari dalam sungai, lelaki yang berada di bagian tengah sungai tersebut  melemparnya dengan batu pada bagian mulutnya sehingga si lelaki itu pun tertolak  kembali ke tempatnya semula. Setiap kali ia hendak keluar, ia dilempari dengan  batu pada mulutnya hingga kembali pada posisi semula. Aku (Rasulullah) pun  bertanya: ‘Siapa orang ini (ada apa dengannya)?’ Dikatakan kepada beliau: ‘Orang  yang engkau lihat di sungai darah tersebut adalah pemakan riba’.”&lt;/em&gt;  [&lt;strong&gt;HR. Al-Bukhari&lt;/strong&gt;]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mudah-mudahan Allah &lt;em&gt;subhanahu wa ta’ala&lt;/em&gt;  menjauhkan kita dari perbuatan riba dan seluruh amalan yang bisa mendatangkan  kemurkaan-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Wallahu a’lam bish  shawab&lt;/em&gt;.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908011865593489009-5322603247886373339?l=ikitasya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikitasya.blogspot.com/feeds/5322603247886373339/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/06/pelaku-riba.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/5322603247886373339'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/5322603247886373339'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/06/pelaku-riba.html' title='Pelaku Riba'/><author><name>Ikitasya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18179110198409448761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-2VotTfOh3_w/TcavH0IISBI/AAAAAAAAAQw/9u9pFYubge4/s220/Photo0104.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908011865593489009.post-6747898873971338582</id><published>2011-06-20T16:01:00.000-07:00</published><updated>2011-06-20T16:01:26.946-07:00</updated><title type='text'>Dzikir di Waktu Pagi dan Petang</title><content type='html'>Dzikir Pagi dan Petang Sesuai Tuntunan Rasulullah  Serta&amp;nbsp;Keutamaannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Sangat banyak ayat ataupun hadits yang  menerangkan keutamaan berdzikir kepada Allah. Bahkan Allah dan Rasul-Nya telah  memerintahkan dan menganjurkan kepada kita agar senantiasa berdzikir dan  mengingat-Nya (lihat edisi 29/III tentang dzikir-dzikir setelah shalat wajib).  Jangan sampai harta, anak-anak ataupun kegiatan duniawi melalaikan kita dari  berdzikir kepada Allah. &lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لاَ تُلْهِكُمْ  أَمْوَالُكُمْ وَلاَ أَوْلاَدُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللهِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ  فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;“Hai orang-orang yang beriman, janganlah  harta-harta kalian dan anak-anak kalian melalaikan kalian dari mengingat Allah.  Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi.”  (Al-Munaafiquun:9) &lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Sangat banyak ayat ataupun hadits yang menerangkan  keutamaan berdzikir kepada Allah. Bahkan Allah dan Rasul-Nya telah memerintahkan  dan menganjurkan kepada kita agar senantiasa berdzikir dan mengingat-Nya (lihat  edisi 29/III tentang dzikir-dzikir setelah shalat wajib). Jangan sampai harta,  anak-anak ataupun kegiatan duniawi melalaikan kita dari berdzikir kepada  Allah.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لاَ تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلاَ  أَوْلاَدُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللهِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ  الْخَاسِرُونَ&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;“Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-harta kalian  dan anak-anak kalian melalaikan kalian dari mengingat Allah. Barangsiapa yang  berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi.”  (Al-Munaafiquun:9)&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Di antara dzikir-dzikir yang disunnahkan untuk dibaca  dan diamalkan adalah dzikir pagi dan sore. Dzikir pagi dilakukan setelah shalat  shubuh sampai terbit matahari atau sampai matahari meninggi saat waktu dhuha,  kira-kira jam tujuh atau jam delapan. Adapun dzikir sore dilakukan setelah  shalat ‘ashar sampai terbenam matahari atau sampai menjelang waktu  ‘isya.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Banyak sekali keutamaan dzikir pagi dan sore sebagaimana yang  dijelaskan di dalam hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.  Adapun bacaannya dan penjelasan tentang keutamaannya adalah sebagai  berikut:&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;1. Membaca:&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;الْحَمْدُ لِلَّهِ وَحْدَهُ وَالصَّلاَةُ  وَالسَّلاَمُ عَلَى مَنْ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Dibaca sekali ketika pagi  dan sore. Dari Anas yang dia memarfu’kannya (sampai kepada Nabi shallallahu  ‘alaihi wa sallam), “Sungguh aku duduk bersama suatu kaum yang berdzikir kepada  Allah setelah shalat shubuh sampai terbitnya matahari lebih aku sukai daripada  membebaskan/memerdekakan empat orang dari keturunan Nabi Isma’il (bangsa ‘Arab).  Dan sungguh aku duduk bersama suatu kaum yang berdzikir kepada Allah setelah  shalat ‘ashar sampai terbenamnya matahari lebih aku sukai daripada membebaskan  empat orang (budak).” (HR. Abu Dawud no.3667 dan dihasankan oleh Asy-Syaikh  Al-Albaniy dalam Shahih Abu Dawud 2/698)&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;2. Membaca ayat kursi  (Al-Baqarah:255)&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Dibaca sekali ketika pagi dan sore. “Barangsiapa  membacanya di pagi hari maka akan dilindungi dari (gangguan) jin sampai sore,  dan barangsiapa yang membacanya di sore hari maka akan dilindungi dari gangguan  mereka (jin).” (HR. Al-Hakim 1/562 dan dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albaniy dalam  Shahih At-Targhiib wat Tarhiib 1/273)&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;3. Membaca surat Al-Ikhlaash,  Al-Falaq dan An-Naas.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Dibaca 3x ketika pagi dan sore. “Barangsiapa yang  membacanya tiga kali ketika pagi dan ketika sore maka dia akan dicukupi dari  segala sesuatu.” (HR. Abu Dawud 4/322, At-Tirmidziy 5/567, lihat Shahih  At-Tirmidziy 3/182)&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;4. Membaca:&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ  لِلَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ،  لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، رَبِّ  أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوْذُ  بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ، رَبِّ أَعُوْذُ  بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي  النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Jika sore hari  membaca:&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ لِلَّهِ … رَبِّ أَسْأَلُكَ  خَيْرَ مَا فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ  شَرِّ مَا فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا …&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Dibaca sekali.  (HR. Muslim 4/2088 no.2723 dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu  ‘anhu)&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;5. Membaca:&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;اللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا وَبِكَ أَمْسَيْنَا  وَبِكَ نَحْيَا وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Jika sore hari  membaca:&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;اللَّهُمَّ بِكَ أَمْسَيْنَا وَبِكَ أَصْبَحْنَا وَبِكَ نَحْيَا  وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ الْمَصِيْرُ&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Dibaca sekali. (HR. At-Tirmidziy  5/466, lihat Shahih At-Tirmidziy 3/142)&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;6. Membaca:&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;اللَّهُمَّ  أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا  عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا  صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ  لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Dibaca sekali  ketika pagi dan sore. “Barangsiapa yang mengucapkannya dalam keadaan yakin  dengannya ketika sore hari lalu meninggal di malam harinya, niscaya dia akan  masuk surga. Dan demikian juga apabila di pagi hari.” (HR. Al-Bukhariy  7/150)&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;7. Membaca:&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;اللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَدَنِيْ، اللَّهُمَّ  عَافِنِيْ فِيْ سَمْعِيْ، اللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَصَرِيْ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ  أَنْتَ. اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ، وَأَعُوْذُ  بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Dibaca 3x ketika  pagi dan sore. (HR. Abu Dawud 4/324, Ahmad 5/42, An-Nasa`iy di dalam ‘Amalul  Yaum wal Lailah no.22 dan Ibnus Sunniy no.69, serta Al-Bukhariy di dalam  Al-Adabul Mufrad dan dihasankan sanadnya oleh Asy-Syaikh Ibnu Baz di dalam  Tuhfatul Akhyaar hal.26)&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;8. Membaca:&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ  الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، اللَّهُمَّ إِنَّيْ  أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِيْ دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ  وَمَالِيْ، اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِيْ، وَآمِنْ رَوْعَاتِيْ، اللَّهُمَّ  احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ، وَعَنْ  شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ  تَحْتِيْ&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Dibaca sekali ketika pagi dan sore. (HR. Abu Dawud dan Ibnu  Majah, lihat Shahih Ibnu Majah 2/332)&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;9. Membaca:&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;اللَّهُمَّ  عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ  شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَّ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ  شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى  نَفْسِيْ سُوْءًا، أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Dibaca sekali ketika pagi  dan sore. (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidziy, lihat Shahih At-Tirmidziy  3/142)&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;10. Membaca:&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ  شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ  الْعَلِيْمُ&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Dibaca 3x ketika pagi dan sore. “Barangsiapa yang  mengucapkannya tiga kali ketika pagi dan tiga kali ketika sore, tidak akan  membahayakannya sesuatu apapun.” (HR. Abu Dawud 4/323, At-Tirmidziy 5/465, Ibnu  Majah dan Ahmad, lihat Shahih Ibnu Majah 2/332)&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;11.  Membaca:&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِالْإِسْلاَمِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ  صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Dibaca 3x ketika pagi dan sore.  “Barangsiapa yang mengucapkannya tiga kali ketika pagi dan ketika sore maka ada  hak atas Allah untuk meridhainya pada hari kiamat.”&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Boleh juga  membaca:&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;… وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا  وَرَسُوْلاً&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;(HR. Ahmad 4/337, An-Nasa`iy di dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah  no.4 dan Ibnus Sunniy no.68, Abu Dawud 4/418, At-Tirmidziy 5/465 dan dihasankan  oleh Asy-Syaikh Ibnu Baz di dalam Tuhfatul Akhyaar hal.39)&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;12.  Membaca:&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، أَصْلِحْ لِيْ  شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Dibaca  sekali ketika pagi dan sore. (HR. Al-Hakim dan beliau menshahihkannya serta  disepakati oleh Adz-Dzahabiy 1/545, lihat Shahih At-Targhiib wat Tarhiib  1/273)&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;13. Membaca:&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ الإِسْلاَمِ وَعَلَى  كَلِمَةِ الإِخْلاَصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ  وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا  كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Jika sore hari membaca:&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;أَمْسَيْنَا  عَلَى فِطْرَةِ الإِسْلاَمِ …&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Dibaca sekali. (HR. Ahmad 3/406, 407, Ibnus  Sunniy di dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no.34, lihat Shahiihul Jaami’  4/209)&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;14. Membaca:&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Dibaca  100x ketika pagi dan sore. “Barangsiapa yang membacanya seratus kali ketika pagi  dan sore maka tidak ada seorang pun yang datang pada hari kiamat yang lebih  utama daripada apa yang dia bawa kecuali seseorang yang membaca seperti apa yang  dia baca atau yang lebih banyak lagi.” (HR. Muslim 4/2071)&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;15.  Membaca:&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ  الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Dibaca 10x.  (HR. An-Nasa`iy di dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no.24, lihat Shahih At-Targhiib  wat Tarhiib 1/272)&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Atau dibaca sekali ketika malas/sedang tidak  bersemangat. (HR. Abu Dawud 4/319, Ibnu Majah, Ahmad 4/60, lihat Shahih Abu  Dawud 3/957 dan Shahih Ibnu Majah 2/331)&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;16. Membaca:&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;لاَ إِلَهَ  إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ  عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Dibaca 100x ketika pagi. “Barangsiapa yang  membacanya seratus kali dalam sehari maka (pahalanya) seperti membebaskan  sepuluh budak, ditulis untuknya seratus kebaikan, dihapus darinya seratus  kesalahan, dan dia akan mendapat perlindungan dari (godaan) syaithan pada hari  itu sampai sore, dan tidak ada seorang pun yang lebih utama daripada apa yang  dia bawa kecuali seseorang yang mengamalkan lebih banyak dari itu.” (HR.  Al-Bukhariy 4/95 dan Muslim 4/2071)&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;17. Membaca:&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;سُبْحَانَ اللهِ  وَبِحَمْدِهِ: عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ  كَلِمَاتِهِ&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Dibaca 3x ketika pagi. (HR. Muslim 4/2090)&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;18.  Membaca:&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا  طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Dibaca sekali ketika pagi. (HR. Ibnus  Sunniy di dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no.54, Ibnu Majah no.925 dan dihasankan  sanadnya oleh ‘Abdul Qadir dan Syu’aib Al-Arna`uth di dalam tahqiq Zaadul Ma’aad  2/375)&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;19. Membaca:&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ  إِلَيْهِ&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Dibaca 100x dalam sehari. (HR. Al-Bukhariy bersama Fathul Baari  11/101 dan Muslim 4/2075)&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;20. Membaca:&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ  التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Dibaca 3x ketika sore. “Barangsiapa  yang mengucapkannya ketika sore tiga kali maka tidak akan membahayakannya  panasnya malam itu.” (HR. Ahmad 2/290, lihat Shahih At-Tirmidziy 3/187 dan  Shahih Ibnu Majah 2/266)&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;21. Membaca:&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ  عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Dibaca 10x ketika pagi dan sore. “Barangsiapa  yang membaca shalawat kepadaku ketika pagi sepuluh kali dan ketika sore sepuluh  kali maka dia akan mendapatkan syafa’atku pada hari kiamat.” (HR. Ath-Thabraniy  dengan dua sanad, salah satu sanadnya jayyid, lihat Majma’uz Zawaa`id 10/120 dan  Shahih At-Targhiib wat Tarhiib 1/273)&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Inilah di antara dzikir-dzikir yang  disunnahkan dibaca ketika pagi dan sore. Ada juga bacaan yang lainnya akan  tetapi kebanyakan sanadnya dha’if sebagaimana yang dijelaskan oleh Asy-Syaikh  Al-Albaniy dan Asy-Syaikh Salim Al-Hilaliy. Walaupun tidak menutup kemungkinan  sebagiannya ada yang shahih.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Lafazh-lafazh dzikir ini belum diterjemahkan  mengingat terbatasnya tempat. Bagi yang ingin melihat terjemahan dan  keterangannya bisa dilihat dalam “Perisai Seorang Muslim: Doa dan Dzikir dari  Al-Qur`an dan As-Sunnah“.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Keutamaan Shalat Isyraaq&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Dengan membaca  dzikir-dzikir tersebut kita bisa mengamalkan sunnah yang lainnya yaitu shalat  isyraaq (shalat ketika telah terbitnya matahari sekitar 15-20 menit). Hal ini  dijelaskan dalam hadits Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dia berkata,  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;مَنْ صَلَّى الْفَجْرَ  فِيْ جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللهَ تَعَالَى حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ  ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ، كَانَتْ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ، تَامَّةٍ  تَامَّةٍ تَامَّةٍ&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;“Barangsiapa yang shalat shubuh dengan berjama’ah  kemudian dia berdzikir kepada Allah Ta’ala sampai terbitnya matahari lalu dia  shalat dua raka’at, maka pahalanya seperti pahala berhaji dan ‘umrah, sempurna,  sempurna, sempurna.” (HR. At-Tirmidziy no.591 dan dihasankan oleh Asy-Syaikh  Al-Albaniy di dalam Shahih Sunan At-Tirmidziy no.480, Al-Misykat no.971 dan  Shahih At-Targhiib no.468, lihat juga Shahih Kitab Al-Adzkaar 1/213 karya  Asy-Syaikh Salim Al-Hilaliy)&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Betapa besarnya keutamaan amalan tersebut!  Selayaknya bagi kita untuk melaksanakannya semaksimal mungkin. Jangan sampai  terlewat pahala yang begitu besar ini. Jangan sampai waktu kita terbuang untuk  ngobrol kesana kemari yang sifatnya mubah sehingga hilanglah kesempatan  mendapatkan pahala yang besar ini. Konsentrasikanlah setelah shalat shubuh  dengan dzikir. Dzikir setelah shalat subuh dilanjutkan dengan dzikir pagi sampai  selesai. Kemudian membaca Al-Qur`an atau muraja’ah hafalan sampai terbit  matahari sekitar 15-20 menit. Setelah itu kita shalat dua raka’at yang  diistilahkan dengan shalat isyraaq (jangan shalat ketika tepat matahari terbit,  karena hal ini dilarang di dalam syari’at).&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Janganlah waktu ini  disibukkkan dengan urusan lain yang kurang penting. Kecuali amalan lain yang  mempunyai keutamaan yang besar seperti ta’lim atau urusan lainnya yang sifatnya  sangat urgen dan mendesak. Mudahan-mudahan kita mendapatkan pahala yang besar  ini sebagaimana yang disebutkan di dalam hadits tersebut. Aamiin. Wallaahu  A’lam.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Maraaji’: Hishnul Muslim karya Asy-Syaikh Sa’id bin ‘Ali bin Wahf  Al-Qahthaniy, Shahih Kitab Al-Adzkar wa Dha’ifuhu, Syarh Riyadhush Shalihin bab  Adz-Dzikr ‘indash Shabah wal Masa`, dan Al-Kalimuth Thayyib karya Ibnu Taimiyah.  &lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;‎​سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ،لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ،  أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ(&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908011865593489009-6747898873971338582?l=ikitasya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikitasya.blogspot.com/feeds/6747898873971338582/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/06/dzikir-di-waktu-pagi-dan-petang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/6747898873971338582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/6747898873971338582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/06/dzikir-di-waktu-pagi-dan-petang.html' title='Dzikir di Waktu Pagi dan Petang'/><author><name>Ikitasya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18179110198409448761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-2VotTfOh3_w/TcavH0IISBI/AAAAAAAAAQw/9u9pFYubge4/s220/Photo0104.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908011865593489009.post-1135978991461848022</id><published>2011-06-20T15:57:00.000-07:00</published><updated>2011-06-20T15:57:25.058-07:00</updated><title type='text'>Keutamaan Hari Jumát</title><content type='html'>KEUTAMAAN HARI JUM'AT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hurairah meriwayatkan, Rasulullah saw  bersabda:&lt;br /&gt;"Allah telah memalingkan orang-orang sebelum kita untuk menjadikan  hari Jum'at sebagai hari raya mereka, oleh karena itu hari raya orang Yahudi  adalah hari Sabtu, dan hari raya orang Nasrani adalah hari Ahad, kemudian Allah  memberikan bimbingan kepada kita untuk menjadikan hari Jum'at sebagai hari raya,  sehingga Allah menjadikan hari raya secara berurutan, yaitu hari Jum'at, Sabtu  dan Ahad. Dan di hari kiamat mereka pun akan mengikuti kita seperti urutan  tersebut, walaupun di dunia kita adalah penghuni yang terakhir, namun di hari  kiamat nanti kita adalah urutan terdepan yang akan diputuskan perkaranya sebelum  seluruh makhluk".(HR.Muslim)&lt;br /&gt;Al-Hafidz Ibnu Katsir berkata: "Hari ini  dinamakan Jum'at, karena artinya merupakan turunan dari kata al-jam'u yang  berarti perkumpulan, karena umat Islam berkumpul pada hari itu setiap pekan di  balai-balai pertemuan yang luas. Allah memerintahkan hamba-hamba-Nya yang mukmin  berkumpul untuk melaksanakan ibadah kepada-Nya. Allah swt berfirman:&lt;br /&gt;"Hai  orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari  Jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual  beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui". (QS.  62:9)&lt;br /&gt;Maksudnya, pergilah untuk melaksanakan shalat Jum'at dengan penuh  ketenangan, konsentrasi dan sepenuh hasrat, bukan berjalan dengan cepat-cepat,  karena berjalan dengan cepat untuk shalat itu dilarang. Al-Hasan Al-Bashri  berkata: Demi Allah, sungguh maksudnya bukanlah berjalan kaki dengan cepat,  karena hal itu jelas terlarang. Tapi yang diperintahkan adalah berjalan dengan  penuh kekhusyukan dan sepenuh hasrat dalam hati. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir :  4/385-386).&lt;br /&gt;Ibnu Qayyim Al-Jauziyah berkata: Hari Jum'at adalah hari ibadah.  Hari ini dibandingkan dengan hari-hari lainnya dalam sepekan, laksana bulan  Ramadhan dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya. Waktu mustajab pada hari  Jum'at seperti waktu mustajab pada malam lailatul qodar di bulan Ramadhan.  (Zadul Ma'ad: 1/398).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEUTAMAAN HARI JUM'AT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Hari Terbaik &amp;amp;  Keberkahan&lt;br /&gt;Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda: "Hari  terbaik dimana pada hari itu matahari terbit adalah hari Jum'at. Pada hari itu  Adam diciptakan, dimasukkan surga serta dikeluarkan darinya. Dan kiamat tidak  akan terjadi kecuali pada hari Jum'at” Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah  menyebut hari Jumat memiliki 33 keutamaan. Bahkan Imam as-Suyuthi menyebut ada  1001 keistimewaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Terdapat Waktu Mustajab untuk Berdo'a.&lt;br /&gt;Abu  Hurairah berkata Rasulullah saw bersabda: " Sesungguhnya pada hari Jum'at  terdapat waktu mustajab bila seorang hamba muslim melaksanakan shalat dan  memohon sesuatu kepada Allah pada waktu itu, niscaya Allah akan mengabulkannya.  Rasululllah mengisyaratkan dengan tangannya menggambarkan sedikitnya waktu itu  (H. Muttafaqun Alaih)&lt;br /&gt;Ibnu Qayyim Al Jauziah - setelah menjabarkan perbedaan  pendapat tentang kapan waktu itu - mengatakan: "Diantara sekian banyak pendapat  ada dua yang paling kuat, sebagaimana ditunjukkan dalam banyak hadits yang  sahih, pertama saat duduknya khatib sampai selesainya shalat. Kedua, sesudah  Ashar, dan ini adalah pendapat yang terkuat dari dua pendapat tadi (Zadul Ma'ad  Jilid I/389-390).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Hari Diperintahkannya Shalat Jumat.&lt;br /&gt;Rasulullah  bersabda, “Hendaklah kaum-kaum itu berhenti dari meninggalkan shalat Jumat. Atau  (jika tidak) Allah pasti akan mengunci hari mereka, kemudian mereka pasti  menjadi orang-orang yang lalai.” [Muslim]. Dalam riwayat lain Rasulullah  menyebutkan, “Shalat Jumat adalah hak yang diwajibkan kepada setiap Muslim  kecuali empat orang; budak atau wanita, atau anak kecil, atau orang sakit.” [Abu  Daud]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلاةِ مِنْ يَوْمِ  الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَلِكُمْ خَيْرٌ  لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ (٩)&lt;br /&gt;“Hai orang-orang beriman, apabila diseru  untuk menunaikan shalat Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan  tinggalkanlah jual beli, yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu  mengetahui.” [QS: Al-Jumu'ah:9]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَنْ غَسَّلَ يَوْمَ الْجُمْعَةِ  وَاغْتَسَلَ ثُمَّ بَكَّرَ وَابْتَكَرَ وَمَشَى وَلَمْ يَرْكَبْ وَدَنَا مِنَ  اْلإِمَامِ فَاسْتَمَعَ وَلَمْ يَلْغُ كَانَ لَهُ بِكُلِّ خُطْوَةٍ عَمَلُ سَنَةٍ  أَجْرُ صِيَامُهَا وَقِيَامُهَا&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang bersuci dan mandi, kemudian  bergegas dan mendengar khutbah dari awal, berjalan kaki tidak dengan  berkendaraan, mendekat dengan imam, lalu mendengarkan khutbah dan tidak berbuat  sia-sia, maka baginya bagi setiap langkah pahala satu tahun baik puasa dan  shalatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Sedekah pada hari itu lebih utama dibanding sedekah pada  hari-hari lainnya.&lt;br /&gt;Ibnu Qayyim berkata: "Sedekah pada hari itu dibandingkan  dengan sedekah pada enam hari lainnya laksana sedekah pada bulan Ramadhan  dibanding bulan-bulan lainnya". Hadits dari Ka'ab menjelaskan: "Dan sedekah pada  hari itu lebih mulia dibanding hari-hari selainnya".(Mauquf Shahih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.  Hari tatkala Allah swt menampakkan diri kepada hamba-Nya yang beriman di  Surga.&lt;br /&gt;Sahabat Anas bin Malik dalam mengomentari ayat: "Dan Kami memiliki  pertambahannya" (QS.50:35) mengatakan: "Allah menampakkan diri kepada mereka  setiap hari Jum'at".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Hari besar yang berulang setiap pekan.&lt;br /&gt;Ibnu  Abbas berkata : Rasulullah saw bersabda : " Hari ini adalah hari besar yang  Allah tetapkan bagi ummat Islam, maka siapa yang hendak menghadiri shalat Jum'at  hendaklah mandi terlebih dahulu ......". (HR. Ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Hari  dihapuskannya dosa-dosa&lt;br /&gt;Salman Al Farisi berkata : Rasulullah saw bersabda:  "Siapa yang mandi pada hari Jum'at, bersuci sesuai kemampuan, merapikan  rambutnya, mengoleskan parfum, lalu berangkat ke masjid, dan masuk masjid tanpa  melangkahi diantara dua orang untuk dilewatinya, kemudian shalat sesuai tuntunan  dan diam tatkala imam berkhutbah, niscaya diampuni dosa-dosanya di antara dua  Jum'at". (HR. Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Orang yang berjalan untuk shalat Jum'at akan  mendapat pahala untuk tiap langkahnya, setara dengan pahala ibadah satu tahun  shalat dan puasa.&lt;br /&gt;Aus bin Aus berkata: Rasulullah saw bersabda: "Siapa yang  mandi pada hari Jum'at, kemudian bersegera berangkat menuju masjid, dan  menempati shaf terdepan kemudian dia diam, maka setiap langkah yang dia ayunkan  mendapat pahala puasa dan shalat selama satu tahun, dan itu adalah hal yang  mudah bagi Allah". (HR. Ahmad dan Ashabus Sunan, dinyatakan shahih oleh Ibnu  Huzaimah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Wafat pada malam hari Jum'at atau siangnya adalah tanda  husnul khatimah, yaitu dibebaskan dari fitnah (azab) kubur.&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh  Ibnu Amru , bahwa Rasulullah saw bersabda:"Setiap muslim yang mati pada siang  hari Jum'at atau malamnya, niscaya Allah akan menyelamatkannya dari fitnah  kubur". (HR. Ahmad dan Tirmizi, dinilai shahih oleh Al-Bani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Hari  Pembeda antara Islam dan Non-Muslim.&lt;br /&gt;Hari Jumat adalah hari istimewa bagi  kaum Muslim. Selain itu diberikan Nabi untuk membedakan antara harinya orang  Yahudi dan orang Nashrani.&lt;br /&gt;Abu Hurairah meriwayatkan, Rasulullah bersabda:  "Allah telah memalingkan orang-orang sebelum kita untuk menjadikan hari Jumat  sebagai hari raya mereka, oleh karena itu hari raya orang Yahudi adalah hari  Sabtu, dan hari raya orang Nasrani adalah hari Ahad, kemudian Allah memberikan  bimbingan kepada kita untuk menjadikan hari Jumat sebagai hari raya, sehingga  Allah menjadikan hari raya secara berurutan, yaitu hari Jumat, Sabtu, dan Ahad.  Dan di hari kiamat mereka pun akan mengikuti kita seperti urutan tersebut,  walaupun di dunia kita adalah penghuni yang terakhir, namun di hari kiamat nanti  kita adalah urutan terdepan yang akan diputuskan perkaranya sebelum seluruh  makhluk." [HR. Muslim] &lt;br /&gt;‎​سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ،لاَ إِلَهَ  إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ(&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908011865593489009-1135978991461848022?l=ikitasya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikitasya.blogspot.com/feeds/1135978991461848022/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/06/keutamaan-hari-jumat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/1135978991461848022'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/1135978991461848022'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/06/keutamaan-hari-jumat.html' title='Keutamaan Hari Jumát'/><author><name>Ikitasya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18179110198409448761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-2VotTfOh3_w/TcavH0IISBI/AAAAAAAAAQw/9u9pFYubge4/s220/Photo0104.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908011865593489009.post-8002246154284770933</id><published>2011-05-15T05:29:00.001-07:00</published><updated>2011-05-15T05:29:46.600-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;embed align="middle" flashvars="cy=bb&amp;amp;il=1&amp;amp;channel=3314649325793522826&amp;amp;site=widget-8a.slide.com" name="flashticker" quality="high" salign="l" scale="noscale" src="http://widget-8a.slide.com/widgets/slidemap.swf" style="height: 262px; width: 350px;" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;div style="text-align: left; width: 350px;"&gt;&lt;a href="http://www.slide.com/pivot?cy=bb&amp;amp;at=un&amp;amp;id=3314649325793522826&amp;amp;map=5" target="_blank"&gt;&lt;img border="0" ismap="ismap" src="http://widget-8a.slide.com/c1/3314649325793522826/bb_t002_v000_s0un_f00/images/xslide11.gif" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.slide.com/pivot?cy=bb&amp;amp;at=un&amp;amp;id=3314649325793522826&amp;amp;map=6" target="_blank"&gt;&lt;img border="0" ismap="ismap" src="http://widget-8a.slide.com/c2/3314649325793522826/bb_t002_v000_s0un_f00/images/xslide6.gif" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.slide.com/pivot?cy=bb&amp;amp;at=un&amp;amp;id=3314649325793522826&amp;amp;map=H" target="_blank"&gt;&lt;img border="0" ismap="ismap" src="http://widget-8a.slide.com/c4/3314649325793522826/bb_t002_v000_s0un_f00/images/xslide42.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908011865593489009-8002246154284770933?l=ikitasya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikitasya.blogspot.com/feeds/8002246154284770933/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/05/blog-post.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/8002246154284770933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/8002246154284770933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/05/blog-post.html' title=''/><author><name>Ikitasya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18179110198409448761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-2VotTfOh3_w/TcavH0IISBI/AAAAAAAAAQw/9u9pFYubge4/s220/Photo0104.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908011865593489009.post-6210119606649939337</id><published>2011-04-29T01:26:00.000-07:00</published><updated>2011-04-29T01:26:10.580-07:00</updated><title type='text'>Bahaya Daging Babi</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: #111111; font-family: 'Georgia','serif';"&gt;Bahaya daging babi bagi manusia&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: #888888; font-family: 'Georgia','serif';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: #888888; font-family: 'Georgia','serif';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: #111111; font-family: 'Georgia','serif'; font-size: 10pt;"&gt;Babi adalah hewan yang sangat kotor karena biasanya mereka memakan segala sesuatu yang diberikan kepadanya dari mulai bangkai, kotorannya sendiri sampai kotoran manusia. Secara psikis babi memiliki tabiat yang malas, tidak menyukai matahari, sangat suka makan dan tidur, memiliki sifat tamak, dan tidak memiliki kehendak dan daya juang, bahkan untuk membela diri sekalipun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: #111111; font-family: 'Georgia','serif'; font-size: 10pt;"&gt;Secara fisik babi banyak menyimpan bibit penyakit. Babi dianggap hewan yang sama sekali tidak layak untuk dikonsumsi. Oleh karena itu ALLAH SWT melarang umat Islam untuk mengkonsumsi Babi. Umat Islam diHaramkan untuk makan daging babi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: #111111; font-family: 'Georgia','serif'; font-size: 10pt;"&gt;Di antara parasit-parasit itu adalah sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: #111111; font-family: 'Georgia','serif'; font-size: 10pt;"&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt;Cacing Taenia Solium:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Parasit ini berupa larva yang berbentuk gelembung pada daging babi atau berbentuk butiran-butiran telur pada usus babi. Jika seseorang memakan daging babi tanpa dimasak dengan baik, maka dinding-dinding gelembung ini akan dicerna oleh perut manusia. Peristiwa ini akan menghalangi perkembangan tubuh dan akan membentuk cacing pita yang panjangnya bisa mencapai lebih dari 3 meter.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: #111111; font-family: 'Georgia','serif'; font-size: 10pt;"&gt;Cacing ini akan melekat pada dinding usus dengan cara menempelkan kepalanya lalu menyerap unsur-unsur makanan yang ada di lambung. Hal itu bisa menyebabkan seseorang kekurangan darah dan gangguan pencernaan, karena cacing ini bisa mengeluarkan racun. Apabila pada diri seseorang, khususnya anak-anak, telah diketahui terdapat cacing ini di lambungnya maka dia akan mengalami hysteria atau perasaan cemas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: #111111; font-family: 'Georgia','serif'; font-size: 10pt;"&gt;Terkadang larva yang ada dalam usus manusia ini akan memasuki saluran peredaran darah dan terus menyebar ke seluruh tubuh, termasuk otak, hati, saraf tulang belakang, dan paru-paru. Dalam kondisi ini dapat menyebabkan penyakit yang mematikan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: #111111; font-family: 'Georgia','serif'; font-size: 10pt;"&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt;Cacing Trichinella Spiralis&lt;/b&gt;&amp;nbsp;Cacing ini ada pada babi dalam bentuk gelembung-gelembung lembut. Jika seseorang mengkonsumsi daging babi tanpa dimasak dengan baik, maka gelembung-gelembung yang mengandung larva cacing ini dapat tinggal di otot dan daging manusia, sekat antara paru-paru dan jantung, dan di daerah-daerah lain di tubuh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: #111111; font-family: 'Georgia','serif'; font-size: 10pt;"&gt;Penyerangan cacing ini pada otot dapat menyebabkan rasa sakit yang luar biasa dan menyebabkan gerakan lambat, ditambah lagi sulit melakukan aktivitas. Sedang keberadaannya di sekat tersebut akan mempersempit pernafasan, yang bisa berakhir dengan kematian. Bisa jadi, cacing jenis ini tidak akan membuat seseorang meninggal dalam waktu singkat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: #111111; font-family: 'Georgia','serif'; font-size: 10pt;"&gt;Namun patut diketahui bahwa cacing-cacing kecil yang berkembang di otot-otot tubuh seseorang setelah dia mengkonsumsi daging babi bisa dipastikan akan menetap di sana hingga orang itu meninggal dunia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: #111111; font-family: 'Georgia','serif'; font-size: 10pt;"&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt;Cacing Schistosoma Japonicus&lt;/b&gt;&amp;nbsp;adalah cacing yang lebih berbahaya daripada cacing schistosoma yang dilkenal di Mesir. Dan babi adalah satu-satunya binatang yang mengandung cacing ini. Cacing ini dapat menyerang manusia apabila mereka menyentuh atau mencuci tangan dengan air yang mengandung larva cacing yang berasal dari kotoran babi. Cacing ini dapat menyelinap ke dalam darah, paru-paru, dan hati.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: #111111; font-family: 'Georgia','serif'; font-size: 10pt;"&gt;Cacing ini berkembang dengan sangat cepat, dalam sehari bisa mencapai lebih dari 20.000 telur, serta dapat membakar kulit, lambung dan hati. Terkadang juga menyerang bagian otak dan saraf tulang belakang yang berakibat pada kelumpuhan dan kematian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: #111111; font-family: 'Georgia','serif'; font-size: 10pt;"&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt;Fasciolopsis Buski&lt;/b&gt;&amp;nbsp;Parasit ini hidup di usus halus babi dalam waktu yang lama. Ketika terjadi percampuran antara usus dan tinja, parasit ini akan berada dalam bentuk tertentu yang bersifat cair yang bisa memindahkan penyakit pada manusia. Kebanyakan jenis parasit ini terdapat di daerah China dan Asia Timur. Parasit ini bisa menyebabkan gangguan pencernaan, diare, dan pembengkakan di sekujur tubuh, serta bisa menyebabkan kematian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: #111111; font-family: 'Georgia','serif'; font-size: 10pt;"&gt;5.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt;Cacing Ascaris&lt;/b&gt;&amp;nbsp;Panjang cacing ini adalah sekitar 25 cm. Cacing ini bisa menyebabkan radang paru-paru, radang tenggorokan dan penyumbatan lambung. Cacing ini tidak bisa dibasmi di dalam tubuh, kecuali dengan cara operasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: #111111; font-family: 'Georgia','serif'; font-size: 10pt;"&gt;6.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt;Cacing Ankylostoma&lt;/b&gt;&amp;nbsp;Larva cacing ini masuk ke dalam tubuh dengan cara membakar kulit ketika seseorang berjalan, mandi, atau minum air yang tercemar. Cacing ini bisa menyebabkan diare dan pendarahan di tinja, yang bisa menyebabkan terjadinya kekurangan darah, kekurangan protein dalam tubuh, pembengkakan tubuh, dan menyebabkan seorang anak mengalami keterlambatan dalam pertumbuhan fisik dan mental, lemah jantung dan akhirnya bisa menyebabkan kematian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: #111111; font-family: 'Georgia','serif'; font-size: 10pt;"&gt;7.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt;Clonorchis Sinensis&lt;/b&gt;&amp;nbsp;Ini jenis cacing yang menyelinap dan tinggal di dalam air empedu hati babi, yang merupakan sumber utama penularan penyakit pada manusia. Cacing ini terdapat di China dan Asia Timur, karena orang-orang di sana biasa memelihara dan mengkonsumsi babi. Virus ini bisa menyebabkan pembengkakan hati manusia dan penyakit kuning yang disertai dengan diare yang parah, tubuh menjadi kurus dan berakhir dengan kematian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: #111111; font-family: 'Georgia','serif'; font-size: 10pt;"&gt;8.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt;Cacing Paragonimus&lt;/b&gt;&amp;nbsp;Cacing ini hidup di paru-paru babi. Cacing ini tersebar luas di China dan Asia Tenggara tempat di mana babi banyak dipelihara dan dikonsumsi. Cacing ini bisa menyebabkan radang paru-paru. Sampai sekarang belum ditemukan cara membunuh cacing di dalam paru-paru. Tapi yang jelas cacing ini tidak terdapat, kecuali di tempat babi hidup. Parasit ini bisa menyebabkan pendarahan paru-paru kronis, di mana penderita akan merasa sakit, ludah berwarna cokelat seperti karat, karena terjadi pendarahan pada kedua paru-paru.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: #111111; font-family: 'Georgia','serif'; font-size: 10pt;"&gt;9.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt;Swine Erysipelas&lt;/b&gt;&amp;nbsp;Parasit ini terdapat pada kulit babi. Parasit ini selalu siap untuk pembakaran pada kulit manusia yang mencoba mendekati atau berinteraksi dengannya. Parasit ini bisa menyebabkan radang kulit manusia yang memperlihatkan warna merah dan suhu tubuh tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: #111111; font-family: 'Georgia','serif'; font-size: 10pt;"&gt;Sedang kuman-kuman yang ada pada babi dapat menyebabkan berbagai penyakit, diantaranya adalah TBC, Cacar (Small pox), gatal-gatal (scabies), dan Kuman Rusiformas N. Dalam berbagai argumentasi, sebagian orang berpendapat jika peralatan modern sudah jauh lebih maju dan bisa menanggulangi cacing-cacing ini sehingga tidak berbahaya lagi, karena panas tinggi yang dihasilkan oleh alat tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: #111111; font-family: 'Georgia','serif'; font-size: 10pt;"&gt;Namun pengetahuan ini masih memerlukan kajian yang lebih mendalam. Sampai sekarang belum ada seorang ahli pun yang bisa memastikan dengan benar berapa derajat panas yang digunakan sebagai ukuran baku untuk membunuh cacing-cacing ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: #111111; font-family: 'Georgia','serif'; font-size: 10pt;"&gt;Padahal menurut teori, memasak daging yang benar adalah tidak terlalu cepat namun juga tidak terlalu lama. Karena jika terlalu cepat dikhawatirkan parasit-parasit yang terdapat dalam daging tidak sempat mati sementara kalau terlalu lama semua kandungan gizi daging akan hilang dan hanya menyisakan toxic (racun).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: #111111; font-family: 'Georgia','serif'; font-size: 10pt;"&gt;Kalau sudah demikian siapa yang berani menjamin kalau daging babi cukup aman untuk dikonsumsi? Memang benar dalam tubuh sapi juga ada cacing. Cacing tersebut diberi nama T. Saginata.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: #111111; font-family: 'Georgia','serif'; font-size: 10pt;"&gt;Tapi babi sendiri kadang-kadang juga menjadi sarang cacing jenis ini. Namun demikian ada perbedaan yang mendasar antara cacing yang terdapat pada sapi dan cacing yang ada pada babi. Saginata yang ada pada babi melangsungkan proses hidupnya dalam tubuh manusia sedangkan saginata yang ada pada sapi hanya dapat hidup di dalam sapi dan tidak hidup di dalam tubuh manusia, sekalipun sudah terlanjur masuk dalam tubuh manusia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: #111111; font-family: 'Georgia','serif'; font-size: 10pt;"&gt;Adapun keberadaan saginata dalam tubuh manusia mungkin disebabkan oleh proses masak yang tidak baik di dalam tubuh babi. Disamping itu daging babi adalah daging yang paling sulit dicerna, karena kandungan zat lemaknya sangat tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: #111111; font-family: 'Georgia','serif'; font-size: 10pt;"&gt;Tabel berikut akan menjelaskan kadar lemak yang terdapat dalam daging babi dan hewan lainnya:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: #111111; font-family: 'Georgia','serif'; font-size: 10pt;"&gt;Babi gemuk 91%, Kambing gemuk 56%, Sapi gemuk 35%&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: #111111; font-family: 'Georgia','serif'; font-size: 10pt;"&gt;Babi sedang 60%, Kambing sedang 29%, Sapi sedang 20%&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: #111111; font-family: 'Georgia','serif'; font-size: 10pt;"&gt;Babi kurus 29%, Kambing kurus 14%, Sapi kurus 6%&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: #111111; font-family: 'Georgia','serif'; font-size: 10pt;"&gt;Selain itu jika dibiarkan berada di udara terbuka maka daging yang pertama kali busuk adalah daging babi, diikuti daging domba dan yang terakhir adalah daging sapi. Akan tetapi apabila daging-daging tersebut dimasak, maka yang paling lambat masaknya adalah daging babi. Dari hasil penelitian juga diperoleh kesimpulan bahwa daging kambing dan daging sapi berada dalam lambung selama 3 jam proses pencernaan sempurna, sementara daging babi bisa berada dalam lambung selama 5 jam hanya untuk memperoleh hasil pencernaan yang sempurna.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: #111111; font-family: 'Georgia','serif'; font-size: 10pt;"&gt;Jika ada yang bertanya:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: #111111; font-family: 'Georgia','serif'; font-size: 10pt;"&gt;buat apa babi diciptakan jika tidak untuk dimakan?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: #111111; font-family: 'Georgia','serif'; font-size: 10pt;"&gt;Itu sama sperti kita bertanya untuk apa Virus digunakan?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: #111111; font-family: 'Georgia','serif'; font-size: 10pt;"&gt;Untuk apa ada penyakit? Mungkin Kita bisa jawab: di dalam tubuh babi ada hal yang bisa kita petik pelajarannya dan kemudian kita hindari sebagaimana naluri kita selalu berkata untuk sedapat mungkin menghindarkan diri dari pengaruh virus flu atau bibit penyakit lainnya. Atau bisa juga kita jawab,semua itu untuk menjaga keseimbangan kehidupan makhluk hidup di dunia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: #111111; font-family: 'Georgia','serif'; font-size: 10pt;"&gt;Dengan adanya semua penyakit itu mungkin bisa membuat kita sadar bahwa kita hanyalah makhluk Tuhan yang sangat lemah,bahwa kita tidak ada apa apanya di depan Tuhan Yang Maha Kuasa. Dan tentunya dalam setiap ciptaan NYA pasti selalu ada hikmah yang dapat kita petik. Namun jika masih ada juga yg bersikukuh tentang makan babi, maka paling tidak mereka harus bisa membuktikan bahwa daging tersebut aman dari pengaruh parasit maupun kandungan lemaknya yang tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: #111111; font-family: 'Georgia','serif'; font-size: 10pt;"&gt;Apa mereka dapat melakukannya sementara para ahli saja tidak benar-benar berani menjaminnya?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: #111111; font-family: 'Georgia','serif'; font-size: 10pt;"&gt;Subhanallah… Maha Besar ALLAH SWT yang telah melarang kita untuk memakan daging babi..&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white; min-height: 0px;"&gt;__._,_.___&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908011865593489009-6210119606649939337?l=ikitasya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikitasya.blogspot.com/feeds/6210119606649939337/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/04/bahaya-daging-babi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/6210119606649939337'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/6210119606649939337'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/04/bahaya-daging-babi.html' title='Bahaya Daging Babi'/><author><name>Ikitasya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18179110198409448761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-2VotTfOh3_w/TcavH0IISBI/AAAAAAAAAQw/9u9pFYubge4/s220/Photo0104.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908011865593489009.post-3711993171240232949</id><published>2011-04-28T04:39:00.000-07:00</published><updated>2011-04-28T04:39:42.790-07:00</updated><title type='text'>Kisah Nyata Pemulung Tua dan Amplop Putih</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="color: #274e13; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Kisah Pemulung Tua Dan Amplop Putih&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #274e13;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #274e13;"&gt;&lt;span&gt;Assalamu’alaikum wr.wb.,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #274e13;"&gt;&lt;span&gt;Teman-teman, tadi siang saya harus berangkat ke Plaza Indonesia karena ada meeting di situ. Jam 12.30 saya naik taksi di depan rumah tetapi langsung kena macet karena menuju lampu merah. Saya baru saja duduk, berdoa seperti biasa, lalu lihat ke depan untuk ngecek kondisi lalu lintas. Ternyata, taksi hampir tidak bergerak dan lampu merah masih jauh. Taksi maju sedikit dan berhenti lagi. Saya lihat ke kiri. Persis di sebelah kiri saya ada bapak tua yang menjadi pemulung, yang umurnya sudah kira2 70-80 tahun. Dia sedang tarik gerobak, tetapi tidak bisa maju karena jalan ke depan diblokir antrian mobil yang menunggu lampu merah. Saya melihat bajunya yang kere sekali. Mukanya yang tua dengan kulit yang keriput. Di luar sangat panas (mau hujan) sedangkan saya duduk di dalam AC yang sejuk. Dia kurus sekali dan mungkin tidak makan secara rutin, sedangkan saya baru saja makan di rumah dan sudah janji makan lagi dengan teman2 di Plaza Indonesia. Saya merasa kasihan sama bapak itu. Mestinya dia sudah pensiun dan duduk di rumah dengan santai setiap hari. Tetapi siapa yang mau membiayai masa pensiunan dia? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #274e13;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #274e13;"&gt;&lt;span&gt;Saya ambil dompet, keluarkan 50 ribu, dan buka jendela. Bau tidak sedap dari gerobak masuk ke dalam taksi. Saya panggil dia. &lt;br /&gt;“Pak. Ini bukan makan siang Pak.”&lt;br /&gt;Dia lihat ke kanan. Senyum sedikit, tetapi tidak terlalu banyak. Uangnya diambil. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #274e13;"&gt;&lt;span&gt;“Terima kasih.” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #274e13;"&gt;&lt;span&gt;Saya sempat berfikir, kok dia tidak melihat muka saya, dan hanya melihat uangnya. Saya tutup jendela lagi, karena tidak tahan bau yang tidak sedap dari gerobaknya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #274e13;"&gt;&lt;span&gt;Saya tetap memantau dia. Uang dipegang, dan dia kelihatan sedikit bingung. Uang mau ditaruh di kantong bajunya, tetapi dia ragu-ragu, dan akhirnya ditaruh di kantong celannya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #274e13;"&gt;&lt;span&gt;Taksi saya mulai bergerak, tetapi dia masih tidak bisa maju karena ada terlalu banyak mobil yang tidak membuka jalan bagi dia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #274e13;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #274e13;"&gt;&lt;span&gt;Saya lewat lampu merah dan tinggalkan dia. Dalam perjalanan ke Plaza Indonesia saya memikirkan bapak tua itu lagi. Kasihan sekali dia. Sudah tua tetapi masih terpaksa kerja, dengan suatu pekerjaan yang sangat tidak menyenangkan, bikin panas, capek, dan bau. Saya mulai berpikir, kenapa saya tidak kasih dia 100 ribu daripada hanya 50 ribu saja? Ya, sudah. Uang saya juga sedikit sekarang. Sebentar lagi harus bayar visa 1 juta. Harus memikirkan diri&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;sendiri juga. Walaupun saya masih membutuhkan uang untuk diri sendiri, saya tetap merasa sedih karena tidak berani kasih dia 100 ribu. Saya merasa sedikit menyesal. Apa emang saya tidak yakin sama Allah? Apa emang susah bagi Allah untuk kasih saya uang lagi? Kenapa mesti takut jatuh miskin, padahal skil saya di beberapa bidang cukup banyak! Sedangkan untuk bapak tua itu, mungkin satu-satunya cara mendapat uang adalah sebagai pemulung.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #274e13;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #274e13;"&gt;&lt;span&gt;Seperti biasa, saya berdzikir terus dalam perjalanan dan akhirnya sampai tujuan. Setelah selesai rapat di Plaza Indonesia, saya jalan lagi ke kantor seorang teman. Mau meeting lagi. Bapak yang punya kantor tidak ada, tetapi saya mau diskusi dengan stafnya saja. Kita jadi diskusi lama juga, antar 4-5 jam, membahas rencana perkembangan organisasi ke depan. Saya datang secara ikhlas karena mau membantu. Saya bukan karyawan dan hanya ingin membantu mereka maju, dengan memberi ide dan saran yang insya Allah bermanfaat. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #274e13;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #274e13;"&gt;&lt;span&gt;Sudah hampir jam 9 malam, dan kita sama-sama setuju untuk pulang. Tiba2, salah satu staf kasih saya amplop putih.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #274e13;"&gt;&lt;span&gt;“Apa ini?” tanya saya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #274e13;"&gt;&lt;span&gt;“Dari bapak. Disuruh kasih kepada Gene?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #274e13;"&gt;&lt;span&gt;Saya kaget. Buat apa bapak mau kasih saya surat? Email saja bisa, sms, telfon juga. Buat apa titip surat? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #274e13;"&gt;&lt;span&gt;Saya ambil amplopnya dan membukanya sambil memikirkan isi surat itu apa. Di dalamnya ternyata ada uang, bukan surat. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #274e13;"&gt;&lt;span&gt;“Kok ada uang? Untuk apa ini?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #274e13;"&gt;&lt;span&gt;“Nggak tahu. Disuruh kasih saja. Mungkin itu hanya tanda terima kasih atas semua bantuan kamu dengan datang ke sini.” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #274e13;"&gt;&lt;span&gt;Saya hitung. Ada 500 ribu rupiah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #274e13;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #274e13;"&gt;&lt;span&gt;Berikan 50 ribu kepada pemulung tua. Sekitar 7 jam kemudian mendapatkan 500 ribu rupiah, yang benar-benar di luar perkiraan saya, dari arah yang tidak tersangka. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #274e13;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #274e13;"&gt;&lt;span&gt;Teman-teman, jangan sekali2 merasa takut bahwa Allah akan sia-siakan usaha kita untuk berjuang di jalan-Nya dengan usaha apa saja. Apapun yang kita belanjakan di jalan Allah akan kembali kepada kita. Itu janji Allah SWT, dan Allah sama sekali tidak pernah mengingkari janjinya. (Hanya kita saja yang melakukan itu. Allah tidak pernah!)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #274e13;"&gt;&lt;span&gt;Jangan takut bahwa uang yang diberikan kepada anak yatim dan fakir miskin akan menghilang begitu saja. Yakinlah bahwa Allah akan membalas. Bisa dengan memberikan uang tunai langsung. Bisa dengan memberikan kesehatan (supaya tidak mengeluarkan biaya untuk dokter). Bisa dengan memberikan ketenangan hati saja, sehingga tidak perlu minum obat atau cuti untuk menghilangkan stres. Bisa dengan memberikan isteri yang mulia dan anak yang saleh, sehingga selalu merasa bahagia ketika pulang ke rumah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #274e13;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #274e13;"&gt;&lt;span&gt;Yakinlah bahwa Allah akan membalas. Dan jangan sekali2 berpikir bahwa uang yang ada di tangan kita adalah pemberian dari Allah untuk membantu kita bergengsi tinggi di depan orang lain. Allah memberikan uang itu kepada kita supaya kita akan menggunakannya untuk berjuang di jalan-Nya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #274e13;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #274e13;"&gt;&lt;span&gt;Jangan takut berjuang. Dan jangan merasa takut bahwa usaha kita akan dilupakan sama Allah! &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #274e13;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #274e13;"&gt;&lt;span&gt;“Barang siapa berbuat satu amal kebaikan, maka pasti baginya SEPULU KALI LIPAT amalnya (balasannya)" &lt;br /&gt;(QS.Al-An”am 6:160 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;133.Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang BERTAQWA, &lt;br /&gt;134. (yaitu) orang-orang yang MENAFKAHKAN (hartanya), baik di waktu LAPANG maupun SEMPIT, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” &lt;br /&gt;(QS. Ali Imran 3:133-134)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;92. Kamu sekali-kali tidak sampai kepada KEBAJIKAN (yang sempurna), sebelum kamu MENAFKAHKAN sebahagian HARTA yang kamu CINTAI. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya. &lt;br /&gt;(QS. Ali ‘Imran 3:92)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #274e13;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #274e13;"&gt;&lt;span&gt;Semoga bermanfaat sebagai renungan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #274e13;"&gt;&lt;span&gt;Wassalamu’alaikum wr.wb.,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #274e13;"&gt;&lt;span&gt;Gene &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;a href="http://genenetto.blogspot.com/2011/04/kisah-pemulung-tua-dan-amplop-putih.html" target="_blank"&gt;http://genenetto.blogspot.com/&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;2011/04/kisah-pemulung-tua-&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;dan-amplop-putih.html&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908011865593489009-3711993171240232949?l=ikitasya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikitasya.blogspot.com/feeds/3711993171240232949/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/04/kisah-nyata-pemulung-tua-dan-amplop.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/3711993171240232949'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/3711993171240232949'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/04/kisah-nyata-pemulung-tua-dan-amplop.html' title='Kisah Nyata Pemulung Tua dan Amplop Putih'/><author><name>Ikitasya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18179110198409448761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-2VotTfOh3_w/TcavH0IISBI/AAAAAAAAAQw/9u9pFYubge4/s220/Photo0104.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908011865593489009.post-3972416859532273867</id><published>2011-03-23T07:19:00.000-07:00</published><updated>2011-03-23T07:19:45.933-07:00</updated><title type='text'>Doa</title><content type='html'>&lt;h2 class="singlePageTitle" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Doa adalah Senjata Kita &lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="filedto"&gt; &lt;a href="http://www.dakwatuna.com/category/suplemen/artikel-lepas/" rel="category tag" title="Lihat seluruh tulisan dalam Artikel Lepas"&gt;Artikel Lepas&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="tanggal"&gt;21/3/2011 | 17 Rabiuts Tsani 1432 H | Hits: 2.529&lt;/div&gt;&lt;span class="postedby"&gt;Oleh: &lt;a href="http://www.dakwatuna.com/author/qipot/" title="Profil dari Muhammad Taufiq Hidayat"&gt;Muhammad Taufiq Hidayat&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;hr align="left" color="#eeeeee" noshade="noshade" size="1" /&gt; &lt;div align="right"&gt;&lt;a href="http://www.dakwatuna.com/2011/11444/email/" rel="nofollow" title="Kirim"&gt;&lt;img alt="Kirim" class="WP-EmailIcon" src="http://www.dakwatuna.com/wp-content/plugins/wp-email/images/email_famfamfam.png" style="border: 0px none;" title="Kirim" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;a href="http://www.dakwatuna.com/2011/11444/print/" rel="nofollow" title="Print"&gt;&lt;img alt="Print" class="WP-PrintIcon" src="http://www.dakwatuna.com/wp-content/plugins/wp-print/images/printer_famfamfam.gif" style="border: 0px none;" title="Print" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;/div&gt;&lt;!-- / Bagian Judul Naskah Nih --&gt;       &lt;div class="dd_post_share dd_post_share_right"&gt;&lt;div class="dd_buttons"&gt;&lt;div class="dd_button_v"&gt;&lt;span class="db-wrapper db-clear db-medium"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="db-container db-submit"&gt;&lt;span class="db-body db-medium"&gt;&lt;span class="db-count"&gt;0&lt;/span&gt;&lt;span class="db-copy"&gt;diggs&lt;/span&gt;&lt;a class="db-anchor" href=""&gt;digg&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="dd_button_v"&gt;&lt;a class="google-buzz-button" data-button-style="normal-count" data-url="http://www.dakwatuna.com/2011/11444/" href="http://www.google.com/buzz/post" style="text-decoration: none;" title="Post on Google Buzz"&gt;&lt;span class="buzz-counter" dir="ltr" id="buzz-1947615252"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.dakwatuna.com/wp-content/uploads/muslim-praying.jpg" rel="shadowbox[post-11444];player=img;" title="muslim-praying"&gt;&lt;img alt="" class="alignright size-medium wp-image-11446" height="205" src="http://www.dakwatuna.com/wp-content/uploads/muslim-praying-250x205.jpg" title="muslim-praying" width="250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sahabat …kepada siapakah kita memohon bantuan ketika tertimpa musibah?kepada siapakah kita menggantungkan segala urusan hidup kita?kepada siapakah kita mengadu atas segala lelah,atas segala kegundahan dan kegelisahan yang kita hadapi?siapakah yang layak menjadi tempat bergantung , memohon , meminta dan meratap dari semua makhluk?Siapakah yang menjadi tempat tumpuan,siapakah yang menjadi gantungan hati,dan selalu diucapkan oleh lidah manusia?Jawabannya adalah hanya Allah yang tiada ilah selain Dia.&lt;br /&gt;Wahai sahabat …berdoalah kepada Allah…kerena doa adalah senjata kita, kerena doa adalah benteng kita dari tipu daya syaithonsyaithon .Berdoalah kepada Allah baik di kala lapang maupun sempit dalam keadaan mudah maupun sulit.Berdoalah kepada-Nya dengan penuh kepasrahan,dengan penuh ketundukan ,menagislah…berharaplah…bertobatlah.Berdoalah kepada Nya dengan penuh kemantapan dan keyakinan,Yakinlah bahwa Allah akan mengabulkan doa-doa kita.&lt;br /&gt;Yakinlah ketika kita berdoa,saat itulah keluasan akan anugerah –Nya akan datang, pertolongan dari-Nya akan segera datang,bantuan akan segara nampak serta kemenangan akan segera hadir dalam kehidupan kita.&lt;br /&gt;“Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi ?Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikit lah kamu mengingati(Nya).Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya?” ( QS an-Naml :62)&lt;br /&gt;Dengan doa,Allah akan menolong orang yang tertimpa kesulitan, menolong orang yang didhzalimi , memberi petunjuk kepada orang yang sesat,menyembuhkan orang yang sakit,dan meringankan beban orang yang mendapat cobaan.&lt;br /&gt;Disebabkan oleh doa,Nabi Nuh bersama orang-orang yang beriman bersamanya diselamatkan oleh Allah dan orang-orang kafir ditenggelamkan .Disebabkan oleh doa pula Nabi Yunus selamat dari perut ikan paus , setelah tiga malam berada dalam kegelapannya.Disebabkan oleh doa ,kesulitan yang menimpa Nabi Ayyub diangkat oleh Allah,disebabkan oleh doa,Nabi Musa diselamatkan oleh Allah dari Fir’aun dan kaumnya.&lt;br /&gt;Sahabat…doa kita kepada Rabb terhitung sebagai wujud lain dari ibadah .Juga sebagai bukti ketaatan besar yang akan mendatangkan suatu pemberian lebih dari apa yang Anda minta.Seorang hamba yang menemukan nilai indah sebuah doa akan merasa puas , tidak akan bersedih , berduka maupun gelisah.&lt;br /&gt;Sahabat..ketika semua harapan kita sudah putus, sudah buntu jangan bingung dan gelisah. Ingatlah Rabb tempat bergantungnya segala sesuatu.Berdoalah kepada-Nya,hilangkan kesombongan kita,mintalah ,memohonlah kepada-Nya.Ketika pintu manusia tertutup untuk kita, pintu Allah masih selalu terbuka untuk kita .Allah Maha Dekat, Allah Maha Mendengar,dan Allah Maha Mengabulkan.&lt;br /&gt;Sahabat..kita sebagai hamba yang lemah membutuhkan pertolongan dari Rabb yang Maha Kuat.Kita selalu diperintahkan berdoa kepada-Nya.”Berdoalah kepada-Ku niscaya akan Kuperkenankan bagimu” (Qs.al-Mu’min :60).&lt;br /&gt;Ketika kita tertimpa bencana,terhimpit akan kesulitan hidup, dilanda musibah maka getarkanlah selalu hati kita untuk mengingat-Nya.Basahi lisan kita dengan dzikir dan doa-doa kita.Janganlah malu untuk meminta kepada-Nya,angkatlah telapak tangan kita, pujilah Allah atas segala limpahan karunia yang diberikan kepada kita, bersholawatlah kepada Rasulullah semoga dengan syafaatnya kita mendapatkan kebahagiaan dunia dan akherat, ungkapkanlah asa-asa kita kepada Allah dengan penuh harap, sampaikan semua permintaan kepada-Nya,..hadirkan hati kita, akhiri dengan pujian kepada Allah ,dan semoga kita termasuk hamba-hamba-Nya yang pandai bersyukur.Berbaik sangkalah kepada Robb kita,tunggulah belas kasih-Nya,tetaplah ketuk pintu kasih-Nya,bersabarlah sampai keputusan Allah datang kepada kita.Yakinlah bahwa apa yang diberikan Allah adalah yang terbaik bagi kita,karena Allah Maha Tahu apa yang kita butuhkan.&lt;br /&gt;Sahabat…berdoalah..karena doa adalah senjata ampuh kita, semoga kita diberikan kemudahan untuk ingat dan senantiasa berdoa kepada-Nya baik di kala lapang maupun sempit. Amin.&lt;br /&gt;Wallahua’lam bi showab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908011865593489009-3972416859532273867?l=ikitasya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikitasya.blogspot.com/feeds/3972416859532273867/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/03/doa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/3972416859532273867'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/3972416859532273867'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/03/doa.html' title='Doa'/><author><name>Ikitasya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18179110198409448761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-2VotTfOh3_w/TcavH0IISBI/AAAAAAAAAQw/9u9pFYubge4/s220/Photo0104.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908011865593489009.post-7397619058968628994</id><published>2011-03-21T07:38:00.000-07:00</published><updated>2011-03-21T07:38:58.764-07:00</updated><title type='text'>SEPULUH SEPULUH SEPULUH</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: large;"&gt;Apalah Artinya&amp;nbsp; SEPULUH SEPULUH SEPULUH &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Apalah artinya 10.10.10 &lt;br /&gt;Jika kita masih bermusuhan &lt;br /&gt;Apalah artinya 10.10.10 &lt;br /&gt;Jika dendam masih tersisakan &lt;br /&gt;Apalah artinya 10.10.10 &lt;br /&gt;Jika pertemanan teretakkan &lt;br /&gt;Apalah artinya 10.10.10 &lt;br /&gt;Jika silaturahmi terlalaikan &lt;br /&gt;Apalah artinya 10.10.10 &lt;br /&gt;Jika iri dengki tersemaikan &lt;br /&gt;Apalah artinya 10.10.10 &lt;br /&gt;Jika syak wasangka tersuburkan &lt;br /&gt;Apalah artinya 10.10.10 &lt;br /&gt;Jika amarah tak terkendalikan &lt;br /&gt;Apalah artinya 10.10.10 &lt;br /&gt;Jika syirik tak terenyahkan  &lt;br /&gt;Apalah artinya 10.10.10 &lt;br /&gt;Jika persaudaraan terabaikan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Apalah artinya 10.10.10 &lt;br /&gt;Jika hanya sederet angka &lt;br /&gt;Apalah artinya 10.10.10 &lt;br /&gt;Jika hanya tanpa makna &lt;br /&gt;Apalah artinya 10.10.10 &lt;br /&gt;Jika hanya jadi penanda &lt;br /&gt;Apalah artinya 10.10.10 &lt;br /&gt;Jika hanya .... &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Mari teman, sahabat, dan saudaraku &lt;br /&gt;Kita maknai 10.10.10 &lt;br /&gt;Dengan menghapus kelahi dari medan perseteruan &lt;br /&gt;Kita maknai 10.10.10 &lt;br /&gt;Dengan menghapus kesumat dari deret dendam &lt;br /&gt;Kita maknai 10.10.10 &lt;br /&gt;Dengan menghapus duri dari rona pertemanan &lt;br /&gt;Kita maknai 10.10.10 &lt;br /&gt;Dengan menghapus abai dari kancah pertemuan &lt;br /&gt;Kita maknai 10.10.10 &lt;br /&gt;Dengan menghapus benih dari semai kedengkian &lt;br /&gt;Kita maknai 10.10.10 &lt;br /&gt;Dengan menghapus pupuk dari ladang persangkaan &lt;br /&gt;Kita maknai 10.10.10 &lt;br /&gt;Dengan menghapus bara dari segala kemarahan &lt;br /&gt;Kita maknai 10.10.10 &lt;br /&gt;Dengan menghapus persembahan dari selain Tuhan &lt;br /&gt;Kita maknai 10.10.10 &lt;br /&gt;Dengan menghapus gelap dari sisi persahabatan &lt;br /&gt;Kita maknai 10.10.10 &lt;br /&gt;Dengan .... &lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Teman, sahabat, dan saudaraku &lt;br /&gt;Mari kita maknai 10.10.10 &lt;br /&gt;Dengan segala tambahan nilai baru &lt;br /&gt;Untuk kemaslahatan &lt;br /&gt;Semoga pertemanan, persahabatan, dan persaudaraan &lt;br /&gt;Menjadi bangunan indah di antara kita &lt;br /&gt;Menjadi tempat kita berbagi rasa &lt;br /&gt;Menjadi tempat kita berbagi damba &lt;br /&gt;Untuk masa depan dunia: fana dan baka &lt;br /&gt;Untuk masa depan pertemanan &lt;br /&gt;Untuk masa depan persahabatan &lt;br /&gt;Untuk masa depan persaudaraan &lt;br /&gt;KITA&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Apalah artinya 10.10.10 &lt;br /&gt;Jika kita masih bermusuhan &lt;br /&gt;Apalah artinya 10.10.10 &lt;br /&gt;Jika dendam masih tersisakan &lt;br /&gt;Apalah artinya 10.10.10 &lt;br /&gt;Jika pertemanan teretakkan &lt;br /&gt;Apalah artinya 10.10.10 &lt;br /&gt;Jika silaturahmi terlalaikan &lt;br /&gt;Apalah artinya 10.10.10 &lt;br /&gt;Jika iri dengki tersemaikan &lt;br /&gt;Apalah artinya 10.10.10 &lt;br /&gt;Jika syak wasangka tersuburkan &lt;br /&gt;Apalah artinya 10.10.10 &lt;br /&gt;Jika amarah tak terkendalikan &lt;br /&gt;Apalah artinya 10.10.10 &lt;br /&gt;Jika syirik tak terenyahkan  &lt;br /&gt;Apalah artinya 10.10.10 &lt;br /&gt;Jika persaudaraan terabaikan &lt;br /&gt;Apalah artinya 10.10.10 &lt;br /&gt;Jika .... &lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Apalah artinya 10.10.10 &lt;br /&gt;Jika hanya sederet angka &lt;br /&gt;Apalah artinya 10.10.10 &lt;br /&gt;Jika hanya tanpa makna &lt;br /&gt;Apalah artinya 10.10.10 &lt;br /&gt;Jika hanya jadi penanda &lt;br /&gt;Apalah artinya 10.10.10 &lt;br /&gt;Jika hanya .... &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Mari teman, sahabat, dan saudaraku &lt;br /&gt;Kita maknai 10.10.10 &lt;br /&gt;Dengan menghapus kelahi dari medan perseteruan &lt;br /&gt;Kita maknai 10.10.10 &lt;br /&gt;Dengan menghapus kesumat dari deret dendam &lt;br /&gt;Kita maknai 10.10.10 &lt;br /&gt;Dengan menghapus duri dari rona pertemanan &lt;br /&gt;Kita maknai 10.10.10 &lt;br /&gt;Dengan menghapus abai dari kancah pertemuan &lt;br /&gt;Kita maknai 10.10.10 &lt;br /&gt;Dengan menghapus benih dari semai kedengkian &lt;br /&gt;Kita maknai 10.10.10 &lt;br /&gt;Dengan menghapus pupuk dari ladang persangkaan &lt;br /&gt;Kita maknai 10.10.10 &lt;br /&gt;Dengan menghapus bara dari segala kemarahan &lt;br /&gt;Kita maknai 10.10.10 &lt;br /&gt;Dengan menghapus persembahan dari selain Tuhan &lt;br /&gt;Kita maknai 10.10.10 &lt;br /&gt;Dengan menghapus gelap dari sisi persahabatan &lt;br /&gt;Kita maknai 10.10.10 &lt;br /&gt;Dengan .... &lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Teman, sahabat, dan saudaraku &lt;br /&gt;Mari kita maknai 10.10.10 &lt;br /&gt;Dengan segala tambahan nilai baru &lt;br /&gt;Untuk kemaslahatan &lt;br /&gt;Semoga pertemanan, persahabatan, dan persaudaraan &lt;br /&gt;Menjadi bangunan indah di antara kita &lt;br /&gt;Menjadi tempat kita berbagi rasa &lt;br /&gt;Menjadi tempat kita berbagi damba &lt;br /&gt;Untuk masa depan dunia: fana dan baka &lt;br /&gt;Untuk masa depan pertemanan &lt;br /&gt;Untuk masa depan persahabatan &lt;br /&gt;Untuk masa depan persaudaraan &lt;br /&gt;KITA&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908011865593489009-7397619058968628994?l=ikitasya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikitasya.blogspot.com/feeds/7397619058968628994/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/03/sepuluh-sepuluh-sepuluh.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/7397619058968628994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/7397619058968628994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/03/sepuluh-sepuluh-sepuluh.html' title='SEPULUH SEPULUH SEPULUH'/><author><name>Ikitasya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18179110198409448761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-2VotTfOh3_w/TcavH0IISBI/AAAAAAAAAQw/9u9pFYubge4/s220/Photo0104.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908011865593489009.post-255286915539934103</id><published>2011-03-21T07:29:00.000-07:00</published><updated>2011-03-21T07:29:22.917-07:00</updated><title type='text'>JANGAN PERNAH MNGELUH</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;CAHAYA LANGIT: JANGAN PERNAH MNGELUH&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dalam menjalani hidup yang digariskan Allah Swt mungkin ada getir yang kita rasakan. Seperti hidup yang kadang terasa manis, maka kegetiran menjadi sebuah keniscayaan. Hal yang terbaik adalah senantiasa ridha atas ketetapanNya, dan berbuat yang terbaik untuk mendapatkan keridhaanNya. Bukan mengeluh, sebab hanya mereka yang tak beriman yang senantiasa putus harapan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Seperti kaum muslimin yang menjalani perang Khandaq dalam ayat 214 surat Al Baqarah di muka. Dalam kondisi paling kritis pun, seorang muslim tidak boleh memiliki prasangka buruk terhadap Allah, apalagi mengeluh terhadap kondisi yang berlaku. Ketahuilah pertolongan Allah sungguh amat dekat!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sore itu Rabu, tanggal 27 Juni 2007 ada sebuah sms masuk ke hp ustadz Burhan. Sms itu berasal dari Abdul Majid rekannya dan berbunyi: NANTI MALAM SAYA MAU KE RUMAH BA'DA MAGRIB, BOLEH GA?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sang ustadz menjawab: BOLEH, TAPI JANGAN BA'DA MAGRIB. ABIS ISYA AJA YA.... DITUNGGU!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Abdul Majid membalas lagi: JGN DITUNGGU, KARENA MAU "NGEREPOTIN". ANGGAP AJA DATENG MENDADAK!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ustadz Burhan tidak membalas sms terakhir dan benar saja begitu shalat Isya telah didirikan, Abdul Majid pun datang ke rumah Ustadz.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Abdul Majid datang ke rumah Ustadz Burhan dengan tampang kusut. Sepertinya dia lagi banyak masalah. Biasa orang sekarang, Hidup sarat dengan masalah! Saking pusing dengan masalahnya ia langsung berkata kepada ustadz dan masuk rumahnya tanpa salam:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Bang Haji, tolongin saya dong pinjemin duit barang tiga juta setengah... Saya lagi pusing nih!"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Emangnya ada apa Majid?" sang ustadz bertanya balik.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setahu ustadz Burhan, Abdul Majid adalah anak yang baik. Dia baru berumur 27 tahun dan belum menikah. Meski demikian, Abdul Majid mau memikirkan nasib anak-anak yatim di kampungnya, dan ia pun mendirikan sekolah gratis untuk mereka. Abdul Majid di kampungnya dikenal sebagai tuan guru.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Begini... saya pernah janji sama anak-anak di sekolah bahwa kalau mereka lulus ujian akhir tahun ini saya mau ajak mereka jalan-jalan ke Jakarta. Semalam saya sudah lihat raport mereka semua. Alhamdulillah mereka lulus! Tapi tiba-tiba saya terbayang janji saya tempo hari. Malam tadi saya kalkulasi, keperluan jalan-jalan adalah tiga setengah juta. Hari Jum'at raport dibagiin dan Sabtu saya mau ajak mereka semua jalan-jalan.... Tolong dong bang haji, pinjemin saya duit tiga setengah juta!"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ustadz Burhan hanya tersenyum mendengar penuturan Abdul Majid. Tulus sekali anak ini, gumamnya. Demi kepentingan anak-anak yatim sampai sedemikian hebatnya ia memikirkan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sambil tersenyum dan menghibur Ustadz Burhan bilang kepada Abdul Majid:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Begini.... urusan tiga setengah juta gampang nyarinya. Asal elo dan gua malam ini dan besok mau ngerjain tiga hal:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;1) Tahajud malam ini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;2) Berdoa sungguh-sungguh sama Allah agar Dia mau kasih duit sejumlah itu, dan&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;3) Punya duit berapa sekarang di kantong?"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kalimat terakhir Ustadz Burhan mengagetkan Abdul Majid. Dengan keheranan ia bertanya, "Ada sih 250 ribu..!"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Boleh gak disedekahin 100 ribu?!" ustadz Burhan bertanya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sambil keheranan Abdul Majid bertanya, "Disedekahin ke Antum?"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Nggak.... sedekahin aja kemana ente mau! Insya Allah kalo tiga hal ini elo kerjain, Allah bakal ngedatengin uang yang kita perluin. Asal kita yakin Allah bakal nolong!"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pembicaraan antara dua hamba Allah pun terus berlangsung. Hingga waktu menunjukkan lebih dari jam 9 malam. Ustadz Burhan pun menyuruh Abdul Majid pulang.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Namun Abdul Majid belum mau berdiri dari kursi. Maka ustadz pun masuk kamar. Sejurus kemudian dia membawa 5 lembar uang limapuluh ribuan. Uang itu diberikan kepada Abdul Majid dan ia pun menghitungnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Abdul Majid mengira bahwa keperluannya sebesar tiga juta setengah akan ditutupi oleh ustadz. Matanya berbinar saat melihat ustadz membawa lembaran kertas berwarna biru itu. Kelima lembar uang itu dihitungnya dihadapan ustadz. Usai menghitung Abdul Majid berkata, "Kok Cuma dua ratus lima puluh ribu doang?" Ia bertanya keheranan, mungkin jumlah yang ia dapati jauh dari harapan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Iya... itu cuma segitu doang. Mudah-mudahan itu jadi pancingan. Yang penting jangan lupa tiga hal tadi. Insya Allah pasti akan ada pertolongan!" Ustadz Burhan coba menegaskan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tapi Abdul Majid masih belum merasa yakin. Meski sudah diantar hingga ke halaman oleh Ustadz Burhan, ia masih bertanya, "Emangnya bener kalo saya kerjain 3 hal tadi, saya bisa dapat duit Jum'at pagi?" Terlihat raut kebimbangan pada wajah Abdul Majid.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Jangankan Jum'at pagi, besok pagi pun kalo Allah mau pasti uang itu bisa kite dapetin. Yang penting yakin dan kerjain aja 3 hal itu!" Ustadz Burhan sekali lagi meyakinkan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Akhirnya Abdul Majid pun pulang bersama sepeda motornya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kamis siang pukul 13 tanggal 28 Juni 2007, Abdul Majid mengirim SMS ke nomer ustadz Burhan. Sms itu berbunyi: ASSALAMU'ALAIKUM. SUDAH SIANG GINI SAYA BELOM DAPET 3,5 JT. PADAHAL SUDAH SHODAQOH. ADA CARA LAIN GA?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dari sms itu, Ustadz Burhan tahu bahwa Abdul Majid sedang panik. Maka beliau pun membalas: KALO UDAH SEDEKAH, SEKARANG DOA AJA YANG SUNGGUH-SUNGGUH DAN BERTAWAKKAL. PASTI ALLAH TOLONG!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lama tidak ada balasan sms dari Abdul Majid. Ustadz mengira bahwa Abdul Majid sudah mendapat pertolongan atas masalahnya. Namun pukul 19:56 ada sebuah sms lagi dari Abdul Majid masuk ke hpnya:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;ASTAGFIRULLAHAL'ADZIM. KIRA2 SAYA DOSA APA YA? DO'A SAYA GAK DI QOBUL.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Menerima sms itu Ustadz Burhan turut merasa panik. Besok pagi padahal sudah hari Jum'at. Hal yang membuat panik sang ustadz adalah bahwa dirinya telah menggiring Abdul Majid untuk masuk ke jalan Allah Swt demi menyelesaikan permasalahannya. Ustadz Burhan khawatir, andai saja pertolongan Allah itu tidak datang, pasti keyakinan Abdul Majid kepada Allah Swt akan berkurang. Lama Ustadz Burhan berdoa kepada Allah Swt agar dia berkenan memudahkan urusan Abdul Majid. Usai hatinya tenang, sang ustadz membalas sms dengan menuliskan:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;ALLAH GAK BUTA &amp;amp; TULI. DIA NGELIAT DAN NGEDENGER APA YANG KITA PERLUIN. TERUS SAJA BERDOA DAN TAWAKKAL! SAYA JUGA BERDOA SEMOGA URUSAN INI AKAN DPT PERTOLONGAN.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Abdul Majid tidak membalas sms. Ustadz Burhan mengira jangan-jangan dia sudah tidak percaya lagi dengan kekuatan doa. Maka Ustadz Burhan pun terus mendoakan Abdul Majid dan urusannya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;-----0---&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bersambung ke link berikut:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.al-kauny.com/index.php?option=com_k2&amp;amp;view=item&amp;amp;id=419:jangan-pernah-mengeluh-pertolongan-allah-pasti-datang" target="_blank"&gt;http://www.al-kauny.com/index.&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;php?option=com_k2&amp;amp;view=item&amp;amp;&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;id=419:jangan-pernah-mengeluh-&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;pertolongan-allah-pasti-datang&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908011865593489009-255286915539934103?l=ikitasya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikitasya.blogspot.com/feeds/255286915539934103/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/03/jangan-pernah-mngeluh.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/255286915539934103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/255286915539934103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/03/jangan-pernah-mngeluh.html' title='JANGAN PERNAH MNGELUH'/><author><name>Ikitasya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18179110198409448761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-2VotTfOh3_w/TcavH0IISBI/AAAAAAAAAQw/9u9pFYubge4/s220/Photo0104.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908011865593489009.post-6233329519441772263</id><published>2011-01-13T20:21:00.000-08:00</published><updated>2011-01-13T20:22:35.292-08:00</updated><title type='text'>Keagungan Bismillah</title><content type='html'>&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;i style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Oleh: Syarifuddin Mustafa, MA&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://dakwatuna.com/" target="_blank"&gt;dakwatuna.com&lt;/a&gt; – Dalam Hadits Rasulullah saw bersabda, “Setiap&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;pekerjaan yang baik, jika tidak dimulai dengan “Bismillah” (menyebut&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;nama Allah) maka (pekerjaan tersebut) akan terputus (dari keberkahan&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;Allah)”.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;Dalam keseharian kita tentunya selalu melakukan kegiatan dan&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;aktivitas, tanpa kegiatan dan aktivitas kehidupan kita akan hampa,&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;hambar dan tidak produktif. Kegiatan tersebut bisa dilakukan dimana&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;saja, di rumah, di kantor, di jalan, di warung, di pasar, di sekolah&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;dan ditempat-tempat lainnya. Dan –bagi orang beriman- kegiatan atau&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;aktivitas adalah sarana menebar kebajikan, baik kata maupun perbuatan&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;selalu memberikan kebaikan pada dirinya dan orang lain. Bukankah&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;Rasulullah saw mengumpamakan jati diri seorang muslim seperti seekor&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;lebah. Makanan yang dimakan adalah baik dan yang dikeluarkan pun baik,&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;lebah hinggap atau tinggal tidak pernah merusak yang lainnya.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;Namun kadangkala kebanyakan dari kita tidak sadar memulai segala&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;aktivitas atau kegiatan tanpa mengucapkan membaca kalimat bismillah,&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;padahal diterima atau tidak amal perbuatan seseorang bergantung pada&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;kalimat tersebut.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;Ketika bangun tidur sudahkah kita mengucapkan alhamdulillah dan&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;memulai aktivitas hari itu dengan bismillah?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;Ketika akan mandi, berpakaian, sarapan pagi sudahkah kita memulainya&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;dengan bismillah?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;Ketika akan berangkat ke kantor, keluar dari rumah, naik kendaraan&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;sudahkah kita memulainya dengan bismillah?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;Ketika di kantor, sudahkah ketika kita masuk ruangan kantor,&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;menyalakan komputer, membuka berkas atau file, membuka rapat, menulis,&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;membaca memulainya dengan bismillah?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;Begitu banyak lagi aktivitas yang kita lakukan dalam keseharian kita,&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;namun sudahkan kita memulainya dengan bismillah??&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;Kadang kita menganggap hal tersebut adalah sepele, padahal di sisi&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;Allah merupakan kebaikan yang bernilai besar, diberkahi atau tidaknya&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;perbuatan dan aktivitas seseorang tergantung pada saat memulainya.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;Sebenarnya apa sih keistimewaan dari bismillah sehingga Allah dan&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;Rasul-Nya mensyariatkan kepada kita untuk memulai segala aktivitas,&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;perbuatan dan kegiatan dengan membaca bismillah?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;Sebagian ulama salaf mengatakan bahwa “bismillah merupakan inti&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;kandungan ajaran Islam” karena di situ ada unsur keyakinan terhadap&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;Allah yang telah memberikan kekuatan sehingga seseorang dapat&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;melakukan aktivitas yang diinginkan, pangakuan akan ketidakberdayaan&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;seseorang di hadapan Allah Taala. “La haula wala quwwata illa billah&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;(Tiada daya dan upaya kecuali atas izin Allah). Apalagi kalau&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;bacaannya kita sempurnakan dengan kata bismillahirrahmanirrahim maka&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;kita telah meyakini akan kebesaran Allah yang telah memberikan nikmat&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;dan karunia, kasih sayang dan rahimnya kepada seluruh makhluk-Nya.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;Jika kita runut secara bahasa, maka akan kita dapatkan keagungan&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;kalimat bismillahirrahmanirrahim. kata Bismillah misalnya merupakan&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;tiga rangkaian kata yang mengandung arti yang agung yaitu Ba (bi),&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;Ism, dan Allah.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;1. Huruf ba yang dibaca bi di sini mengandung dua arti:&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;Pertama: huruf bi yang diterjemahkan dengan kata “dengan” menyimpan&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;satu kata yang tidak terucapkan tetapi harus terlintas dalam benak&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;ketika mengucapkan basmalah, yaitu memulai. Sehingga bismillah berarti&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;“saya atau kami memulai dengan nama Allah”. Dengan demikian kalimat&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;tersebut menjadi semacam doa atau pernyataan dari pengucap. Atau dapat&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;juga diartikan sebagai perintah dari Allah (walaupun kalimat tersebut&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;tidak berbentuk perintah), “Mulailah dengan nama Allah!”.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;Kedua: huruf bi yang diterjemahkan dengan kata “dengan” itu, dikaitkan&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;dalam benak dengan kata “kekuasaan dan pertolongan”. Pengucap basmalah&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;seakan-akan berkata, “dengan kekuasaan Allah dan pertolongan-Nya,&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;pekerjaan yang sedang saya lakukan ini dapat terlaksana”. Pengucapnya&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;seharusnya sadar bahwa tanpa kekuasaan Allah dan pertolongan-Nya, apa&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;yang sedang dikerjakannya itu tidak akan berhasil. Ia menyadari&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;kelemahan dan keterbatasan dirinya tetapi pada saat yang sama –setelah&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;menghayati arti basmalah ini – ia memiliki kekuatan dan rasa percaya&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;diri karena ketika itu dia telah menyandarkan dirinya dan bermohon&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;bantuan Allah Yang Maha Kuasa itu.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;2. Kata Ism setelah huruf bi terambil dari kata as-sumuw yang berarti&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;tinggi dan mulia atau dari kata as-simah yang berarti yang berarti&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;tanda. Kata ini biasa diterjemahkan dengan nama. Nama disebut ism,&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;karena ia seharusnya dijunjung tinggi atau karena ia menjadi tanda&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;bagi sesuatu.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;Syaikh Al-Maraghi dalam tafsirnya menjelaskan dengan penyebutan nama&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;di sini berarti dirinya memulai pekerjaan dengan nama Allah dan atas&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;perintahnya bukan atas dorongan hawa nafsu belaka.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;Penyebutan nama Allah diharapkan pekerjaan itu menjadi kekal disisi&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;Allah. Di sini bukannya Allah yang nama-Nya disebut itu yang kita&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;harapkan menjadi kekal karena Dia justru Maha Kekal. Namun yang kita&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;harapkan adalah agar pekerjaan yang kita lakukan itu serta ganjarannya&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;menjadi kekal sampai hari kemudian. Banyak pekerjaan yang dilakukan&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;seseorang tetapi tidak mempunyai bekas apa-apa terhadap dirinya atau&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;masyarakatnya, apalagi berbekas dan ditemui ganjarannya di hari&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;kemudian. Demikianlah Allah mentamsilkan perbuatan orang-orang yang&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;kafir yang tidak dibarengi dengan keikhlasan kepada Allah, “Dan Kami&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;hadapi hasil-hasil karya mereka (yang baik-baik itu), kemudian Kami&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;jadikan ia (bagaikan) debu yang beterbangan (sia-sia belaka). (QS 25:&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;23)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;3. kata Allah, berakar dari kata walaha yang berarti mengherankan atau&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;menakjubkan. Jadi Tuhan dinamai Allah karena segala perbuatan-Nya&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;menakjubkan dan mengherankan. Karena itu terdapat petunjuk yang&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;menyatakan, “Berfikirlah tentang makhluk-makhluk Allah dan jangan&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;berfikir tentang Dzat-Nya”.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;Sementara itu sebagian ulama mengungkapkan bahwa kata Allah terambil&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;dari kata aliha – ya’lahu yang berarti menuju dan bermohon. Tuhan&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;dinamai Allah karena seluruh makhluk menuju serta bermohon kepada-Nya&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;dalam memenuhi kebutuhan mereka, atau juga berarti menyembah dan&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;mengabdi, sehingga lafazh Allah berarti “Zat yang berhak disembah dan&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;kepada-Nya tertuju segala pengabdian”.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;Syaikh Mutawalli Sya’rawi, seorang guru besar pada universitas&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;Al-Azhar, ulama kontemporer dan pakar bahasa menyebutkan dalam&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;tafsirnya tentang keistimewaan lafadz Allah ; “Lafadz Allah selalu ada&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;dalam diri manusia, walaupun ia mengingkari wujud-Nya dengan ucapan&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;atau perbuatannya. Kata ini selalu menunjuk kepada Dia yang diharapkan&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;bantuan-Nya itu. Perhaitkanlah kata Allah. Bila huruf pertamanya&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;dihapus, maka ia akan terbaca Lillah yang artinya “demi/karena Allah”.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;Bila satu huruf berikutnya dihapus, akan terbaca lahu, yang artinya&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;untuk-Nya. Bila huruf berikutnya dihapus, maka ia akan tertulis huruf&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;ha yang dapat dibaca hu (huwa) yang artinya Dia”.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;Apabila anda berkata Allah maka akan terlintas atau seyogianya&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;terlintas dalam benak Anda segala sifat kesempurnaan. Dia Mahakuat,&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;mahabijaksana, Mahakaya, Maha Berkreasi, Mahaindah, Mahasuci dan&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;sebagainya. Seseorang yang mempercayai Tuhan, pasti meyakini bahwa&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;Tuhannya Mahasempurna dalam segala hal, serta Mahasuci dari segala&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;kekurangan.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;Sifat-sifat Tuhan yang diperkenalkan cukup banyak. Dalam salah satu&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;hadits dikatakan bahwa sifat (nama-nama) Tuhan berjumlah sembilan&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;puluh sembilan nama (sifat).&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;Demikian banyak sifat (nama) Tuhan, namun yang terpilih dalam basmalah&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;hanya dua sifat, yaitu Ar-Rahman dan Ar-Rahim yang keduanya terambil&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;dari akar kata yang sama. Agaknya sifat ini dipilih, karena sifat&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;itulah yang paling dominan. Dalam hal ini Allah dalam Al-Quran&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;menegaskan “Rahmat-Ku mencakup segala sesuatu”. (QS 7: 156). Sebuah&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;hadits Qudsi menyebutkan bahwa rahmat Allah mengalahkan amarah-Nya.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;Kedua kata tersebut, Ar-Rahman dan Ar-Rahim, berakar dari kata Rahm&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;yang juga telah masuk dalam perbendaharaan bahasa Indonesia, yang&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;berarti peranakan atau kandungan. Apabila disebut kata Rahim, maka&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;yang terlintas di dalam benak adalah ibu dan anak, dan ketika dapat&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;terbayang betapa besar kasih sayang yang dicurahkan sang ibu kepada&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;anaknya. Tetapi, jangan disimpulkan bahwa sifat Rahmat Tuhan sepadan&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;dengan sifat rahmat ibu.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;Abu Hurairah meriwayatkan sabda Rasulullah saw yang mendekatkan&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;gambaran besarnya rahmat Tuhan: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda,&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;“Allah SWT menjadikan rahmat itu seratus bagian, disimpan di sisi-Nya&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;sembilan puluh sembilan dan diturunkan-Nya ke bumi itu satu bagian.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;Satu bagian inilah yang dibagi pada seluruh makhluk. (begitu ratanya&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;sampai-sampai satu bagian yang dibagikan itu diperoleh pula oleh)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;seekor binatang yang mengangkat kakinya karena dorongan kasih saying,&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;khawatir jangan sampai menginjak anaknya”. (HR. Muslim)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;Dalam ungkapan lainnya disebutkan bahwa kata Rahman adalah merupakan&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;sifat kasih sayang Allah kepada seluruh makhluk-Nya yang diberikan di&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;dunia, baik manusia beriman atau kafir, binatang dan tumbuh-tumbuhan&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;serta makhluk lainnya. Bukankah kita –dengan kasih sayang-Nya- telah&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;diberikan kehidupan, diberikan kemudahan menghirup udara, kemudahan&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;berjalan, berlari dan melakukan segala aktivitasnya, walaupun sangat&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;sedikit dari kita mau merenungkan apalagi mensyukuri segala nikmat&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;tersebut? Allah senantiasa memberikan kasih sayang-Nya kepada manusia&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;sekalipun mereka ingkar kepada-Nya.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;Sementara itu kara Rahim diberikan secara khusus oleh Allah kelak&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;nanti dialam akhirat yaitu hanya bagi mereka yang beriman dan&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;mensyukuri segala kenikmatan yang telah dianugrahkan kepada mereka.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;Kasih sayang-Nya secara khusus diberikan kepada hamba-hamba-Nya yang&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;mengabdikan dirinya kepada Allah dan yakin bahwa semua kenikmatan&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;adalah bersumber dari Allah. Bahkan yakin bahwa segala amal ibadahnya,&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;perbuatan baiknya tidak akan menjamin akan dirinya masuk ke surga-Nya&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;kecuali karena Rahmat-Nya.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;Suatu kali Rasulullah saw berpesan kepada para sahabatnya,&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;“Bersegeralah kalian berbuat baik dan perkuatlah hubungan kepada&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;Allah. Dan ketahuilah bahwa amal kalian tidak menjamin kalian masuk&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;surga. Sambil terheran para sahabat bertanya, “Termasuk Engkau wahai&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;Rasulullah”? Rasulullah saw menjawab, “Betul, termasuk saya..kecuali&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;jika Allah menganugrahkan rahmat-Nya dan karunia-Nya kepadaku”.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;Wallahu a’lam.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.dakwatuna.com/2007/keagungan-bismillah/" target="_blank"&gt;http://www.dakwatuna.com/2007/&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;keagungan-bismillah/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908011865593489009-6233329519441772263?l=ikitasya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikitasya.blogspot.com/feeds/6233329519441772263/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/01/keagungan-bismillah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/6233329519441772263'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/6233329519441772263'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/01/keagungan-bismillah.html' title='Keagungan Bismillah'/><author><name>Ikitasya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18179110198409448761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-2VotTfOh3_w/TcavH0IISBI/AAAAAAAAAQw/9u9pFYubge4/s220/Photo0104.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908011865593489009.post-5651906896192834379</id><published>2011-01-13T20:14:00.000-08:00</published><updated>2011-01-13T20:14:11.890-08:00</updated><title type='text'>Allah Itu Dekat</title><content type='html'>&lt;h2&gt;Allah Itu Dekat &lt;/h2&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.dakwatuna.com/category/tsaqafah-islamiyah/al-quran/tafsir-ayat/" rel="category tag" target="_blank" title="Lihat seluruh tulisan dalam Tafsir Ayat"&gt;&lt;span style="color: #336699;"&gt;Tafsir Ayat&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;16/7/2010 | 05 Sya'ban 1431 H | Hits: 13.721&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span&gt;Oleh: &lt;a href="http://www.dakwatuna.com/author/attabiq/" target="_blank" title="Profil dari Dr. Attabiq Luthfi, MA"&gt;&lt;span style="color: #336699;" title="http://www.dakwatuna.com/author/attabiq/STRG + Klicken, um Verknüpfung zu folgen"&gt;Dr. Attabiq Luthfi, MA&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.dakwatuna.com/wp-content/uploads/2009/11/Allahu-Akbar.jpg" rel="shadowbox[post-6548];player=img;" target="_blank" title="Allahu Akbar"&gt;&lt;img alt="" height="211" src="https://mail.google.com/mail/?ui=2&amp;amp;ik=e4c1c21ba3&amp;amp;view=att&amp;amp;th=12d824a0e1a8fd69&amp;amp;attid=0.1&amp;amp;disp=emb&amp;amp;zw" title="http://www.dakwatuna.com/wp-content/uploads/2009/11/Allahu-Akbar.jpgSTRG + Klicken, um Verknüpfung zu folgen" width="250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://dakwatuna.com/" target="_blank"&gt;dakwatuna.com&lt;/a&gt; – &lt;/strong&gt;&lt;em&gt;“Dan Apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka katakanlah sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan doa orang yang memohon apabila ia memohon kepadaKu. Maka hendaklah mereka memenuhi (panggilan/perintah)Ku, dan beriman kepadaKu agar mereka mendapat petunjuk (bimbingan)”. &lt;/em&gt;(Al-Baqarah: 186)&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;em&gt;A&lt;/em&gt;yat ini meskipun tidak berbicara tentang Ramadhan seperti pada tiga ayat sebelumnya (Al-Baqarah: 183-185) dan satu ayat sesudahnya (Al-Baqarah: 187), namun keterkaitannya dengan Ramadhan tetap ada. Jika tidak, maka ayat ini tidak akan berada dalam rangkaian ayat-ayat puasa seperti dalam susunan mushaf. Karena setiap ayat Al-Qur’an menurut Imam Al-Biqa’I merupakan satu kesatuan (wahdatul ayat) yang memiliki korelasi antar satu ayat dengan yang lainnya, baik dengan ayat sebelumnya atau sesudahnya. Disinilah salah satu bukti kemu’jizatan Al-Qur’an.&lt;br /&gt;Kedekatan Allah dengan hambaNya yang dinyatakan oleh ayat di atas lebih khusus daripada kedekatan yang dinyatakan dalam surah Qaaf ayat 16: “&lt;em&gt;Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya” &lt;/em&gt;yang bersifat umum. Kedekatan Allah dengan hambaNya dalam ayat di atas merupakan kedekatan yang sinergis, kedekatan yang aplikatif, tidak kedekatan yang hampa dan kosong, karena kedekatan ini terkait erat dengan doa dan amal shalih yang berhasil ditunjukkan oleh seorang hamba di bulan Ramadhan, sehingga&lt;em&gt; &lt;/em&gt;merupakan motifasi terbesar yang memperkuat semangat ber Ramadhan dengan baik dan totalitas.&lt;br /&gt;Dalam konteks ini, korelasi ayat doa dan kedekatan Allah yang khusus dengan hambaNya dengan ayat-ayat puasa (Ayatush Shiyam) paling tidak dapat dilihat dari empat hal berikut ini: &lt;strong&gt;Pertama&lt;/strong&gt;, Salah satu dari pemaknaan Ramadhan sebagai Syahrun Mubarok yang menjanjikan beragam kebaikan adalah &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Syahrud Du’a&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; dalam arti bulan berdoa atau lebih jelas lagi bulan dikabulkannya doa seperti yang diisyaratkan oleh ayat ini. Karenanya Rasulullah saw sendiri menjamin dalam sabdanya: “ Bagi orang yang berpuasa doa yang tidak akan ditolak oleh Allah swt.” (HR. Ibnu Majah). Kondusifitas ruhiyah seorang hamba di bulan Ramadhan yang mencapai puncaknya merupakan barometer kedekatannya dengan Allah yang juga berarti jaminan dikabukannya setiap permohonan dengan modal kedekatan tersebut. &amp;nbsp;Dalam kitab Al-Ma’arif As-Saniyyah Ibnu Qayyim menuturkan: “Jika terhimpun dalam doa seseorang kehadiran dan keskhusyuan hati, perasaan dan kondisi kejiwaan yang tunduk patuh serta ketepatan waktu yang mustajab, maka tidaklah sekali-kali doanya ditolak oleh Allah swt. Padahal di bulan Ramadhanlah kondisi dan situasi ‘ruhiyah’ yang terbaik hadir bersama dengan keta’atan dan kepatuhannya dengan perintah Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kedua,&lt;/strong&gt; Ungkapan lembut Allah “ Sesungguhnya Aku dekat” merupakan komitmen Allah untuk senantiasa dekat dengan hambaNya, kapanpun dan dimanapun mereka berada. &amp;nbsp;Namun kedekatan Allah dengan hambaNya lebih terasa di bulan yang penuh dengan keberkahan ini dengan indikasi yang menonjol bahwa hambaNya juga melakukan pendekatan yang lebih intens dengan berbagai amal keshalihan yang mendekatkan diri mereka lebih dekat lagi dengan Rabbnya. Padahal dalam sebuah hadits qudsi Allah memberikan jaminan: “Tidaklah hambaKu mendekat kepadaku sejengkal melainkan Aku akan mendekat kepadanya sehasta. Tidaklah hambaKu mendekat kepadaKu dengan berjalan melainkan Aku akan mendekat kepadanya dengan berlari dan sebagainya”. (Muttafaqun Alaih)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ketiga&lt;/strong&gt;, &lt;em&gt;Istijabah&lt;/em&gt; (falyastajibu li) yang dimaknai dengan kesiapan hamba Allah untuk menyahut dan melaksanakan setiap panggilanNya merupakan media dikabulkannya doa seseorang. Hal ini pernah dicontohkan dalam sebuah hadits Rasulullah saw yang menceritakan tiga orang yang terperangkap di dalam gua. Masing-masing dari ketiga orang tersebut menyebutkan amal shalih yang mereka lakukan sebagai media dan wasilah mereka berdoa kepada Allah. Dan ternyata Allah swt serta merta memenuhi permohonan masing-masing dari ketiga orang itu dengan ‘jaminan amal shalih yang mereka lakukan’.&amp;nbsp; Padahal bulan Ramadhan adalah bulan hadirnya segala kebaikan dan berbagai jenis amal ibadah yang tidak hadir di bulan yang lain; dari ibadah puasa, tilawah Al-Qur’an, Qiyamul Lail, Zakat, infaq, Ifthorus Shoim dan beragama ibadah lainnya. Kesemuanya merupakan rangkaian yang sangat erat kaitannya dengan pengabulan doa seseorang di hadapan Allah swt.&amp;nbsp; Dalam hal ini, Abu Dzar menyatakan: “Cukup doa yang sedikit jika dibarengi dengan kebaikan dan keta’atan seperti halnya garam yang sedikit cukup untuk kelezatan makanan”.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Keempat&lt;/strong&gt;, Kata ‘la’alla secara bahasa menurut pengarang Tafsir Al-Kasyaf berasal dari kata ‘alla’ yang kemudian ditambah dengan lam di awal yang berarti ‘tarajji’ merupakan sebuah harapan yang langsung dari Zat Yang Maha memenuhi segala harapan. Logikanya, jika ada harapan maka ada semangat, apalagi yang berharap adalah Allah swt terhadap hambaNya sehingga tidak mungkin hambaNya menghampakan harapan Tuhan mereka. Karenanya rangkaian ayat-ayat puasa diawali dengan khitab untuk orang-orang yang beriman: “hai orang-orang yang beriman”. Dalam konteks ini, setiap hamba yang selalu mendekatkan diri dengan Allah tentu besar harapannya agar senantiasa mendapat bimbingan dan petunjuk Allah swt. Demikian redaksi ‘La’alla’ yang selalu mengakhiri ayat-ayat puasa termasuk ayat doa ini, menjadi korelasi tersendiri dalam bentuk keseragaman dengan ayat-ayat puasa sebelum dan sesudahnya ‘La’allakum Tattaqun, La’allakum Tasykurun, La’allahum Yarsyudun, dan La’allahum Yattaqun’.&lt;br /&gt;Demikian pembacaan terhadap satu ayat yang disisipkan dalam rangkaian ayat-ayat puasa. Tentu tidak semata untuk memenuhi aspek keindahan bahasa. Namun lebih dari itu, terdapat korelasi dan hikmah yang patut diungkap untuk memperkaya pemaknaan terhadap Ramadhan yang terus akan mendatangi kita setiap tahun. Karena pemaknaan yang komprehensif terhadap ayat-ayat puasa akan turut mewarnai aktifitas Ramadhan kita yang berdampak pada peningkatan kualitas keimanan kita dari tahun ke tahun. Saatnya momentum special kedekatan Allah dengan hamba-hambaNya di bulan Ramadhan dioptimalisasikan dengan doa yang diiringi dengan amal shalih dan keta’atan kepadaNya.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div style="color: white; min-height: 0px; text-align: justify;"&gt;__._,_.___&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak banyak yang memahami kebutuhan mualaf. Padahal sebagai Muslim baru, mereka membutuhkan teman, tempat berlindung, dan juga pembimbing. Orang-orang yang baru saja hijrah ke dalam Islam, membutuhkan teman yang dapat memberi dukungan moril dan perlindungan dari kecaman keluarga. Mari bergabung memberi dukungan moril di Mualaf Center Online &lt;a href="http://www.mualaf.com/" target="_blank"&gt;http://www.mualaf.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908011865593489009-5651906896192834379?l=ikitasya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikitasya.blogspot.com/feeds/5651906896192834379/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/01/allah-itu-dekat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/5651906896192834379'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/5651906896192834379'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/01/allah-itu-dekat.html' title='Allah Itu Dekat'/><author><name>Ikitasya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18179110198409448761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-2VotTfOh3_w/TcavH0IISBI/AAAAAAAAAQw/9u9pFYubge4/s220/Photo0104.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908011865593489009.post-2187880423512719982</id><published>2011-01-05T21:32:00.000-08:00</published><updated>2011-01-05T21:32:16.464-08:00</updated><title type='text'>LARANGAN MEMASANG GAMBAR DI RUMAH</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="color: #20124d; font-size: large;"&gt;Hadist-Hadist tentang Larangan Gambar di Rumah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: #20124d;"&gt;Hadits-hadits yang melarang menggambar makhluk bernyawa sangat banyak, ada  beberapa lafazh yang diriwayatkan oleh sahabat berbeda sehingga dianggap sebagai  beberapa hadits. Berikut ini hanya sebagian di antaranya:1. Hadits Jabir  radhiallahu anhu dia berkata:نَهَى رسول الله صلى الله عليه وسلم عَنِ الصُّوَرِ  فِي الْبَيْتِ وَنَهَى أَنْ يَصْنَعَ ذَلِكَ“Rasulullah shallallahu alaihi  wasallam melarang adanya gambar di dalam rumah dan beliau melarang untuk membuat  gambar.” (HR. At-Tirmizi no. 1671 dan dia berkata, “Hadits hasan shahih.”)&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #20124d;" /&gt;&lt;span style="color: #20124d;"&gt;2.  Hadits Ali bin Abi Thalib radhiallahu anhu bahwa Nabi shallallahu alaihi  wasallam bersabda kepadanya:أَنْ لاَ تَدَعْ تِمْثَالاً إِلاَّ طَمَسْتَهُ وَلاَ  قَبْرًا مُشْرَفًا إِلاَّ سَوَّيْتَهُ“Jangan kamu membiarkan ada gambar kecuali  kamu hapus dan tidak pulan kubur yang ditinggikan kecuali engkau meratakannya.”  (HR. Muslim no. 969)Dalam riwayat An-Nasai, “Dan tidak pula gambar di dalam  rumah kecuali kamu hapus.”&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #20124d;" /&gt;&lt;span style="color: #20124d;"&gt;3. Dari Ibnu Abbas radhiallahu anhuma dia  berkata:أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا رَأَى  الصُّوَرَ فِي الْبَيْتِ يَعْنِي الْكَعْبَةَ لَمْ يَدْخُلْ وَأَمَرَ بِهَا  فَمُحِيَتْ وَرَأَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ عَلَيْهِمَا السَّلَام  بِأَيْدِيهِمَا الْأَزْلَامُ فَقَالَ قَاتَلَهُمْ اللَّهُ وَاللَّهِ مَا  اسْتَقْسَمَا بِالْأَزْلَامِ قَطُّ“Bahwa tatkala Nabi melihat gambar di (dinding)  Ka’bah, beliau tidak masuk ke dalamnya dan beliau memerintahkan agar semua  gambar itu dihapus. Beliau melihat gambar Nabi Ibrahim dan Ismail  alaihimasssalam tengah memegang anak panah (untuk mengundi nasib), maka beliau  bersabda, “Semoga Allah membinasakan mereka, demi Allah&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #20124d;" /&gt;&lt;span style="color: #20124d;"&gt;keduanya tidak pernah  mengundi nasib dengan anak panah sekalipun. “ (HR. Ahmad no. 3276)&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #20124d;" /&gt;&lt;span style="color: #20124d;"&gt;4. Aisyah  radhiallahu anha berkata: Rasulullah masuk ke rumahku sementara saya baru saja  menutup rumahku dengan tirai yang padanya terdapat gambar-gambar. Tatkala beliau  melihatnya, maka wajah beliau berubah (marah) lalu menarik menarik tirai  tersebut sampai putus. Lalu beliau bersabda:إِنَّ مِنْ أَشَدِّ النَّاسِ عَذَابًا  يَوْمَ الْقِيَامَةِ الَّذِينَ يُشَبِّهُونَ بِخَلْقِ اللَّهِ “Sesungguhnya  manusia yang paling berat siksaannya pada hari kiamat adalah mereka yang  menyerupakan makhluk Allah.” (HR. Al-Bukhari no. 5954 dan Muslim no. 5525 dan  ini adalah lafazhnya)Dalam riwayat Muslim:أَنَّهَا نَصَبَتْ سِتْرًا فِيهِ  تَصَاوِيرُ فَدَخَلَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَنَزَعَهُ ، قَالَتْ :  فَقَطَعْتُهُ وِسَادَتَيْنِ“Dia (Aisyah) memasang tirai&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #20124d;" /&gt;&lt;span style="color: #20124d;"&gt;yang padanya terdapat  gambar-gambar, maka Rasulullah masuk lalu mencabutnya. Dia berkata, “Maka saya  memotong tirai tersebut lalu saya membuat dua bantal darinya.”&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #20124d;" /&gt;&lt;span style="color: #20124d;"&gt;5. Dari Ali  radhiallahu anhu dia berkata:صَنَعْتُ طَعَامًا فَدَعَوْتُ النَّبِيَّ صلى الله  عليه وسلم فَجَاءَ فَدَخَلَ فَرَأَى سِتْرًا فِيهِ تَصَاوِيرُ فَخَرَجَ . وَقَالَ :  إِنَّ الْمَلائِكَةَ لا تَدْخُلُ بَيْتًا فِيهِ تَصَاوِيرُ“Saya membuat makanan  lalu mengundang Nabi shallallahu alaihi wasallam untuk datang. Ketika beliau  datang dan masuk ke dalam rumah, beliau melihat ada tirai yang bergambar, maka  beliau segera keluar seraya bersabda, “Sesungguhnya para malaikat tidak akan  masuk ke dalam rumah yang di dalamnya ada gambar- gambar.” (HR. An-Nasai no.  5256)&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #20124d;" /&gt;&lt;span style="color: #20124d;"&gt;6. Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata:اسْتَأْذَنَ جِبْرِيلُ  عَلَيْهِ السَّلام عَلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ : « ادْخُلْ » .  فَقَالَ : « كَيْفَ أَدْخُلُ وَفِي بَيْتِكَ سِتْرٌ فِيهِ تَصَاوِيرُ فَإِمَّا أَنْ  تُقْطَعَ رُؤوسُهَا أَوْ تُجْعَلَ بِسَاطًا يُوطَأُ فَإِنَّا مَعْشَرَ  الْمَلائِكَةِ لا نَدْخُلُ بَيْتًا فِيهِ تَصَاوِيرُ“Jibril alaihissalam meminta  izin kepada Nabi maka Nabi bersabda, “Masuklah.” Lalu Jibril menjawab,  “Bagaimana saya mau masuk sementara di dalam rumahmu ada tirai yang bergambar.  Sebaiknya kamu menghilangkan bagian kepala-kepalanya atau kamu menjadikannya  sebagai alas yang dipakai berbaring, karena kami para malaikat tidak masuk rumah  yang di dalamnya&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #20124d;" /&gt;&lt;span style="color: #20124d;"&gt;terdapat gambar-gambar.” (HR. An-Nasai no. 5270)Mirip dengan  hadit ini dari hadits Aisyah riwayat Muslim, hadits Ibnu Umar riwayat  Al-Bukhari, dan hadits-hadits lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #20124d;" /&gt;&lt;span style="color: #20124d;"&gt;7. Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu  dia berkata: Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:لا تَدْخُلُ الْمَلائِكَةُ  بَيْتًا فِيهِ تَمَاثِيلُ أَوْ تَصَاوِيرُ“Para malaikat tidak akan masuk ke dalam  rumah yang di dalamnya terdapat patung- patung atau gambar-gambar.” (HR. Muslim  no. 5545)&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #20124d;" /&gt;&lt;span style="color: #20124d;"&gt;8. Dari Aisyah radhiallahu anha dia berkata: Rasulullah shallallahu  alaihi wasallam bersabda tentang gambar-gambar yang ada di gereja Habasyah:إِنَّ  أُولَئِكَ إِذَا كَانَ فِيهِمْ الرَّجُلُ الصَّالِحُ فَمَاتَ بَنَوْا عَلَى  قَبْرِهِ مَسْجِدًا وَصَوَّرُوا فِيهِ تِلكَ الصُّوَرَ فَأُولَئِكَ شِرَارُ  الْخَلْقِ عِنْدَ اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ“Mereka (ahli kitab), jika ada  seorang yang saleh di antara mereka meninggal, mereka membangun masjid di atas  kuburnya dan mereka menggambar gambar-gambar itu padanya. Merekalah makhluk yang  paling jelek di sisi Allah pada hari kiamat.” (HR. Al-Bukhari no. 427 dan Muslim  no. 528)&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #20124d;" /&gt;&lt;span style="color: #20124d;"&gt;9. Dari Abu Juhaifah radhiallahu anhu dia berkata:أَنَّ النبي صلى  الله عليه وسلم لَعَنَ الْمُصَوِّرَ“Sesungguhnya Nabi shallallahu alaihi wasallam  melaknat penggambar.” (HR. Al-Bukhari no. 5962)&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #20124d;" /&gt;&lt;span style="color: #20124d;"&gt;10. Dari Abu Hurairah  radhiallahu anhu dia berkata: Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:يَخْرُجُ  عُنُقٌ مِنْ النَّارِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَهُ عَيْنَانِ تبْصِرُان وَأُذُنَانِ  تسْمَعُان ، وَلِسَانٌ يَنْطِقُ يَقُولُ : إِنِّي وُكِّلْتُ بِثَلاثَةٍ بِكُلِّ  جَبَّارٍ عَنِيدٍ وَبِكُلِّ مَنْ ادَّعَى مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ  وَالْمُصَوِّرِينَ“Akan keluar sebuah leher dari neraka pada hari kiamat, dia  mempunyai 2 mata yang melihat, 2 telinga yang mendengar, dan lisan yang  berbicara. Dia berkata, “Saya diberikan perwakilan (untuk menyiksa) tiga  (kelompok): Semua yang keras kepala lagi penentang, semua yang beribadah bersama  Allah sembahan yang lain dan para penggambar”. (HR. At-Tirmizi no. 2574 dan  dinyatakan shahih oleh Al-Albani)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;11. Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia  berkata: Saya mendengar Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:قَالَ اللَّهُ  عَزَّ وَجَلَّ وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ ذَهَبَ يَخْلُقُ كَخَلْقِي فَلْيَخْلُقُوا  بَعُوضَةً أَوْ لِيَخْلُقُوا ذَرَّةً“Allah Azza wa Jalla berfirman, “Siapakah  yang lebih zhalim daripada orang yang berkehendak mencipta seperti ciptaan-Ku.  Kenapa mereka tidak menciptakan lalat atau kenapa mereka tidak menciptakan semut  kecil (jika mereka memang mampu)?!” (HR. Al-Bukhari no. 5953, Muslim no. 2111,  Ahmad, dan ini adalah lafazhnya)&lt;br /&gt;12. Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu  anhu dari Nabi shallallahu alaihi wasallam bahwa beliau bersabda:إِنَّ أَشَدَّ  النَّاسِ عَذَابًا عِنْدَ اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ  الْمُصَوِّرُونَ“Sesungguhnya manusia yang paling keras siksaannya di sisi Allah  pada hari kiamat adalah para penggambar.” (HR. Al-Bukhari no. 5950 dan Muslim  no. 2109)&lt;br /&gt;13. Dari Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma dia berkata:  Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:إِنَّ الَّذِينَ يَصْنَعُونَ  هَذِهِ الصُّوَرَ يُعَذَّبُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يُقَالُ لَهُمْ أَحْيُوا مَا  خَلَقْتُمْ“Sesungguhnya mereka yang membuat gambar-gambar akan disiksa pada hari  kiamat. Akan dikatakan kepada mereka, “Hidupkanlah apa yang kalian ciptakan.”  (HR. Al-Bukhari no. 5961 dan Muslim no. 5535)&lt;br /&gt;14. Dari An-Nadhr bin Anas radhiallahu anhu dia berkata: Nabi shallallahu alaihi  wasallam bersabda:مَنْ صَوَّرَ صُورَةً فِي الدُّنْيَا كُلِّفَ يَوْمَ  الْقِيَامَةِ أَنْ يَنْفُخَ فِيهَا الرُّوحَ وَلَيْسَ بِنَافِخٍ“Siapa saja yang  menggambar suatu gambar di dunia maka pada hari kiamat dia akan dibebankan untuk  meniupkan roh ke dalamnya padahal dia tidak akan sanggup meniupkannya.” (HR.  Al-Bukhari no. 5963 dan Muslim no. 5541)&lt;br /&gt;Yang Terlarang Hanyalah Gambar  Makhluk Bernyawa&lt;br /&gt;Sebagian besar hadits-hadits di atas larangannya bersifat  umum mencakup semua jenis gambar. Hanya saja sebagian hadits lainnya memberikan  pembatasan bahwa yang terlarang di sini hanyalah menggambar gambar makhluk yang  bernyawa.Di antara hadits-hadits yang memberikan pembatasan ini adalah:a. Hadits  no. 6 dari Abu Hurairah radhiallahu anhu. Sisi pendalilannya bahwa Jibril  menganjurkan agar bagian kepala dari gambar tersebut dihilangkan, barulah beliau  akan masuk ke dalam rumah. Ini menunjukkan larangan hanya berlaku pada gambar  yang bernyawa karena gambar orang tanpa kepala tidaklah bisa dikatakan bernyawa  lagi.&lt;br /&gt;b. Hadits no. 13 dari Ibnu Umar radhiallahu anhuma. Sisi pendalilannya  bahwa Allah menyuruh untuk menghidupkan gambar yang dia gambar. Ini menunjukkan  bahwa yang terlarang hanyalah gambar makhluk yang bisa hidup (bernyawa).&lt;br /&gt;c.  Hadits setelahnya pada no. 14 dari An-Nadhr bin Anas radhiallahu anhu. Sisi  pendalilannya bahwa para penggambar diperintahkan untuk meniupkan roh pada  gambarnya, maka ini menunjukkan tidak mengapa menggambar gambar makhluk yang  tidak memiliki roh/nyawa.&lt;br /&gt;d. Menguatkan hadits no. 6 di atas, Nabi  shallallahu alaihi wasallam bersabda:اَلصُّوْرَةٌ الرَّأْسُ ، فَإِذَا قُطِعَ  فَلاَ صُوْرَةٌ “Gambar itu adalah kepala, jika kepalanya dihilangkan maka tidak  ada lagi gambar.” (HR. Al-Baihaqi: 7/270 dan dinyatakan shahih oleh  Al-Albani)&lt;br /&gt;e. Sebagai tambahan juga ada dalam hadits Ibnu Abbas radhiallahu  anhuma dia berkata: Saya mendengar Nabi shallallahu alaihi wasallam  bersabda:كُلُّ مُصَوِّرٍ فِي النَّارِ, يُجْعَلُ لَهُ بِكُلِّ صُوْرَةٍ صَوَّرَهَا  نَفْسٌ يُعَذَّبُ بِهَا فِي جَهَنَّمَ“Setiap penggambar berada dalam neraka,  setiap gambar yang dia telah gambar akan diberikan jiwa (dihidupkan oleh Allah)  yang dengan gambar itu dia akan disiksa di dalam Jahannam.”Lalu Ibnu Abbas  berkata, “Jika kamu harus untuk menggambar maka gambarlah pohon dan apa saja  yang tidak mempunyai nyawa.” (HR. Al-Bukhari no. 2225 dan Muslim no.  5540)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908011865593489009-2187880423512719982?l=ikitasya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikitasya.blogspot.com/feeds/2187880423512719982/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/01/larangan-memasang-gambar-di-rumah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/2187880423512719982'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/2187880423512719982'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/01/larangan-memasang-gambar-di-rumah.html' title='LARANGAN MEMASANG GAMBAR DI RUMAH'/><author><name>Ikitasya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18179110198409448761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-2VotTfOh3_w/TcavH0IISBI/AAAAAAAAAQw/9u9pFYubge4/s220/Photo0104.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908011865593489009.post-8076257905477882921</id><published>2011-01-05T21:16:00.000-08:00</published><updated>2011-01-05T21:16:34.992-08:00</updated><title type='text'>Wasiat Rasulullah Saw</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Wasiat dari Rasulullah SAW kepada kita selaku umatnya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #274e13;"&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #274e13;" /&gt;&lt;span style="color: #274e13;"&gt;إِنَّمَا الطَّاعَةُ فِي  الْمَعْرُوْفِ&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #274e13;" /&gt;&lt;span style="color: #274e13;"&gt;“sunguh ketaatan itu hanya dalam perkara yang baik.” (HR. Al-  Bukhari dan Muslim dari sahabat Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu)&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #274e13;" /&gt;&lt;span style="color: #274e13;"&gt;Adapun  untuk yang selain kebaikan, kita tidak diperintahkan untuk mendengar dan taat  kepada pemerintah. Namun bukan berarti bahwa kita diperbolehkan melakukan  tindakan-tindakan yang menjatuhkan kewibawaan pemerintah tersebut. Oleh karena  itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #274e13;" /&gt;&lt;span style="color: #274e13;"&gt;السُّلْطُانُ ظِلُّ  اللهِ فِي اْلأَرْضِ فََمَنْ أَهَانَهُ أَهَانَهُ اللهُ مَنْ أَكْرَمَهُ أَكْرَمَ  اللهُ&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #274e13;" /&gt;&lt;span style="color: #274e13;"&gt;“Penguasa itu adalah naungan Allah diatas muka bumi, maka barangsiapa  yang memuliakannya niscaya dia akan dimuliakan oleh Allah. Dan barangsiapa yang  menghinakannya niscaya dia akan dihinakan oleh Allah.” (HR. Ibnu Abi ’Ashim dan  yang selainnya, dari sahabat Abu Bakroh radhiyallahu ’anhu, dihasankan oleh  Syaikh Al Albani rohimahullah)&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #274e13;" /&gt;&lt;span style="color: #274e13;"&gt;Selanjutnya beliau shallallahu ‘alaihi  wasallam bersabda yang artinya: “Walaupun yang memerintah kalian adalah seorang  budak Habasyi”. Ini bukan berarti bahwa kita disyariatkan untuk mengangkat  penguasa dari seorang budak habsyi. Sebab kekuasaan itu pada hakekatnya  hendaklah diserahkan kepada seorang yang bersuku Quraisy. Sebagaimana Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #274e13;" /&gt;&lt;span style="color: #274e13;"&gt;اْلأَئِمَّةُ مِنْ قُرَيْشَ&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #274e13;" /&gt;&lt;span style="color: #274e13;"&gt;“Para  pemimpin (kaum muslimin) itu adalah dari suku Quraisy”. (HR. Ahmad, At-Thabrani,  Al Baihaqi, At-Thayalisi, Ibnu Abi ‘Ashim, dan yang lainnya, dari beberapa orang  sahabat nabi, diantaranya: Anas bin Malik, Ali bin Abi Thalib, Abu Barzah Al-  Aslami, dan yang lainnya. Hadist ini dishahihkan oleh syaikh Al- Albani di dalam  Al-Irwa` no (250) )&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #274e13;" /&gt;&lt;span style="color: #274e13;"&gt;Sedangkan dalam hadits yang lalu, Rasulullah shallallahu  ‘alaihi wasallam hanya ingin memberikan permisalan. Yang beliau lakukan ini  dalam rangka mempertegas perintahnya untuk mendengar dan taat kepada pemerintah  kita dalam segala kondisi, baik sewaktu sulit atau mudah, suka atau murka,  bahkan walaupun mendzolimi kita, selama tidak mengandung maksiat kepada Allah  Subhanahu wa Ta’ala. Oleh sebab itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam  telah mengambil ba’iat dari para sahabatnya –semoga Allah meridhoi mereka  seluruhnya- agar tetap mendengar dan taat kepada penguasa mereka. Sebagaimana  yang dinyatakan oleh sebagian sahabat:&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #274e13;" /&gt;&lt;span style="color: #274e13;"&gt;“Baik dalam keadaan kami suka maupun  tidak suka”. (HR.Al Bukhari dan Muslim dari sahabat Ubadah bin As-Shamit  radhiyallahu ’anhu)&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #274e13;" /&gt;&lt;span style="color: #274e13;"&gt;Adapun wasiat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam  yang ketiga yaitu mengenai pengamalan agama secara benar. Beliau shallallahu  ‘alaihi wasallam bersabda (yang artinya):&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #274e13;" /&gt;&lt;span style="color: #274e13;"&gt;“Barangsiapa yang masih hidup dari  kalian setelahku niscaya dia akan melihat perselisihan yang cukup  banyak”.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #274e13;" /&gt;&lt;span style="color: #274e13;"&gt;Yakni perselisihan dalam masalah agama. Kemudian beliau shallallahu  ‘alaihi wasallam bersabda:&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #274e13;" /&gt;&lt;span style="color: #274e13;"&gt;“ Wajib atas kalian untuk berpegang dengan  Sunnahku dan Sunnah Khulafa` Ar-Rosyidin Al- Mahdiyyin (para khalifah yang  terbimbing lagi mendapat petunjuk)”.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #274e13;" /&gt;&lt;span style="color: #274e13;"&gt;Yakni berpegang kepada ajaran agama yang  telah diwariskan oleh Rosulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada para  sahabatnya, secara lebih khusus para Khulafa` Ar-Rosyidin (Abu Bakar, Umar,  Utsman, dan Ali) –semoga Allah meridhoi mereka seluruhnya-. Perintah beliau ini  membimbing kita untuk memahami agama sesuai dengan Sunnahnya dan pemahaman para  sahabatnya. Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #274e13;" /&gt;&lt;span style="color: #274e13;"&gt;“Berpegang  teguhlah kalian dengannya dan gigitlah atasnya dengan gigi-gigi geraham  kalian”.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #274e13;" /&gt;&lt;span style="color: #274e13;"&gt;Pernyataan ini merupakan penekanan yang extra dalam memegang sunnah  beliau shallallahu ‘alaihi wasallam dengan sekuat-kuatnya, sampai diibaratkan  seperti menggigitnya dengan gigi-gigi geraham. Seorang yang menggigit dengan  gigi-gigi gerahamnya terbukti lebih kuat daripada yang menggigit dengan  gigi-giginya yang lain. Bahkan gigitannya tidak akan mampu dilepaskan walaupun  dengan tarikan yang menghentak kecuali jika gigi-gigi geraham itu telah tercabut  dari akarnya.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #274e13;" /&gt;&lt;span style="color: #274e13;"&gt;Maksud dari semua ini yaitu beliau shallallahu ‘alaihi wasallam  memerintahkan kita agar memegang teguh sunnahnya dengan sekuat tenaga dan  kemampuan. Sebab di masa belakangan sepeninggal beliau nanti, akan terjadi  perkara-perkara baru dalam agama yang memancing kita untuk mengikuti angkara  murka hawa nafsu kita. Oleh karena itu, beliau shallallahu ‘alaihi wasallam  bersabda:&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #274e13;" /&gt;&lt;span style="color: #274e13;"&gt;“ Dan berhati-hatilah kalian terhadap perkara-perkara baru dalam  agama. Karena sesungguhnya setiap perkara baru itu adalah bid’ah dan setiap  bid’ah itu adalah sesat”.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #274e13;" /&gt;&lt;span style="color: #274e13;"&gt;Wallahu a’lam bish shawab *&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908011865593489009-8076257905477882921?l=ikitasya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikitasya.blogspot.com/feeds/8076257905477882921/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/01/wasiat-rasulullah-saw.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/8076257905477882921'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/8076257905477882921'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2011/01/wasiat-rasulullah-saw.html' title='Wasiat Rasulullah Saw'/><author><name>Ikitasya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18179110198409448761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-2VotTfOh3_w/TcavH0IISBI/AAAAAAAAAQw/9u9pFYubge4/s220/Photo0104.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908011865593489009.post-77272977346952764</id><published>2010-12-05T06:07:00.001-08:00</published><updated>2010-12-05T06:07:46.586-08:00</updated><title type='text'>Produk Haram</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;PRODUK HARAM... !!! &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kecintaan terhadap lawan jenis merupakan fitrah yang  ada pada setiap manusia yang sempurna. Inilah hikmah diciptakannya manusia  dengan jenis yang berbeda, berupa laki-laki dan wanita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dijadikan indah  pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu:  wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda  pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di  dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)". (Q.S. Ali Imran:  14).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kecintaan kepada lawan jenis, harus diletakkan pada tempatnya  sesuai aturan syari’at. Jika tidak, maka di sinilah manusia akan hidup seperti  binatang, bahkan lebih keji lagi. Cara dan tipsnya yang syar’i, bina dan  tumbuhkan cinta ini dalam rumah tangga melalui gerbang nikah, bukan sebelum  berumah tangga, karena ini terlarang dalam agama kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembaca yang  budiman, kecintaan terhadap lawan jenis inilah yang menjadi alasan dua anak  manusia terjerumus dalam perkara haram, hina dan keji dengan menjalin hubungan,  memadu kasih, mengukir kisah asmara dan berjanji setia sehidup dan semati, atau  lebih akrab disebut dengan istilah "pacaran" !!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa banyak harta  yang terbuang karenanya, betapa banyak manusia menjadi gila karena ulahnya,  betapa banyak kemaksiatan yang terjadi karena melakukannya, dan jiwapun melayang  disebabkan olehnya. Namun sangat sedikit manusia yang mau mengambil pelajaran.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kenapa produk barat yang bermerek "pacaran" ini masih menjadi  "virus" yang menjangkiti hampir semua kalangan, mulai dari Sekolah Dasar, SMP,  SMA, sampai di bangku kuliahan. Mereka merasa malu, bila masih sendiri alias  belum punya pacar. Semua ini disebabkan karena hawa nafsu yang sudah berkuasa  pada diri seseorang, kurangnya perhatian orang tua, dan jauhnya mereka dari  agama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai macam dalih dan beribu merek alasan yang sering  dilontarkan untuk menghalalkan produk haram ini. Yah, "alasanya mengikuti  perkembangan zaman", "cara untuk mencari dan memilih pasangan hidup, agar bisa  saling mengenal karakter dan sifat masing-masing sebelum menjalani bahtera  kehidupan rumah tangga". Ini adalah jerat-jerat setan. Lalu sampai di mana  kalian akan saling mengenal pasangan? Apakah sampai harus melanggar  batasan-batasan Allah !!? Ini adalah pintu kebinasaan yang akan menghinakan  dirimu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil Haramnya Pacaran &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah -Azza wa Jalla- Yang Maha  Penyayang kepada hamba-Nya telah menutup segala celah yang bisa membinasakan  hamba-Nya, di antaranya adalah zina, dan segala pengantar menuju zina. Allah  –Azza wa Jalla- berfirman: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan janganlah kamu mendekati zina;  Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang  buruk". (QS. Al-Isra’ : 32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah telah melarang hamba-Nya untuk  mendekati perzinaan, karena zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu  jalan yang buruk. Maka segala hal yang bisa mengantarkan kepada bentuk perzinaan  telah diharamkan pula oleh Allah. Sedangkan pacaran adalah sebesar-besar perkara  yang bisa mengantarkan ke pintu perzinaan !!! Data dan realita telah  membuktikan; tak perlu kita sebutkan satu-persatu kisah buruk dan menjijikkan,  dua insan yang dimabuk asmara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Allah dalam ayat ini mengharamkan  pengantar menuju zina (diantaranya pacaran), maka tentunya Allah mengharamkannya  karena hal itu akan menimbulkan mafsadah (kerusakan) di atas permukaan bumi,  seperti kerusakan nasab, harga diri, rumah tangga, dunia, dan akhirat.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Pembaca yang budiman, Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam-  telah menjelaskan firman Allah di atas, kenapa Allah mengharamkan pacaran?  Jawabnya, berdasarkan hadits-hadits yang ada, bahwa pacaran mengandung beberapa  perkara maksiat lainnya; satu dengan lainnya saling mengundang, seperti:  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memandang Lawan Jenis yang Bukan Mahram &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saling memandang antara  satu dengan yang lainnya sudah menjadi perkara yang lumrah bagi dua insan yang  dimabuk cinta. Sementara memandang lawan jenis bisa membangkitkan syahwat  apalagi bila sang wanita berpakaian ketat yang menampakkan lekuk-lekuk tubuhnya.  Oleh karena itu "bohong" bila seorang laki-laki tidak tergiur dengan penampilan  wanita yang menampakkan lekuk-lekuk tubuhnya, apa lagi sang wanita tergila-gila  kepadanya dan tiap hari berada di sisinya. Sebenarnya sang laki-laki bejat  tinggal menunggu waktu dan kesempatan saja untuk bisa melampiaskan nafsu  setannya. Setelah itu terjadilah apa yang terjadi… naudzu billahi min dzalik.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, hendaknya seorang muslim menjaga matanya dari memandang  perkara-perkara yang diharamkan untuk dilihat. Allah -Subhanahu wa Ta’ala-  berfirman, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, "Hendaklah  mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya (dari hal yang haram);  yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha  mengetahui apa yang mereka perbuat". Katakanlah kepada wanita yang beriman,  "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya (dari yang haram)". (QS.  An-Nur: 30-31). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarir bin Abdillah -radhiyallahu ‘anhuma- berkata,  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;سَأَلْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهِ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ عَنْ نَظَرِ  الْفَجْأَةِ ؟ فَقَالَ: اِصْرِفْ بَصَرَكَ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku bertanya kepada  Rasulallahi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- tentang pandangan yang tiba-tiba  (tanpa sengaja)? Maka beliau bersabda, "Palingkan pandanganmu". [HR. Muslim  (2159), Abu Dawud (2148), At-Tirmidziy (2776)] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memandang wanita yang  tidak halal untuk dipandang (bukan mahram), meskipun tanpa syahwat, maka ia  adalah zina mata. Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كُتِبَ عَلَى ابْنِ اَدَمَ نَصِيْبُهُ مِنَ الزِّنَا مُدْرِكٌ ذلِكَ لَا  مَحَالَةَ: الْعَيْنَانِ زَنَاهُمَا النَّظَرُ ، وَالْأُذُنَانِ زِنَاهُمَا  الْاسْتِمَاعُ، وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلَامُ، وَالْيَدُ زِنَاهُ الْبَطْشُ،  وَالرِّجْلُ زِنَاهُ الْخُطَا، وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى، وَيُصَدِّقُ  ذَلِكَ الْفَرْجُ أَوْ يُكَذِّبُهُ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Telah ditulis bagi setiap bani Adam  bagiannya dari zina, pasti dia akan melakukannya, kedua mata zinanya adalah  memandang, kedua telinga zinanya adalah mendengar, lidah (lisan) zinanya adalah  berbicara, tangan zinanya adalah memegang, kaki zinanya adalah melangkah,  sementara qalbu berkeinginan dan berangan-angan, maka kemaluanlah yang  membenarkan (merealisasikan) hal itu atau mendustakannya". [HR. Al-Bukhoriy  (5889) dari Ibnu Abbas, dan Muslim (2657) dari Abu Hurairah] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saling  Merayu, dan Menggoda dengan Suara Lembut &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana lagi jika yang  dilakukan bukan hanya sekedar memandang, tapi juga dibumbui dengan cumbu rayu,  berbalut suara yang mengundang syahwat dan sejuta godaan dusta!! Allah  -Subhanahu wa Ta’ala- berfirman, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka janganlah kamu tunduk (bersuara  lembut) dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam  hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik". (QS. Al-Ahzab:32).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Hafizh Ibnu Katsir-rahimahullah- berkata menafsirkan ayat ini,  "Maknanya hal ini, seorang wanita berbicara (di balik tirai dan penghalang,  -pent) dengan orang lain dengan ucapan yang di dalamnya tak terdapat kemerduan  suara, yakni seorang wanita tidak berbicara dengan orang lain sebagaimana ia  berbicara dengan suaminya (dengan penuh kelembutan)". [Lihat Tafsir Al-Qur’an  Al-Karim (3/636)] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, seorang lelaki atau wanita terlarang untuk  saling menggoda, merayu, dan bercumbu dengan ucapan-ucapan yang membuat salah  satu lawan jenis tergoda, dan terbuai sehingga pada gilirannya membuka jalan  menuju zina, baik itu zina kecil (seperti memandang, saling memikirkan, dan  lainnya), maupun zina besar !! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menemui Wanita Tanpa Mahram, dan Tanpa  Pembatas &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehari bagaikan sepekan, sepekan bagaikan sebulan, dan sebulan  bagaikan setahun bila sepasang anak manusia yang sedang dimabuk cinta tidak  bertemu. Ketika mereka bertemu, pastilah berduaan. Sang pria berusaha sebisa  mungkin menemui si wanita, tanpa ada mahram, dan tanpa pembatas berupa tirai  yang melindungi mereka dari pandangan syahwat. Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi  wasallam- bersabda, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إَيَّاكُمْ وَالدُّخُوْلَ عَلَى النِّسَاءِ. فَقَالَ  رَجُلٌ مِنَ الْأَنْصَارِ: أَفَرَأَيْتَ ألْحَمْوَ؟ قَالَ : الْحَمْوُ الْمَوْتُ  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hati-hatilah kalian dari masuk menemui wanita". Seorang lelaki dari  kalangan Ashar berkata, "Bagaimana pendapatmu dengan kerabat suami?" Maka  Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda, "Mereka adalah kematian  (kebinasaan)". [HR. Al-Bukhoriy (5232), Muslim (2172), dan At-Tirmidziy (1171)]  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berduaan antara Pria dan Wanita &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih para lagi, jika pria dan  wanita yang berpacaran ini saling berduaan, karena setan sudah hampir berhasil  menjerumuskan keduanya dalam zina. Makanya, kasus zinanya orang yang berpacaran,  itu terjadi di saat mereka berduaan; saat mereka bebas mengungkap isi hatinya,  dan syahwatnya yang bergejolak kepada lawan jenisnya. Sebab itu, kedua pasangan  yang haram ini berusaha mencari tempat yang tersembunyi, dan jauh dari jangkauan  manusia; ada yang pergi ke daerah wisata Malino, Bantimurung, tepi pantai; ada  yang lebih elit lagi sewa hotel, villa, dan lainnya. Untuk apa? Agar bebas  berduaan melampiaskan birahinya yang keji !!! Di lain sisi, sebagian wanita tak  sadar jika ia akan dihinakan dengan perbuatan itu, karena hanya sekedar  janji-janji muluk dan dusta. Sadarlah wahai kaum wanita, jika seorang lelaki  yang mengungkapkan cintanya kepadamu, tanpa melalui pintu nikah, maka ketahuilah  bahwa itu adalah "cinta palsu", dan "janji dusta"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang dilarang  berduaan dengan lawan jenisnya yang bukan mahramnya, karena hal itu akan membuat  setan lebih leluasa menggoda dan menjerumuskan seseorang dalam zina, dan  pengantarnya. Rasulllah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لَا  يَخْلُوَنَّ أَحَدُكُمْ بِامْرَأَةٍ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ  ثَالِثُهُمَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan sekali-sekali salah seorang di antara kalian (kaum  pria) berduan dengan seorang wanita, karena setan adalah pihak ketiganya". [HR.  At-Tirmidziy (2165), dan Ahmad (114). Hadits ini di-shohih-kan oleh Al-Albaniy  dalam Al-Irwa’ (6/215)] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memegang dan Menyentuh Pacar &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pacaran  tidaklah lepas dari bersentuhan, entah dengan cara berjabat tangan, berboncengan  di atas kendaraan, atau berpegangan, berpelukan, berciuman dan lainnya.  Ketahuilah bahwa memegang dan menyentuh wanita yang bukan mahram kita adalah  perbuatan yang diharamkan dalam agama kita. Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi  wasallam- bersabda, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لَأَنْ يُطْعَنَ فِيْ رَأْسِ رَجُلٍ بِمِخْيَطٍ مِنْ  حَدِيْدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لَا تَحِلُّ  لَهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Andaikan kepala seseorang di cerca dengan jarum besi, itu lebih  baik (ringan) baginya dibandingkan menyentuh seorang wanita yang tak halal  baginya". [HR. Ar-Ruyaniy dalam Al-Musnad (227/2), dan Ath-Thobroniy dalam  Al-Kabir (486, &amp;amp; 487)] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Allamah Syaikh Muhammad Nashiruddin  Al-Albaniy-rahimahullah- berkata setelah menguatkan sanad hadits diatas dalam  Ash-Shohihah (1/1/448), "Dalam hadits ini terdapat ancaman yang keras bagi orang  yang menyentuh wanita yang tak halal baginya. Jadi, di dalamnya juga ada dalil  yang menunjukkan haramnya berjabat tangan dengan para wanita (yang bukan  mahram), karena berjabat tangan dicakup oleh kata "menyentuh", tanpa syak.  Perkara seperti ini telah menimpa kebanyakan kaum muslimin di zaman ini. (Namun  sayang), di antara mereka ada yang berilmu andaikan ia ingkari dalam hatinya,  maka masalahnya sedikit agak ringan. Cuman mereka ini berusaha menghalalkannya  dengan berbagai jalan, dan takwil. Telah sampai suatu berita kepada kami bahwa  ada seorang tokoh besar di Al-Azhar telah disaksikan oleh sebagian orang sedang  berjabat tangan dengan para wanita !! Hanya kepada Allah tempat kita mengadu  dari keterasingan Islam". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasihat bagi Orang Tua &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu perkara  yang membuat kita sedih, orang tua tidak peduli lagi dengan anak gadisnya ketika  keluar rumah bersama laki-laki yang bukan mahramnya. Keluar dengan berpakaian  serba ketat, kemudian dibonceng,. Tidak tahu kemana anak gadisnya dibawa pergi.  Lalu terjadilah apa yang terjadi. Si gadis terkadang pulang larut malam, namun  orang tua hanya membiarkan kemungkaran terjadi di dalam rumah tangga, dan  keluarganya. Inilah Dayyuts yang diharamkan baginya jannah (surga). Nabi  -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ثَلَاثَةٌ قَدْ حَرَّمَ اللهُ  عَلَيْهِمُ الْجَنَّةَ : مُدْمِنُ الْخَمْرِ وَ الْعَاقُّ وَ الدَّيُّوْثُ الَّذِيْ  يُقِرُّ فِيْ أَهْلِهِ الْخُبْثَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada tiga golongan yang sungguh Allah  haramkan baginya surga: pecandu khomer, orang yang durhaka (kepada orang  tuanya), dan dayyuts yang membiarkan perbuatan keji dalam keluarganya". [HR.  Ahmad dalam Al-Musnad (2/69/no. 5372). Hadits ini di-shohih-kan oleh Syaikh  Al-Albaniy dalam Shohih Al-Jami’ (3047)] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita melirik ke arah yang  lain, ternyata ada juga wanita yang berbusana muslimah dan pria memakai gamis  jatuh ke dalam jerat setan ini. Mereka sebut dengan istilah "pacaran islami".  Tentunya ini justru lebih berbahaya karena jalan menuju perzinaan yang telah  dibungkus dengan label "islami". Padahal sungguh agama Islam yang suci ini telah  berlepas diri dari perbuatan ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pacaran yang merupakan pos dan gerbang  menuju zina ini, jika dianggap "islami" -padahal itu haram berdasarkan ayat yang  lalu-, maka kami khawatirkan akan muncul generasi yang akan menghalalkan  perkara-perkara haram lainnya, karena dipoles dan dihiasi dengan label "islami"  sehingga mereka nantinya akan membuat istilah "musik islami", "khomer islami",  "mencuri islami", "riba islami", "judi islami", dan lain sebagainya. Padahal  musik, khomer, mencuri, riba, dan judi adalah perkara-perkara haram, namun  dihalalkan oleh mereka hanya karena permaiman kata yang licik. Na’udzu billah  min dzalik !! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kami nashihatkan kepada kaum yang dilanda asmara  agar segera bertaubat kepada Allah sebelum nyawa meregang. Hentikan pacaran yang  akan menjatuhkan kalian dalam jurang kenistaan. Jagalah kehormatan kalian yang  suci dengan tameng ketaqwaan kepada Allah -Ta’ala- .&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908011865593489009-77272977346952764?l=ikitasya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikitasya.blogspot.com/feeds/77272977346952764/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2010/12/produk-haram.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/77272977346952764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/77272977346952764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2010/12/produk-haram.html' title='Produk Haram'/><author><name>Ikitasya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18179110198409448761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-2VotTfOh3_w/TcavH0IISBI/AAAAAAAAAQw/9u9pFYubge4/s220/Photo0104.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908011865593489009.post-634724518984091077</id><published>2010-12-05T06:01:00.000-08:00</published><updated>2010-12-05T06:03:07.793-08:00</updated><title type='text'>Waktu-Waktu Terkabulnya Doá</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;Waktu-Waktu Terkabulnya Do’a&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sungguh berbeda Allah Subhanahu Wa Ta’ala  dengan makhluk-Nya. Dia Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Lihatlah manusia,  ketika ada orang meminta sesuatu darinya ia merasa kesal dan berat hati.  Sedangkan Allah Ta’ala mencintai hamba yang meminta kepada-Nya. Sebagaimana  perkataan seorang penyair:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الله يغضب إن تركت سؤاله&amp;nbsp; وبني آدم حين يسأل  يغضب&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allah murka pada orang yang enggan meminta kepada-Nya, sedangkan  manusia ketika diminta ia marah”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, Allah mencintai hamba yang berdoa  kepada-Nya, bahkan karena cinta-Nya Allah memberi ‘bonus’ berupa ampunan dosa  kepada hamba-Nya yang berdoa. Allah Ta’ala berfirman dalam sebuah hadits  qudsi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يا ابن آدم إنك ما دعوتني ورجوتني غفرت لك على ما كان منك ولا  أبالي&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai manusia, selagi engkau berdoa dan berharap kepada-Ku, aku  mengampuni dosamu dan tidak aku pedulikan lagi dosamu” (HR. At Tirmidzi, ia  berkata: ‘Hadits hasan shahih’)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh Allah memahami keadaan manusia  yang lemah dan senantiasa membutuhkan akan Rahmat-Nya. Manusia tidak pernah  lepas dari keinginan, yang baik maupun yang buruk. Bahkan jika seseorang  menuliskan segala keinginannya dikertas, entah berapa lembar akan  terpakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kita tidak perlu heran jika Allah Ta’ala melaknat orang  yang enggan berdoa kepada-Nya. Orang yang demikian oleh Allah ‘Azza Wa Jalla  disebut sebagai hamba yang sombong dan diancam dengan neraka Jahannam. Allah  Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ  يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ  دَاخِرِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Berdoalah kepadaKu, Aku akan kabulkan doa kalian. Sungguh  orang-orang yang menyombongkan diri karena enggan beribadah kepada-Ku, akan  dimasukkan ke dalam neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” (QS. Ghafir:  60)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini juga menunjukkan bahwa Allah Maha Pemurah terhadap  hamba-Nya, karena hamba-Nya diperintahkan berdoa secara langsung kepada Allah  tanpa melalui perantara dan dijamin akan dikabulkan. Sungguh Engkau Maha Pemurah  Ya Rabb…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdoa Di Waktu Yang Tepat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara usaha yang bisa kita  upayakan agar doa kita dikabulkan oleh Allah Ta’ala adalah dengan memanfaatkan  waktu-waktu tertentu yang dijanjikan oleh Allah bahwa doa ketika waktu-waktu  tersebut&amp;nbsp; dikabulkan. Diantara waktu-waktu tersebut adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ketika  sahur atau sepertiga malam terakhir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala mencintai hamba-Nya yang  berdoa disepertiga malam yang terakhir. Allah Ta’ala berfirman tentang ciri-ciri  orang yang bertaqwa, salah satunya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ  يَسْتَغْفِرُون&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ketika waktu sahur (akhir-akhir malam), mereka berdoa  memohon ampunan” (QS. Adz Dzariyat: 18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertiga malam yang paling akhir  adalah waktu yang penuh berkah, sebab pada saat itu Rabb kita Subhanahu Wa  Ta’ala turun ke langit dunia dan mengabulkan setiap doa hamba-Nya yang berdoa  ketika itu. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ينزل ربنا تبارك  وتعالى كل ليلة إلى السماء الدنيا ، حين يبقى ثلث الليل الآخر، يقول : من يدعوني  فأستجيب له ، من يسألني فأعطيه ، من يستغفرني فأغفر له&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rabb kita turun ke  langit dunia pada sepertiga malam yang akhir pada setiap malamnya. Kemudian  berfirman: ‘Orang yang berdoa kepada-Ku akan Ku kabulkan, orang yang meminta  sesuatu kepada-Ku akan Kuberikan, orang yang meminta ampunan dari-Ku akan  Kuampuni‘” (HR. Bukhari no.1145, Muslim no. 758)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun perlu dicatat,  sifat ‘turun’ dalam hadits ini jangan sampai membuat kita membayangkan Allah  Ta’ala turun sebagaimana manusia turun dari suatu tempat ke tempat lain. Karena  tentu berbeda. Yang penting kita mengimani bahwa Allah Ta’ala turun ke langit  dunia, karena yang berkata demikian adalah Rasulullah Shallallahu’alaihi  Wasallam diberi julukan Ash shadiqul Mashduq (orang jujur yang diotentikasi  kebenarannya oleh Allah), tanpa perlu mempertanyakan dan membayangkan bagaimana  caranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hadits ini jelas bahwa sepertiga malam yang akhir adalah  waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak berdoa. Lebih lagi di bulan Ramadhan,  bangun di sepertiga malam akhir bukanlah hal yang berat lagi karena bersamaan  dengan waktu makan sahur. Oleh karena itu, manfaatkanlah sebaik-baiknya waktu  tersebut untuk berdoa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ketika berbuka puasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu berbuka puasa  pun merupakan waktu yang penuh keberkahan, karena diwaktu ini manusia merasakan  salah satu kebahagiaan ibadah puasa, yaitu diperbolehkannya makan dan minum  setelah seharian menahannya, sebagaimana hadits:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;للصائم فرحتان : فرحة عند  فطره و فرحة عند لقاء ربه&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang yang berpuasa memiliki 2 kebahagiaan:  kebahagiaan ketika berbuka puasa dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabb-Nya  kelak” (HR. Muslim, no.1151)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberkahan lain di waktu berbuka puasa  adalah dikabulkannya doa orang yang telah berpuasa, sebagaimana sabda&amp;nbsp;  Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ثلاث لا ترد دعوتهم الصائم حتى  يفطر والإمام العادل و المظلوم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘”Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya  orang yang berpuasa ketika berbuka, doanya pemimpin yang adil dan doanya orang  yang terzhalimi” (HR. Tirmidzi no.2528, Ibnu Majah no.1752, Ibnu Hibban no.2405,  dishahihkan Al Albani di Shahih At Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, jangan  lewatkan kesempatan baik ini untuk memohon apa saja yang termasuk kebaikan dunia  dan kebaikan akhirat. Namun perlu diketahui, terdapat doa yang dianjurkan untuk  diucapkan ketika berbuka puasa, yaitu doa berbuka puasa. Sebagaimana  hadits&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا أفطر قال ذهب الظمأ وابتلت  العروق وثبت الأجر إن شاء الله&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Biasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi  Wasallam ketika berbuka puasa membaca doa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت  الأجر إن شاء الله&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;/Dzahabaz zhamaa-u wabtalatil ‘uruqu wa tsabatal ajru  insyaa Allah/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(‘Rasa haus telah hilang, kerongkongan telah basah, semoga  pahala didapatkan. Insya Allah’)” (HR. Abu Daud no.2357, Ad Daruquthni 2/401,  dihasankan oleh Ibnu Hajar Al Asqalani di Hidayatur Ruwah, 2/232)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun  doa yang tersebar di masyarakat dengan lafazh berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اللهم لك صمت و بك  امنت و على رزقك افطرت برحمتك يا ارحم الراحمين&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adalah hadits palsu, atau  dengan kata lain, ini bukanlah hadits. Tidak terdapat di kitab hadits manapun.  Sehingga kita tidak boleh meyakini doa ini sebagai hadits Nabi  Shallallahu’alaihi Wasallam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, doa dengan lafazh ini  dihukumi sama seperti ucapan orang biasa seperti saya dan anda. Sama  kedudukannya seperti kita berdoa dengan kata-kata sendiri. Sehingga doa ini  tidak boleh dipopulerkan apalagi dipatenkan sebagai doa berbuka  puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang ada hadits tentang doa berbuka puasa dengan lafazh yang  mirip dengan doa tersebut, semisal:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا  أفطر قال : اللهم لك صمت وعلى رزقك أفطرت فتقبل مني إنك أنت السميع  العليم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Biasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam ketika berbuka  membaca doa: Allahumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthartu fataqabbal minni,  innaka antas samii’ul ‘aliim”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Al Futuhat Ar Rabbaniyyah (4/341),  dinukil perkataan Ibnu Hajar Al Asqalani: “Hadits ini gharib, dan sanadnya lemah  sekali”. Hadits ini juga di-dhaif-kan oleh Al Albani di Dhaif Al Jami’ (4350).  Atau doa-doa yang lafazh-nya semisal hadits ini semuanya berkisar antara hadits  dhaif atau munkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ketika malam lailatul qadar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam lailatul  qadar adalah malam diturunkannya Al Qur’an. Malam ini lebih utama dari 1000  bulan. Sebagaimana firmanAllah Ta’ala:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ  أَلْفِ شَهْرٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Malam Lailatul Qadr lebih baik dari 1000 bulan” (QS. Al  Qadr: 3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada malam ini dianjurkan memperbanyak ibadah termasuk  memperbanyak doa. Sebagaimana yang diceritakan oleh Ummul Mu’minin Aisyah  Radhiallahu’anha:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قلت يا رسول الله أرأيت إن علمت أي ليلة ليلة القدر ما  أقول فيها قال قولي اللهم إنك عفو كريم تحب العفو فاعف عني&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku bertanya  kepada Rasulullah: Wahai Rasulullah, menurutmu apa yang sebaiknya aku ucapkan  jika aku menemukan malam Lailatul Qadar? Beliau bersabda:  Berdoalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahumma innaka  ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni ['Ya Allah, sesungguhnya engkau Maha  Pengampun dan menyukai sifat pemaaf, maka ampunilah aku'']”(HR. Tirmidzi, 3513,  Ibnu Majah, 3119, At Tirmidzi berkata: “Hasan Shahih”)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hadits ini  Ummul Mu’minin ‘Aisyah Radhiallahu’anha meminta diajarkan ucapan yang sebaiknya  diamalkan ketika malam Lailatul Qadar. Namun ternyata Rasulullah  Shallallahu’alaihi Wasallam mengajarkan lafadz doa. Ini menunjukkan bahwa pada  malam Lailatul Qadar dianjurkan memperbanyak doa, terutama dengan lafadz yang  diajarkan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Ketika adzan berkumandang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dianjurkan  untuk menjawab adzan dengan lafazh yang sama, saat adzan dikumandangkan pun  termasuk waktu yang mustajab untuk berdoa.&amp;nbsp; Rasulullah Shallallahu’alaihi  Wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ثنتان لا تردان أو قلما تردان الدعاء عند النداء وعند  البأس حين يلحم بعضهم بعضا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Doa tidak tertolak pada dua waktu, atau  minimal kecil kemungkinan tertolaknya. Yaitu ketika adzan berkumandang dan saat  perang berkecamuk, ketika kedua kubu saling menyerang” (HR. Abu Daud, 2540, Ibnu  Hajar Al Asqalani dalam Nata-ijul Afkar, 1/369, berkata: “Hasan  Shahih”)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Di antara adzan dan iqamah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu jeda antara adzan dan  iqamah adalah juga merupakan waktu yang dianjurkan untuk berdoa, berdasarkan  sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الدعاء لا يرد بين الأذان  والإقامة&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Doa di antara adzan dan iqamah tidak tertolak” (HR. Tirmidzi,  212, ia berkata: “Hasan Shahih”)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian jelaslah bahwa amalan  yang dianjurkan antara adzan dan iqamah adalah berdoa, bukan shalawatan, atau  membaca murattal dengan suara keras, misalnya dengan menggunakan mikrofon.  Selain tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah&amp;nbsp; Shallallahu’alaihi Wasallam,  amalan-amalan tersebut dapat mengganggu orang yang berdzikir atau sedang shalat  sunnah. Padahal Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لا إن  كلكم مناج ربه فلا يؤذين بعضكم بعضا ولا يرفع بعضكم على بعض في القراءة أو قال في  الصلاة&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ketahuilah, kalian semua sedang bermunajat kepada Allah, maka  janganlah saling mengganggu satu sama lain. Janganlah kalian mengeraskan suara  dalam membaca Al Qur’an,’ atau beliau berkata, ‘Dalam shalat’,” (HR. Abu Daud  no.1332, Ahmad, 430, dishahihkan oleh Ibnu Hajar Al Asqalani di Nata-ijul Afkar,  2/16).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, orang yang shalawatan atau membaca Al Qur’an dengan  suara keras di waktu jeda ini, telah meninggalkan amalan yang di anjurkan oleh  Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, yaitu berdoa. Padahal ini adalah  kesempatan yang bagus untuk memohon kepada Allah segala sesuatu yang ia  inginkan. Sungguh merugi jika ia melewatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Ketika sedang sujud  dalam shalat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أقرب  ما يكون العبد من ربه وهو ساجد . فأكثروا الدعا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seorang hamba berada  paling dekat dengan Rabb-nya ialah ketika ia sedang bersujud. Maka perbanyaklah  berdoa ketika itu” (HR. Muslim, no.482)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Ketika sebelum salam pada  shalat wajib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قيل  يا رسول الله صلى الله عليه وسلم أي الدعاء أسمع قال جوف الليل الآخر ودبر الصلوات  المكتوبات&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada yang bertanya: Wahai Rasulullah, kapan doa kita didengar  oleh Allah? Beliau bersabda: “Diakhir malam dan diakhir shalat wajib” (HR.  Tirmidzi, 3499)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Qayyim Al Jauziyyah dalam Zaadul Ma’ad (1/305)  menjelaskan bahwa yang dimaksud ‘akhir shalat wajib’ adalah sebelum salam. Dan  tidak terdapat riwayat bahwa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam dan para sahabat  merutinkan berdoa meminta sesuatu setelah salam pada shalat wajib. Ahli fiqih  masa kini, Syaikh Ibnu Utsaimin Rahimahullah berkata: “Apakah berdoa setelah  shalat itu disyariatkan atau tidak? Jawabannya: tidak disyariatkan. Karena Allah  Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلاةَ فَاذْكُرُوا  اللَّهَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika engkau selesai shalat, berdzikirlah” (QS. An Nisa: 103).  Allah berfirman ‘berdzikirlah’, bukan ‘berdoalah’. Maka setelah shalat bukanlah  waktu untuk berdoa, melainkan sebelum salam” (Fatawa Ibnu Utsaimin,  15/216).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sungguh disayangkan kebanyakan kaum muslimin merutinkan  berdoa meminta sesuatu setelah salam pada shalat wajib yang sebenarnya tidak  disyariatkan, kemudian justru meninggalkan waktu-waktu mustajab yang  disyariatkan yaitu diantara adzan dan iqamah, ketika adzan, ketika sujud dan  sebelum salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Di hari Jum’at&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu’alaihi  Wasallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أن رسول الله صلى الله عليه وسلم ذكر يوم الجمعة ، فقال  : فيه ساعة ، لا يوافقها عبد مسلم ، وهو قائم يصلي ، يسأل الله تعالى شيئا ، إلا  أعطاه إياه . وأشار بيده يقللها&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam  menyebutkan tentang hari&amp;nbsp; Jumat kemudian beliau bersabda: ‘Di dalamnya terdapat  waktu. Jika seorang muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan apa yang ia  minta’. Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu  tersebut” (HR. Bukhari 935, Muslim 852 dari sahabat Abu Hurairah  Radhiallahu’anhu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Fathul Baari ketika  menjelaskan hadits ini beliau menyebutkan 42 pendapat ulama tentang waktu yang  dimaksud. Namun secara umum terdapat 4 pendapat yang kuat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat  pertama, yaitu waktu sejak imam naik mimbar sampai selesai shalat Jum’at,  berdasarkan hadits:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;هي ما بين أن يجلس الإمام إلى أن تقضى  الصلاة&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Waktu tersebut adalah ketika imam naik mimbar sampai shalat  Jum’at selesai” (HR. Muslim, 853 dari sahabat Abu Musa Al Asy’ari  Radhiallahu’anhu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat ini dipilih oleh Imam Muslim, An Nawawi, Al  Qurthubi, Ibnul Arabi dan Al Baihaqi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat kedua, yaitu setelah ashar  sampai terbenamnya matahari. Berdasarkan hadits:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يوم الجمعة ثنتا عشرة  يريد ساعة لا يوجد مسلم يسأل الله عز وجل شيئا إلا أتاه الله عز وجل فالتمسوها آخر  ساعة بعد العصر&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dalam 12 jam hari Jum’at ada satu waktu, jika seorang  muslim meminta sesuatu kepada Allah Azza Wa Jalla pasti akan dikabulkan. Carilah  waktu itu di waktu setelah ashar” (HR. Abu Daud, no.1048 dari sahabat Jabir bin  Abdillah Radhiallahu’anhu. Dishahihkan Al Albani di Shahih Abi Daud). Pendapat  ini dipilih oleh At Tirmidzi, dan Ibnu Qayyim Al Jauziyyah. Pendapat ini yang  lebih masyhur dikalangan para ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat ketiga, yaitu setelah  ashar, namun diakhir-akhir hari Jum’at. Pendapat ini didasari oleh riwayat dari  Abi Salamah. Ishaq bin Rahawaih, At Thurthusi, Ibnul Zamlakani menguatkan  pendapat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat keempat, yang juga dikuatkan oleh Ibnu Hajar  sendiri, yaitu menggabungkan semua pendapat yang ada. Ibnu ‘Abdil Barr berkata:  “Dianjurkan untuk bersungguh-sungguh dalam berdoa pada dua waktu yang  disebutkan”. Dengan demikian seseorang akan lebih memperbanyak doanya di hari  Jum’at tidak pada beberapa waktu tertentu saja. Pendapat ini dipilih oleh Imam  Ahmad bin Hambal, Ibnu ‘Abdil Barr.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Ketika turun hujan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan  adalah nikmat Allah Ta’ala. Oleh karena itu tidak boleh mencelanya. Sebagian  orang merasa jengkel dengan turunnya hujan, padahal yang menurunkan hujan tidak  lain adalah Allah Ta’ala. Oleh karena itu, daripada tenggelam dalam rasa jengkel  lebih baik memanfaatkan waktu hujan untuk berdoa memohon apa yang diinginkan  kepada Allah Ta’ala:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ثنتان ما تردان : الدعاء عند النداء ، و تحت  المطر&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Doa tidak tertolak pada 2 waktu, yaitu ketika adzan berkumandang  dan ketika hujan turun” (HR Al Hakim, 2534, dishahihkan Al Albani di Shahih Al  Jami’, 3078)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Hari Rabu antara Dzuhur dan Ashar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sunnah ini  belum diketahui oleh kebanyakan kaum muslimin, yaitu dikabulkannya doa diantara  shalat Zhuhur dan Ashar dihari Rabu. Ini diceritakan oleh Jabir bin Abdillah  Radhiallahu’anhu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أن النبي صلى الله عليه وسلم دعا في مسجد الفتح ثلاثا يوم  الاثنين، ويوم الثلاثاء، ويوم الأربعاء، فاستُجيب له يوم الأربعاء بين الصلاتين  فعُرِفَ البِشْرُ في وجهه&lt;br /&gt;قال جابر: فلم ينزل بي أمر مهمٌّ غليظ إِلاّ توخَّيْتُ  تلك الساعة فأدعو فيها فأعرف الإجابة&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam  berdoa di Masjid Al Fath 3 kali, yaitu hari Senin, Selasa dan Rabu. Pada hari  Rabu lah doanya dikabulkan, yaitu diantara dua shalat. Ini diketahui dari  kegembiraan di wajah beliau. Berkata Jabir : ‘Tidaklah suatu perkara penting  yang berat pada saya kecuali saya memilih waktu ini untuk berdoa,dan saya  mendapati dikabulkannya doa saya‘”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فاستجيب له  يوم الأربعاء بين الصلاتين الظهر والعصر&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pada hari Rabu lah doanya  dikabulkan, yaitu di antara shalat Zhuhur dan Ashar” (HR. Ahmad, no. 14603, Al  Haitsami dalam Majma Az Zawaid, 4/15, berkata: “Semua perawinya tsiqah”, juga  dishahihkan Al Albani di Shahih At Targhib, 1185)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ  وَبِحَمْدِكَ،لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ ®™&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908011865593489009-634724518984091077?l=ikitasya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikitasya.blogspot.com/feeds/634724518984091077/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2010/12/waktu-waktu-terkabulnya-doa-sungguh.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/634724518984091077'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/634724518984091077'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2010/12/waktu-waktu-terkabulnya-doa-sungguh.html' title='Waktu-Waktu Terkabulnya Doá'/><author><name>Ikitasya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18179110198409448761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-2VotTfOh3_w/TcavH0IISBI/AAAAAAAAAQw/9u9pFYubge4/s220/Photo0104.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908011865593489009.post-654361225124440015</id><published>2010-12-05T05:56:00.000-08:00</published><updated>2010-12-05T05:56:49.690-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="color: #0c343d; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;WANITA DURHAKA !!!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #0c343d; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;Oleh Jamaluddin Uksim&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;Tak ada gading yang tak retak.  Mungkin pribahasa ini sudah sering terlintas di telinga kita. Kandungan  pribahasa ini sering kita jumpai dalam kehidupan kita. Apalagi dalam kehidupan  berumah tangga yang penuh dengan problema. Awalnya, semua terasa indah. Namun  ketika badai menghadang, petir-petir kemarahan menyambar, awan pekat  menyelimuti, tangis pilu mengiris hati; membuat semuanya berubah. Semuanya harus  diterima sebagai sunnatullah. Kadang kita menangis, dan terkadang kita tertawa.  Semua itu berada di bawah kehendak Allah -Subhanahu wa Ta’la- .&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;Kehidupan  berumah tangga akan indah, jika masing-masing anggotanya mendapat ketentraman.  Sedang ketentraman akan terwujud jika sesama anggota keluarga saling menghargai,  dan memahami tugas masing-masing. Namun, tatkala hal tersebut tidak ada, maka  alamat kehancuran ada di depan mata. Diantara penyebab hancurnya keharmonisan  itu adalah durhakanya seorang istri kepada suaminya. Maka, pada edisi kali ini  kita akan membahas bahaya istri yang durhaka. &lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;Pembaca yang budiman,  sesungguhnya Allah -Subhanahu wa Ta’la- menciptakan istri bagi kita, agar kita  merasa tentram dan tenang kepadanya. Sebagaimana firman Allah -Subhanahu wa  Ta’la- &lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;"Dan diantara tanda-tanda kekuasan-Nya ialah Dia menciptakan  untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa  tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang.  Sesungguhnya yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang  berpikir." (QS. Ar-Ruum :21)&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;Al-Hafizh Ibnu Katsir  Ad-Dimasyqiy-rahimahullah- berkata menafsirkan ayat ini, "Kemudian diantara  kesempurnaan rahmat-Nya kepada anak cucu Adam, Allah menciptakan pasangan mereka  dari jenis mereka, dan Allah ciptakan diantara mereka mawaddah (yakni, cinta),  dan rahmat (yakni, kasih sayang). Sebab seorang suami akan mempertahankan  istrinya karena cinta kepadanya atau sayang kepadanya dengan jalan wanita  mendapatkan anak dari suami, atau ia butuh kepada suaminya dalam hal nafkah,  atau karena kerukunan antara keduanya, dan sebagainya". [Lihat Tafsir Al-Qur'an  Al-Azhim (3/568)]&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;Jadi, maksud adanya pernikahan adalah untuk menciptakan  kecenderungan (ketenangan), kasih sayang, dan cinta. Sebab seorang istri akan  menjadi penyejuk mata, dan penenang di kala timbul problema. Namun, jika istri  itu durhaka lagi membangkang kepada suaminya, maka alamat kehancuran ada didepan  mata. Dia tidak lagi menjadi penyejuk hati, tapi menjadi musibah dan neraka bagi  suaminya.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;Kedurhakaan seorang istri kepada suaminya amat banyak ragam dan  bentuknya, seperti mencaci-maki suami, mengangkat suara depan suami, membuat  suami jengkel, berwajah cemberut depan suami, menolak ajakan suami untuk jimak,  membenci keluarga suami, tidak mensyukuri (mengingkari) kebaikan, dan pemberian  suami, tidak mau mengurusi rumah tangga suami, selingkuh, berpacaran di belakang  suami, keluar rumah tanpa izin suami, dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;Allah -Subhanahu wa  Ta’la- telah mengancam istri yang durhaka kepada suaminya melalui lisan  Rasul-Nya ketika Beliau -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;"Allah  tidak akan melihat seorang istri yang tidak mau berterima kasih atas kebaikan  suaminya padahal ia selalu butuh kepada suaminya" .[HR. An-Nasa'iy dalam  Al-Kubro (9135 &amp;amp; 9136), Al-Bazzar dalam Al-Musnad (2349), Al-Hakim dalam  Al-Mustadrok (2771), dan lainnya. Hadits ini di-shohih-kan oleh Syaikh  Al-Albaniy dalam Ash-Shohihah (289)]&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;Tipe wanita seperti ini banyak  disekitar kita. Suami yang capek banting tulang setiap hari untuk menghidupi  anak-anaknya, dan memenuhi kebutuhannya, namun masih saja tetap berkeluh kesah  dan tidak puas dengan penghasilan suaminya. Ia selalu membanding-bandingkan  suaminya dengan orang lain, sehingga hal itu menjadi beban yang berat bagi  suaminya. Maka tidak heran jika neraka dipenuhi dengan wanita-wanita seperti  ini, sebagaimana sabda Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam-, &lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;"Telah  diperlihatkan neraka kepadaku, kulihat mayoritas penghuninya adalah wanita,  mereka telah kufur (ingkar)!" Ada yang bertanya, "apakah mereka kufur (ingkar)  kepada Allah?" Rasullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- menjawab, "Tidak, mereka  mengingkari (kebaikan) suami. Sekiranya kalian senantiasa berbuat baik kepada  salah seorang dari mereka sepanjang hidupnya, lalu ia melihat sesuatu yang tidak  berkenan, ia (istri durhaka itu) pasti berkata, "Saya sama sekali tidak pernah  melihat kebaikan pada dirimu". [HR. Bukhariy dalam Shohih-nya (29), dan Muslim  dalam Shohih-nya (907)]&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;Pembaca yang budiman, jika para wandu mengetahui  betapa besar kedudukan seorang suami di sisinya, maka mereka tidak akan berani  durhaka dan membangkang kepada suaminya. Cobalah tengok hadits Hushain bin  Mihshon ketika ia berkata, "Bibiku telah menceritakan kepadaku seraya berkata,  &lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;"Saya mendatangi Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- untuk suatu  keperluan. Beliau bertanya:"siapakah ini? Apakah sudah bersuami?."sudah!",  jawabku. "Bagaimana hubungan engkau dengannya?", tanya Rasulullah. "Saya selalu  mentaatinya sebatas kemampuanku". Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam-  bersabda, "Perhatikanlah selalu bagaimana hubunganmu denganya, sebab suamimu  adalah surgamu, dan nerakamu". [HR. An-Nasa'iy dalam Al-Kubro (8963), Ahmad  dalam Al-Musnad (4/341/no. 19025), dan lainnya. Hadits ini di-shohih-kan oleh  Al-Albaniy dalam Ash-Shohihah (2612), dan Adab Az-Zifaf (hal. 213)]&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;Dari  hadits ini, kita telah mengetahui betapa besar dan agungnya hak-hak suami yang  wajib dipenuhi seorang istri sampai Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam-  pernah bersabda,&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;"Sekiranya aku memerintahkan seseorang untuk sujud  kepada lainnya, niscaya akan kuperintahkan seorang istri sujud kepada suaminya"  . [HR. At-Tirmidziy dalam As-Sunan (1159), dan lainnya. Hadits ini di-shohih-kan  oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Al-Irwa' (1998)]&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;Jika seorang istri tidak  memenuhi hak-hak tersebut atau durhaka kepada suami, maka ia mendapatkan ancaman  dari Allah -Ta’ala- lewat lisan Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa  sallam-,&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;"Ada dua orang yang sholatnya tidak melampaui kepalanya: budak  yang lari dari majikannya sampai ia kembali, dan wanita yang durhaka kepada  suaminya sampai ia mau rujuk (taubat)". [HR. Ath-Thobroniy dalam Ash-Shoghir  (478), dan Al-Hakim dalam Al-Mustadrok (7330)]&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;Nabi -Shallallahu ‘alaihi  wa sallam- bersabda,&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;"Ada tiga orang yang sholatnya tidak melampaui  telinganya: Hamba yang lari sampai ia mau kembali, wanita yang bermalam, sedang  suaminya marah kepadanya, dan seorang pemimpin kaum, sedang mereka benci  kepadanya". [HR. At-Tirmidziy (360). Hadits ini di-hasan-kan oleh Al-Albaniy  dalam Takhrij Al-Misykah (1122)]&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;Ini merupakan ancaman yang amat keras  bagi para wandu (wanita durhaka), karena kedurhakaannya menjadi sebab  tertolaknya amal sholatnya di sisi Allah. Dia sholat hanya sekedar melaksanakan  kewajiban di hadapan Allah. Adapun pahalanya, maka ia tak akan mendapatkannya,  selain lelah dan capek saja. Wal’iyadzu billahmin dzalik.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;Al-Imam  As-Suyuthiy-rahimahullah- berkata dalam Quuth Al-Mughtadziy saat menjelaskan  kandungan dua hadits di atas, "Maksudnya, sholatnya tak terangkat ke langit  sebagaimana dalam hadits Ibnu Abbas di sisi Ibnu Majah, "Sholat mereka tak akan  terangkat sejengkal di atas kepala mereka". Ini merupakan perumpamaan tentang  tidak diterimanya amal sholatnya sebagaimana dalam hadits Ibnu Abbas di sisi  Ath-Thobroniy, "Allah tak akan menerima sholat mereka" sampai ia rujuk  (kembali)…" [Lihat Tuhfah Al-Ahwadziy (2/291)]&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;Diantara bentuk  kedurhakaan seorang istri kepada suaminya, enggannya seorang istri untuk  memenuhi hajat biologis suaminya. Keengganan seorang istri dalam melayani  suaminya, lalu suami murka dan jengkel merupakan sebab para malaikat melaknat  istri yang durhaka seperti ini. Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam-  bersabda,&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;"Jika seorang suami mengajak istrinya (berjimak) ke tempat  tidur, lalu sang istri enggan, dan suami bermalam dalam keadaan marah kepadanya,  maka para malaikat akan melaknat sang istri sampai pagi". [HR. Al-Bukhoriy Kitab  Bad'il Kholq (3237), dan Muslim dalam Kitab An-Nikah (1436)]&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;Seorang  suami saat ia butuh pelayanan biologis (jimak) dari istrinya, maka seorang istri  tak boleh menolak hajat suaminya, bahkan ia harus berusaha sebisa mungkin  memenuhi hajatnya, walaupun ia capek atau sibuk dengan suatu urusan. Nabi  -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;"Demi (Allah) Yang jiwa  Muhammad ada di Tangan-Nya, seorang istri tak akan memenuhi hak Robb-nya sampai  ia mau memenuhi hak suaminya. Walaupun suaminya meminta dirinya (untuk  berjimak), sedang ia berada dalam sekedup, maka ia (istri) tak boleh  menghalanginya". [HR. Ibnu Majah dalam Kitab An-Nikah (1853). Hadits ini  dikuatkan oleh Al-Albaniy dalam Adab Az-Zifaf (hal. 211)]&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;Perhatikan  hadits ini, Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- memberikan bimbingan kepada  para wanita yang bersuami agar memperhatikan suaminya saat-saat ia dibutuhkan  oleh suaminya. Sebab kebanyakan problema rumah tangga timbul dan berawal dari  masalah kurangnya perhatian istri atau suami kepada kebutuhan biologis  pasangannya, sehingga "solusinya" (baca: akibatnya) munculllah kemarahan, dan  ketidakharmonisan rumah tangga.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;Syaikh Al-Albaniy-rahimahullah- berkata  dalam Adab Az-Zifaf (hal. 210), "Jika wajib bagi seorang istri untuk mentaati  suaminya dalam hal pemenuhan biologis (jimak), maka tentunya lebih wajib lagi  baginya untuk mentaati suami dalam perkara yang lebih penting dari itu, seperti  mendidik anak, memperbaiki (mengurusi) rumah tangga, dan sejenisnya diantara hak  dan kewajibannya". &lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;Seorang wanita yang durhaka kepada suaminya, akan  selalu dibenci oleh suaminya, bahkan ia akan dibenci oleh istri suaminya dari  kalangan bidadari di surga. Istri bidadari ini akan marah. Saking marahnya, ia  mendoakan kejelekan bagi wanita yang durhaka kepada suaminya..&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;Nabi  -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;"Tidaklah seorang istri menyakiti  suaminya di dunia, melainkan istrinya dari kalangan bidadari akan berkata,  "Janganlah engkau menyakitinya. Semoga Allah memusuhimu. Dia (sang suami)  hanyalah tamu di sisimu; hampir saja ia akan meninggalkanmu menuju kepada kami".  [HR. At-Tirmidziy Kitab Ar-Rodho' (1174), dan Ibnu Majah dalam Kitab An-Nikah  (2014). Hadits ini di-shohih-kan oleh Al-Albaniy dalam Adab Az-Zifaf (hal.  212)]&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;Cukuplah beberapa hadits yang kami bacakan dan nukilkan kepada Anda  tentang bahayanya seorang wanita melakukan kedurhakaan kepada suaminya, yakni  tak mau taat kepada suami dalam perkara-perkara yang ma’ruf (boleh) menurut  syari’at. Semoga wanita-wanita yang durhaka kepada suaminya mau kembali  berbakti, dan bertaubat sebelum ajal menjemput. Pada hari itulah penyesalan tak  lagi bermanfaat baginya.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;Sumber: Buletin Jum’at Al-Atsariyyah edisi 84  Tahun II. Penerbit: Pustaka Ibnu Abbas. &lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ  وَبِحَمْدِكَ،لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ&lt;/span&gt; ®™&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908011865593489009-654361225124440015?l=ikitasya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikitasya.blogspot.com/feeds/654361225124440015/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2010/12/wanita-durhaka-oleh-jamaluddin-uksim.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/654361225124440015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/654361225124440015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2010/12/wanita-durhaka-oleh-jamaluddin-uksim.html' title=''/><author><name>Ikitasya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18179110198409448761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-2VotTfOh3_w/TcavH0IISBI/AAAAAAAAAQw/9u9pFYubge4/s220/Photo0104.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908011865593489009.post-8674113325652209364</id><published>2010-12-05T05:54:00.000-08:00</published><updated>2010-12-05T05:54:26.245-08:00</updated><title type='text'>BAHAYA LIDAH/LISAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="background-color: #7f6000; color: white; font-size: x-large;"&gt;BAHAYA LIDAH / LISAN&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: #7f6000; color: white;" /&gt;&lt;span style="background-color: #7f6000; color: white;"&gt;Oleh Jamaluddin Uksim&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: #eeeeee; color: white;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: #7f6000; color: white;" /&gt;&lt;span style="background-color: #7f6000; color: white;"&gt;NIKMAT  LIDAH&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;Sesungguhnya Allah Ta`ala telah menganugerahkan kepada manusia  nikmat yang sangat banyak dan besar. Di antara nikmat Allah yang terbesar,  setelah nikmat iman dan Islam, ialah nikmat berbicara dengan lidah, nikmat  kemampuan menjelaskan isi hati dan kehendak, juga nikmat lidah ketika mengunyah  makanan dan minuman.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;Allah Ta`ala berfirman:&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;“Allah yang Maha  pemurah. Yang telah mengajarkan Al-Qur`aan. Dia menciptakan manusia. Mengajarnya  pandai berbicara” [Ar-Rahmân/55:1-4]&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;Penciptaan manusia dan pengajaran  berbicara kepadanya benar-benar merupakan salah satu tanda kekuasaan Allah yang  besar. Oleh karena itulah, Allah juga menyebutkan nikmat-Nya tentang penciptaan  alat-alat berbicara bagi manusia.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;Allah berfirman:&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;“Bukankah Kami  telah memberikan kepadanya dua buah mata, lidah dan dua buah bibir”.  [Al-Balad/90:8-9] [Tafsir Adh-wâ`ul Bayân, karya Syaikh Muhammad al-Amin  asy-Syinqithi. Lihat surat ar-Rahmân, 55/3-4.]&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;LIDAH, SENJATA BERMATA  DUA&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;Meski lidah merupakan nikmat yang besar, namun kita perlu mengetahui,  bahwasanya lidah yang berfungsi untuk berbicara ini seperti senjata bermata dua.  Yaitu dapat digunakan untuk taat kepada Allah, dan juga dapat digunakan untuk  memperturutkan setan.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;Jika seorang hamba mempergunakan lidahnya untuk  membaca Al-Qur`ân, berdzikir, berdoa kepada Allah, untuk amar ma`ruf, nahi  munkar, atau untuk lainnya yang berupa ketaatan kepada Allah, maka inilah yang  dituntut dari seorang mukmin, dan ini merupakan perwujudan syukur kepada Allah  terhadap nikmat lidah.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;Sebaliknya, jika seseorang mempergunakan lidahnya  untuk berdoa kepada selain Allah, berdusta, bersaksi palsu, melakukan ghibah,  namimah, memecah belah umat Islam, merusak kehormatan seorang muslim, bernyanyi  dengan lagu-lagu maksiat, atau lainnya yang berupa ketaatan kepada setan, maka  ini diharamkan atas seorang mukmin, dan merupakan kekufuran kepada Allah  terhadap nikmat lidah.[Âfâtul-Lisân fî Dhau`il Kitab was-Sunnah, Dr. Sa`id bin  `Ali bin Wahf al-Qahthani, hlm. 4-5, 159-160.]&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;Dengan demikian, lidah  manusia itu bisa menjadi faktor yang bisa mengangkat derajat seorang hamba di  sisi Allah, namun juga bisa menyebabkan kecelakaan yang besar bagi  pemiliknya.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam  bersabda:&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ رِضْوَانِ  اللَّهِ لَا يُلْقِي لَهَا بَالًا يَرْفَعُهُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَاتٍ وَإِنَّ  الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ سَخَطِ اللَّهِ لَا يُلْقِي لَهَا  بَالًا يَهْوِي بِهَا فِي جَهَنَّمَ&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;“Sesungguhnya ada seorang hamba  benar-benar berbicara dengan satu kalimat yang termasuk keridhaan Allah, dia  tidak menganggapnya penting; dengan sebab satu kalimat itu Allah menaikkannya  beberapa derajat. Dan sesungguhnya ada seorang hamba benar-benar berbicara  dengan satu kalimat yang termasuk kemurkaan Allah, dia tidak menganggapnya  penting; dengan sebab satu kalimat itu dia terjungkal di dalam neraka Jahannam”.  [HR al-Bukhâri, no. 6478]&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;Al-Hafizh Ibnu Hajar al-`Asqalani rahimahullah  menjelaskan makna “dia tidak menganggapnya penting”, yaitu dia tidak  memperhatikan dengan fikirannya dan tidak memikirkan akibat perkataannya, serta  tidak menduga bahwa kalimat itu akan mempengaruhi sesuatu”. [Lihat Fat-hul-Bâri,  penjelasan hadits no. 6478]&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;BENCANA LIDAH&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;Secara umum, bencana  yang ditimbulkan oleh lidah ada dua. Yaitu berbicara batil (kerusakan, sia-sia),  dan diam dari al-haq yang wajib diucapkan.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;Abu `Ali ad-Daqqâq  rahimahullah (wafat 412 H) berkata:&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;الْمُتَكَلِّمُ بِالْبَاطِلِ شَيْطَانٌ  نَاطِقٌ وَالسَّاكِتُ عَنِ الْحَقِّ شَيْطَانٌ أَخْرَسُ&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;“Orang yang  berbicara dengan kebatilan adalah setan yang berbicara, sedangkan orang yang  diam dari kebenaran adalah setan yang bisu”.[Disebutkan oleh Ibnul-Qayyim dalam  ad-Dâ` wad-Dawâ`, Tahqîq: Syaikh `Ali bin Hasan al-Halabi, Penerbit Dar  Ibnil-Jauzi, hlm. 155.]&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;Orang yang berbicara dengan kebatilan ialah setan  yang berbicara, ia bermaksiat kepada Allah Ta`ala. Sedangkan orang yang diam  dari kebenaran ialah setan yang bisu, ia juga bermaksiat kepada Allah Ta`ala.  Seperti seseorang yang bertemu dengan orang fasik, terang-terangan melakukan  kemaksiatan di hadapannya, dia berkata lembut, tanpa mengingkarinya, walau di  dalam hati. Atau melihat kemungkaran, dan dia mampu merubahnya, namun dia  membisu karena menjaga kehormatan pelakunya, atau orang lain, atau karena tak  peduli terhadap agama.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;Kebanyakan manusia, ketika berbicara ataupun diam,  ia menyimpang dengan dua jenis bencana lidah sebagaimana di atas. Sedangkan  orang yang beruntung, yaitu orang yang menahan lidahnya dari kebatilan dan  menggunakannya untuk perkara bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;Bencana lidah termasuk bagian  dari bencana-bencana yang berbahaya bagi manusia. Bencana lidah itu bisa  mengenai pribadi, masyarakat, atau umat Islam secara  keseluruhan.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;Termasuk perkara yang mengherankan, ada seseorang yang mudah  menjaga diri dari makanan haram, berbuat zhalim kepada orang lain, berzina,  mencuri, minum khamr, melihat wanita yang tidak halal dilihat, dan lainnya,  namun dia seakan sulit menjaga diri dari gerakan lidahnya. Sehingga terkadang  seseorang yang dikenal dengan agamanya, zuhudnya, dan ibadahnya, namun ia  mengucapkan kalimat-kalimat yang menimbulkan kemurkaan Allah, dan ia tidak  memperhatikannya. Padahal hanya dengan satu kalimat itu saja, dapat menyebabkan  dirinya bisa terjerumus ke dalam neraka melebihi jarak timur dan barat. Atau ia  tersungkur di dalam neraka selama tujuh puluh tahun.[Âfâtul-Lisân fî Dhau`il  Kitab was-Sunnah, hlm, 5-6, 163.]&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;Rasulullah Shallallahu `alaihi wa  sallam bersabda:&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;إِنَّ الرَّجُلَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ لَا يَرَى  بِهَا بَأْسًا يَهْوِي بِهَا سَبْعِينَ خَرِيفًا فِي النَّارِ&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;Sesungguhnya  ada seseorang yang berbicara dengan satu kalimat, ia tidak menganggapnya  berbahaya; dengan sebab satu kalimat itu ia terjungkal selama 70 tahun di dalam  neraka. [HR at-Tirmidzi, no. 2314. Ibnu Majah, no. 3970. Ahmad, 2/355, 533. Ibnu  Hibban, no. 5706. Syaikh al-Albâni menyatakan: “Hasan shahîh”.]&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;Dalam  riwayat lain disebutkan bahwasanya beliau Shallallahu `alaihi wa sallam  bersabda:&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مَا يَتَبَيَّنُ مَا  فِيهَا يَهْوِي بِهَا فِي النَّارِ&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;أَبْعَدَ مَا بَيْنَ الْمَشْرِقِ  وَالْمَغْرِبِ&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;“Sesungguhnya ada seorang hamba benar-benar berbicara  dengan satu kalimat yang ia tidak mengetahui secara jelas maksud yang ada di  dalam kalimat itu, namun dengan sebab satu kalimat itu dia terjungkal di dalam  neraka lebih jauh dari antara timur dan barat”. [HR Muslim, no.  2988]&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;Alangkah banyak manusia yang menjaga diri dari perbuatan keji dan  maksiat, namun lidahnya memotong dan menyembelih kehormatan orang-orang yang  masih hidup atau yang sudah meninggal. Dia tidak peduli dengan apa yang sedang  ia ucapkan. Lâ haula wa lâ quwwata illa bilâhil-`aliyyil-`azhîm.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;Sebagai  contoh, ialah sebagaimana disebutkan dalam hadits Nabi Shallallahu `alaihi wa  sallam di bawah ini:&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;عَنْ جُنْدَبٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ n حَدَّثَ أَنَّ  رَجُلًا قَالَ وَاللَّهِ لَا يَغْفِرُ اللَّهُ لِفُلَانٍ وَإِنَّ اللَّهَ تَعَالَى  قَالَ مَنْ ذَا الَّذِي يَتَأَلَّى عَلَيَّ أَنْ لَا أَغْفِرَ لِفُلَانٍ فَإِنِّي  قَدْ غَفَرْتُ لِفُلَانٍ وَأَحْبَطْتُ عَمَلَكَ أَوْ كَمَا قَالَ&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;“Dari  Jundab, bahwasanya Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam menceritakan ada  seorang laki-laki berkata: “Demi Allah, Allah tidak akan mengampuni Si Fulan!”  Kemudian sesungguhnya Allah Ta`ala berfirman: “Siapakah yang bersumpah atas  nama-Ku, bahwa Aku tidak akan mengampuni Si Fulan, sesungguhnya Aku telah  mengampuni Si Fulan, dan Aku menggugurkan amalmu”. Atau seperti yang disabdakan  Nab”i. [HR Muslim, no. 2621]&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;Oleh karena bahaya lidah yang demikian  itulah, Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam mengkhawatirkan  umatnya.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;عَنْ سُفْيَانَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الثَّقَفِيِّ قَالَ قُلْتُ يَا  رَسُولَ اللَّهِ حَدِّثْنِي بِأَمْرٍ أَعْتَصِمُ بِهِ قَالَ قُلْ رَبِّيَ اللَّهُ  ثُمَّ اسْتَقِمْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا أَخْوَفُ مَا تَخَافُ عَلَيَّ  فَأَخَذَ بِلِسَانِ نَفْسِهِ ثُمَّ قَالَ هَذَا&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;“Dari Sufyan bin `Abdullah  ats-Tsaqafi, ia berkata: “Aku berkata, wahai Rasulullah, katakan kepadaku dengan  satu perkara yang aku akan berpegang dengannya!” Beliau menjawab: “Katakanlah,  `Rabbku adalah Allah`, lalu istiqomahlah”. Aku berkata: “Wahai Rasulullah,  apakah yang paling anda khawatirkan atasku?”. Beliau memegang lidah beliau  sendiri, lalu bersabda: “Ini”.”[HR Tirmidzi, no. 2410. Ibnu Majah, no. 3972. Dan  dishahîhkan oleh Syaikh al-Albani.]&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;Syaikh Husain al-`Awaisyah berkata:  “Sesungguhnya sekarang ini, sesuatu yang manusia merasa amat tenteram  terhadapnya ialah lidah mereka, padahal lidah yang paling dikhawatirkan Nabi n  atas umatnya. Dan yang nampak, lidah itu seolah-olah pabrik keburukan, tidak  pernah lelah dan bosan”.[Hashâ`idul-Alsun, Penerbit Darul-Hijrah, hlm.  15.]&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;MENJAGA LIDAH&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;Menjaga lidah disebut juga hifzhul-lisân. Lidah  itu sendiri merupakan anggota badan yang benar-benar perlu dijaga dan  dikendalikan. Lidah memiliki fungsi sebagai penerjemah dan pengungkap isi hati.  Oleh karena itu, setelah Nabi n memerintahkan seseorang beristiqomah, kemudian  mewasiatkan pula untuk menjaga lisan. Keterjagaan dan lurusnya lidah sangat  berkaitan dengan kelurusan hati dan keimanan seseorang.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;Di dalam Musnad  Imam Ahmad, dari Anas bin Mâlik , dari Nabi Shallallahu `alaihi wa sallam,  beliau bersabda:&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;لَا يَسْتَقِيمُ إِيمَانُ عَبْدٍ حَتَّى يَسْتَقِيمَ  قَلْبُهُ وَلَا يَسْتَقِيمُ قَلْبُهُ حَتَّى يَسْتَقِيمَ لِسَانُهُ وَلَا يَدْخُلُ  رَجُلٌ الْجَنَّةَ لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;“Iman seorang hamba  tidak akan istiqomah, sehingga hatinya istiqomah. Dan hati seorang hamba tidak  akan istiqomah, sehingga lisannya istiqomah. Dan orang yang tetangganya tidak  aman dari kejahatan-kejahatannya, ia tidak akan masuk surga”.[HR Ahmad, no.  12636, dihasankan oleh Syaikh Salim al-Hilali dalam Bahjatun-Nazhirin,  3/13.]&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;Dalam hadits Tirmidzi (no. 2407) dari Abu Sa`id al-Khudri, Nabi  Shallallahu `alaihi wa sallam bersabda:&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;إِذَا أَصْبَحَ ابْنُ آدَمَ  فَإِنَّ الْأَعْضَاءَ كُلَّهَا تُكَفِّرُ اللِّسَانَ فَتَقُولُ اتَّقِ اللَّهَ  فِينَا فَإِنَّمَا نَحْنُ بِكَ فَإِنْ اسْتَقَمْتَ اسْتَقَمْنَا وَإِنْ اعْوَجَجْتَ  اعْوَجَجْنَا&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;“Jika anak Adam memasuki pagi hari, sesungguhnya semua  anggota badannya berkata merendah kepada lisan: “Takwalah kepada Allah dalam  menjaga hak-hak kami. Sesungguhnya kami ini tergantung kepadamu. Jika engkau  istiqomah, maka kami juga istiqomah. Jika engkau menyimpang (dari jalan  petunjuk), kami juga menyimpang” [HR Tirmidzi, no. 2407, dihasankan oleh Syaikh  Salim al-Hilali dalam Bahjatun-Nazhirin, 3/17, no. 1521. Lihat pula Jami`ul  `Ulûm wal-Hikam, 1/511-512.]&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;Oleh karena itu, seorang mukmin hendaklah  menjaga lidahnya. Apa jaminan bagi seseorang yang menjaga lidahnya dengan baik?  Nabi Muhammad Shallallahu `alaihi wa sallam bersabda:&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;مَنْ يَضْمَنْ لِي  مَا بَيْنَ لَحْيَيْهِ وَمَا بَيْنَ رِجْلَيْهِ أَضْمَنْ لَهُ  الْجَنَّةَ&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;“Barang siapa yang menjamin untukku apa yang ada di antara dua  rahangnya dan apa yang ada di antara dua kakinya, niscaya aku menjamin surga  baginya.” [HR Bukhâri, no. 6474. Tirmidzi, no. 2408. Dan lafazh ini milik  al-Bukhâri.]&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;Nabi Shallallahu `alaihi wa sallam juga menjelaskan, menjaga  lidah merupakan keselamatan.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَ قُلْتُ يَا  رَسُولَ اللَّهِ مَا النَّجَاةُ قَالَ أَمْلِكْ عَلَيْكَ لِسَانَكَ وَلْيَسَعْكَ  بَيْتُكَ وَابْكِ عَلَى خَطِيئَتِكَ&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;“Dari `Uqbah bin `Aamir, ia berkata:  “Aku bertanya, wahai Rasulallah, apakah sebab keselamatan?” Beliau n menjawab:  “Kuasailah lidahmu, rumah yang luas bagimu, dan tangisilah kesalahanmu”. [HR.  Tirmidzi, no. 2406]&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;Maksudnya, janganlah berbicara kecuali dengan perkara  yang membawa kebaikan, betahlah tinggal di dalam rumah dengan melakukan  ketaatan-ketaatan, dan hendaklah menyesali kesalahan-kesalahan dengan cara  menangis. [Tuhfatul-Ahwadzi Syarh Sunan Tirmidzi.]&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;Imam an-Nawawi  rahimahullah (wafat 676 H) berkata: “Ketahuilah, seharusnya setiap mukallaf  (orang yang berakal dan baligh) menjaga lidahnya dari seluruh perkataan, kecuali  perkataan yang jelas maslahat padanya. Ketika berbicara atau meninggalkannya itu  sama maslahatnya, maka menurut Sunnah adalah menahan diri darinya. Karena  perkataan mubah bisa menyeret kepada perkataan yang haram, atau makruh.  Kebiasaan ini, bahkan banyak dilakukan. Sedangkan keselamatan itu tidak ada  bandingannya.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;Diriwayatkan dalam Shahîhain, al-Bukhaari (no. 6475) dan  Muslim (no. 47), dari Abu Hurairah Radhiyallahu `anhu, dari Nabi Shallallahu  `alaihi wa sallam, ia bersabda:&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ  الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;“Barang siapa beriman kepada  Allah dan hari Akhir, hendaklah dia berkata yang baik atau diam”.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;Hadits  yang disepakati keshahîhannya ini merupakan nash yang jelas. Hendaklah seseorang  tidak berbicara kecuali jika perkataan itu merupakan kebaikan, yaitu yang nampak  maslahatnya. Jika ia ragu-ragu tentang timbulnya maslahatnya, maka hendaklah ia  tidak berbicara.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;Imam asy-Syafi`i berkata: “Jika seseorang menghendaki  berbicara, maka sebelum berbicara hendaklah ia berfiikir; jika jelas nampak  maslahatnya, maka ia berbicara; dan jika ragu-ragu, maka tidak berbicara sampai  jelas maslahatnya”.[Al-Adzkâr, Imam an-Nawawi. Tahqîq dan Takhrîj: Syaikh Salim  al-Hilâli, Penerbit Dar Ibni Hazm, Cet. 2, Th. 1425H/2004M,  2/713-714.]&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;Selain itu, lidah merupakan alat yang berguna untuk  mengungkapkan isi hati. Jika ingin mengetahui isi hati seseorang, maka  perhatikanlah gerakan lidahnya, isi pembicaraannya, dan hal itu akan menunjukkan  isi hatinya, baik orang tersebut mau maupun enggan.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;Diriwayatkan  bahwasanya Yahya bin Mu`adz berkata: “Hati itu seperti periuk dengan isinya yang  mendidih. Sedangkan lidah itu adalah gayungnya. Maka perhatikanlah ketika  seseorang berbicara. Karena sesungguhnya, lidahnya itu akan mengambilkan untukmu  apa yang ada di dalam hatinya, manis, pahit, tawar, asin, dan lainnya.  Pengambilan lidahnya akan menjelaskan kepadamu rasa hatinya”.[Hilyatul-Au`iyâ`,  10/63. Dinukil dari Âfâtul-Lisân fî Dhau`il Kitab was-Sunnah, hlm,  159.]&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;PERKATAAN PARA SALAF TENTANG MENJAGA LISAN&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;Sungguh, dahulu  para salaf terbiasa menjaga dan menghisab lidahnya dengan baik. Dari mereka  telah diriwayatkan banyak perkataan bagus yang berkaitan dengan lidah. Berikut  ini ialah sebagian dari pembicaraan mereka, sehingga kita dapat memetik manfaat  darinya.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;Diriwayatkan, bahwasanya `Umar bin al-Khaththab berkata: “Barang  siapa banyak pembicaraannya, banyak pula tergelincirnya. Dan barang siapa banyak  tergelincirnya, banyak pula dosanya. Dan barang siapa banyak dosa-dosanya,  neraka lebih pantas baginya”.[Riwayat al-Qudha`i dalam Musnad asy-Syihab, no.  374. Ibnu Hibban dalam Raudhatul-`Uqala`, hlm. 44. Dinukil dari Jami’ul ‘Ulûm  wal Hikam, Juz 1, hlm. 339.]&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;Diriwayatkan, bahwasanya Ibnu Mas`ud pernah  bersumpah dengan nama Allah, lalu berkata: “Tidak ada di muka bumi ini sesuatu  yang lebih pantas terhadap lamanya penjara daripada lidah! Di muka bumi ini,  tidak ada sesuatu yang lebih pantas menerima lamanya penjara daripada  lidah”.[Riwayat Ibnu Hibban dalam Raudhatul-`Uqala`, hlm. 48. Dinukil dari  Jami’ul ‘Ulûm wal Hikam, Juz 1, hlm. 340.]&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;Diriwayatkan bahwasanya Ibnu  Mas`ud berkata: “Jauhilah fudhûlul-kalam (pembicaraan yang melebihi keperluan).  Cukup bagi seseorang berbicara, menyampaikan sesuai kebutuhannya”.[Jami’ul ‘Ulûm  wal Hikam, Juz 1, hlm. 339.]&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;Syaqiq berkata: `Abdullah bin Mas`ud  bertalbiyah di atas bukit Shafa, kemudian berseru: “Wahai lidah, katakanlah  kebaikan, niscaya engkau mendapatkan keberuntungan. Diamlah, niscaya engkau  selamat, sebelum engkau menyesal”.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;Orang-orang bertanya: “Wahai Abu  `Abdurrahman, apakah ini suatu perkataan yang engkau ucapkan sendiri, atau  engkau dengar?”&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;Dia menjawab, “Tidak, bahkan aku telah mendengar  Rasulallah Shallallahu `alaihi wa sallam bersabda&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;أَكْثَرُ خَطَايَا  إِبْنِ آدَمَ فِي لِسَانِهِ&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;(kebanyakan kesalahan anak Adam ialah pada  lidahnya)”.[HR Thabrani, Ibnu `Asakir, dan lainnya. Lihat Silsilah ash-Shahîhah,  no. 534.]&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;Diriwayatkan, bahwasanya Ibnu Buraidah berkata: “Aku melihat  Ibnu `Abbas memegangi lidahnya sambil berkata, `Celaka engkau, katakanlah  kebaikan, engkau mendapatkan keberuntungan. Diamlah dari keburukan, niscaya  engkau selamat. Jika tidak, ketahuilah bahwa engkau akan  menyesal`.”[Âfâtul-Lisân fî Dhau`il Kitab was-Sunnah, hlm.  161.]&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;br style="color: #7f6000;" /&gt;&lt;span style="color: #7f6000;"&gt;سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ،لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ،  أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ&lt;/span&gt; ®™&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908011865593489009-8674113325652209364?l=ikitasya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikitasya.blogspot.com/feeds/8674113325652209364/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2010/12/bahaya-lidahlisan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/8674113325652209364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/8674113325652209364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2010/12/bahaya-lidahlisan.html' title='BAHAYA LIDAH/LISAN'/><author><name>Ikitasya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18179110198409448761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-2VotTfOh3_w/TcavH0IISBI/AAAAAAAAAQw/9u9pFYubge4/s220/Photo0104.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908011865593489009.post-3021872119140991952</id><published>2010-12-05T05:42:00.000-08:00</published><updated>2010-12-05T05:42:40.974-08:00</updated><title type='text'>MUHARRAM</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;Bulan MUHARRAM&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;a. Bulan Haram&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;Muharram, yang merupakan bulan pertama dalam  Kalender Hijriyah, termasuk diantara bulan-bulan yang dimuliakan (al Asy- hurul  Hurum). Sebagaimana firman Allah Ta’ala :&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;"Sesungguhnya bilangan bulan di  sisi Allah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah diwaktu Dia menciptakan langit  dan bumi, diantaranya terdapat empat bulan haram." (Q.S. at Taubah  :36).&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;Dalam hadis yang dari shahabat Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda  :&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;“Sesungguhnya zaman itu berputar sebagaiman bentuknya semula di waktu Allah  menciptakan langit dan bumi. Setahun itu ada dua belas bulan diantaranya  terdapat empat bulan yang dihormati : 3 bulan berturut-turut; Dzul Qo’dah, Dzul  Hijjah, Muharram dan Rajab Mudhar, yang terdapat diantara bulan Jumada tsaniah  dan Sya’ban.” (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;Pada keempat bulan ini Allah melarang  kaum muslimin untuk berperang. Dalam penafsiran lain adalah larangan untuk  berbuat maksiat dan dosa. Namun bukan berarti berbuat maksiat dan dosa boleh  dilakukan pada bulan-bulan yang lain.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;Sebagaimana ayat Al Qur’an yang  memerintahkan kita menjaga Shalat Wustha, yang banyak ahli Tafsir memahami  shalat wustha adalah Shalat Ashar. Dalam hal ini, shalat Ashar mendapat  perhatian khusus untuk kita jaga.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;Firman Allah : "Peliharalah segala shalat  mu, dan peliharalah shalat wustha" (Q.S. al Baqarah :238) Nama Muharram secara  bahasa, berarti diharamkan. Maka kembali pada permasalahan yang telah dibahas  sebelumnya, hal tersebut bermakna pengharaman perbuatan-perbuatan yang dilarang  Allah memiliki tekanan khusus untuk dihindari pada bulan ini.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;b. Bulan  Allah&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;Bulan Muharram merupakan suatu bulan yang disebut sebagai “syahrullah”  (Bulan Allah) sebagaimana yang disampaikan Rasulullah SAW, dalam sebuah hadis.  Hal ini bermakna bulan ini memiliki keutamaan khusus karena disandingkan dengan  lafdzul Jalalah (lafadz Allah). Para Ulama menyatakan bahwa penyandingan sesuatu  pada yang lafdzul Jalalah memiliki makna tasyrif (pemuliaan), sebagaimana  istilah baitullah, Rasulullah, Syaifullah dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;Rasulullah bersabda  : “Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bula Allah (yaitu)  Muharram. Sedangkan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat  malam”. (H.R. Muslim)&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;c. Sunnah Berpuasa&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;Di bulan Muharram ini terdapat  sebuah hari yang dikenal dengan istilah Yaumul 'Asyuro, yaitu pada tanggal  sepuluh bulan ini. Asyuro berasal dari kata Asyarah yang berarti  sepuluh.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;Pada hari Asyuro ini, terdapat sebuah sunah yang diajarkan  Rasulullah saw. kepada umatnya untuk melaksanakan satu bentuk ibadah dan  ketundukan kepada Allah Ta’ala. Yaitu ibadah puasa, yang kita kenal dengan puasa  Asyuro. Adapun hadis-hadis yang menjadi dasar ibadah puasa tersebut, diantaranya  :&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;1.Diriwayatkan dari Abu Qatadah ra, Rasulullah saw, bersabda :&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;“ Aku  berharap pada Allah dengan puasa Asyura ini dapat menghapus dosa selama setahun  sebelumnya.” (H.R. Bukhari dan Muslim)&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;2. Ibnu Abbas ra berkata :&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;"Aku  tidak pernah melihat Rasulullah saw, berupaya keras untuk puasa pada suatu hari  melebihi yang lainnya kecuali pada hari ini, yaitu hari as Syura dan bulan  Ramadhan.” (H.R. Bukhari dan Muslim)&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;3. Ibnu Abbas ra berkata :&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;Ketika  Rasulullah saw. tiba di Madinah, beliau melihat orang- orang Yahudi berpuasa  pada hari‚ Asyura, maka Beliau bertanya : "Hari apa ini?. Mereka menjawab :“ini  adalah hari istimewa, karena pada hari ini Allah menyelamatkan Bani Israil dari  musuhnya, Karena itu Nabi Musa berpuasa pada hari ini. Rasulullah  pun&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;bersabda :&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;"Aku lebih berhak terhadap Musa daripada kalian“&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;Maka  beliau nerpuasa dan memerintahkan shahabatnya untuk berpuasa. (H.R. Bukhari dan  Muslim)&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;4.Dalam riwayat lain, Ibnu Abbas ra berkata :&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;Ketika Rasulullah  saw. berpuasa pada hari asyura dan memerintahkan kaum muslimin berpuasa, mereka  (para shahabat) berkata : "Ya Rasulullah ini adalah hari yang diagungkan Yahudi  dan Nasrani". Maka Rasulullah pun bersabda&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;:"Jika tahun depan kita bertemu  dengan bulan Muharram, kita akan berpuasa pada hari kesembilan (tanggal  sembilan).“ (H.R. Bukhari dan Muslim)&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;Imam Ahmad dalam musnadnya dan Ibnu  Khuzaimah dalam shahihnya meriwayatkan sebuah hadis dari Ibnu Abbas ra,  Rasulullah saw. bersabda :&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;"Puasalah pada hari Asyuro, dan berbedalah dengan  Yahudi dalam masalah ini, berpuasalah sehari sebelumnya atau sehari  sesudahnya.“&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;Selain hadis-hadis yang menyebutkan tentang puasa di bulan ini,  tidak ada ibadah khusus yang dianjurkan Rasulullah untuk dikerjakan di bulan  Muharram ini.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;Bagaimana Berpuasa di bulan Asyuro :&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;Ibnu Qoyyim dalam kitab  Zaadul Ma’aad –berdasarkan riwayat- riwayat yang ada- menjelaskan :&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;- Urutan  pertama, dan ini yang paling sempurna adalah puasa tiga hari, yaitu puasa  tanggal sepuluh ditambah sehari sebelum dan sesudahnya (9,10,11)&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;- Urutan  kedua, puasa tanggal 9 dan 10. Inilah yang disebutkan dalam banyak hadits&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;-  Urutan ketiga, puasa tanggal 10 saja.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;Puasa sebanyak tiga hari (9,10,dan 11)  dikuatkan para para ulama dengan dua alasan sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;1. Sebagai  kehati-hatian, yaitu kemungkinan penetapan awal bulannya tidak tepat,maka puasa  tanggal sebelasnya akan dapat memastikan bahwa seseorang mendapatkan puasa  Tasu’a (tanggal 9) dan Asyuro (tanggal 10)&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;2. Dimasukkan dalam puasa tiga  hari pertengahan bulan (Ayyamul bidh).&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;Adapun puasa tanggal 9 dan 10,  dinyatakan jelas dalam hadis yang shahih, dimana Rasulullah pada akhir hidup  beliau sudah merencanakan untuk puasa pada tanggal 9. hanya saja beliau  meninggal sebelum melaksanakannya. Beliau juga memerintahkan para shahabat untuk  berpuasa pada tanggal 9 dan tanggal 10 agar berbeda dengan ibadah orang-orang  Yahudi.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;Sedangkan puasa pada tanggal sepuluh saja, sebagian ulama  memakruhkannya, meskipun pendapat ini tidak dikuatkan sebagian ulama yang  lain.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;span style="color: #0c343d;"&gt;Secara umum, hadits-hadis yang terkait dengan puasa Muharram  menunjukkan anjuran Rasulullah saw untuk melakukan puasa,sekalipun itu hukumnya  tidak wajib tetapi sunnah muakkadah, dan tetunya kita berusaha untuk  menghidupkan sunnah yang telah banyak dilalaikan oleh kaum muslimin&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0c343d;" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908011865593489009-3021872119140991952?l=ikitasya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikitasya.blogspot.com/feeds/3021872119140991952/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2010/12/muharram.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/3021872119140991952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/3021872119140991952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2010/12/muharram.html' title='MUHARRAM'/><author><name>Ikitasya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18179110198409448761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-2VotTfOh3_w/TcavH0IISBI/AAAAAAAAAQw/9u9pFYubge4/s220/Photo0104.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908011865593489009.post-3249685812978075983</id><published>2010-12-04T06:04:00.000-08:00</published><updated>2010-12-04T06:04:23.629-08:00</updated><title type='text'>ADA  APA DENGAN MUSIK DAN NYANYIAN?????</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: #4c1130;"&gt;MUSIK DAN NYANYIAN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #4c1130; text-align: justify;"&gt;Dalam Al Muntaqa halaman 306, Ibnul Jauzi menyebutkan pula bahwa Ibnu Mas’ud  berkata : “Jika seseorang menaiki kendaraan tanpa menyebut nama Allah, syaithan  akan ikut menyertainya dan berkata, ‘bernyanyilah kamu!’ Dan apabila ia tidak  mampu memperindahnya, syaithan berkata lagi : ‘Berangan-anganlah kamu  (mengkhayal)’.” (Dikeluarkan oleh Abdul Razzaq dalam Al Mushannaf 10/397  sanadnya shahih)&lt;br /&gt;Pada halaman yang sama beliau sebutkan pula keterangan Ibnu  ‘Umar ketika melewati sekelompok orang yang berihram dan ada seseorang yang  bernyanyi, ia berkata : Beliau berkata : “Ketahuilah, Allah tidak  mendengarkanmu!” Dan ketika melewati seorang budak perempuan bernyanyi, ia  berkata : “Jika syaithan membiarkan seseorang, tentu benar-benar dia tinggalkan  budak ini.”&lt;br /&gt;Dalam kitab yang sama beliau (Ibnul Jauzi) melanjutkan : Al Qasim  bin Muhammad bin Abi Bakr ditanya tentang nyanyian. Ia menjawab : “Saya  melarangmu dari nyanyian dan membencinya untukmu.” Orang itu bertanya : “Apakah  nyanyian itu haram?” Al Qasim menukas : “Wahai anak saudaraku, jika Allah  memisahkan al haq (kebenaran) dan al bathil (kebathilan) pada hari kiamat, maka  di manakah nyanyian itu berada?”&lt;br /&gt;Ibnu Abbas juga pernah ditanya demikian dan  balik bertanya : “Bagaimana pendapatmu jika al haq dan al bathil datang  beriringan pada hari kiamat, maka bersama siapakah al ghina’ (nyanyian) itu?” Si  penanya menjawab : “Tentu saja bersama al bathil.” Kemudian Ibnu Abbas berkata :  “(Benar) pergilah! Engkau telah memberikan fatwa (yang tepat) untuk dirimu.” Dan  Ibnul Qayyim menerangkan bahwa jawaban Ibnu Abbas ini berkenaan dengan nyanyian  orang Arab yang bebas dan bersih dari pujian-pujian dan penyebutan terhadap  minuman keras atau hal-hal yang memabukkan, zina, homoseks, atau lesbian, juga  tidak mengandung ungkapan mengenai bentuk dan rupa wanita yang bukan mahram dan  bebas pula dari iringan musik, baik yang sederhana sekalipun, seperti  ketukan-ketukan ranting, tepukan tangan, dan sebagainya.&lt;br /&gt;Dan tentunya jawaban  beliau ini akan lebih keras dan tegas seandainya beliau melihat kenyataan yang  ada sekarang ini.&lt;br /&gt;Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid mengomentari jawaban ini dan  menyatakan bahwa jawaban ini (jawaban Al Qasim dan Ibnu Abbas) adalah jawaban  bijak dan sangat tepat. (Lihat Muntaqa Nafis halaman 306)&lt;br /&gt;Ibnu Baththah Al  Ukbari (ketika ditanya tentang mendengarkan nyanyian) berkata : “Saya  melarangnya, saya beritahukan padanya bahwa mendengarkan nyanyian itu diingkari  oleh ulama dan dianggap baik oleh orang-orang tolol. Yang melakukannya adalah  orang-orang sufi yang dinamai para oleh muhaqqiq sebagai orang-orang Jabriyah.  Mereka adalah orang-orang yang rendah kemauannya, senang mengadakan bid’ah,  menonjol-nonjolkan kezuhudan, … .” (Muntaqa Nafis halaman 308)&lt;br /&gt;Asy Sya’bi  mengatakan bahwa orang-orang yang bernyanyi dan yang (mengundang) penyanyi untuk  dirinya pantas untuk dilaknat. (Dikeluarkan oleh Ibnu Abiddunya, lihat Kasyful  Qina’ halaman 91 dan Muntaqa Nafis min Talbis Iblis halaman 306)&lt;br /&gt;Fudhail bin  ‘Iyadl mengatakan bahwa al ghina’ (nyanyian) adalah mantera zina. (Kasyful Qina’  halaman 90 dan Mawaridul Aman halaman 318)&lt;br /&gt;Dalam kitab yang sama (halaman  318), disebutkan pula nasihat Yazid Ibnul Walid kepada pemuka-pemuka Bani Umayah  : “Wahai Bani Umayah, hati-hatilah kamu terhadap al ghina’, sebab ia mengurangi  rasa malu, menghancurkan kehormatan dan harga diri, dan menjadi pengganti bagi  khamr, sehingga pelakunya akan berbuat sebagaimana orang yang mabuk khamr  berbuat. Oleh karena itu, kalau kamu merasa tidak dapat tidak (mesti) bernyanyi  juga, jauhilah perempuan, karena nyanyian itu mengajak kepada perzinaan.”&lt;br /&gt;Adl  Dlahhak menegaskan : “Nyanyian itu menyebabkan kerusakan bagi hati dan  mendatangkan murka Allah.” (Muntaqa Nafis halaman 307)&lt;br /&gt;Dalam kitab yang sama,  Umar bin Abdul Aziz menulis surat kepada guru-guru anaknya : “Hendaklah yang  pertama kau tanamkan dalam pendidikan akhlaknya adalah benci pada alat- alat  musik, karena awalnya (permainan musik itu) adalah dari syaithan dan  kesudahannya adalah kemurkaan Ar Rahman Azza wa Jalla.”&lt;br /&gt;Imam Abu Bakar Ath  Thurthusi dalam khutbah (kata pengantar) kitabnya, Tahrimus Sima’, menyebutkan  :&lt;br /&gt;[ … oleh karena itu saya pun ingin menjelaskan yang haq dan mengungkap  syubhat-syubhat yang bathil dengan hujjah dari Al Qur’an dan As Sunnah. Akan  saya mulai dengan perkataan para ulama yang berhak mengeluarkan fatwa ke seluruh  penjuru dunia agar orang-orang yang selama ini secara terang- terangan  menampakkan kemaksiatan (bernyanyi dan bermain musik) sadar bahwa mereka telah  teramat jauh menyimpang dari jalan kaum Mukminin. Allah ta’ala berfirman  :&lt;br /&gt;“Dan siapa yang menentang Rasul setelah jelas bagi mereka petunjuk serta  mengikuti jalan yang bukan jalannya kaum Mukminin, Kami biarkan dia memilih apa  yang diingini nafsunya dan Kami masukkan dia ke jahanam sedangkan jahanam itu  adalah sejelek-jelek tempat kembali.” (QS. An Nisa’ : 115) ]&lt;br /&gt;Selanjutnya  beliau (Imam Ath Thurthusi) menyebutkan bahwa Imam Malik melarang adanya  nyanyian dan mendengarkannya. Menurut Imam Malik, apabila seseorang membeli  budak wanita dan ternyata ia penyanyi, hendaklah segera dikembalikan, sebab hal  itu merupakan aib. Ketika beliau ditanya tentang adanya rukhshah (keringanan)  yang dilakukan (sebagian) penduduk Madinah, beliau menjawab : “Yang melakukannya  (bernyanyi dan bermain musik) di kalangan kami adalah orang- orang  fasik.”&lt;br /&gt;Imam Abu Hanifah dan Ahli Bashrah maupun Kufah, seperti Sufyan Ats  Tsauri, Hammad, Ibrahim An Nakha’i, Asy Sya’bi, dan lain-lain membenci al ghina’  dan menggolongkannya sebagai suatu dosa dan hal ini tidak diperselisihkan di  kalangan mereka. Madzhab Imam Hanafi ini termasuk madzhab yang sangat keras dan  pendapatnya paling tegas dalam perkara ini. Hal ini ditunjukkan pula oleh  shahabat-shahabat beliau yang menyatakan haramnya mendengarkan alat-alat musik,  walaupun hanya ketukan sepotong ranting. Mereka menyebutnya sebagai kemaksiatan,  mendorong kepada kefasikan, dan ditolak persaksiannya.&lt;br /&gt;Intisari perkataan  mereka adalah : Sesungguhnya mendengar nyanyian dan musik adalah kefasikan dan  bersenang-senang menikmatinya adalah kekufuran. Inilah perkataan mereka meskipun  dengan meriwayatkan hadits-hadits yang tidak tepat apabila dinisbatkan  (disandarkan) kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam.&lt;br /&gt;Mereka (ulama  madzhab Hanafi) juga menyeru agar seseorang berusaha dengan sungguh-sungguh  untuk tidak mendengarkan jika melewatinya atau jika bunyi musik itu kebetulan  berada di rumah tetangganya. Hal ini pernah dilakukan Abu Yusuf ketika mendengar  ada yang bernyanyi dan bermain musik di sebuah rumah, beliau berkata : “Masuklah  dan tidak perlu ijin, karena mencegah kemungkaran adalah fardlu (wajib). Maka  jika tidak boleh masuk tanpa ijin, terhalanglah bagi manusia menegakkan  kewajiban ini.”&lt;br /&gt;Kemudian Imam Ath Thurthusi melanjutkan pula keterangannya  bahwa Imam Syafi’i dalam kitab Al Qadla, Al Umm (6/214) menegaskan sesungguhnya  al ghina’ adalah permainan yang dibenci dan menyerupai kebathilan bahkan  merupakan sesuatu yang mengada-ada. Siapa yang terus-menerus (sering) bernyanyi  maka ia adalah orang dungu dan ditolak persaksiannya.&lt;br /&gt;Para shahabat Imam  Syafi’i yang betul-betul memahami ucapan dan istinbath (pengambilan kesimpulan  dari dalil), madzhab beliau dengan tegas menyatakan haramnya nyanyian dan musik  dan mereka mengingkari orang-orang yang menyandarkan kepada beliau (Imam  Syafi’i) mengenai penghalalannya. Di antara mereka adalah Qadly Abu Thayyib Ath  Thabari, Syaikh Abi Ishaq, dan Ibnu Shabbagh. Demikian pernyataan Imam Ath  Thurthusi rahimahullah. (Mawaridul Aman Muntaqa min Ighatsati Lahfan halaman  301)&lt;br /&gt;Ibnul Qayyim menyebutkan bahwa Imam Ibnu Shalah dalam fatwanya  menyatakan :&lt;br /&gt;“Adapun yang perlu diketahui dalam permasalahan ini adalah bahwa  sesungguhnya duf (rebana), alat musik tiup, dan nyanyian-nyanyian, jika  terkumpul (dilakukan/dimainkan secara bersamaan) maka mendengarkannya haram,  demikian pendapat para imam madzhab dan ulama-ulama Muslimin lainnya. Dan tidak  ada keterangan yang dapat dipercaya dari seseorang yang ucapannya diikuti (jadi  pegangan) dalam ijma’ maupun ikhtilaf bahwa ia (Imam Syafi’i) membolehkan  keduanya (nyanyian dan musik).&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908011865593489009-3249685812978075983?l=ikitasya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikitasya.blogspot.com/feeds/3249685812978075983/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2010/12/ada-apa-dengan-musik-dan-nyanyian.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/3249685812978075983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/3249685812978075983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2010/12/ada-apa-dengan-musik-dan-nyanyian.html' title='ADA  APA DENGAN MUSIK DAN NYANYIAN?????'/><author><name>Ikitasya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18179110198409448761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-2VotTfOh3_w/TcavH0IISBI/AAAAAAAAAQw/9u9pFYubge4/s220/Photo0104.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908011865593489009.post-8588266863040736458</id><published>2010-12-04T05:59:00.000-08:00</published><updated>2010-12-04T05:59:49.421-08:00</updated><title type='text'>KETIKA RUH KELUAR DARI BADAN</title><content type='html'>&lt;div style="color: #660000; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Ketika ruh keluar dari&amp;nbsp;jasad&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;Mereka bertanya kepadamu tentang ruh,  jawablah olehmu :&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;“Ruh itu urusan Tuhanmu, dan Aku tidak akan memberikan ilmu  tentang ruh itu kecuali sedikit saja” (QS., Al Isra:85)&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;Sampai saat ini  permasalahan RUH masih menjadi misteri, dan memang Allah tidak memberi ilmu  tentang RUH kecuali sedikit saja.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;Tapi, ilmu yang sdikit inipun apakah kita  sudah mengetahuinya?&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;Untuk itu marilah kita belajar bersama tentang RUH dari  sebuah hadits&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;dari Al-Bara’ bin ‘Azib, dia berkata:&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;Kami keluar bersama  Rasulullah Salallahu ‘Alaihi wa Salam (mengantarkan) jenazah seorang laki-laki  Anshar. Kemudian kami sampai di kuburan, tetapi belum dibuatkan liang lahd  (Celah yang ada pada kiblat kubur sebagai tempat mayit.). Maka Rasulullah  Salallahu ‘Alaihi wa Salam duduk, dan kami duduk di sekitar beliau. Seolah-olah  di atas kepala kami hinggap burung (maksudnya diam seperti ada burung di kepala  saat penguburan, jadi tidak mengeraskan dzikir-dzikir, dan tahlil apalagi  ngobrol). Ditangan beliau terdapat kayu yang beliau pukulkan ketanah sampai  berbekas.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;Lalu beliau mengangkat kepalanya, kemudian  bersabda:&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;“Berlindunglah kepada Allah dari siksa kubur!” -dua kali atau tiga  kali-&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;PROSES KELUARNYA RUH ORANG MUKMIN&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;Kemudian Rasulullah Salallahu  ‘Alaihi wa Salam bersabda:&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;“Sesungguhnya seorang hamba yang MUKMIN, saat akan  meninggalkan dunia&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;dan menuju akhirat, turun kepadanya malaikat-malaikat dari  langit, wajah- wajah mereka PUTIH,&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;wajah-wajahmereka seolah-olah MATAHARI.  Mereka membawa kafan dari kafan-kafan&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;SORGA, dan HANUTH (minyak wangi )dari  sorga. Sehingga para malaikat itu&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;duduk dari hamba yang mukmin itu sejauh  mata memandang.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;Dan datanglah malakul maut ‘alaihis salam (Banyak orang  menamakannya Izra’il, namun itu&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;tidak ada dalilnya) sehingga dia duduk dekat  kepalanya, lalu berkata:&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;“Wahai nafs (jiwa; ruh; nyawa) yang baik, keluarlah  menuju AMPUNAN Allah dan KERIDHAAN-Nya!”.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;Maka nyawa itupun keluar, ia  mengalir sebagaimana tetesan AIR mengalir dari mulut QIRBAH&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;(wadah untuk  menyimpan air yang terbuat dari kulit), lalu malakul maut itu  memegangnya.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;Setelah malakul maut itu memegangnya, mereka (para malaikat  yang&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;berwajah putih itu) tidak membiarkan nyawa itu -sekejap mata di  tangannya,&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;mereka mengambilnya, dan meletakkannya pada kafan sorga  itu.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;Dan keluarlah darinya bau minyak WANGI MISK yang paling wangi  yang&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;tidak dapati di atas bumi.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;Kemudian mereka naik membawa nyawa  tersebut. Tidaklah mereka melewati&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;sekelompok para malaikat, kecuali  sekelompok malaikat itu bertanya:&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;“Ruh siapakah yang BAIK ini?”.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;Mereka  menjawab:”Si Fulan anak Si Fulan”, dengan nama TERBAIKk yang dia  dahulu&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;diberi nama di dunia.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;Sehingga mereka membawa nyawa itu sampai ke  langit dunia. Kemudian&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;mereka minta dibukakan untuk nyawa tersebut. Maka  langit dunia&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;dibukakan untuknya.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;Kemudian para penghuni pada tiap-tiap  langit mengiringi nyawa itu&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;sampai ke langit yang selanjutnya. Sehingga  membawa nyawa itu&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;berakhir ke langit yang ke tujuh. Lalu Allah ‘Azza wa Jalla  berfirman:&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;“Tulislah kitab (catatan) hambaku di dalam surga ‘ILIYYIN , dan  kembalikanlah&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;dia ke bumi. Karena sesungguhnya dari bumi Kami telah  menciptakan mereka,&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;dan darinya Kami akan mengeluarkan mereka, pada waktu  yang lain.”&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;Maka ruhnya DIKEMBALIKAN di dalam jasadnya.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;Kemudian dua  malaikat mendatanginya dan mendudukannya:&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;# Kedua malaikat itu  bertanya:”Siapakah Rabbmu?”&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;# Dia menjawab:”Rabbku adalah Allah”.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;# Kedua  malaikat itu bertanya:”Apakah agamamu?”&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;# Dia menjawab:”Agamaku adalah  Al-Islam”.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;# Kedua malaikat itu bertanya:”Siapakah laki-laki yang telah  diutus&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;kepada kamu ini?”&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;# Dia menjawab:”Beliau Rasul (utusan)  Allah”.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;# Kedua malaikat itu bertanya:”Apakah ilmumu?”&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;# Dia menjawab:”Aku  membaca kitab Allah, aku mengimaninya dan&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;membenarkannya”.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;Maka seorang  penyeru dari langit berseru:&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;“HambaKu telah berrkata benar, berilah dia  hamparan dari sorga,&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;(dan berilah dia pakaian dari sorga) , bukakanlah sebuah  pintu untuknya ke surga.”&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;Maka datanglah kepadanya bau SORGA dan wanginya  SORGA. Dan DILUASKAN&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;baginya di dalam kuburnya sejauh mata memandang.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;Dan  datanglah seorang laki-laki berwajah tampan kepadanya, berpakaian&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;bagus,  beraroma wangi, lalu mengatakan:&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;“Bergembiralah dengan apa yang  menyenangkanmu, inilah harimu yang engkau telah dijanjikan(kebaikan)”.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;Maka  ruh orang mukmin itu bertanya kepadanya:&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;“Siapakah engkau, wajahmu adalah  wajah yang membawa kebaikan?”&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;Dia menjawab: “Aku adalah AMALmu yang  SHALIH”.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;Maka ruh itu berkata:&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;” Ya Rabbku tegakkanlah hari kiamat,  sehingga aku akan kembali&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;kepada istri dan hartaku”.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;PROSES KELUARNYA RUH  ORANG KAFIR&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;Dan sesungguhnya seorang hamba yang KAFIR, pada saat  akan&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;meninggalkan dunia dan menuju akhirat, turun  kepadanya&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;malaikat-malaikat yang memiliki wajah-wajah HITAM.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;Mereka  membawa sebuah kain-kain kafan yang buruk dan kasar dari RAMBUT,&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;sehingga  duduk darinya sejauh mata memandang.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;Kemudian datanglah malakul maut,  sehingga dia duduk di dekat&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;kepalanya, lalu berkata:&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;“Wahai nafs (jiwa;  ruh; nyawa) yang jahat, keluarlah menuju KEMURKAAN Allah&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;dan  KEMARAHANNYA!”.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;Maka nyawa itupun BERCERAI BERAI di dalam jasadnya. Maka  malakul maut&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;mencabutnya, sebagaimana dicabutnya SAFFUD (Gancu; besi-besi  bercabang yang&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;dibengkokkan ujungnya) dari wol yang basah. Lalu malakul maut  itu memegangnya.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;Setelah malakul maut memegangnya, mereka (para malaikat yang  berwajah&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;hitam itu) tidak membiarkan nyawa itu -sekejap mata- di  tangannya,&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;sehingga mereka mengambilnya, dan meletakkannya pada kain kafan  kasar dari&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;rambut itu. Dan keluarlah darinya bau seperti BANGKAI yang PALING  BUSUK&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;yang didapati di atas bumi.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;Kemudian mereka naik membawa nyawa  tersebut. Tidaklah mereka melewati&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;sekelompok para malaikat kecuali  sekelompok para malaikat itu&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;bertanya:&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;“Ruh siapakah yang jahat  ini?”.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;Mereka menjawab:”Si Fulan anak si Fulan”, dengan nama TERBURUK yang  dia dahulu&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;diberi nama di dunia.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;Kemudian minta dibukakan, tetapi langit  di dunia TIDAK DIBUKAKAN&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;untuknya. Kemudian Rasulullah Salallahu ‘Alaihi wa  Salam&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;membaca:&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;“Sekali-kali tidak dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit  dan tidak&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;(pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lobang jarum.”  (QS.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;Al A’raf:40)&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;Lalu Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;“Tulislah kitab  (catatan) hambaku di dalam SIJJIIN (penjara dan tempat yang sempit.) “&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;di  bumi yang bawah, kemudian nyawanya DILEMPAR dengan KERAS.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;Kemudian Rasulullah  Salallahu ‘Alaihi wa Salam membaca:&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;“Barangsiapa mempersekutukan sesuatu  dengan Allah, maka adalah ia&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh  burung, atau diterbangkan angin&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;ke tempat yang jauh.” (QS: Al  Hajj:31)&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;Kemudian ruhnya DIKEMBALIKAN di dalam jasadnya. Dan dua  malaikat&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;mendatanginya dan mendudukkannya:&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;# Kedua malaikat itu  bertanya:”Siapakah Rabbmu?”&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;# Dia menjawab:”Hah, hah, aku tidak tahu”.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;#  Kedua malaikat itu bertanya:”Apakah agamamu?”&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;# Dia menjawab:”Hah, hah, aku  tidak tahu”.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;# Kedua malaikat itu bertanya:”Siapakah laki-laki yang telah  diutus&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;kepada kamu ini?”&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;# Dia menjawab:”Hah, hah, aku tidak  tahu”.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;Maka seorang penyeru dari langit berseru: “Hambaku telah  (berkata)&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;dusta, berilah dia hamparan dari NERAKA, dan bukakanlah sebuah  pintu&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;untuknya ke NERAKA”.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;Maka datanglah kepadanya panasnya NERAKA dan  asapnya. Dan kuburnya&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;DISEMPITKAN atasnya, sehingga tulang-tulang rusuknya  berhimpitan.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;Dan datanglah seorang laki-laki berwajah BURUK kepadanya  berpakaian&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;BURUK, beraroma BUSUK, lalu mengatakan:&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;“Terimalah kabar dengan  apa yang menyusahkanmu, inilah harimu yang&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;Engkau telah dijanjikan  (keburukan)”.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;Maka ruh orang kafir itu bertanya kepadanya:&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;“Siapakah  Engkau, wajahmu adalah wajah yang membawa keburukan?”&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;Dia menjawab:”Aku  adalah AMALmu yang BURUK”.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;Maka ruh itu berkata: “Rabbku, janganlah engkau  tegakkan hari kiamat”.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #660000;" /&gt;&lt;span style="color: #660000;"&gt;(HR. Ahmad, dishahihkan Syaikh Al-Albani di dalam  Ahkamul Janaiz dan Shahih Al-Jami’ no:1672)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908011865593489009-8588266863040736458?l=ikitasya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikitasya.blogspot.com/feeds/8588266863040736458/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2010/12/ketika-ruh-keluar-dari-badan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/8588266863040736458'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908011865593489009/posts/default/8588266863040736458'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikitasya.blogspot.com/2010/12/ketika-ruh-keluar-dari-badan.html' title='KETIKA RUH KELUAR DARI BADAN'/><author><name>Ikitasya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18179110198409448761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-2VotTfOh3_w/TcavH0IISBI/AAAAAAAAAQw/9u9pFYubge4/s220/Photo0104.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entr
